Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Baru Hotel Butik Di Kota Bogor Dengan Pendekatan Biophilic Destia Fitri Rahmini, Nanda; Nur Hadiansyah, Mahendra; Zulfia, Irwana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bogor City is a city known as a center for business, transportation, and tourism. One of the cities in Bogor that is a tourist destination with strategic potential for recreational tourism, staycations, and business is Sentul City, a city area that implements green city development with integration between nature, and the area provides a positive correlation with good health both mentally and physically, and is one of the cities in Indonesia that provides real access to nature. The significant growth in the number of tourists shows the need for adequate accommodation facilities to meet the needs of tourism accommodation. Therefore, with the presence of a 4-star Boutique Hotel with facilities according to user needs. Located on Jl. MH. Thamrin, this hotel targets tourists and business people. This design aims to create a 4-star boutique hotel with an attractive identity and has its own characteristics. The design of this hotel focuses on visitor comfort and meets hotel standards and the biophilic approach is emphasized to strengthen the design that describes the Sentul City area. The design methods used include data collection through literature studies, observations, and comparative studies with similar hotels. It is hoped that this design can provide benefits to the community, community, and educational institutions, and the field of interior science. This hotel is expected to be an attractive accommodation facility for tourists coming to Bogor City. Keywords: Bogor City, Sentul City, hotel, biophilic
BANGKITKAN UMKM JAJANAN KHAS SUNDA PASCA PANDEMI COVID-19 MELALUI DESAIN TEMPAT USAHA KANG SUJANA Hadiansyah, Mahendra Nur; Wismoyo, Erlana Adli; Akhmadi, Akhmadi
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v6i1a.5912

Abstract

Salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19 adalah usaha milik Kang Sujana yang merupakan warga Kampung Ciganitri Desa Lengkong Kabupaten Bandung. Kang Sujana menjual beragam jajanan tradisional khas Sunda dengan produk andalan yaitu Awug dan Surabi. Penjualan selama pandemi hanya bisa dari mulut ke mulut tanpa tempat berjualan yang representatif dan menarik pembeli. Perlu upaya dalam meningkatkan kualitas tempat usaha Kang Sujana melalui sentuhan desain yang diproses secara digital. Tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Desain Interior Universitas Telkom memberikan solusi desain sesuai perkembangan tren saat ini. Desain yang direkomendasikan merupakan representasi dari produk yang dijual dengan pertimbangan kebutuhan dan aktifitas pengguna. Hasil akhir berupa 3D model sarana usaha, desain grafis menu dan poster, serta logo usaha yang direalisasikan setelahnya. Hasil desain yang telah direalisasikan diharapkan membantu UMKM Kang Sujana dengan nama usaha Awug dan Surabi Pedo dapat bersaing dan lebih maju. Hasil desain dan realisasinya diharapkan juga dapat menjadi ajang promosi serta lebih menarik perhatian calon konsumenya.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR MALL DAN PELABUHAN EKSEKUTIF MERAK DENGAN PENDEKATAN ANALOGI Rizana, Silva Hera; Hadiansyah, Mahendra Nur; Laksitarini, Niken
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang terdiri dari banyak kepulauan yangtersebar diseluruh dan menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia. Setiap sudut pulau di Indonesia memiliki pelabuhan sebagai tempat bersandarnyakapal. Pelabuhan Merak merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia denganmelayani perjalanan 32 kapal ferry yang melakukan penyebrangan dari pulau Jawamenuju Pulau Sumatera. Terminal Penumpang Pelabuhan Eksekutif Merak merupakanterminal penumpang yang terdapat pusat perbelanjaan (mall) di dalamnya. Pada saatsuasana libur panjang seperti mudik lebaran atau tahun baru, di Pelabuhan Merakseringkali terjadi penumpukan penumpang pada terminal penumpang danmengakibatkan cross circulation antara penumpang kapal dan pengunjung mall.Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dalam proyek tugas akhir inipenulis mengusulkan adanya perancangan ulang pada interior terminal penumpangpelabuhan yang dapat memenuhi fasilitas dan ruang yang dapat menunjang aktivitaspengguna, ruang interior yang ada harus dapat mewadahi pengguna dengan berbagaimacam latar belakang yang berbeda agar mampu melaksanakan proses kegiatan yang adapada pelabuhan dengan cepat, mudah, nyaman dan aman tanpa melupakan standarisasidari sebuah perancangan terminal penumpang pelabuhan.Kata kunci: analogi, pelabuhan, aktivitas, sirkulasi
REDESAIN INTERIOR GEDUNG DHARMA NEGARA ALAYA (DNA) DENPASAR BERDASARKAN ESENSI DESAIN NEO VERNAKULAR Suputra, I Gede Nanda Arya; Hadiansyah, Mahendra Nur; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pusat Kebudayaan Alaya Dharma Negara diresmikan pada Februari2020, gedung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kegiatan kreatif warga Denpasar,termasuk pertunjukan, pameran, diskusi, dan lokakarya dengan berbagai topik untukmengisi kegiatan tersebut. Selain itu juga dilengkapi dengan perpustakaan sebagai bentukdukungan untuk tujuan pendidikan, untuk meningkatkan dan meningkatkan kreativitas,khususnya bagi warga Denpasar sesuai dengan bidangnya masing-masing dan bidangminatnya masing-masing. Gedung Pusat Kebudayaan Alaya Dharma Negara konvensionaluntuk kegiatan kreatif warga Denpasar. Pencitraan dan kesan ruangan dapatmenyampaikan tren saat ini dan menarik remaja dan anak muda yang antusias danbersemangat tentang pekerjaan dan proyek mereka, pada saat yang bersamaan.Penamaan bangunan tersebut mengusung bentuk perpaduan antara tindakankontemporer dan tradisional sebagai wujud dari budaya kontemporer warga Denpasaryang selalu unggul, kreatif, dan tetap terbaharukan.Kata kunci: Bali, desain interior, ruang, seni
PERANCANGAN ULANG INTERIOR FASILITAS PUBLIK STASIUN KERETA API BANDUNG BAGIAN UTARA DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Sheifana, Novia; Hadiansyah, Mahendra Nur; Cardiah, Tita
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun Bandung bagian utara menjadi sarana transportasi antar kota yang banyak digunakan oleh para wisatawan asing ataupun lokal. Pariwisata yang beragam menjadikan Bandung banyak didatangi para wisatawan. Dari hasil survey dan wawancara, Stasiun Bandung bagian utara masih terdapat kekurangan dari segi fasilitas seperti ruang kesehatan, keamanan, laktasi, area perioritas, dan terdapat sirkulasi yang bertabrakan. Selain itu, stasiun dapat menjadi sebuah pintu gerbang pengenalan budaya, oleh karena itu diperlukannya pemajuan kebudayaan seperti yang tertera dalam UU RI Nomor 5 Tahun 2017 Pasal 22. Dari penyediaan kelengkapan fasilitas dan penerapan nilai budaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan memperkenalkan budaya Bandung kepada calon penumpang stasiun. Perancangan ini menggunakan pendekatan lokalitas dimana stasiun antar kota menjadi gerbang utama pengenalan budaya terhadap wisatawan. Tema perancangan yaitu =The Athmosfer of Bandung City=mencerminkan identitas kota Bandung. Konsep desain "Harmony in Equality" menitikberatkan pada kesetaraan dan inklusivitas, mempertimbangkan kebutuhan semua individu tanpa batasan usia, fisik, atau jenis kelamin. Desain interior disesuaikan dengan standar teknis bangunan yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 29/PRT/M/2006, Buku Standarisasi Bangunan Kereta Api Tahun 2012, dan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang standar pelayanan minimum kereta api.Kata kunci: stasiun kereta, desain ulang, fasilitas, lokalitas.
PERANCANGAN ULANG RUANG PAMER MUSEUM LA GALIGO DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG Kynanti, Nanda Mega; Hadiansyah, Mahendra Nur; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum La Galigo merupakan bangunan yang berada dikawasan Benteng Rotterdam dan termasuk dalam kategori bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda yang dikonversikan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi bangunan museum yang kurang terawat dikarenakan pencahayaan yang minim dan material yang masih berasal dari zaman penjajahan Belanda dengan kelembaban yang tinggi pada ruangan memicu persepsi yang menyeramkan bagi masyarakat. Sehingga dibutuhkan pengalaman ruang dan aktivitas yang menarik. Tujuan dari perancangan ulang museum ini untuk menciptakan sarana pendidikan, pengalaman ruang bagi pengunjung, serta kenyamanan beraktivitas dalam museum tanpa adanya persepsi menyeramkan.Kata kunci: Museum La Galigo, Psikologi Ruang, Kolonial Modern, Jelajah masa
EKSPLORASI BUDAYA LOKAL SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF ANYAMAN ROTAN CIREBON Lillah, Ega Nursayekti; Adriyanto, Andreas Rio; Hadiansyah, Mahendra Nur
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi Budaya Lokal Sebagai Inspirasi Pengembangan Motif Anyaman Rotan Cirebon. Penelitian ini mengeksplorasi identitas motif anyaman rotan Cirebon, menggambarkan peran krusialnya dalam industri rotan Indonesia. Meskipun industri ini berkembang pesat, identitas budaya dalam motif anyaman sering kali tereduksi akibat permintaan pasar internasional. Kurangnya dokumentasi resmi terhadap motif-motif tersebut dapat menyebabkan kehilangan makna dan identitas budaya. Penelitian menggunakan metode eksplorasi desain untuk memperkenalkan ciri khas Cirebon ke dalam motif anyaman rotan. Analisis identitas budaya Cirebon sebagai "Kota Industri Kerajinan" mencakup batik, keramik, lukisan kaca, dan ukiran kayu. Identifikasi pola khas, seperti Mega Mendung dan Wadasan, menjadi dasar pengembangan motif anyaman. Hasil kuesioner menunjukkan Mega Mendung dianggap sebagai ciri khas yang memperkaya nilai seni tradisional dan memberikan keunikan pada anyaman rotan. Proses desain melibatkan pendalaman makna filosofis motif, adaptasi stilasi, dan penyesuaian elemen motif untuk aplikasi pada anyaman rotan. Penelitian ini bertujuan memperkuat identitas budaya Cirebon melalui pengembangan motif anyaman rotan yang mencerminkan kekayaan seni dan tradisi lokal. Kata kunci: motif anyaman rotan, identitas budaya Cirebon, mega mendung, industri kerajinan Cirebon
KAJIAN CIRI DAN KARAKTER PRODUK CUSTOM SENTRA KERAJINAN TEMBAGA DAN KUNINGAN BOYOLALI Rifanti, Alifah Hanifia; Soewardikoen, Didit Widiatmoko; Hadiansyah, Mahendra Nur
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki beragam kerajinan tangan tradisional yang mencerminkan kekayaan budayadan keahlian para pengrajin lokal. Salah satu kerajinan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalahkerajinan tembaga dan kuningan, berlokasi di Desa Tumang, Boyolali, Jawa Tengah. Budaya ini masihdilestarikan dan diwariskan secara turun temurun oleh sejumlah besar pengrajin lokal serta merupakancerminan kekayaan budaya masa lalu. Produk-produk yang dihasilkan bervariasi, baik interior maupuneksterior. Namun untuk memastikan kesesuaian antara produk serta interiornya, diperlukandipertimbangkan secara matang yang dapat menambah nilai dengan menawarkan rekomendasi danmemberikan wawasan baru kepada pengrajin dan customer. Objek yang dipilih merupakan salah satuyang terbesar pada sentra ini yaitu Talijiwo Art, Muda Tama Gallery dan Daffi Art Gallery. Masing-masingtoko memiliki spesialisasi sehingga mampu mengerjakan produk custom. Metode yang digunakan padapenelitian ini adalah pendekatan desain dengan analisis visual dan analisis matriks perbandingan. Tahapanyang digunakan yaitu mengidentifikasi ciri dan karakteristik produk sesuai aspek produk laludiklasifikasikan serta menjelaskan salah satu contoh implementasi produk custom elemen interior yangsudah diterapkan dengan elemen pembentuk suasana ruang. Pemahaman mengenai variasi produkcustom yang dapat dihasilkan oleh perajin dapat ditingkatkan dengan mengklasifikasikan ke dalamkategori kerajinan tembaga dan kuningan atau produk custom lainnya serta pengrajin memperolehinspirasi untuk meningkatkan kreativitas dalam membuat inovasi produk lainnya. Kata kunci: kerajinan, produk custom, artwork, tembaga, kuningan, Boyolali
STUDI DESAIN ETALASE RITEL PAKAIAN WANITA KELAS MENENGAH BERDASARKAN NILAI MERK DI PUSAT PERBELANJAAN KOTA BANDUNG Husna, Azzuhra Fauziah; Wirasari, Ira; Hadiansyah, Mahendra Nur
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya peningkatan pesat terhadap pusat perbelanjaan saat ini merupakan dampak dari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk fashion, yang mengarahkan pada masifnya pertumbuhan brand fashion dan ritel. Hal ini memunculkan permasalahan baru yaitu ketidakmampuan sebuah brand atau ritel pakaian wanita yang belum mencapai tahap top of mind untuk bertahan lama di pusat perbelanjaan karena minimnya interaksi antar ritel dengan pengunjung. Sedangkan keberadaan ritel pada pusat perbelanjaan dibutuhkan untuk menunjukkan eksistensi sebuah brand sehingga dapat dikenal dan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat. Penelitian berfokus pada desain window display di sebuah ritel yang dianggap sebagai alat visual merchandising paling berpengaruh untuk menarik pengunjung dan mampu membangun brand image dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa ritel pakaian wanita di 3 pusat perbelanjaan di Bandung dengan target pasar menengah ke bawah. Hasil yang didapatkan adalah eksistensi window display dapat menjadi salah satu solusi untuk menarik minat pengunjung bagi sebuah ritel, namun terdapat faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam mendesain window display yang perlu disesuaikan dan tidak dapat diterapkan pada setiap window display karena perlu disesuaikan dengan target pasar ritel pakaian wanita tersebut. Kata kunci: window display, visual merchandising, ritel pakaian wanita, kelas menengah ke bawah.
Optimalisasi Interior Ruang Keterampilan SLB-C Karya Bhakti Dengan Pendekatan Behavior Tunagrahita Afni, Fauziyah; Widiatmoko, Didit; Azhar, Hanif; Nurhadiansyah, Mahendra
Serat Rupa: Journal of Design Vol 9 No 1 (2025): SRJD - JANUARI
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v9i1.9387

Abstract

Education is an important thing in life. Based on SDGs Number 4 on quality education, every child has the right to receive the same education, just like children with special needs. In the education system, children with special needs are often overlooked, these problems include a lack of adequate facilities and infrastructure such as skill spaces to support children's creativity, and inadequate interior elements. This research uses a design thinking approach involving five stages: empathize, define, ideate, prototype, and testing. Data collection through observation, interviews, questionnaires, visual observations, and literature studies. Then the data collected was analyzed using SWOT analysis. The result is that using good interior elements can provide positive sensory stimulation for students, especially those with special needs or the disabled. The benefits of this research can provide a reference for designing the interior of the skill room for children with disabilities that aligns with existing standards.