Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Strategi Penggunaan Alat Utama Sistem Senjata Artileri Medan Sebagai Efek Deteren Terhadap Kelompok Separatis Papua Dalam Mewujudkan Pertahanan Keamanan Wilayah Papua M Dastin Meta Swandana; Kusuma Kusuma; Herlina Juni Risma Saragih
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8128

Abstract

Penelitian ini membahas strategi penggunaan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Artileri Medan sebagai efek deteren terhadap kelompok separatis di Papua dalam rangka mewujudkan pertahanan dan keamanan wilayah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi penggunaan Alutsista Artileri Medan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Penelitian dilakukan pada konteks operasi militer di wilayah Papua dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, wawancara, dan analisis dokumen kebijakan pertahanan serta operasi militer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas efek deteren dipengaruhi oleh kesiapan Alutsista, kualitas sumber daya manusia, dukungan logistik, integrasi sistem komando dan intelijen, serta kondisi geografis dan dinamika ancaman di Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan Alutsista Artileri Medan dapat menjadi instrumen deteren yang efektif apabila dilaksanakan secara terpadu, proporsional, berbasis intelijen, serta didukung legitimasi hukum dan dukungan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan wilayah Papua secara berkelanjutan.
Strategi Optimalisasi Penggunaan Peleton Escort Dalam Peningkatan Kapabilitas Operasional Satgas Kompi Zeni TNI Pada Misi Monusco di Kongo Yogi Priastanto; Kusuma Kusuma; Herlina Juni Risma Saragih; Sigit Purwanto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8131

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi optimalisasi penggunaan Peleton Escort dalam meningkatkan kapabilitas operasional Satgas Kompi Zeni TNI pada misi United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO) di Republik Demokratik Kongo. Penelitian bertujuan menganalisis peran, efektivitas, serta kontribusi Peleton Escort dalam menjamin keamanan pergerakan personel dan alat berat, menjaga keberlanjutan operasi konstruksi infrastruktur, serta meningkatkan ketahanan personel Zeni di wilayah konflik. Penelitian dilaksanakan pada lingkungan operasional Satgas Kompi Zeni TNI yang terlibat dalam misi MONUSCO dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, wawancara, dan analisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peleton Escort memiliki peran strategis dalam meningkatkan keamanan konvoi, mendukung efisiensi logistik, serta memperkuat kesiapsiagaan operasional prajurit di daerah berisiko tinggi. Dengan demikian, optimalisasi fungsi Peleton Escort dapat meningkatkan kapabilitas operasional Satgas Kompi Zeni TNI dalam mendukung keberhasilan misi perdamaian PBB secara efektif dan berkelanjutan.
Implementasi Kebijakan Penerimaan Prajurit TNI AD Jalur Afirmasi bagi Orang Asli Papua di Kodam XVIII/Kasuari Nasution Ramdhani; Kusuma; Herlina Juni Risma Saragih
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8637

Abstract

Konflik yang terjadi di Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dipengaruhi oleh persoalan sosial, politik, dan persepsi marginalisasi yang berdampak pada hubungan antara masyarakat dan negara. Dalam upaya memperkuat stabilitas wilayah, pemerintah melalui Kodam XVIII/Kasuari melaksanakan kebijakan penerimaan Prajurit TNI AD Calon Bintara Otonomi Khusus Orang Asli Papua (Caba Otsus OAP) Jalur Afirmasi sebagai bentuk peningkatan partisipasi masyarakat Papua dalam institusi pertahanan negara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, serta mengkaji kontribusinya terhadap stabilitas keamanan dan integrasi nasional di Papua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan desain studi kasus. Metode ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang mendalam mengenai proses implementasi kebijakan dalam konteks sosial dan kelembagaan yang kompleks. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka teori implementasi kebijakan Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan afirmatif berjalan relatif efektif dan didukung oleh komunikasi yang baik, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, serta struktur birokrasi yang jelas. Faktor pendukung utama meliputi komitmen organisasi, dukungan pemerintah daerah, dan penerimaan masyarakat, sedangkan kendala utama berasal dari kondisi geografis Papua dan kompleksitas koordinasi lintas lembaga. Kebijakan ini berkontribusi terhadap peningkatan representasi Orang Asli Papua dalam institusi negara, penguatan hubungan antara masyarakat dan TNI AD, serta pembangunan kepercayaan yang mendukung stabilitas keamanan dan integrasi nasional. Penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan rekrutmen afirmatif merupakan instrumen pertahanan yang bersifat inklusif dan strategis dalam mendukung stabilitas wilayah di Papua. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji dampak jangka panjang program afirmatif terhadap dinamika keamanan dan integrasi sosial di berbagai wilayah Papua.
Ketahanan masyarakat terhadap banjir akibat hujan lebat di Kelurahan Mangkang, Kota Semarang Setyo Aji Pramono; Kusuma Kusuma; Deffi Ayu Puspito Sari
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 1 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i1.101068

Abstract

Mangkang Wetan Sub-district is one of the areas in Semarang City that frequently experiences flooding triggered by heavy rainfall. Data from the National Disaster Management Agency (BNPB) indicate that flooding occurred more than ten times per year in Semarang City during 2019–2022 and reoccurred in January 2023, including in Mangkang Wetan. This condition has encouraged local communities to remain and adapt to recurring flood risks. This study aims to assess the level of community resilience in Mangkang Wetan Sub-district in facing flood hazards. A mixed-method approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to flood-affected residents. Community resilience was assessed across five dimensions: physical, social, economic, government role, and natural environment. Questionnaire data were compiled, validated, statistically analyzed, and discussed exploratively. The results show resilience scores of 1.95 for the physical dimension, 2.15 for social, 1.80 for economic, 1.95 for government role, and 1.75 for the natural dimension on a 1–3 scale. Overall, community resilience falls within the moderate (less resilient) category. The natural dimension represents the weakest aspect and requires targeted improvement. Enhancing community awareness and preparedness, particularly during rainfall events exceeding 25 mm/day, is essential to support more adaptive and resilient regional development.
Destructive Fishing Sebagai Ancaman Terhadap Keamanan Maritim: Analisis Push–Pull Factors Dan Model Mitigasi Di Perairan Kabupaten Nias Selatan Yunias Dao; Yusnaldi - -; Kusuma - -
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 32, No 2 (2026): (Juni 2026)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.32.2.2026.82-91

Abstract

Praktik destructive fishing merupakan ancaman non-tradisional yang kompleks terhadap keamanan maritim Indonesia karena berdampak langsung pada keberlanjutan sumber daya laut, stabilitas sosial-ekonomi pesisir, dan ketahanan nasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk praktik destructive fishing serta menganalisis faktor-faktor penyebabnya di perairan sekitar Kabupaten Nias Selatan menggunakan pendekatan analisis push–pull factors. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap pemangku kepentingan, observasi lapangan, serta analisis tematik terhadap data empiris. Hasil penelitian menunjukkan bentuk utama praktik destruktif, meliputi blast fishing, cyanide fishing, trawl, dan chemical fishing, yang masing-masing memiliki karakteristik pelaku dan modus berbeda. Faktor pendorong (push factors) mencakup kemiskinan, keterbatasan teknologi, rendahnya kesadaran, dan lemahnya penegakan hukum, sedangkan faktor penarik (pull factors) meliputi tingginya permintaan pasar, keuntungan jangka pendek, serta lemahnya pengawasan. Kombinasi kedua faktor tersebut menciptakan sistem ketergantungan destruktif yang memperkuat praktik ilegal di wilayah pesisir khususnya Kabupaten Nias Selatan. Penelitian ini merekomendasikan push–pull reduction model sebagai kerangka mitigasi integratif untuk menekan praktik destruktif melalui penguatan tata kelola, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi pengawasan maritim. Temuan ini menegaskan bahwa keamanan maritim harus dipahami sebagai instrumen kesejahteraan dan keberlanjutan, bukan semata isu pertahanan wilayah.
Penguatan Ketahanan Nasional Berbasis Bela negara dan Kearifan Lokal Terhadap Masyarakat Siswa SMA Negeri 1 Jonggol Kabupaten Bogor Muhamad Satria Nugraha; Risa Junita Sari; Refni Yulia; Livia Ersi; Kusuma Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1498

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda di Jonggol, Kabupaten Bogor, mengenai pentingnya ketahanan nasional berbasis bela negara dan kearifan lokal dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan globalisasi yang telah membawa perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Perubahan tersebut memberikan dampak positif maupun negatif yang dapat memengaruhi persatuan, keamanan, dan ketahanan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan ketahanan nasional melalui penanaman nilai-nilai bela negara dan pelestarian kearifan lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, Teknik kuantitatif dan direct service melalui interaksi langsung dengan peserta. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jonggol dengan memberikan penyuluhan tentang nilai-nilai bela negara, pentingnya menjaga persatuan, serta pemanfaatan teknologi dan media sosial secara bijak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan pelajar memperoleh pemahaman pentingnya ketahanan nasional berbasis bela negara dan kearifan lokal dalam kasus pemanfaatan media online.
Menilik Politisasi Konflik Papua: Dilema Isu Keamanan Indonesia Nurhidayat; Kusuma; Arifuddin Uksan; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4759

Abstract

Abstrak Konflik di Papua yang melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan apparat pemerintah masih kerap terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa penyelesaian konflik di tanah Papua sejak rezim Orde Lama hingga rezim Reformasi selama lebih dari lima puluh tahun yang ditinjau dari aspek penyelesaian konflik menunjukkan bahwa Pemerintah masih cenderung menggunakan pendekatan keamanan yang masih menunjukkan hasil yang belum signifikan. Untuk itu, Pemerintah dituntut untuk menggunakan pendekatan baru dalam penyelesaian konflik di Papua. Pendekatan baru yang mengakomodasi aspirasi berbagai macam pihak di Papua dengan harapan pendekatan ini mampu menghadirkan perdamaian, keadilan, dan kesetaraan di tanah Papua. Belajar dari masa lalu, Pemerintah Indonesia dituntut untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan dengan cara-cara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis, bukan dengan cara koersif-represif. Dengan melakukan dialog antara Pemerintah Indonesia dan pihak-pihak di tanah Papua diharapkan dapat menghasilkan penyelesaian konflik dalam bentuk rekognisi politik bagi orang asli Papua, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, menarik mundur militer, dan penegakkan hukum dan HAM sehingga menciptakan konsensus yang menghadirkan perdamaian di tanah Papua. Kata Kunci: Konflik, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), demokratis, perdamaian. Abstract Conflicts in Papua involving the Armed Criminal Group (KKB) and government officials are still common. Based on the results of the research, it was found that conflict resolution in the land of Papua since the Old Order regime to the Reform regime for more than fifty years in terms of conflict resolution aspects shows that the Government still tends to use a security approach which still shows insignificant results. For this reason, the Government is required to use a new approach in resolving conflicts in Papua. A new approach that accommodates the aspirations of various parties in Papua with the hope that this approach will be able to bring peace, justice and equality to the land of Papua. Learning from the past, the Government of Indonesia is required to resolve prolonged conflicts in ways that uphold democratic values, not in coercive-repressive ways. Dialogue between the Government of Indonesia and parties in Papua is expected to result in conflict resolution in the form of political recognition for indigenous Papuans, sustainable economic development, withdrawing the military, and upholding law and human rights so as to create a consensus that brings peace to the land of Papua. Keywords: Conflict, Armed Criminal Group (KKB), democracy, peace.
Lesson Learned Dalam Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara pada Fase Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Lombok 2018 Dede Saputra; Agus Wibowo; Christine S. Marnani; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4788

Abstract

Abstract The meeting of these three plates causes areas in Indonesia to be vulnerable to earthquakes. Earthquake is a natural phenomenon that cannot be predicted when they will occur. The 2018 earthquake caused the North Lombok District Government to immediately make efforts to deal with the disaster. Improvement requires special attention during the emergency and post-disaster response periods, both from the central and regional governments as well as other parties, so that all residents can improve and be able to carry out their activities until they recover. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques, namely interviews, observation, and document study. The purpose of this study is to make the earthquake event in North Lombok Regency in 2018 a Lesson Learn for all parties, especially in North Lombok district and in general for all Indonesian people so that a disaster-resilient community is formed that has an awareness of the potential disasters that will be faced to contribute to the condition national security. Keywords: Earthquake, Lesson Learned, Emergency Response Phase, Effort and Response. Abstrak Pertemuan ketiga lempeng ini menyebabkan wilayah di Indonesia rentan terhadap bencana gempa bumi. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi kapan waktu terjadinya. Gempa bumi tahun 2018 mengakibatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk segera melakukan upaya penanganan bencana tersebut. Pembenahan memerlukan perhatian khusus pada masa tanggap darurat dan pasca bencana, baik dari pemerintah pusat dan daerah maupun pihak lainnya, sehingga seluruh warga dapat berbenah dan mampu menjalankan aktivitas hingga pulih kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi dan studi dokumen. Tujuan dari penelitian ini menjadikan peristiwa gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2018 sebagai Lesson Learn bagi semua pihak khususnya di kabupaten Lombok Utara dan umumnya bagi seluruh masyarakat Indonesia agar terbentuk masyarakat tangguh bencana yang memiliki kesadaran akan potensi bencana yang akan dihadapi guna berkontribusi pada kondisi keamanan secara nasional. Kata Kunci: Gempabumi, Lesson Learned, Fase Tanggap Darurat, Upaya dan Respon.
Prediksi Model PUFF Dalam Mensimulasikan Prediksi Dispersi Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Firman Setia Budi; Daryono; Kusuma; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Rajasains E.
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4826

Abstract

Abstrak Indonesia adalah negara yang berada dalam ring of fire, tercatat ada 76 gunung api. Gunung Anak Krakatau (GAK) adalah salah satu gunung yang paling aktif di Indonesia. Karena letak GAK di Selat Sunda yang merupakan penghubung pulau Jawa dan Sumatera dengan penduduk terpadat di Indonesia, sebaran debu vulkanis GAK dapat mengganggu aktivitas masyarakat. PUFF adalah model tracer polutan dinamik yang dikembangkan untuk mensimulasikan perilaku awan abu vulkanik yang masih baru. Kecepatan simulasi pada model tersebut sangat diperlukan untuk membuat peringatan dini pada operasional meteorologi penerbangan. Model ini berdasarkan bentuk persamaan langrangian dengan asumsi kolom vertikal sumber polutan berdifusi sepanjang distribusi Gaussian dalam ruang 3D. Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui kehandalan model PUFF dalam mensimulasikan prediksi dispersi debu vulkanis GAK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan tinjauan pustaka (literature review) yang penulis kumpulkan dari berbagai sumber yang berkaitan dengan makalah ini. Metode ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif dan analitis berdasarkan data dari literatur. Penulis mensimulasikan prakiraan sebaran debu gunung Krakatau dengan model PUFF. Penulis juga menggunakan teknik red-green-blue (RGB) Himawari8 resep BMKG dan JMA. Hasil RGB tersebut juga dibandingkan dengan true color SNPP. Hasil dalam penelitian ini menunjukan RGB Himawari-8 resep BMKG dapat dijadikan acuan dispersi GAK, Model PUFF mensimulasikan dispersi abu vulkanis GAK yang stabil dalam waktu 4 jam dari awal letusan dan Model PUFF memperlihatkan simulasi dispersi debu GAK yang sama dengan hasil RGB satelit Himawari-8 resep BMKG Kata Kunci: Gunung Anak Krakatau (GAK), PUFF Model, red-green-blue (RGB) Himawari8 resep BMKG dan JMA, true color SNPP, distribusi Gaussian, dispersi
Pengaruh Kinerja Personel Tim SAR TNI-AU pada masa Tanggap Darurat Gempa Bumi Kab. Cianjur Moh Agus Priono; Anwar Kurniadi; Sugimin Pranoto; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih; Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4847

Abstract

Abstrak Qistina: Gempa bumi adalah fenomena alam yang berpotensi mengakibatkan kerusakan fisik dan kehilangan nyawa. Dalam keadaan darurat seperti ini, performa tim SAR TNI-AU memiliki pengaruh langsung terhadap efektivitas dan efisiensi upaya penyelamatan, seperti yang terjadi pada masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Respons cepat dan tepat dari tim SAR TNI-AU dalam situasi darurat seperti gempa bumi dapat berdampak langsung pada keselamatan korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan personel dalam menghadapi situasi tanggap darurat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang melibatkan analisis dokumen yang mendalam. Secara umum, TNI-AU berhasil mencapai efektivitas dan efisiensi dalam upaya penyelamatan selama masa tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, termasuk dalam hal penanganan korban yang cepat dan tepat, koordinasi dengan lembaga terkait, pemantauan informasi terkini, serta ketersediaan alat-alat dan dukungan alutsista. Hasil pelatihan SAR yang diterapkan oleh TNI-AU terbukti memberikan hasil yang positif, terlihat dari tindakan langsung yang dilakukan dalam waktu singkat setelah terjadinya bencana gempa bumi. Kata Kunci: Gempa Cianjur, Tim SAR TNI-AU, Evaluasi Kinerja