Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS DESAIN MELALUI PELATIHAN DASAR DESAIN PRODUK FURNITUR ROTAN UNTUK DESAINER AMATIR Mahendra Nur Hadiansyah; Erlana Adli Wismoyo; Desthyo Putra Pangestu
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7855

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang menghasilkan solusi desain original yang lebih mengedepankan ide dan gagasan dari tim pengabdian masyarakat. Hal tersebut ternyata terdapat kendala dari desain yang dihasilkan tidak sepenuhnya bisa langsung diimplementasikan pada proses purwarupa namun harus melewati proses dikusi yang panjang dengan eksperimentasi dengan sampel material. Dampak lanjutanya maka stok desain juga semakin menipis karena terseleksi karena ada yang tidak bisa digunakan. Berdasarkan pengalaman kegiatan sebelumnya maka pada kegiatan kali ini akan memberikan pelatihan kepada para desainer amatir yang merupakan binaan Program Studi Desain Interior yang selama ini bekerja sama dalam menghasilkan desain produk original rotan yang diberikan kepada mitra selama ini. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para desainer amatir tersebut dalam hal desain produk rotan untuk meningkatkan jumlah stok desain namun mengurangi risiko tidak layak produksi. Program pengabdian masyarakat ditekankan pada pelatihan desain produk mebel rotan kepada para desainer amatir melalui metode partisipatori. Pemberian solusi berupa pelatihan desain produk mebel rotan yang bermanfaat untuk CV. Cipta Abadi yang akan meningkatkan kuantitas dan kualitas desain serta memperkecil kemungkinan desain yang sulit direalisasikan menjadi purwarupa. Materi Pelatihan akan diberikan secara tiga arah yaitu dari akademisi, expertis atau praktisi, dan mitra selaku industri. Kegiatan pengabdian masyarakat secara keseluruhan dari awal hingga akhir dapat dikatakan berjalan baik dan lancar sesuai dengan yang direncanakan. Semua peserta antusias dalam mengikuti acara yang diselenggarakan dan merasa mendapat banyak ilmu baru dalam mengembangkan kemampuan dalam mendesain furnitur rotan. Setiap desain yang dihasilkan sudah semakin meningkat kualitasnya sehingga sangat minim risiko terseleksi tidak layak produksi. Hal tersebut menunjukan solusi yang konkrit bahwa pelatihan yang dilakukan sangat berdampak positif dalam peningkatan kualitas desain yang dihasilkan sehingga stok desain yang dibutuhkan oleh mitra industri juga semakin meningkat dan layak produksi.
Perancangan Ulang Signage Laswee Creative Space untuk Mengoptimalkan Keterbacaan Signage Diswatra, Krishna; Soewardikoen, Didit Widiatmoko; Azhar, Hanif; Hadiansyah, Mahendra Nur
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.96361

Abstract

Laswee Creative Space adalah ruang kreatif yang mewadahi tenant di bidang kuliner, fashion, dan pengalaman, sekaligus menjadi tempat bagi komunitas untuk mengadakan acara. Sebagai ruang kreatif, keberadaan signage yang optimal menjadi aspek penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan signage di Laswee Creative Space dan merancang desain ulang sebagai rekomendasi untuk meningkatkan fungsionalitas dan keterbacaan signage yang ada. Metode yang digunakan adalah mix method dengan kuatitatif dan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengelola dan 72 orang pengujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ulang signage Laswee Creative Space berhasil meningkatkan keterbacaan, melengkapi kekurangan signage yang ada, dan menyeragamkan identitas merek. Perancangan ini merekomendasikan material beton dan logam dengan finishing yang tahan lama dan estetis, sesuai dengan palet warna logo Laswee. Selain itu, informasi pada signage dirancang menggunakan kombinasi ikon dan teks untuk meningkatkan aksesibilitas. Penempatan signage difokuskan pada area strategis seperti pintu masuk dan area parkir, dengan tambahan elemen pencahayaan untuk visibilitas optimal. Proses desain ini juga melibatkan masukan dari pengelola dan pengunjung, sehingga menghasilkan signage yang lebih fungsional, inklusif, dan sesuai kebutuhan komunitas.
RANCANGAN INOVASI LAYANAN MOBILITAS DI DALAM KAMPUS DENGAN METODE DESIGN THINKING Muhamad Roihan AlAzhari; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Hanif Azhar; Mahendra Nurhadiansyah; Hanindito Prabandaru
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 12, No 2 (2025): Mei - Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v12i2.64348

Abstract

Campus transportation at Telkom University plays a crucial role in supporting university community mobility and facilitating academic interactions and social activities. However, there are challenges affecting user satisfaction. This research employs a design-oriented approach using Design Thinking methodology to develop innovative solutions to enhance campus transportation efficiency. The analysis revealed that users desire a well-integrated transportation system, real-time information on schedules and vehicle locations, and the use of digital payment technologies. In response to these findings, a prototype of the TelU Mobility Assistant application was developed and tested using the System Usability Scale (SUS), which indicated favorable acceptance rates among users. The benefits of this study include improving efficiency and user satisfaction in campus mobility while reinforcing Telkom University's reputation as an institution focused on innovative solutions and optimal user experiences.
Penerapan Karakteristik Milenial sebagai Work-Life-Balance dalam Perancangan Fasilitas dan Elemen Interior Point Lab Co-Working Space Adhiestyaputri Kintari; Mahendra Nur Hadiansyah; Widyanesti Liritantri
Jurnal Desain Interior Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v5i2.7424

Abstract

Point Lab Co-Working Space dibangun oleh PT. Pos Properti Indonesia yang bertujuan sebagai ruang bekerja bersama bagi para pelaku bisnis baik pekerja lepas ataupun perusahaan startup untuk membesarkan usahanya. Sasaran pengguna utama Point Lab merupakan generasi milenial yang juga masuk dalam usia produktif tahun bonus demografi Indonesia. Berdasarkan karakteristiknya, generasi milenial yang hidup bersamaan dengan perkembangan industri teknologi digital, mereka akrab menggunakan teknologi dan dapat menjadi lebih antusias dan produktif baik dalam kehidupan pekerjaan atau sosialnya. Termasuk co-worker di Point Lab yang di dominasi pengguna yang bekerja di bidang digital seperti digital marketing, digital advertising, desain grafis, dan e-commerce. Selain untuk tempat bekerja, sebuah co-working space merupakan lingkungan kerja yang memiliki peluang besar bagi penggunanya untuk memperluas relasi dan hubungan kerja sama. Hubungan kerja sama atau kolaborasi ini akan tercipta jika sering terjadi komunikasi dan interaksi sosial antar pengguna dalam co-working space. Dalam upaya mencapai tujuan Point Lab dan para tenant, Point Lab dituntut untuk menerapkan fasilitas dan elemen interior yang dapat memberikan dampak psikologi ruang yang dapat mendukung antusiasme dan produktivitas penggunanya dalam bekerja maupun menyeimbangkan kebutuhan kehidupan sosialnya.
Penerapan Pencahayaan Buatan Terhadap Karya di Ruang Galeri Foto pada Perancangan Interior Pusat Fotografi di Bandung Dhia Fakhirah; Mahendra Nur Hadiansyah; Ganesha Puspa Nabila
Jurnal Desain Interior Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v5i2.7270

Abstract

Galeri merupakan ruangan yang digunakan untuk mempamerkan karya seni. Galeri dapat dijadikan sebagai tempat untuk kegiatan rekreasi, hiburan, edukasi, bisnis, serta apresiasi kepada seniman. Galeri foto merupakan ruangan yang mempamerkan karya-karya fotografi dari para fotografer. Dalam ruang galeri, peran pencahayaan buatan terhadap karya yang di pamerkan cukup penting. Dengan pencahayaan buatan dapat menonjolkan serta memfokuskan para pengunjung ke karya. Dengan pengaturan pencahayaan buatan, juga dapat menimbulkan kesan-kesan tertentu terhadap karya. Penggunaan pencahayaan buatan lebih baik dibandingkan pencahayaan alami, dimana pencahayaan alami lebih rentan dapat merusak karya dari sinar ultraviolet. Pada studi kasus perancangan pusat fotografi ini, pengaplikasian pencahayaan pada ruang galeri dapat memberikan kesan-kesan tertentu terhadap karya, dengan pengaturan dari arah cahaya, jenis, dan teknik yang digunakan pada ruangan.
Tren Desain Furnitur Berbahan Limbah Kayu di Media Jual Beli Daring Mahendra Nur Hadiansyah; Alieviatara Yathallayov
Jurnal Desain Interior Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v5i2.7530

Abstract

Limbah kayu merupakan jenis limbah yang berasal dari pohon atau hasil hutan alami ataupun produksi industri. Secara umum pepohonan memberikan dampak positif bagi berbagai kebutuhan manusia, karena secara spesifik batang kayu yang utuh hingga yang telah diolah memiliki nilai yang dapat terhitung dan tidak bisa terhitung bagi manusia. Selain itu, dalam perekonomian berbagai jenis kayu baik itu berukuran utuh maupun serbuk, berukuran besar maupun kecil. Semua jenis kayu tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia. Namun, saat ini di Indonesia khususnya dalam pengolahan berbagai bentuk limbah baik berukuran besar maupun kecil masih belum dimanfaatkan semaksimal mungkin, hal ini terjadi karena kurangnya kreativitas dan kepedulian masyarakat Indonesia dalam mengolah limbah tersebut. Dengan adanya permasalahan tersebut maka cara menanggulanginya adalah dengan memanfaatkan limbah kayu menjadi produk yang bernilai tambah dan dapat bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat. Dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara pengrajin dilanjutkan dengan kuisioner kepada masyarakat dan juga melakukan analisis pada furniture limbah yang paling banyak dibeli pada media daring seperti Bukalapak. Berdasarkan hasil penelitian ini didapati bahwa masyarakat akan lebih memilih untuk berbelanja secara langsung ke toko. Namun, karena adanya pandemic Covid-19 membuat masyarakat mau tidak mau membeli furnitur secara daring dengan beberapa pertimbangan, selain itu dalam pemilihan furnitur dari limbah kayu masyarakat memilih dari material kayu palet didasari karena kayu ini lebih bersih dari sisi warna dan juga mudah untuk ditata sesuai dengan interior yang ada dimana dengan penggunaan furnitur dari kayu palet ini akan membuat ruang terlihat pada penggayaan rustic apabila melalui proses pelapisan akhir yang cukup detail, namun tak menutup kemungkinan bahwa kayu palet akan lebih terekspos dan membuat ruangan menjadi lebih indah.
STUDI TINGKAT KENYAMANAN DESAIN PRODUK ALAS TIDUR UNTUK MENUNJANG POSISI PRONING PADA PASIEN ISOLASI MANDIRI COVID-19 Mahendra Nur Hadiansyah; Erlana Adly Wismoyo
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Idealog Vol 9 No 2
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v9i2.5894

Abstract

Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan hasil yang signifikan bahwa posisi proning dapat meningkatkan saturasi oksigen dalam tubuh bahkan stabil normal jika dilakukan secara rutin bagi pasien yang bergejala gangguan pernafasan karena penyakit atau virus seperti Covid-19. Tetapi penelitian lain juga menghasilkan temuan bahwa terdapat dampak setelah melakukan posisi proning dengan durasi yang cukup lama dalam usaha menanggulangi gejala tersebut. Adapun dampak tersebut adalah sakit karena tumpuan, kesemutan, dan pegal atau nyeri otot. Alas tidur penunjang posisi proning sangat mempengaruhi tingkat kenyamanan dan dampak yang dirasakan. Penggunaan produk alas tidur yang didesain dengan jenis dan material tertentu sangat berpengaruh pada kesempurnaan posisi dan tingkat kenyamanan penggunanya. Terdapat beberapa jenis produk alas tidur dengan bahan material tertentu yang lazim digunakan untuk berbaring di lantai. Jenis alas tidur dan material produk tersebut diantaranya matras foam, matt Nitrile Butadiene Rubber (NBR), matras sponge lapis kain oscar, topper bed Green Latex lapis Cotton fabric, matras angin Fyber tech – polyester, kasur angin PVC lapis bludru. Melalui metode kualitatif dengan simulasi dan forum grup diskusi (FGD) ditemukan hal-hal yang mempengaruhi kenyamanan terhadap jenis alas tidur dan material produk tersebut yaitu bentuk, tekstur material, dan dimensi ketebalan. Sedangkan persepsi atas yang dirasakan saat melakukan simulasi posisi proning adalah elastisitas, bentuk, dan tekstur permukaan. Kenyamanan saat melakukan posisi proning diatas alas tidur pada akhirnya mempengaruhi kesempurnaan posisi, sehingga mempengaruhi kelegaan pernafasan dan menekan risiko cidera atau sakit saat dan sesudahnya. Dari keenam jenis dan material produk alas tidur terdapat empat desain dengan material yang dirasa nyaman dan dua material lainnya dirasa tidak nyaman untuk digunakan berposisi proning.