Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemodelan E-Voting dalam Pemilihan Ketua Pemuda Setiawan, Roni; Farida, Intan Nur; Kasih, Patmi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 2 No. 1 (2018): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-II Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v2i1.475

Abstract

Pergantian pengurus perkumpulan pemuda yang berlangsung setiap tahun masih dilakukan dengan cara manual yaitu penggunaan kertas untuk voting tiap kandidat. Hal itu yang terjadi pada pemilihan ketua pemuda Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jatiwringin yang dilakukan setiap kali masa jabatan. Masalah berikutnya banyak pemilih yang tidak memberikan hak suara karena bekerja diluar kota, kurangnya teknologi informasi untuk pengenalan kandidat serta kurangnya minat pemilih hadir dalam pemilihan. Penelitian ini bertujuan membuat pemodelan sistem berbasis komputer berbentuk e-voting untuk memilih ketua pemuda. Pemilihan ketua pemuda dilakukan dengan menilai setiap kandidat menggunakan lima kriteria yaitu Leadership, Loyalitas, Visi-Misi, Emosional dan Ego. Selanjutnya masing-masing kriteria pada setiap kandidat diolah menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Yaitu Nilai setiap kriteria yang diperoleh dari pemilih dijumlahkan kemudian diambil rata-rata sejumlah pemilih dan disebut sebagai matriks ternormalisasi. Perhitungan menampilkan urutan kandidat dengan nilai tertinggi hingga terendah. Penelitian ini menghasilkan model sistem pendukung keputusan yang menyediakan fitur untuk menambah kandidat, menambah kriteria dan sub kriteria dan menampilkan urutan hasil pemilihan ketua pemuda. Sistem ini dapat dimanfaatkan pada pemilihan kandidat ketua pemuda dengan konsep e-voting yang lebih efisien.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Novia Fitriani; Nurmitasari; Roni Setiawan; Kurnia Arda; Mega Ananta Julia; Elvan Denny Ichwansyah
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan guru dan kepala sekolah tentang penggunaan media pembelajaran interaktif serta peran media tersebut dalam meningkatkan efektivitas proses belajar di sekolah dasar di tengah era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di SD Negeri 3 Waringin Sari Barat selama bulan September hingga November 2025. Data didapatkan melalui wawancara semi terstruktur dan pengamatan langsung terhadap informan yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara umum memiliki pandangan positif terhadap media pembelajaran interaktif karena dianggap mampu meningkatkan semangat belajar, partisipasi siswa, serta hasil belajar mereka. Namun, tingkat keberhasilan penerapan media ini masih bergantung pada kemampuan digital guru, kelengkapan alat dan fasilitas, serta dukungan kebijakan dari sekolah. Dukungan lembaga, kemampuan mendasar dalam menggunakan teknologi, serta kerja sama antar guru terbukti menjadi faktor penting dalam suksesnya inovasi pembelajaran berbasis media interaktif. Dengan demikian, penggunaan media interaktif tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya belajar yang lebih kolaboratif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan dari lembaga untuk memperkuat penggunaan pembelajaran berbasis media interaktif di sekolah dasar.
Pemanfaatan Fungsi Persahabatan dalam Kumpulan Cerpen Karya Tere Liye, Dewi Lestari, dan Mira Widjaya sebagai Pengembangan Modul Ajar Cerpen di SMK Setiawan, Roni; Suwandi, Sarwiji
Widyantara Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v3i2.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan fungsi persahabatan yang terkandung dalam kumpulan cerpen karya Tere Liye, Dewi Lestari, Mira Widjaya, dan (2) mendeskripsikan pemanfaatan nilai dan fungsi persahabatan dalam pengembangan modul ajar cerpen berbasis kurikulum merdeka di SMK fase F pada kumpulan cerpen karya Tere Liye, Dewi Lestari, dan Mira Widjaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian melalui dokumen kumpulan cerpen karya Tere Liye, Dewi Lestari, dan Mira Widjaya, serta informan yang meliputi guru bahasa Indonesia, siswa kelas XI SMK Warga Surakarta, dan Sarjana Psikologi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan analisis dokumen. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Hasil penelitian ditemukan fungsi persahabatan meliputi pertemanan, stimulasi kompetensi, dukungan fisik, dukungan ego, perbandingan sosial, dan intimasi. Temuan dengan data paling banyak menunjukkan kesetiaan, ketulusan, kehangatan, dan keakraban. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa kumpulan cerpen yang dianalisis sangat relevan untuk dikembangkan menjadi modul pembelajaran cerita pendek di SMK Warga Surakarta. This study aims to (1) describe the function of friendship contained in a collection of short stories by Tere Liye, Dewi Lestari, Mira Widjaya, and (2) describe the use of values ​​and functions of friendship in the development of a short story teaching module based on the independent curriculum in SMK phase F on a collection of short stories by Tere Liye, Dewi Lestari, and Mira Widjaya. The study uses a qualitative descriptive method. Data sources in the study were through documents of short story collections by Tere Liye, Dewi Lestari, and Mira Widjaya, as well as informants including Indonesian language teachers, grade XI students of SMK Warga Surakarta, and Psychology graduates. The sampling technique used purposive sampling. Data collection techniques were carried out through interviews and document analysis. Data validity testing techniques used triangulation of data sources and triangulation of methods. Data analysis used flow analysis techniques. The results of the study found that the functions of friendship include friendship, competence stimulation, physical support, ego support, social comparison, and intimacy. The findings with the most data showed loyalty, sincerity, warmth, and familiarity. Second, the research results show that the collection of short stories analyzed is very relevant to be developed into a short story learning module at SMK Warga Surakarta.
SELF-HELP GROUP INTERVENTION TO IMPROVE DIETARY COMPLIANCE IN PATIENTS WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS Puspita, Enny; Zuhria, Ilmiatuz; Setiawan, Roni
PRIMA WIYATA HEALTH Vol 7 No 1 (2026): Prima Wiyata Health: Januari 2026
Publisher : LPPM STIKES HUSADA JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/pwh.v7i1.114

Abstract

Background: Dietary non-compliance remains a major challenge in the management of patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) and contributes to poor glycemic control and disease complications. Social support–based interventions, such as self-help groups, have been increasingly recognized as effective strategies to improve self-management behaviors among patients with chronic diseases. Objectives: This study aimed to examine the effect of a self-help group intervention on dietary compliance among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: This study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design. A total of 60 patients with Type 2 Diabetes Mellitus who attended a primary health care center were selected using purposive sampling. Dietary compliance was measured using a structured questionnaire before and after the self-help group intervention. The intervention consisted of group education sessions, peer discussion, and mutual support activities. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of p < 0.05. Results: Before the intervention, the majority of participants (85.0%) were categorized as non-compliant with dietary recommendations. After the self-help group intervention, dietary compliance significantly increased, with 78.3% of participants categorized as compliant. Statistical analysis showed a significant difference in dietary compliance before and after the intervention (p = 0.000). Conclusion: The self-help group intervention significantly improved dietary compliance among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. This approach can be considered an effective and feasible strategy for diabetes management education in primary health care settings.