Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Efektivitas Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I di PMB Kabupaten Serang Banten Ilmiyati Amalia; Kharisma Kusumaningtyas; Siti Mar’atus Sholikah; Titi Maharrani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.34

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan merupakan perasaan khawatir, takut pada pikiran sendiri, perasaan tegang, dan gelisah. Terapi non farmakologi menggunakan aromaterapi lavender, penggunaan dengan cara inhalasi menggunakan diffuser lebih efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu bersalin kala 1.Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis efektivitas aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin kala 1 Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian posttest only control grup design. Sampel yang digunakan menggunakan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini sebanyak 22 responden. Variabel independen yaitu aromaterapi lavender dan variabel dependen yaitu tingkat kecemasan ibu bersalin kala 1. Menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS). Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji normalitas dan uji Mann-Whitney).Hasil: Hasil penelitian pada ibu bersalin kala 1 yang tidak diberikan aromaterapi lavender mayoritas mengalami tingkat kecemasan berat dengan jumlah 5 orang (55,57%). Adanya perbedaan tingkat kecemasan ibu bersalin kala 1 yang diberikan aromaterapi lavender dengan ibu bersalin kala 1 yang tidak diberikan aromaterapi lavender (pendampingan suami) dengan hasil signifikan 0.000 (p<0.05). Simpulan: Pada penelitain ini terdapat perbedaan tingkat kecemasan ibu bersalin kala 1 pendampingan suami dengan pemberian aromaterapi lavender.  
Pengaruh Pengetahuan dan Dukungan Suami Terhadap Kunjungan K 1 Ideal di Polindes Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo: The Influence of Knowledge and Husband's Support on Ideal K1 Visits at Polindes Sidodadi, Taman District, Sidoarjo Regency Theresia Pratiwi Suyanti; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Titi Maharrani
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.45

Abstract

Latar Belakang:Pencapaian kunjungan ANC K1 di Polindes Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo terjadi penurunan sebagaimana disebutkan berdasarkan PWS KIA Puskesmas Trosobo cakupan ibu hamil Kunjungan pertama (K1) pada tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan sebelumya cakupan ibu hamil Kunjungan pertama (K1) pada tahun 2020. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan Dan Dukungan Suami Terhadap Kunjungan K1 Ideal Di Polindes Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Metode: penelitian ini kuantitatif analitik observasional dengan Rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian ini adalah Ibu Hamil yang melakukan kunjungan K1 Ideal di Polindes Sidodadi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dengan jumlah sebanyak 31 orang dengan Teknik sampling Purposive Sampling. Variabel independen penelitian ini adalah Pengetahuan dan Dukungan suami, serta Variabel dependen penelitian ini adalah Kunjungan K1 Ideal. Hasil: Hasil uji statistik nilai P Value 0.037 (α<0.05) yang berarti ada pengaruh signifikan antara pengetahuan Ibu Hamil dengan K1 Ideal. Sebagian Besar (61.9%) Ibu Hamil dengan tidak mendapatkan dukungan suami tidak melakukan K1 ideal, Sementara itu setengahnya (50%) Ibu hamil dengan dukungan suami melakukan K1 Ideal. Kesimpulan: Ada hubungan antara Dukungan Suami dengan kunjungan K 1.
Hubungan Tayangan Pornografi Di Sosial Media Dengan Perilaku Seksual Remaja: Hubungan Tayangan Pornografi Di Sosial Media Dengan Perilaku Seksual Remaja Cahyaning Dianti Kartika Dewi; Hery Sumasto; Dwi Wahyu Wulan; Titi Maharrani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.149

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Tayangan pornografi melalui sosial media merupakan salah satu faktor yang dapat memicu remaja untuk melakukan perbuatan seksual yang buruk. Studi literatur review ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tayangan pornografi di sosial media terhadap perilaku seksual remaja.Metode: Jenis penelitian ini Literature Review. Dengan pencarian di empat database (Google Scholar, PubMed, ProQuest, Science Direct). Di temukan 324 artikel yang sesuai dengan kata kunci, kemudian dilakukan skringing judul, abstrak, dan dinilia kelayakan melalui full tex sehingga menyisakan 14 artikel dari empat database yang meliputi Google Scholar (n=10), PubMed (n=1), ProQuest (n=1), Science Direct (n=2). Hasil: Kami menemukan empat belas studi yang memenuhi kriteria inklusi dalam tinjauan literatur. Studi yang disertakan adalah hubungan tayangan pornografi di sosial media dengan perilaku seksual remaja,sebagian besar merupakan penelitian cross-sectional.Simpulan dan Saran: Hasil review ini menyatakan bahwa adanya hubungan tayangan pornografi di sosial media dengan perilaku seksual remaja, semakin tinggi paparan tayangan pornografi di sosial media akan berdampak pula pada perilaku seksual remaja. Perlu adanya perhatian khusus dan edukasi tentang tayangan pornografi dari tenaga kesehatan, masyarakat dan pihak-pihak terkait mengingat remaja masih sangat rentan terhadap pengaruh negatif internet tanpa melihat dampaknya.
Perbedaan Kenaikan Berat Badan Bayi yang Diberikan Stimulasi Oral Motor dan Tummy Time: The Difference in Weight Gain in Babies Given Motor Oral Stimulation and Tummy Time Farida Ayu Munika Irianty; Titi Maharrani; Astuti Setiyani; Tatarini Ika Pipitcahyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.179

Abstract

The baby`s weight begins to experience growth disorders at the age of 3 months, and continues to decrease until the age of 12 months. The purpose of this study was to determine the difference in weight gain of infants who were given oral motor stimulation and tummy time. This study used a pre-test post-test control group design. This is a design that performs a pre-test before being given treatment, as well as conducting a posttest after each group is given treatment and will show that there is a treatment that produces a one-way effect.Based on the results of the two different test averages in this study, it was found that the average weight gain of babies who were given oral motor stimulation was higher than the average weight gain of babies who were given tummy time stimulation with a ρ-value of 0. This means that there is an influence of oral motor stimulation on infant growth at the Wonokusumo Health Center. All respondents totaling 70 babies aged 10-28 days had normal weight according to age, namely the average weight before being given oral motor stimulation was 3,198.943 grams, the average after being given tummy time stimulation was 3,748. All respondents experienced an average weight gain of 549.09 grams on tummy time. There was a significant difference between the baby's weight gain given oral motor stimulation and tummy time. It is necessary to do oral motor stimulation to increase body weight in infants, and there is no growth disturbance.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III: The Relationship Between Nutritional Status and the Incidence of Anemia in Pregnant Women in the Third Trimester Khomsa Etik Romdani; Ani Media Harumi; Titi Maharrani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.183

Abstract

Status gizi ibu sangatlah penting untuk tercapainya kesejahteraan ibu dan janin. Hal tersebut perlu diperhatikan untuk menghindari resiko seperti anemia pada ibu hamil yang dikarenakan konsumsi nutrisi yang kurang atau kehilangan banyak darah pada persalinan sebelumnya. Status gizi dan nutrisi ibu hamil wajib dipenuhi selama kehamilan berlangsung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Jenis penelitian survei analitik, dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Tanah Kali Kedinding kota Surabaya pada bulan Maret 2023. Populasi pada penelitian ini adalah Semua Ibu Hamil trimester III di Puskesmas Tanah Kali Kedinding periode 1 Januari sampai dengan 30 September 2022 sejumlah 164 dengan sampel 116 Ibu hamil dengan cara purposive sampling. Variabel independen status gizi (IMT) dan dependen kejadian anemia. Instrumen yang digunakan berdasarkan data sekunder adalah rekam medis. Analisa data menggunakan uji spearman rank dengan a = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan status gizi (IMT) ibu hamil trimester III hampir setengahnya Obesitas sejumlah 41 (35.3%). Kejadian anemia ibu hamil trimester III sebagian besar menunjukkan tidak anemia sejumlah 87 (75%). Dari Hasil analisis statistik menggunakan uji spearman rank menunjukkan nilai p = 0,000 < α = 0,05 artinya terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Disarankan ibu hamil trimester III tetap menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi untuk mencukupi kebutuhan tubuh dan menghindari kurangnya status gizi dan terjadinya anemia yang bisa berakibat fatal hingga kematian
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia 1-3 Tahun: The Relationship Between Parenting and The Success of Toilet Training in Children Aged 1-3 Years Hilyatul Adeliyah; Titi Maharrani; Rekawati Susilaningrum; Uswatun Khasanah
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.208

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan pola pengasuhan anak yang berlaku dalam keluarga dimana pola asuh membentuk perilaku generasi berikut sesuai dengan norma dan nilai yang baik sesuai dengan kehidupan masyarakat. Pola asuh orang tua sangat bepengaruh dalam membantu keberhasilan toilet training pada anak secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap keberhasilan toilet training di Sekolah PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar Desa Janganansem Jabon Sidoarjo. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 36 anak PG Al-Islah dan 37 anak KB Al-Kautsar yang dipilih menggunakan Cluster Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua sedangkan variabel dependennya adalah keberhasilan toilet training. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui kuesioner. Analisis yang digunakan untuk menguji penelitian ini adalah chi-square. Hasil frekuensi pada pola asuh orang tua frekuesi terbanyak dengan pola asuh demokrasi sebanyak 38,36%, dan frekuensi toilet training pada anak terbanyak berhasil yaitu sebanyak 58,90%. Hasil statistik ini menyatakan nilai p-value 0,003 < α (0,05) terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia todler di PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar di Desa Janganasem tahun 2024. Pola asuh orang tua menurut hurlock ada tiga yaitu demokratis, permisif dan otoriter. Adapun bebrapa faktor yang mempengaruhi pola asuh seperti kepribadian orang tua, tingkat pendidikan orang tua, jumlah anak, dan usia. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua untuk menerapkan pola asuh yang sesuai agar dapat membantu dalam keberhasilan toilet training anak.
Efektifitas Metode Ceramah dan Small Group Discussion tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Remaja: The Effectiveness of Lecture Methods and Small Group Discussions on Reproductive and Sexual Health on Adolescents' Knowledge, Attitudes and Behaviors Aris Handayani; Abdul Latip; Kharisma Kusumaningtyas; Titi Maharrani; Ervi Husni; Domas Nurchandra Pramudianti
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i1.214

Abstract

Background: adolescents are in a phase of rapid growth and development both physically, psychologically, intellectually, socially and sexually, causing great curiosity and tend to take risky attitudes without adequate consideration, which can lead to various consequences including Sexually Transmitted Infections and unwanted pregnancies.This study aims to explain the effectiveness of sexual and reproductive health education with lecture and small group discussion methods on the level of knowledge, attitudes and behavior of adolescents.Method: this study is a Quasy -Experimental Research (pre-post test control group design) with two treatment groups and one control group. A total of 68 adolescents from 135 respondents were involved using proportional random sampling method. Each group was treated with different learning methods, namely lecture method and small group discussion consisting of 68 respondents. Data collection was carried out using pre and post questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney Test with a significant level of P, 0.005. Results: This study shows that the effectiveness of the lecture and small discussion methods are: 1) knowledge about the small group discussion method and the lecture method have the same significant value P = 0.000 (<0.05). 2) attitudes and behaviors towards the lecture method are significantly different from the Small Group Discussion method p = 0.000 (<0.05). Conclusion: This study states that the small group discussion method is better used to improve knowledge and attitudes towards sexual and reproductive health behavior in adolescents than the lecture method because in this phase it is a phase of growth in adolescents so that adolescents want to know more about sexual and reproductive health material. Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior, adolescent, attitude