Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Program Desa Binaan di Kabupaten Pangkep: Effectiveness of Community Development Through The Village Development Program in Pangkep Regency Mirnawati Amir; Helda Ibrahim; Suardi Bakri
Jurnal : Agricultural Review Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/arview.v4i2.1354

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ialah proses yang bertujuan mempersiapkan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan, sembari memperkuat struktur kelembagaan yang ada di dalamnya. Tujuan dari upaya ini ialah untuk menumbuhkan kapasitas, meningkatkan kemandirian, serta mendorong tercapainya kesejahteraan yang merata, dalam bingkai keadilan sosial yang berlangsung secara berkelanjutan. Tujuan kajian ini untuk mengetahui kegiatan yang selama ini yang dilakukan pada program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Biringere, Kab. Pangkep dan untuk menganalisis efektivitas Program Pemberdayaan Desa Binaan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Desa Biringere. Kajian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan kesetaraan dalam akses sumber daya dan peluang bagi masyarakat, dengan persentase efektivitas sebesar 91%. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap program juga mencapai 91%, menunjukkan bahwa mereka merasa terlibat dan didengarkan dalam pengambilan keputusan. Kemandirian masyarakat meningkat sebesar 90%, dengan mereka merasa lebih mampu mengelola usaha tani secara mandiri. Keberlanjutan program mencapai persentase tertinggi, yaitu 94%, menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat.
Studi Kearifan Lokal Petani Lembang Tumbang Datu Dalam Proses Usaha Tani Padi Albertinhennyranteallo, Albertinhennyranteallo; Yunus, Awaluddin; Bakri, Suardi; Ibrahim, Helda
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.388

Abstract

Farmers in Lembang Tumbang Datu apply environmentally friendly agricultural practices, such as the use of organic fertilizers and efficient traditional irrigation systems. However, despite its significant potential, this local wisdom is often underrecognized by authorities, who tend to prioritize modern agricultural technologies that are not always suitable for local conditions. This study employs a qualitative research design aimed at understanding social phenomena from the participants’ perspectives. The sampling technique used is purposive sampling, in which informants are selected based on their relevance and in-depth knowledge of the village context being studied. In addition, snowball sampling is applied to identify additional participants through recommendations from initial key informants. The key informants in this study include traditional leaders and farmers who are familiar with the cultural practices in Lembang Tumbang Datu and are directly involved in these activities. The total number of participants in this study is 16 individuals.The results of the study show that several applications of local wisdom of the Lembang Tumbang Datu community in rice farming demonstrate a close relationship between culture, spirituality, and environmental sustainability. Each stage of farming, from Mangrara Banne, Manglammak Banne, Mantanan, to Mangrakan, is carried out with meaningful traditional rituals, reflecting gratitude, togetherness, and respect for nature and ancestors. These rituals serve to maintain harmony between humans and nature, while also regulating sustainable agricultural management. Customary prohibitions, the use of natural materials, and determining planting times based on natural signs demonstrate the high ecological value of this traditional knowledge. Thus, the agricultural system in Lembang Tumbang Datu is not only a means of food production, but also a manifestation of cultural identity that affirms food independence through spiritual, social, and ecological balance.
Implementasi Manajemen Usaha Untuk Peningkatan  Produksi Dan Perluasan Pemasaran Jagung Titi Desa Benihading Ii, Nusa Tenggara Timur: Implementation of Business Management to Increase Production and Expand Marketing of Titi Corn in Benihading II Village, East Nusa Tenggara Bakri, Suardi; Peni, Elisabeth; Baso, A.Kasirang AT; Yunus, Awaluddin
Jurnal : Agricultural Review Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/s7kksk75

Abstract

Jagung Titi merupakan salah satu produk pangan berbasis jagung yang merupakan salah satu sumber pendapatan dan konsumsi   masyarakat di Desa Benihading II.  Jagung Titi banyak yang merupakan olahan jagung digemari karena memiliki krakteristik yang khas. Produk Jagung Titi mempunyai peluang peningkatan produksi dan pengembangan pasar sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan bagi pengusahanya. Namun demikian jika dilihat dari aspek pengembangan, usaha ini masih menghadapi berbagai permasalahan, diantaranya permasalahan  produksi dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen usaha pada produksi dan pemasaran jagung titi. Penelitian ini dilaksanakan Desa Benihading II, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pada  bulan Maret hingga April 2025. Data dikumpukan melalui wawancara terhadap 25 orang pelaku usaha jagung titi dan dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan fungsi-fungsi manajemen usaha yang yang dilakukan pelaku usaha   jagung titi masih kurang diantaranya hanya 46,4% yang melakukan perencanaan,  menerapkan manajemen dalam produksi 68%, pemasaran 67,2%, promosi 10% dan kerjasama hanya 9,6%. Sehingga dengan demikian, agar usaha jagung Titi dapat berkembang dan menjadi tumpuan ekonomi maka perlu diimplementasikan manajemen usaha dan pemasaran.
Efektivitas Penyuluhan dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Mentawa Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Nurul Anisa; Amal Said; Suardi Bakri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/3zzfa558

Abstract

Program penyuluhan bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan petani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penyuluhan tersebut.Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah metode yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data diolah secara tabulasi dan dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel ditribusi frekuensi berdasarkan scoring (skor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan memiliki tingkat efektivitas yang cukup baik, dilihat dari aspek materi, metode, media, serta keterampilan penyuluh. Faktor pendukung efektivitas penyuluhan antara lain adalah ketersediaan materi yang sesuai dengan kebutuhan petani, kemampuan komunikasi penyuluh, serta dukungan kelembagaan desa. Namun demikian, terdapat pula faktor penghambat, seperti rendahnya partisipasi sebagian petani, keterbatasan sarana prasarana, serta perbedaan tingkat pendidikan dan pemahaman antar peserta. The extension program aims to increase farmers' knowledge and skills. This research aims to determine the effectiveness of extension in the People's Oil Palm Replanting (PSR) program, as well as identify the factors that influence the success of the extension. The method used in this research is a method consisting of interviews and documentation. The data analysis used is descriptive qualitative, the data is processed by tabulation and then continued with descriptive qualitative analysis using frequency distribution tables based on scoring. The results of the research show that the implementation of extension has a fairly good level of effectiveness, seen from the aspects of material, method, media, and extension worker skills. Supporting factors for the effectiveness of extension include the availability of material that suits the needs of farmers, the communication skills of extension workers, and support from village institutions. However, there are also inhibiting factors, such as the low participation of some farmers, limited infrastructure, and differences in education levels and understanding between participants.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT SANTRI BERUSAHA DI BIDANG PERTANIAN Rahman, Nurul Umayyah; Bakri, Suardi; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.68823

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat santri dalam berusaha di bidang pertanian di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Islam Ganra Soppeng yang merupakan pondok pesantren Umum tapi memiliki lahan dan greenhouse pertanian yang kurang termanfaatkan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas greenhouse yang tersedia, yang diduga disebabkan oleh kurangnya minat santri terhadap sektor pertanian. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik proportional stratified random sampling, dan melibatkan 65 santri tingkat aliyah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam berbasis kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh variabel yang diuji sikap terhadap pertanian, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, motivasi, pelatihan dan kewirausahaan,fasilitas pesantren, serta nilai-nilai Islam hanya variabel motivasi yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap minat santri dalam berusaha di bidang pertanian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal merupakan faktor utama dalam menentukan minat santri, sementara faktor lingkungan belum memberikan kontribusi signifikan secara individu. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikologis dengan konteks pembelajaran pesantren, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai pembentukan minat santri terhadap usaha pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pemberdayaan dan program kewirausahaan pertanian yang lebih efektif di lingkungan pesantren.Kata kunci: Minat Santri, Motivasi, Kewirausahaan Pertanian, Pesantren, Faktor Internal.Abstract This study aims to analyze the factors influencing students’ interest in agricultural entrepreneurship at the Islamic Boarding School of Perguruan Islam Ganra Soppeng.The research was motivated by the underutilization of agricultural land and greenhouse facilities, which is presumed to be linked to the low interest of students in the agricultural sector. A descriptive quantitative approach was employed, using proportional stratified random sampling,involving 65 senior students as respondents.Data were collected through in-depth interviews guided by structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics,correlation tests, and multiple linear regression.The findings reveal that among all examined variables attitude toward agriculture, subjective norms, perceived behavioral control, motivation, training and entrepreneurship,pesantren facilities,and Islamic values only motivation had a significant partial effect on students’ interest in agricultural entrepreneurship.This result indicates that internal drive is the most influential determinant, while environmental factors do not significantly contribute individually. The novelty of this research lies in its integration of psychological constructs with the unique educational context of Islamic boarding schools, providing a comprehensive understanding of how students’ interest in agriculture is shaped. The findings are expected to serve as a foundation for designing more effective empowerment strategies and agricultural entrepreneurship programs within the pesantren environment.Keywords: Students’ Interest, Motivation, Agricultural Entrepreneurship, Islamic Boarding School, Internal Factors.
Analisis Pendapatan Dan Efisiensi Usaha Tani Dalam Budidaya Bawang Merah Di Kelurahan Mataran Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang: Analysis Of Income And Efficiency Of Farming In Onion Cultivation In Mataran Village, Anggeraja District, Enrekang District M.IHSAN.R Ridwan; Suardi Bakri; Andi Kasirang T. Baso
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efesiensi usaha tani bawang merah di Kel.Matran, Kec.Anggeraja, Kab. Enrekang. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari pengumpulan data yang dilakukan penelti melalui metode survey dan wawancara langsung dengan responden petani bawang merah dengan bantuan kuesioner. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 15 petani bawang merah di Kelurahan Matratan. Analisis data yang digunakan adalah deskriftif, analisis pendapatan serta analisis R/C rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan usahatani bawang merah setiap tahun di Kelurahan mataran, pendapatan usahatani atas biaya yang dikeluarkan lebih besar dair nol. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani bawang merah denga tingkat efisiensi mampu memberikan keuntungan bagi pegtani. Hasil analisis R/C rasio juga menunjukkan bahwa usahatani menguntungkan karena nilai R/C rasio diatas biaya produksi lebih besar dari satu.