Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Selisih Tarif Kasus Demam Berdarah Dengue Prasaja, Bhisma Jaya; Utomo, Yoga; Firmansyah, Yura Witsqa
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v6i2.573

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The Bandung City Health Office said that this year as of April 26, 2024, the cumulative number of DHF cases in Bandung City exceeded 3,025 cases. This study aims to identify the factors associated between INA-CBGs tariffs and the actual treatment costs of Dengue Fever (DHF) patients at Hospital X Bandung. A correlation research method with a retrospective approach was used to analyze secondary data of JKN claims in 2023. The population in this study were patients who underwent inpatient treatment in 2023 at Hospital X Bandung with a diagnosis of Dengue Fever (DHF) with diagnosis code A91, totaling 906 medical record files. Samples were selected based on the criteria of medical record files with a primary diagnosis of Dengue Fever (DHF) and medical record files with JKN tariff setting. The results showed that length of stay (p < 0.001), medical procedures (p 0.018), and severity (p < 0.036) of illness significantly contributed to the tariff gap. This tariff gap has implications for the hospital's financial loss and potential reduction in service quality. Based on these findings, it is recommended to review the INA-CBGs tariff structure, develop clinical pathways, stricter management of treatment classes, and improve cooperation between hospitals and BPJS Kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Penyakit Malaria pada Siswa SMP Santo Mikael Cimahi melalui Metode Focus Discussion Group Nathania Andjela Stevany; Citra Wiranda Putri, Emanuela; Ivan Rifael Bonardo; Lisdayanti Simbolon; Yura Witsqa Firmansyah
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang telah tercatat sekitar 80.000 kasus dengan insidensi yang cenderung stabil dalam lima tahun terakhir. Beberapa daerah di Indonesia, terutama yang berada di wilayah endemis, memiliki angka kasus malaria yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap penyakit malaria. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMP Santo Mikael Cimahi mengenai pencegahan penyakit malaria. Program pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), dengan evaluasi hasil penyuluhan melalui pre-test dan post-test. Analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa SMP Santo Mikael Cimahi, terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pre-test (89,33) menjadi post-test (93,67), yang menandakan bahwa penyuluhan dengan metode FGD berhasil meningkatkan pengetahuan mereka tentang malaria. Metode ini terbukti efektif karena memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi, mendalami materi, dan berbagi pengalaman.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MULTIDIMENSIONAL LANSIA HIPERTENSI MELALUI PROGRAM SENIKEL DI GADING KARYA, SURABAYA Orizani, Chindy Maria; Firmansyah, Yura Witsqa; Tjokro, Silvia Haniwijaya
Community Development in Health Journal Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v3i2.630

Abstract

Introduction & Aim: Hypertension was one of the most common degenerative diseases among the elderly and could reduce their quality of life if not properly managed. This community service aimed to improve the multidimensional wellness of elderly with hypertension through the SENIKEL (Healthy, Energetic, Comfortable, Inspirational) program in RW 07 Gading Karya, Gading Sub-district, Tambaksari District, Surabaya City. Method of Activity: The method used health education, participatory discussion, and relaxation practice involving 35 elderly people with the criteria of having good cognitive abilities, being cooperative, and willing to participate in the activities until completion, which were carried out on December 27, 2024. Results: The results showed an increase in multidimensional wellness after the intervention. Before education, elderly in the good category of wellness were only 40.0%, increasing to 62.9% after the intervention. Meanwhile, the fair category decreased from 45.7% to 28.6%, and the poor category decreased from 14.3% to 8.6%. Discussion: This activity proved that community-based educational programs were effective in improving the holistic quality of life of elderly with hypertension. It was recommended that similar programs be carried out continuously with the support of health cadres and families to maintain the sustainability of the outcomes.
The Relationship Between Service Quality and Outpatient Repeat Visit Interest at the Integrated Service Unit of Adi Husada Kapasari Hospital Saputra, Reinaldo Dwiki; Hermanto Wijaya; Afif Kurniawan; Yura Witsqa Firmansyah
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i3.2278

Abstract

The quality of hospital services is an important factor that influences patient perception, satisfaction, and loyalty. This study aims to analyze the relationship between service quality and the interest of outpatients in revisiting the Integrated Service Unit at Adi Husada Kapasari Hospital. This quantitative cross-sectional study involved 68 respondents selected through purposive sampling from a population of 6,155 patients during the period March–June 2025. Service quality was measured using six dimensions: safe, effective, patient-centered, timely, efficient, and equitable. The interest in revisiting was measured based on the willingness of patients to return to use the services. Data analysis was performed using Spearman's rho correlation test. The results showed that all dimensions of service quality were in the good category, with the highest scores in the safe, efficient, and equitable dimensions (94.1%) and the lowest in the effective dimension (83.8%). Patient interest in return visits was very high, with 98.5% of respondents expressing interest in returning for treatment. However, the correlation test showed no significant relationship between service quality and interest in return visits (r = –0.026; p = 0.832). These findings indicate that even though service quality is high, other factors beyond service quality, such as location, cost, promotion, and third-party recommendations, are likely to have a greater influence on patients' decisions to return. Further research is recommended to explore other variables that may influence patients' interest in revisiting.
Analisis Distribusi Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Cisurupan Tahun 2024 Firmansyah, Yura Witsqa; Arifin, Heru Zaenal
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.666

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang mengalami peningkatan signifikan baik secara global maupun nasional, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2024, lebih dari 14 juta kasus dengue dilaporkan secara global, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah pencatatan WHO. Wilayah kerja Puskesmas Cisurupan juga mengalami peningkatan kasus dengan distribusi yang bervariasi antar desa. Kondisi ini menuntut adanya analisis spasial untuk mengidentifikasi daerah berisiko tinggi dan mendukung pengambilan keputusan berbasis wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial kejadian DBD tahun 2024 menggunakan Period Prevalence Rate (PPR) dan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode: Penelitian menggunakan desain kohort retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan LB1 DBD, data jumlah penduduk per desa, serta data koordinat spasial yang diverifikasi. Sebanyak 102 kasus DBD yang terjadi sepanjang tahun 2024 dianalisis, dihitung nilai PPR-nya, dan dipetakan menggunakan perangkat lunak SIG untuk mengidentifikasi pola distribusi kasus antar desa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi spasial yang signifikan antarwilayah. Desa Cisurupan, Balewangi, dan Cidatar memiliki jumlah kasus dan nilai PPR tertinggi, sedangkan desa seperti Sukawargi, Sirnagalih, dan Cinta Asih menunjukkan tingkat risiko lebih rendah. Pemetaan spasial memperlihatkan kluster risiko tinggi pada wilayah dengan kepadatan penduduk lebih besar dan kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung perkembangbiakan vektor. Saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan spasial penting dalam mendukung strategi pengendalian DBD. Diperlukan penguatan surveilans berbasis SIG, peningkatan intervensi lingkungan, serta edukasi masyarakat terutama pada desa dengan PPR tinggi. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi faktor lingkungan dan sosial yang memengaruhi terbentuknya kluster kasus, sehingga upaya pengendalian dapat lebih efektif dan tepat sasaran.
Prevalence, Risk Factors, and Impact of Bullying in Boarding School Environments: A Systematic Review Erindia, Firnanda; Firmansyah, Yura Witsqa; Orizani, Chindy Maria; Jannah, Fitriatul; Istiana, Dina; Suraya, Andi Safutra; Revani, Hilda Dea
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v7i1.641

Abstract

Bullying in boarding schools is a serious issue affecting students’ mental health, social relationships, and academic performance. Boarding schools, especially pesantren in Indonesia, present unique social and institutional contexts that may facilitate bullying. This study conducted a systematic review following PRISMA guidelines. Literature searches were performed in Scopus, ScienceDirect, PubMed, ProQuest, Web of Science, and Google Scholar for studies published between 2020 and 2025. Eligible articles focused on bullying in boarding schools and reported data on prevalence, risk factors, or impacts. Data were synthesized narratively. Bullying is common in boarding schools, including physical, verbal, and relational forms. Key risk factors include low self-esteem, limited resilience, negative parenting styles, unsafe school environments, and peer hierarchies. Bullying was associated with psychological distress, anxiety, depression, peer conflicts, reduced school engagement, and lower academic performance. Prevalence and severity varied across cultural and institutional contexts. Bullying in boarding schools is multifactorial, involving individual, familial, and school-level contributors. Unsafe climates and poor supervision intensify risks, while negative consequences extend beyond immediate harm to long-term mental health, social adjustment, and academic outcomes.
Demonstrasi pembuatan emulgel peppermint sebagai antinyamuk dalam pencegahan demam berdarah dengue di SMK Kartini Bhakti Mandiri Naomi Dwi Cahyanti; Yura Witsqa Firmansyah; Inez Angelia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27564

Abstract

AbstrakDemam Berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang banyak berkembang di daerah tropis terutama pada awal musim penghujan dan menjadi permasalahan kesehatan yang serius karena dapat mengakibatkan kematian. Vektor pembawa dari penyakit DBD adalah nyamuk yaitu Aedes aegypti. Repelen merupakan zat yang dapat membuat serangga tidak tertarik terhadap manusia, sehingga dapat mengurangi kontak antara vektor nyamuk pembawa penyakit dengan manusia. Minyak peppermint merupakan salah satu minyak atsiri yang tidak disukai aromanya oleh nyamuk, sehingga dapat dikembangkan menjadi produk farmasi yang komersial repelen. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait proses pembuatan emulgel peppermint sebagai antinyamuk. Metode yang digunakan pada kegiatan tersebut adalah demonstrasi pembuatan emulgel antinyamuk minyak peppermint dan pembuatan produk emulgel yang dipraktikkan langsung oleh 28 peserta pelatihan yang berasal dari siswa/i SMK Kartini Bhakti Mandiri. Keberhasilan dari kegiatan tersebut diketahui dengan mengukur tingkat pemahaman peserta melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Nilai rata-rata pengetahuan siswa sebelum dilakukan intervensi adalah 70 dan setelahnya menjadi 90. Kegiatan ini telah terbukti dalam peningkatan pengetahuan siswa dalm praktik pembuatan emulgel antinyamuk. kata kunci: emulgel; demam berdarah dengue; peppermint AbstractDengue fever is one of the most common diseases in the tropics, especially at the beginning of the rainy season, and is a serious health problem because it can cause death. The vector of DHF is the mosquito, Aedes aegypti. Repellents are substances that can make insects uninterested in humans, thus reducing contact between disease-carrying mosquito vectors and humans. peppermint oil is one of the essential oils whose aroma is disliked by mosquitoes so it can be developed into a commercial repellent pharmaceutical product. The purpose of this activity is to increase students' knowledge related to the process of making peppermint emulgel as mosquito repellent. The method used in the activity was a demonstration of making peppermint oil anti-mosquito emulgel and making emulgel products which were practiced directly by 28 trainees from students of SMK Kartini Bhakti Mandiri. The activity's success was known by measuring the level of understanding of the participants through the measurement of knowledge before and after the intervention. The average score of students' knowledge before the intervention was 70 and afterward became 90. This activity has been proven to increase student's knowledge in the practice of making anti-mosquito emulgel. Keywords: emulgel; dengue fever; peppermint
Inventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional Susanti Niman; Yovita Mercya; Tina Shinta Parulian; Lanang Eko Sampurno; Florentina Dian Maharina; Yovita Tri Katarina; Friska Sinaga; Yura Witsqa Firmansyah; Decky Gunawan; July Ivone; Wenny Wati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22026

Abstract

AbstrakPemeriksaan kesehatan dalam upaya preventif merupakan hal utama untuk dilakukan pada masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada mitra (SMA Santa Maria 2 dan Kecamatan Kiaracondong) adalah belum adanya praktik kolaborasi interprofesional dalam menginventerisasi penyakit pada warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menginventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional. Metode pemberdayaan dilakukan menggunakan demonstrasi. Pelayanan kesehatan diikuti 86 warga masyarakat di wilayah sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung pada Sabtu, 2 September 2023. Praktik kolaborasi interprofesional dilakukan oleh profesi dengan latar belakang keilmuan keperawatan, farmasi, rekam medis dan kedokteran. Hasil kegiatan pelayanan kesehatan pada masyarakat didapatkan data demografik (rata-rata usia 49 tahun dan masyarakat berjenis kelamin perempuan 57%), tanda vital dan riwayat kesehatan, diagnosa medis dan obat (pre-hipertensi 38.4%; gula darah tidak normal 4,5%; asam urat 10%; dan kolestrol 45%). Praktik kolaborasi interprofesional berjalan dengan baik dapat terlihat dari perilaku kolaboratif berdasarkan hasil self reported tim. Penyakit terbanyak berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan adalah hipertensi. Praktik kolaborasi interprofesional dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti pelayanan kesehatan masyarakat. Kata kunci: asam urat; hipertensi; kolestrol; praktik kolaborasi interprofesional AbstractThe practice of interprofessional collaboration through the cooperation of health professionals can have a positive impact on health services. Effective interprofessional collaboration practices will provide safe and high-quality health care to patients. This community service activity aims to provide health services to the community through free health checks and medication based on interprofessional collaboration practices. The empowerment method was carried out using demonstrations. Health services were attended by 86 community members in the area around Santa Maria 2 Bandung High School on Saturday, September 2, 2023. Interprofessional collaboration practices are carried out by professionals with scientific backgrounds in nursing, pharmacy, medical records, and medicine. The results of health service activities in the community obtained demographic data (average age of 49 years and 57% female), vital signs and medical history, medical diagnoses, and drugs (pre-hypertension 38.4%; abnormal blood sugar 4.5%; uric acid 10%; and cholesterol 45%). The practice of interprofessional collaboration goes well can be seen from collaborative behavior based on the results of the self-reported team. The most common disease based on the results of the health examination is hypertension. Interprofessional collaboration practices can be carried out through community service activities such as community health services. Keywords: cholesterol; hypertension; the practice of interprofessional; urin acid
Peningkatan pengetahuan tentang SNOMED-CT dan ICD-10 bagi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan Yura Witsqa Firmansyah; Adi Anggoro Parulian; Hedie Kristiawan; Bhisma Jaya Prasaja; Ruddy Johannes Mandels; Imelda Retna Weningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27137

Abstract

AbstrakPenggunaan SNOMED-CT dan ICD-10 bagi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan dalam pengkodean penyakit menjadi tantangan bagi tenaga perekam medis dan informasi Kesehatan (PMIK) menimbulkan tantangan baru. Program ini dirancang sebagai solusi atas masalah yang dihadapi oleh tenaga PMIK dalam menjalankan tugasnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman terkait tantangan dan manfaat penggunaan SNOMED-CT dan ICD-10 bagi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan, serta memberikan kompetensi tambahan yang diharapkan bisa dicapai melalui kegiatan ini. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui metode ceramah yang dilanjutkan dengan diskusi kasus. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 September 2024, di Hotel Zest Sukajadi, Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh 280 peserta, dengan 37 peserta mengikuti secara langsung, yakni mahasiswa tingkat 3 program rekam medis dan informasi kesehatan Universitas Santo Borromeus tahun ajaran 2023/2024, serta 243 peserta mengikuti secara daring, terdiri dari tenaga perekam medis dan informasi kesehatan yang tersebar di berbagai daerah. Berdasarkan hasil pengukuran, nilai rata-rata pengetahuan sebelum kegiatan pengabdian adalah 73,35 dan meningkat menjadi 91,36 (24,55%) setelah program. Implementasi SNOMED-CT sebagai pengganti ICD-10 memerlukan berbagai pertimbangan, termasuk kesiapan sumber daya manusia, kesiapan organisasi layanan kesehatan, dan teknologi yang mendukung penerapan SNOMED-CT. Kata kunci: ICD-10; kodifikasi penyakit; perekam medis dan informasi kesehatan; SNOMED-CT. AbstractUsing SNOMED-CT and ICD-10 for medical recorders and health information workers in disease coding has created new challenges. This program is designed as a solution to the problems faced by PMIK personnel in carrying out their duties. The purpose of this community service is to increase understanding of the challenges and benefits of using SNOMED-CT and ICD-10 for medical recorders and health information workers and provide additional competencies that are expected to be achieved through this activity. The community service was conducted through a lecture method followed by a case discussion. This event was held on Saturday, September 28, 2024, at Zest Hotel Sukajadi, Bandung City. This activity was attended by 280 participants, with 37 participants participating in person, namely 3rd-year students of the medical records and health information program at Santo Borromeus University in the 2023/2024 academic year, and 243 participants participating online, consisting of medical recorders and health information workers spread across various regions. Based on the measurement results, the average knowledge score before the intervention was 73.35 and increased to 91.36 after the intervention. Implementing SNOMED-CT as a replacement for ICD-10 requires various considerations, including the readiness of human resources, the preparedness of health service organizations, and the technology that supports the implementation of SNOMED-CT. Keywords: ICD-10; disease codification; medical recorder and health information; SNOMED-CT.
Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan demam berdarah dengue menggunakan metode diskusi di SMP PGRI 1 Padalarang Agustinus Tian; Agatha Inggid; Grasila Ana; Sintia Bella Surbakti; Yura Witsqa Firmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31753

Abstract

AbstrakDemam Berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti merupakan ancaman  kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama di daerah tropis.Tahun 2021 tercatat 73.518 kasus DBD dengan angka kematian 705 jiwa, sementara pada tahun 2022 terjadi peningkatan kasus menjadi 131.265 kasus dengan kenaikan angka mortalitas 1.183 kasus kematian. Pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa SMP terkait pencegahan DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Desember 2024 bertempat di SMP PGRI 1 Padalarang  Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri 29 siswa kelas 7. Kegiatan yang dilakukan meliputi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan siswa terkait DBD, dengan nilai rata-rata sebelum kegiatan adalah 66,90 dan meningkat menjadi 78,28 (11,38%) setelah pengabdian dilakukan mengindikasikan keberhasilan pendekatan edukatif ini. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada upaya pengendalian DBD melalui edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: demam berdarah dengue; diskusi; pengabdian masyarakat. AbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) caused by the dengue virus and transmitted by the Aedes aegypti mosquito is a serious public health threat in Indonesia, especially in tropical areas. In 2021, there were 73,518 dengue cases with 705 deaths, while in 2022 there was an increase in cases to 131,265 cases with an increase in mortality of 1,183 deaths. This community service is to increase the awareness and knowledge of junior high school students regarding dengue prevention. This community service activity was carried out using the discussion method. This activity was carried out on Tuesday, December 10, 2024 at SMP PGRI 1 Padalarang, Bandung City. This activity was attended by 29 7th grade students. Activities carried out include pre-test and post-test to measure the increase in student knowledge. The results of the activity showed a significant increase in the average score of students' knowledge related to DHF, with the average score before the activity was 66.90 and increased to 78.28 (11.38%) after the service was carried out, indicating the success of this educational approach. Thus, this activity contributes to efforts to control DHF through health education in the school environment Keywords: dengue hemorrhagic fever; discussion; empowerment community
Co-Authors -, Hesti Purwaningsih -, Muhammad Ilyas Nur Rachman Abdul Chodir Adi Anggoro Parulian Adi Anggoro Parulian Adi Wijayanto Adicita, Yosef Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afif Kurniawan Agatha Inggid Agustinus Tian Ahlun Najaa Nazzun Priyono Putro Ajjanamira, Nanda Devina Andi Safutra Suraya Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Anshah Silmi Afifah Arifin, Heru Zaenal Arumdani, Intan Sekar Ayu Amisa Fajrianti Ayu Widyawati Bayu, Kristophorus Tegep Krisna Berlian, Alifia Intan Bhisma Jaya Prasaja Bonita, Andi Ferina Herbourine Chindy Maria Orizani Citra Wiranda Putri, Emanuela Damara, Petra Devi Darmawan, Jean Gabriel Egidio Darwin Darwin Decky Gunawan Desnita Desnita Desti Azhari Devin Ahnaf Rana Rizqullah Dewi, M Falah Putra Elanda Fikri Ewutia Sanara Farida Sugiester S Farida Sugiester S Fauzan Aulia Firnanda Erindia Fitriani Fitriani Fitriani, Winda Syahrian Fitriatul Jannah Fuadi, Mirza Fathan Gita Prajati Grasila Ana Gusman Arsyad Hani Handayani Hanung Nurany Hardiyanto, Afdal Hardjanti, Maura Harys Tri Laksana Hastin Atas Asih Hedie Kristiawan Hendrawan, Danang Henny Lestyorini Hermanto Wijaya Hesti Purwaningsih Hesti Purwaningsih Hilda Dea Revani Husna, Riyana Ike Rachmawati Imelda Retna Weningsih Immanuella, Ester Hanantika Ineswari, Audria Inez Angelia Intan Sekar Arumdani Iryanto, Andika Agus Istiana, Dina Ivan Rifael Bonardo Johannes Situmorang July Ivone Lanang Eko Sampurno Lewinsca, Maurend Yayank Linda Yanti Juliana Noya Lisdayanti Simbolon Maharina, Florentina Dian Mahendra, Pasha Dwi Manika, Yosi Maristella Maurend Yayank Lewinsca Mhd. Fauzi Muhammad Fadli R Muhammad Fadli Ramadhansyah Muslyana Muslyana Nanda Ika Vera Marliana Naomi Dwi Cahyanti Nathania Andjela Stevany Nelly Verawati Novitasari, Karina Laras Nurfadhilla, Nabilla Bilqi Onny Setiani Oryza Filial Zulkarnain Oryza Filial Zulkarnain Pareira, Elisabeth Matrona Sintia Parulian, Tina Shinta Prasaja, Bhisma Jaya Pratama, Aziz Yulianto Purwaningsih, Hesti Rafika Rafika Rafika Ramadani Sukaningtyas Ramadani Sukaningtyas Regina Fedora Elysia Riswana, Anselmus Ariano Rotua Ruddy Johannes Mandels Ruth C Nababan Saputra, Reinaldo Dwiki Selfia Girsang Setyadi, Michael Kevin Sinaga, Friska Sintia Bella Surbakti Siti Nur Qomariah Siti Nurhidayati Sukaningtyas, Ramadani Susanti Niman Sutra Diyana Tina Shinta Parulian Tjokro, Silvia Haniwijaya Tri Kurniawati Tri Suwanti Utomo, Yoga Victoria, Bernadette Violletha Shefierra Wahyu Istining Rahayu Wahyu Widiyantoro Wahyu Widyantoro Wahyu Widyantoro Wenny Wati Whisnu Trie Seno Ajie Wijaya, Hermanto Windy Supri Alfian Wityadarda, Carissa Yana Afrina Yohana Allyn Setyawati Yovita Mercya Yovita Tri Katarina Yusniar Hanani Darundiati Zolanda, Annisa