Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT SANTRI BERUSAHA DI BIDANG PERTANIAN Rahman, Nurul Umayyah; Bakri, Suardi; Yunus, Awaluddin
Agricore Vol 11, No 1 (2026): Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v11i1.68823

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat santri dalam berusaha di bidang pertanian di Pondok Pesantren Yayasan Perguruan Islam Ganra Soppeng yang merupakan pondok pesantren Umum tapi memiliki lahan dan greenhouse pertanian yang kurang termanfaatkan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas greenhouse yang tersedia, yang diduga disebabkan oleh kurangnya minat santri terhadap sektor pertanian. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik proportional stratified random sampling, dan melibatkan 65 santri tingkat aliyah sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam berbasis kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh variabel yang diuji sikap terhadap pertanian, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, motivasi, pelatihan dan kewirausahaan,fasilitas pesantren, serta nilai-nilai Islam hanya variabel motivasi yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap minat santri dalam berusaha di bidang pertanian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal merupakan faktor utama dalam menentukan minat santri, sementara faktor lingkungan belum memberikan kontribusi signifikan secara individu. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan psikologis dengan konteks pembelajaran pesantren, sehingga menghasilkan pemahaman komprehensif mengenai pembentukan minat santri terhadap usaha pertanian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pemberdayaan dan program kewirausahaan pertanian yang lebih efektif di lingkungan pesantren.Kata kunci: Minat Santri, Motivasi, Kewirausahaan Pertanian, Pesantren, Faktor Internal.Abstract This study aims to analyze the factors influencing students’ interest in agricultural entrepreneurship at the Islamic Boarding School of Perguruan Islam Ganra Soppeng.The research was motivated by the underutilization of agricultural land and greenhouse facilities, which is presumed to be linked to the low interest of students in the agricultural sector. A descriptive quantitative approach was employed, using proportional stratified random sampling,involving 65 senior students as respondents.Data were collected through in-depth interviews guided by structured questionnaires and analyzed using descriptive statistics,correlation tests, and multiple linear regression.The findings reveal that among all examined variables attitude toward agriculture, subjective norms, perceived behavioral control, motivation, training and entrepreneurship,pesantren facilities,and Islamic values only motivation had a significant partial effect on students’ interest in agricultural entrepreneurship.This result indicates that internal drive is the most influential determinant, while environmental factors do not significantly contribute individually. The novelty of this research lies in its integration of psychological constructs with the unique educational context of Islamic boarding schools, providing a comprehensive understanding of how students’ interest in agriculture is shaped. The findings are expected to serve as a foundation for designing more effective empowerment strategies and agricultural entrepreneurship programs within the pesantren environment.Keywords: Students’ Interest, Motivation, Agricultural Entrepreneurship, Islamic Boarding School, Internal Factors.
Analisis Pendapatan Dan Efisiensi Usaha Tani Dalam Budidaya Bawang Merah Di Kelurahan Mataran Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang: Analysis Of Income And Efficiency Of Farming In Onion Cultivation In Mataran Village, Anggeraja District, Enrekang District M.IHSAN.R Ridwan; Suardi Bakri; Andi Kasirang T. Baso
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efesiensi usaha tani bawang merah di Kel.Matran, Kec.Anggeraja, Kab. Enrekang. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari pengumpulan data yang dilakukan penelti melalui metode survey dan wawancara langsung dengan responden petani bawang merah dengan bantuan kuesioner. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 15 petani bawang merah di Kelurahan Matratan. Analisis data yang digunakan adalah deskriftif, analisis pendapatan serta analisis R/C rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan usahatani bawang merah setiap tahun di Kelurahan mataran, pendapatan usahatani atas biaya yang dikeluarkan lebih besar dair nol. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani bawang merah denga tingkat efisiensi mampu memberikan keuntungan bagi pegtani. Hasil analisis R/C rasio juga menunjukkan bahwa usahatani menguntungkan karena nilai R/C rasio diatas biaya produksi lebih besar dari satu.
Peran Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam Implementasi Teknologi Pertanian oleh Petani Milenial di Kabupaten Bone Madina Madina; Suardi Bakri; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6944

Abstract

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) bertujuan meningkatkan kapasitas wirausaha petani milenial melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan usaha. Penelitian ini bertujuan melihat peran Program YESS dalam mendorong implementasi teknologi pertanian oleh petani milenial di Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 64 responden peserta Program YESS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program YESS berperan dalam meningkatkan kemampuan petani milenial dalam menggunakan teknologi pertanian. Seluruh responden (100%) telah memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan pencatatan keuangan. Pada aspek produksi, 60,94% menggunakan sprayer elektrik dan 26,56% menggunakan traktor mini. Selain itu, 34,38% menerapkan inseminasi buatan dan 18,75% menggunakan teknologi fermentasi pakan. Penggunaan teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas, serta akses pasar. Dengan demikian, Program YESS berkontribusi dalam memperkuat transformasi pertanian berbasis teknologi pada kalangan petani milenial di Kabupaten Bone. Keywords : Program YESS; Teknologi Pertanian;  Petani Milenial; Kabupaten Bone.
Analisis Kelayakan Usaha Gula Kelapa di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba Evifirayanti Evifirayanti; Sulfiana Sulfiana; Suardi Bakri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5134

Abstract

This study aims to identify the factors influencing the success of coconut sugar enterprises in Kajang District, Bulukumba Regency; analyze the income generated from coconut sugar production; and assess the financial feasibility of coconut sugar businesses in the region. The research employs a mixed-methods approach, combining both qualitative and quantitative methods. This approach was selected to describe the actual conditions of coconut sugar enterprises in the field and to analyze measurable relationships between variables affecting income and business feasibility. The qualitative method was used to explain the socioeconomic characteristics of coconut sugar producers and the conditions of their enterprises, while the quantitative method was used to calculate income, profit, and several financial feasibility indicators Revenue Cost (R/C) Ratio, Benefit Cost (B/C) Ratio, Gross Margin, Net Profit Margin, Return on Investment (ROI), Net Present Value (NPV), and Break-Even Point (BEP).The results show that factors influencing the success of coconut sugar businesses include age, experience, education level, land area, number of dependents, and climatic conditions. Based on the financial analysis, the coconut sugar business is considered feasible to develop. The R/C Ratio value of 2.50 indicates that every Rp1 of cost generates Rp2.50 in revenue. The B/C Ratio of 1.50 signifies that the net profit obtained is 1.5 times the cost incurred. A Gross Margin of 76% reflects efficient use of variable costs, while a Net Profit Margin of 60% indicates that more than half of the total revenue becomes net profit.
Tingkat Adopsi Praktik Pertanian Organik Bersertifikat pada Petani Padi di Kecamatan Rilau Ale Sri Amaliah; Amal Said; Suardi Bakri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5171

Abstract

Rilau Ale District in Bulukumba Regency has agroecological conditions that support the development of organic rice, and several farmer groups have begun implementing environmentally friendly cultivation practices. Rising demand for organic rice has encouraged farmers to shift toward production systems that meet certification standards. This study aims to assess the level of adoption of certified organic farming practices among farmers, which is essential for strengthening farmer institutions and improving their capacity to consistently apply certification requirements. The study was conducted from May to July 2025 in Bontobangun, Bajiminasa, Bontoharu, and Karama Villages using qualitative descriptive analysis and a Likert scale. The findings show that adoption of organic certified practices is progressing, although not yet consistent across all stages. Farmers’ awareness is strong, supported by their understanding of organic principles and restrictions on chemical inputs. Their interest has formed through group interactions and perceived environmental benefits. At the evaluation and trial stages, farmers remain at a moderate level, indicating a need for stronger technical and administrative support. The adoption stage has begun to appear but lacks stability due to limited capacity, facilities, and institutional backing. Overall, adoption is in a transitional phase that requires systematic reinforcement to achieve sustainable organic farming.
Implementasi Manajemen Usaha Untuk Peningkatan  Produksi Dan Perluasan Pemasaran Jagung Titi Desa Benihading Ii, Nusa Tenggara Timur: Implementation of Business Management to Increase Production and Expand Marketing of Titi Corn in Benihading II Village, East Nusa Tenggara Suardi Bakri; Elisabeth Peni; A.Kasirang AT Baso; Awaluddin Yunus
Jurnal : Agricultural Review Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/s7kksk75

Abstract

Jagung Titi merupakan salah satu produk pangan berbasis jagung yang merupakan salah satu sumber pendapatan dan konsumsi   masyarakat di Desa Benihading II.  Jagung Titi banyak yang merupakan olahan jagung digemari karena memiliki krakteristik yang khas. Produk Jagung Titi mempunyai peluang peningkatan produksi dan pengembangan pasar sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan bagi pengusahanya. Namun demikian jika dilihat dari aspek pengembangan, usaha ini masih menghadapi berbagai permasalahan, diantaranya permasalahan  produksi dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen usaha pada produksi dan pemasaran jagung titi. Penelitian ini dilaksanakan Desa Benihading II, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pada  bulan Maret hingga April 2025. Data dikumpukan melalui wawancara terhadap 25 orang pelaku usaha jagung titi dan dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan fungsi-fungsi manajemen usaha yang yang dilakukan pelaku usaha   jagung titi masih kurang diantaranya hanya 46,4% yang melakukan perencanaan,  menerapkan manajemen dalam produksi 68%, pemasaran 67,2%, promosi 10% dan kerjasama hanya 9,6%. Sehingga dengan demikian, agar usaha jagung Titi dapat berkembang dan menjadi tumpuan ekonomi maka perlu diimplementasikan manajemen usaha dan pemasaran.
Studi Kearifan Lokal Petani Lembang Tumbang Datu Dalam Proses Usaha Tani Padi Albertinhennyranteallo Albertinhennyranteallo; Awaluddin Yunus; Suardi Bakri; Helda Ibrahim
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.388

Abstract

Farmers in Lembang Tumbang Datu apply environmentally friendly agricultural practices, such as the use of organic fertilizers and efficient traditional irrigation systems. However, despite its significant potential, this local wisdom is often underrecognized by authorities, who tend to prioritize modern agricultural technologies that are not always suitable for local conditions. This study employs a qualitative research design aimed at understanding social phenomena from the participants’ perspectives. The sampling technique used is purposive sampling, in which informants are selected based on their relevance and in-depth knowledge of the village context being studied. In addition, snowball sampling is applied to identify additional participants through recommendations from initial key informants. The key informants in this study include traditional leaders and farmers who are familiar with the cultural practices in Lembang Tumbang Datu and are directly involved in these activities. The total number of participants in this study is 16 individuals.The results of the study show that several applications of local wisdom of the Lembang Tumbang Datu community in rice farming demonstrate a close relationship between culture, spirituality, and environmental sustainability. Each stage of farming, from Mangrara Banne, Manglammak Banne, Mantanan, to Mangrakan, is carried out with meaningful traditional rituals, reflecting gratitude, togetherness, and respect for nature and ancestors. These rituals serve to maintain harmony between humans and nature, while also regulating sustainable agricultural management. Customary prohibitions, the use of natural materials, and determining planting times based on natural signs demonstrate the high ecological value of this traditional knowledge. Thus, the agricultural system in Lembang Tumbang Datu is not only a means of food production, but also a manifestation of cultural identity that affirms food independence through spiritual, social, and ecological balance.