Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Ulang Signage Laswee Creative Space untuk Mengoptimalkan Keterbacaan Signage Krishna Diswatra; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Hanif Azhar; Mahendra Nur Hadiansyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.96361

Abstract

Laswee Creative Space adalah ruang kreatif yang mewadahi tenant di bidang kuliner, fashion, dan pengalaman, sekaligus menjadi tempat bagi komunitas untuk mengadakan acara. Sebagai ruang kreatif, keberadaan signage yang optimal menjadi aspek penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan signage di Laswee Creative Space dan merancang desain ulang sebagai rekomendasi untuk meningkatkan fungsionalitas dan keterbacaan signage yang ada. Metode yang digunakan adalah mix method dengan kuatitatif dan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengelola dan 72 orang pengujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ulang signage Laswee Creative Space berhasil meningkatkan keterbacaan, melengkapi kekurangan signage yang ada, dan menyeragamkan identitas merek. Perancangan ini merekomendasikan material beton dan logam dengan finishing yang tahan lama dan estetis, sesuai dengan palet warna logo Laswee. Selain itu, informasi pada signage dirancang menggunakan kombinasi ikon dan teks untuk meningkatkan aksesibilitas. Penempatan signage difokuskan pada area strategis seperti pintu masuk dan area parkir, dengan tambahan elemen pencahayaan untuk visibilitas optimal. Proses desain ini juga melibatkan masukan dari pengelola dan pengunjung, sehingga menghasilkan signage yang lebih fungsional, inklusif, dan sesuai kebutuhan komunitas.
Designing The Room 19 Mascot as a Promotional Strategy Medium Shafira Nursyah Putri; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Hanif Azhar; Mahendra Nurhadiansyah
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i10.7026

Abstract

The rapid development of technology has led to innovations such as library cafes, which aim to promote literacy among young people. However, the concept of library cafes is still not widely known. This research explores the effectiveness of using a mascot as a promotional strategy to enhance public awareness of The Room 19 library cafe and encourage reading interest. The study employed interviews, observations, questionnaires, and literature reviews for data collection. The findings show that the mascot, designed with an approachable and creative visual identity, effectively increases the visibility of The Room 19 among students and young professionals. The mascot represents the library cafe's brand values and creates an emotional connection with the target audience. In conclusion, using a mascot as a promotional medium has significant potential to foster literacy promotion and establish a stronger relationship with the community through engaging branding efforts.
Perancangan totebag upcycle dari limbah pakaian dan botol plastik bank sampah Bersinar Fia Izzah Maylinda; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Hanif Azhar; Mahendra Nur Hadiansyah
Jurnal Desain Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i2.26105

Abstract

TINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS DESAIN MELALUI PELATIHAN DASAR DESAIN PRODUK FURNITUR ROTAN UNTUK DESAINER AMATIR Mahendra Nur Hadiansyah; Erlana Adli Wismoyo; Desthyo Putra Pangestu
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7855

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang menghasilkan solusi desain original yang lebih mengedepankan ide dan gagasan dari tim pengabdian masyarakat. Hal tersebut ternyata terdapat kendala dari desain yang dihasilkan tidak sepenuhnya bisa langsung diimplementasikan pada proses purwarupa namun harus melewati proses dikusi yang panjang dengan eksperimentasi dengan sampel material. Dampak lanjutanya maka stok desain juga semakin menipis karena terseleksi karena ada yang tidak bisa digunakan. Berdasarkan pengalaman kegiatan sebelumnya maka pada kegiatan kali ini akan memberikan pelatihan kepada para desainer amatir yang merupakan binaan Program Studi Desain Interior yang selama ini bekerja sama dalam menghasilkan desain produk original rotan yang diberikan kepada mitra selama ini. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para desainer amatir tersebut dalam hal desain produk rotan untuk meningkatkan jumlah stok desain namun mengurangi risiko tidak layak produksi. Program pengabdian masyarakat ditekankan pada pelatihan desain produk mebel rotan kepada para desainer amatir melalui metode partisipatori. Pemberian solusi berupa pelatihan desain produk mebel rotan yang bermanfaat untuk CV. Cipta Abadi yang akan meningkatkan kuantitas dan kualitas desain serta memperkecil kemungkinan desain yang sulit direalisasikan menjadi purwarupa. Materi Pelatihan akan diberikan secara tiga arah yaitu dari akademisi, expertis atau praktisi, dan mitra selaku industri. Kegiatan pengabdian masyarakat secara keseluruhan dari awal hingga akhir dapat dikatakan berjalan baik dan lancar sesuai dengan yang direncanakan. Semua peserta antusias dalam mengikuti acara yang diselenggarakan dan merasa mendapat banyak ilmu baru dalam mengembangkan kemampuan dalam mendesain furnitur rotan. Setiap desain yang dihasilkan sudah semakin meningkat kualitasnya sehingga sangat minim risiko terseleksi tidak layak produksi. Hal tersebut menunjukan solusi yang konkrit bahwa pelatihan yang dilakukan sangat berdampak positif dalam peningkatan kualitas desain yang dihasilkan sehingga stok desain yang dibutuhkan oleh mitra industri juga semakin meningkat dan layak produksi.