Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Selisih Tarif Kasus Demam Berdarah Dengue Prasaja, Bhisma Jaya; Utomo, Yoga; Firmansyah, Yura Witsqa
Lontara Journal of Health Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53861/lontarariset.v6i2.573

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The Bandung City Health Office said that this year as of April 26, 2024, the cumulative number of DHF cases in Bandung City exceeded 3,025 cases. This study aims to identify the factors associated between INA-CBGs tariffs and the actual treatment costs of Dengue Fever (DHF) patients at Hospital X Bandung. A correlation research method with a retrospective approach was used to analyze secondary data of JKN claims in 2023. The population in this study were patients who underwent inpatient treatment in 2023 at Hospital X Bandung with a diagnosis of Dengue Fever (DHF) with diagnosis code A91, totaling 906 medical record files. Samples were selected based on the criteria of medical record files with a primary diagnosis of Dengue Fever (DHF) and medical record files with JKN tariff setting. The results showed that length of stay (p < 0.001), medical procedures (p 0.018), and severity (p < 0.036) of illness significantly contributed to the tariff gap. This tariff gap has implications for the hospital's financial loss and potential reduction in service quality. Based on these findings, it is recommended to review the INA-CBGs tariff structure, develop clinical pathways, stricter management of treatment classes, and improve cooperation between hospitals and BPJS Kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Penyakit Malaria pada Siswa SMP Santo Mikael Cimahi melalui Metode Focus Discussion Group Nathania Andjela Stevany; Citra Wiranda Putri, Emanuela; Ivan Rifael Bonardo; Lisdayanti Simbolon; Yura Witsqa Firmansyah
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang telah tercatat sekitar 80.000 kasus dengan insidensi yang cenderung stabil dalam lima tahun terakhir. Beberapa daerah di Indonesia, terutama yang berada di wilayah endemis, memiliki angka kasus malaria yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap penyakit malaria. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SMP Santo Mikael Cimahi mengenai pencegahan penyakit malaria. Program pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD), dengan evaluasi hasil penyuluhan melalui pre-test dan post-test. Analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa SMP Santo Mikael Cimahi, terlihat dari kenaikan nilai rata-rata pre-test (89,33) menjadi post-test (93,67), yang menandakan bahwa penyuluhan dengan metode FGD berhasil meningkatkan pengetahuan mereka tentang malaria. Metode ini terbukti efektif karena memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi, mendalami materi, dan berbagi pengalaman.
Green entrepreneurship: pemberdayaan ibu-ibu PKK Nagari Matua Hilia melalui aneka olahan produk kolang-kaling berbasis zero waste Kurniawati, Tri; Desnita, Desnita; Aulia, Fauzan; Firmansyah, Yura Witsqa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33901

Abstract

Abstrak Program Green Entrepreneurship ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan non-teknis Ibu-Ibu PKK Nagari Matua Hilia dalam mengolah kolang-kaling menjadi produk bernilai tambah berbasis zero waste. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dan dilaksanakan di Balai Pertemuan Nagari Matua Hilia pada Agustus 2025 menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pelatihan mencakup pembuatan selai, mie, dan es krim kolang-kaling, pengolahan limbah menjadi eco-enzyme dan pupuk organik, penguatan branding dan kemasan, pemasaran offline dan digital, serta pengurusan izin PIRT. Hasil analisis angket menunjukkan faktor pendorong utama adalah potensi sumber daya alam yang sangat tinggi (rata-rata skor 4,56), diikuti oleh semangat gotong royong dan keterampilan panen yang baik. Faktor penghambat yang menonjol adalah keterbatasan teknologi dan inovasi (rata-rata skor 4,29), pemasaran terbatas (4,22), kelembagaan lemah (4,22), serta kendala sumber daya manusia (4,00). Program ini mampu mengatasi sebagian hambatan tersebut melalui peningkatan inovasi produk, penguatan pemasaran, dan pembentukan kelembagaan usaha bersama yang mandiri. Model ini efektif mendukung peningkatan ekonomi rumah tangga, keberlanjutan lingkungan, dan layak direplikasi di wilayah lain dengan potensi serupa. Kata kunci: green entrepreneurship; kolang-kaling; pemberdayaan masyarakat; PKK; zero waste. Abstract The Green Entrepreneurship program aimed to improve the technical and non-technical skills of the PKK women in Nagari Matua Hilia in processing sugar palm fruit (kolang-kaling) into value-added products based on a zero wasteapproach. The program involved 30 participants and was conducted at the Nagari Matua Hilia Meeting Hall in August 2025 using the Participatory Action Research (PAR) approach. The training covered the production of kolang-kaling jam, noodles, and ice cream, the processing of waste into eco-enzyme and organic fertilizer, branding and packaging development, offline and digital marketing, and the registration of home industry food permits (PIRT). The survey results showed that the main driving factor was the very high potential of natural resources (average score 4.56), followed by strong community cooperation and good harvesting skills. The most prominent inhibiting factors were limited technology and innovation (average score 4.29), limited marketing (4.22), weak institutional support (4.22), and human resource constraints (4.00). The program addressed some of these barriers by improving product innovation, strengthening marketing, and establishing an independent community business group. This model proved effective in supporting household economic improvement, promoting environmental sustainability, and was feasible to replicate in other areas with similar potential. Keywords: community empowerment; green entrepreneurship; kolang-kaling; PKK; zero waste.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MULTIDIMENSIONAL LANSIA HIPERTENSI MELALUI PROGRAM SENIKEL DI GADING KARYA, SURABAYA Orizani, Chindy Maria; Firmansyah, Yura Witsqa; Tjokro, Silvia Haniwijaya
Community Development in Health Journal Volume 3, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v3i2.630

Abstract

Introduction & Aim: Hypertension was one of the most common degenerative diseases among the elderly and could reduce their quality of life if not properly managed. This community service aimed to improve the multidimensional wellness of elderly with hypertension through the SENIKEL (Healthy, Energetic, Comfortable, Inspirational) program in RW 07 Gading Karya, Gading Sub-district, Tambaksari District, Surabaya City. Method of Activity: The method used health education, participatory discussion, and relaxation practice involving 35 elderly people with the criteria of having good cognitive abilities, being cooperative, and willing to participate in the activities until completion, which were carried out on December 27, 2024. Results: The results showed an increase in multidimensional wellness after the intervention. Before education, elderly in the good category of wellness were only 40.0%, increasing to 62.9% after the intervention. Meanwhile, the fair category decreased from 45.7% to 28.6%, and the poor category decreased from 14.3% to 8.6%. Discussion: This activity proved that community-based educational programs were effective in improving the holistic quality of life of elderly with hypertension. It was recommended that similar programs be carried out continuously with the support of health cadres and families to maintain the sustainability of the outcomes.
Inventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional Niman, Susanti; Mercya, Yovita; Parulian, Tina Shinta; Sampurno, Lanang Eko; Maharina, Florentina Dian; Katarina, Yovita Tri; Sinaga, Friska; Witsqa Firmansyah, Yura; Gunawan, Decky; Ivone, July; Wati, Wenny
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22026

Abstract

AbstrakPemeriksaan kesehatan dalam upaya preventif merupakan hal utama untuk dilakukan pada masyarakat. Permasalahan yang terjadi pada mitra (SMA Santa Maria 2 dan Kecamatan Kiaracondong) adalah belum adanya praktik kolaborasi interprofesional dalam menginventerisasi penyakit pada warga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menginventarisasi penyakit pada warga di sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung berbasis praktik kolaborasi interprofesional. Metode pemberdayaan dilakukan menggunakan demonstrasi. Pelayanan kesehatan diikuti 86 warga masyarakat di wilayah sekitar SMA Santa Maria 2 Bandung pada Sabtu, 2 September 2023. Praktik kolaborasi interprofesional dilakukan oleh profesi dengan latar belakang keilmuan keperawatan, farmasi, rekam medis dan kedokteran. Hasil kegiatan pelayanan kesehatan pada masyarakat didapatkan data demografik (rata-rata usia 49 tahun dan masyarakat berjenis kelamin perempuan 57%), tanda vital dan riwayat kesehatan, diagnosa medis dan obat (pre-hipertensi 38.4%; gula darah tidak normal 4,5%; asam urat 10%; dan kolestrol 45%). Praktik kolaborasi interprofesional berjalan dengan baik dapat terlihat dari perilaku kolaboratif berdasarkan hasil self reported tim. Penyakit terbanyak berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan adalah hipertensi. Praktik kolaborasi interprofesional dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti pelayanan kesehatan masyarakat. Kata kunci: asam urat; hipertensi; kolestrol; praktik kolaborasi interprofesional AbstractThe practice of interprofessional collaboration through the cooperation of health professionals can have a positive impact on health services. Effective interprofessional collaboration practices will provide safe and high-quality health care to patients. This community service activity aims to provide health services to the community through free health checks and medication based on interprofessional collaboration practices. The empowerment method was carried out using demonstrations. Health services were attended by 86 community members in the area around Santa Maria 2 Bandung High School on Saturday, September 2, 2023. Interprofessional collaboration practices are carried out by professionals with scientific backgrounds in nursing, pharmacy, medical records, and medicine. The results of health service activities in the community obtained demographic data (average age of 49 years and 57% female), vital signs and medical history, medical diagnoses, and drugs (pre-hypertension 38.4%; abnormal blood sugar 4.5%; uric acid 10%; and cholesterol 45%). The practice of interprofessional collaboration goes well can be seen from collaborative behavior based on the results of the self-reported team. The most common disease based on the results of the health examination is hypertension. Interprofessional collaboration practices can be carried out through community service activities such as community health services. Keywords: cholesterol; hypertension; the practice of interprofessional; urin acid
Co-Authors -, Hesti Purwaningsih -, Muhammad Ilyas Nur Rachman Abdul Chodir Adi Anggoro Parulian Adi Wijayanto Adicita, Yosef Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Afdal Hardiyanto Ahlun Najaa Nazzun Priyono Putro Ana, Grasila Andika Agus Iryanto Annisa Zolanda Anshah Silmi Afifah Arumdani, Intan Sekar Ayu Amisa Fajrianti Ayu Widyawati Bayu, Kristophorus Tegep Krisna Berlian, Alifia Intan Chindy Maria Orizani Citra Wiranda Putri, Emanuela Darmawan, Jean Gabriel Egidio Darwin Darwin Decky Gunawan, Decky Desnita Desti Azhari Devin Ahnaf Rana Rizqullah Dewi, M Falah Putra Elanda Fikri Ewutia Sanara Farida Sugiester S Farida Sugiester S Fauzan Aulia Fitriani, Winda Syahrian Fuadi, Mirza Fathan Gita Prajati Gusman Arsyad Hani Handayani Hanung Nurany Hardiyanto, Afdal Hardjanti, Maura Harys Tri Laksana Hastin Atas Asih Hedie Kristiawan Hendrawan, Danang Henny Lestyorini Hesti Purwaningsih Hesti Purwaningsih Husna, Riyana Ike Rachmawati Immanuella, Ester Hanantika Ineswari, Audria Inggid, Agatha Intan Sekar Arumdani Iryanto, Andika Agus Ivan Rifael Bonardo Johannes Situmorang July Ivone Katarina, Yovita Tri Lewinsca, Maurend Yayank Linda Yanti Juliana Noya Lisdayanti Simbolon Maharina, Florentina Dian Mahendra, Pasha Dwi Maurend Yayank Lewinsca Mhd. Fauzi Muhammad Fadli R Muhammad Fadli Ramadhansyah Muslyana Muslyana Nanda Ika Vera Marliana Nathania Andjela Stevany Nelly Verawati Novitasari, Karina Laras Nurfadhilla, Nabilla Bilqi Onny Setiani Oryza Filial Zulkarnain Oryza Filial Zulkarnain Pareira, Elisabeth Matrona Sintia Parulian, Tina Shinta Prasaja, Bhisma Jaya Pratama, Aziz Yulianto Rafika Rafika Rafika Ramadani Sukaningtyas Ramadani Sukaningtyas Regina Fedora Elysia Ruth C Nababan Sampurno, Lanang Eko Selfia Girsang Setyadi, Michael Kevin Sinaga, Friska Siti Nurhidayati Sukaningtyas, Ramadani Surbakti, Sintia Bella Susanti Niman Sutra Diyana Tian, Agustinus Tjokro, Silvia Haniwijaya Tri Kurniawati, Tri Tri Suwanti Utomo, Yoga Victoria, Bernadette Violletha Shefierra Wahyu Istining Rahayu Wahyu Widiyantoro Wahyu Widyantoro Wahyu Widyantoro Wati, Wenny Whisnu Trie Seno Ajie Windy Supri Alfian Wityadarda, Carissa Yana Afrina Yovita Mercya Yusniar Hanani Darundiati Zolanda, Annisa