Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisa Konflik Lingkungan Hidup pada Program Food Estate di Kalimantan Tengah ditinjau dari Perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) Dian Anggraini; Arifuddin Uksan; Kusuma; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5833

Abstract

Abstrak Nationally Determined Contribution (NDC) adalah sebuah alat kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kebijakan ini sejalan dengan hasil dari Kesepakatan Paris yang disahkan pada tanggal 12 Desember dan diakui melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Ratifikasi Kesepakatan Paris terhadap Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama masa pandemi Covid-19, pemerintah memulai Program Peningkatan Penyediaan Pangan di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) melalui Program Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Pangan (Food Estate) yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024.. Metode yang dipakai ialah penelitian kualitatif. Artikel ini akan menganalisa konflik lingkungan hidup pada program Food Estate di Kalimantan Tengah yang akan ditinjau dari perspektif Nationally Determined Contribution (NDC) serta bagaimana kebijakan yang diterapkan dalam program Food Estate di kawasan hutan. Adapun artikel ini berfokus pada Program Food Estate yang dinilai tidak sesuai dengan komitmen NDC karena dapat meningkatkan resiko deforestasi secara masif, ekosistem lahan gambut, musnahnya flora dan fauna karena mengonversi hutan menjadi lahan pertanian. Kata Kunci: Food Estate, Konflik Lingkungan Hidup, Nationally Determined Contribution (NDC) Abstract Nationally Determined Contributions (NDC) represent a policy instrument aimed at reducing greenhouse gas emissions. This policy aligns with the outcomes of the Paris Agreement ratified on December 12, as enshrined in Law No. 16 of 2016 concerning the Ratification of the Paris Agreement to The United Nations Framework Convention on Climate Change. Amidst the Covid-19 pandemic, the government launched the Food Provision Enhancement Program in Central Kalimantan Province as a National Strategic Program (NSP) through the Food Estate Development Program from 2020 to 2024. The method used is qualitative research. This article will analyze environmental conflicts in the Food Estate program in Central Kalimantan which will be reviewed from the perspective of Nationally Determined Contribution (NDC) and how policies are implemented in the Food Estate program in forest areas. This article focuses on the Food Estate Program which is considered not in accordance with NDC commitments because it can increase the risk of massive deforestation, peatland ecosystems, loss of flora and fauna due to converting forests to agricultural land. Keywords: Food Estate, Environmental Conflict, Nationally Determined Contribution (NDC)
Efektivitas Penyelesaian Konflik Sosial Melalui Kearifan Lokal (Hukum Adat) di Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat Julianto Exel Allolayuk; Kusuma; Achmed Sukendro; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6484

Abstract

Abstrak Sebuah ketidaksesuaian terhadap adat-istiadat yang kemudian menjadi sebuah konflik, dapat menjadi ancaman terhadap kedamaian budaya dan adat. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik dapat menjadi cerminan ketahanan wilayah dalam masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal dan eksistensi budaya, kendala dalam implementasi hukum adat serta implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik guna mendukung ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti melakukan prosedur wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu: teori strategi, teori damai, teori konflik, konsep pencegahan konflik, konsep Conflict early Warning and Early Response System (CEWERS), serta konsep pertahanan negara. Berdasarkan hasil penelitian, maka dipahami bahwa Implementasi hukum adat Masyarakat Mamasa yang meresolusi delik/pelanggaran adat yang berujung konflik ini dipahami sebagai jalur yang tepat sasaran. Hal tersebut merupakan sebuah hal yang dimaknai akan media yang tidak hanya menyelesaikan masalah namun sekaligus mendamaikan berbagai hal yang saling berkaitan. Implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik adat yang terjadi di Masyarakat Mamasa bukan hanya sekedar memberikan sanksi adat yang membiaskan efek jerah terhadap pelaku, akan tetapi juga memulihkan nilai dan norma yang masyarakat pegang dalam kehidupannya. Kembalinya tatanan nilai dan norma seperti sediakala tentu saja menimbulkan kedamaian bagi kearifan lokal serta eksistensi budaya yang merupakan cerminan suatu ketahanan wilayah. Ketahanan wilayah yang di dalamnya terdapat aspek sosial budaya inilah yang menjadikan Wilayah adat Rumpun Toraja secara khusus dan Kabupaten Mamasa secara umum dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan nasional. Kata Kunci: Konflik, Hukum Adat, Kearifan Lokal, Kabupaten Mamasa
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Purworejo Dwi Nugraheni; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma Kusuma; Rachmat Setiawibawa; Anwar Kurniadi
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 1 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i1.31330

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Purworejo melalui pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Untuk menghasilkan peta risiko bencana, dilakukan analisis bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas wilayah memiliki tingkat risiko sedang, dengan beberapa desa memiliki risiko tinggi yaitu Kecamatan Bruno dengan Desa Pakisarum, Kecamatan Kaligesing dengan Desa Kedunggubah, Desa Sudorogo, dan Desa Sumowono, Kecamatan Loano dengan Desa Kaliglagah, Desa Sedayu, dan Desa Kalijering, serta Kecamatan Pituruh dengan Desa Somogede. Dalam penelitian ini juga dilakukan juga penentukan titik pos pengungsian bencana tanah longsor berdasarkan hasil Focus Group Discussion di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Purworejo yang tertuang dalam rencana kontijensi bencana tanah longsor Kabupaten Purworejo. Hasilnya adalah terdapat 16 titik pos lapangan yang lokasinya berada di kantor kecamatan masing - masing wilayah terdampak longsor. Pemetaan ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam mitigasi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Purworejo. Kata kunci: Tanah longsor; Pemetaan Risiko; SIG; Purworejo Abstract  This research aimed to map the risk of landslides in Purworejonegoro Regency through the use of Geographic Information System (GIS). To produce a disaster risk map, hazard, vulnerability, and capacity analyses were conducted.  The results showed that the majority of areas have a moderate risk level, with several villages having a high risk, namely Bruno Sub-district with Pakisarum Village, Kaligesing Sub-district with Kedunggubah Village, Sudorogo Village, and Sumowono Village, Loano Sub-district with Kaliglagah Village, Sedayu Village, and Kalijering Village, and Pituruh Sub-district with Somogede Village. This research also determined the point of evacuation posts in the event of a landslide based on the results of the Focus Group Discussion of stakeholders within the local government of Purworejo District which is contained in the contingency plan for landslides in Purworejo District. The result is 16 field posts located at the sub-district office in each landslide-affected area. This mapping is expected to support more effective decision-making in landslide risk mitigation in Purworejo District.. Keywords: Landslide; Risk Mapping; GIS; Purworejo 
Program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Susilastuti Susilastuti; Syamsul Maarif; Kusuma Kusuma; Anwar Kurniadi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7302

Abstract

Indonesia yakni negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang amat besar, sehingga penguatan kapasitas masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ketangguhan komunitas. Pemerintah telah meluncurkan program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemberdayaan, pengorganisasian kelembagaan lokal, dan kolaborasi multipihak. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep pemberdayaan masyarakat dan kesiapsiagaan komunitas dalam implementasi Destana di Indonesia. Penelitian mempergunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta analisis dokumen kebijakan nasional, standar nasional, publikasi ilmiah, serta laporan lembaga internasional. Hasil kajian menunjukkan Destana berperan penting sebagai model pemberdayaan masyarakat yang terstruktur dan terstandar, didukung oleh kebijakan nasional dan Standar Nasional Indonesia (SNI) Desa Tangguh Bencana. Sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan kebijakan nasional menjadi faktor utama keberlanjutan program. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dalam memperkuat hubungan antara pemberdayaan masyarakat dan kesiapsiagaan komunitas sebagai dasar kebijakan ketangguhan desa di Indonesia.
MODEL KOMUNIKASI BENCANA “TABLE TOP EXERCISE” DENGAN KOLABORASI MULTI PIHAK DALAM PEMULIHAN PASCABENCANA Dwi Nugraheni; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma; Rachmat Setiawibawa; Anwar Kurniadi; Asep Supriatna
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v4i2.2308

Abstract

A “TABLE TOP EXERCISE” DISASTER COMMUNICATION MODEL WITH MULTI-PARTY COLLABORATION IN POST-DISASTERS RECOVERY This research aimed to discuss the disaster communication model through a table top exercise to analyse multi-stakeholder involvement in the implementation of post-disaster rehabilitation and reconstruction activities due to the earthquake in Cianjur in 2022. The disaster impact caused were casualties, damage to infrastructure and housing, as well as massive and significant social, economic and cross-sector losses. Effective disaster communication was a key factor in accelerating post-disaster rehabilitation and reconstruction efforts. This study used a descriptive qualitative method with data collection techniques through Focus Group Discussion (FGD), literature study, and direct observation. The results showed that pentahelix-based multi-stakeholder collaboration, involving the government, business world, academia, community, and media, was a strategic approach in disaster communication. Through the Table Top Exercise, stakeholders could collaborate, coordinate, share information, and play a role in post-disaster recovery. However, the efforts made had not been integrated and run optimally. This research recommended strengthening regulations and socialisation regarding the implementation of post-disaster rehabilitation and reconstruction through the preparation of R3P (Post-Disaster Rehabilitation and Reconstruction Plan) documents collaboratively involving multi-stakeholders, especially pentahelix elements. In addition, it recommended that the establishment of a multi-stakeholder coordination forum could increase the effectiveness of communication and synergy in sustainable post-disaster recovery.  
KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA Elintia Elintia; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma Kusuma; Wilopo Wilopo; Pujo Widodo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1935-1939

Abstract

Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan hal yang penting untuk diimplementasikan dalam kebijakan Penanggulangan Bencana, karena bencana memberikan pengaruh dan dampak yang berbeda bagi perempuan dan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia, apakah sudah responsif gender atau belum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan terkait penanggulangan bencana sudah mengintegrasikan pengarusutamaan gender. BNPB sebagai lembaga yang berwenang dalam penanggulangan bencana telah menunjukan keseriusan dalam hal pengarusutamaan gender, hal tersebut didukung dengan berbagai kebijakan aturan yang responsif gender seperti Peraturan Kepala BNPB No. 13 Tahun 2014 tentang Pengarusutamaan Gender di Bidang Penanggulangan Bencana, Roadmap Pengarusutamaan Gender di Lingkungan BNPB 2021-2024 serta Perka BNPB No. 7 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Data Dan Informasi Bencana Indonesia, peraturan tersebut mengamanatkan pemilahan data korban menurut jenis kelamin. Selain telah didukung oleh kebijakan peraturan, BNPB juga telah membentuk Tim Penggerak PUG, Sekretariat Kelompok Kerja PUG dan Kelompok Kerja PUG di lingkungan BNPB. Terkait sumber daya manusia, BNPB telah memiliki aparatur negara yang memiliki kemampuan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Semua hal tersebut diharapkan dapat menjadi bukti dan dukungan yang baik dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana di Indonesia.
POTENSI SERTA TANTANGAN PEMANFAATAN PLATFORM PETABENCANA.ID DALAM PENDIDIKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA SISWA MAN 1 BOGOR Inna Arumsari Fitriany; Kusuma Kusuma; Deffi Ayu Puspito Sari; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Wilopo Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.2036-2045

Abstract

Berdasarkan letak geografis, kepulauan Indonesia terbentang dari timur ke barat dengan lokasi yang dilalui oleh sebaran cincin api (ring of fire) sehingga berpotensi menimbulkan bencana gempa serta letusan gunung api yang masih aktif. Di lain sisi, pertumbuhan demografi Indonesia yang pesat juga berkontribusi pada risiko bencana. Semakin banyak orang yang tinggal di wilayah rawan, semakin besar potensi dampak bencana. Pengelolaan lingkungan yang kurang baik juga menyebabkan ekosistem menjadi lebih rapuh, termasuk di dalamnya perubahan iklim, penggundulan hutan dan pembalakan liar, serta kerusakan lingkungan lainnya dapat memperburuk situasi.Selain itu, Indonesia berada di wilayah tropis dengan iklim ekstrem, sehingga musim hujan yang intens dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Dengan banyaknya bencana yang telah terjadi, dibutuhkan upaya peningkatan kesiapsiagaan. Pendidikan kesiapsiagaan bencana untuk perencanaan tanggap darurat dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana yang berkelanjutan. Di era informasi saat ini, pemanfaatan teknologi serta komunikasi menjadi upaya kesiapsiagaan yang penting untuk dikembangkan. Salah satu teknologi yang dapat digunakan yaitu melalui Platform PetaBencana.id.Didukung oleh CogniCity OpenSource Software, sebuah platform berbasis website yang gratis yakni PetaBencana.id, adalah visualisasi bencana dalam skala perkotaan yang menggunakan laporan hasil crowdsourcing dan validasi instansi pemerintah secara real time. Pengenalan aplikasi PetaBencana.id pada siswa MAN 1 Bogor untuk pendidikan kesiapsiagaan bencana memiliki berbagai potensi dan tantangan dalam peningkatan kesiapsiagaan siswa terhadap potensi terjadinya bencana.