Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Psyche 165 Journal

Systematic Review: Faktor-Faktor Resiliensi Individual pada Dewasa Awal yang Mengalami Childhood Abuse Ingelina, Budi; Satiadarma, Monty P.; Soetikno, Naomi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.366

Abstract

Child abuse or violence against children is not a new phenomenon that occurs in societies around the world. This phenomenon has also been happening in Indonesia for a long time. Some people still consider physical violence against children by parents or caregivers to be normal as a way to educate and discipline children. However, the negative impact on children who experience violence during childhood may only become apparent later when the child enters early adulthood. Resilience is found to tend to be negatively related to the experience of adversities in childhood. Resilience factors can contribute to reducing the damaging effects of childhood abuse, as well as helping young adults to be able to process the adversities they experienced in childhood. For this reason, researchers wanted to investigate resilience factors in early adults who experienced childhood abuse by integrating the findings of studies on childhood abuse and resilience published from 2013 to 2022. This research uses the systematic review method by searching research data on four sources: APA Psycnet, PubMed, ScienceDirect, and Wiley Online. Based on the results of data searches, researchers found more than 6000 articles and after going through strict filtering, 5 articles remained that were closely related to this research. Individual resilience factors were researched more frequently than family and community factors in those 5 articles. This study concluded that individual resilience factors have different characteristics, and some can influence others.
Regulasi Emosi Sebagai Moderator Hubungan Ruminasi dan Simtom Psikomatik pada Lansia Panigoro, Asyifa Prasasti; Roswiyani; Soetikno, Naomi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i3.416

Abstract

Indonesia sedang mengalami penuaan populasi, ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas yang meningkat dua kali lipat antara tahun 1971 dan 2019. Peningkatan demografi penduduk lansia menimbulkan kekhawatiran karena penduduk lansia tidak termasuk ke dalam populasi usia kerja, sehingga berdampak pada lesunya pertumbuhan ekonomi negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi emosi sebagai moderator hubungan antara ruminasi dan simtom psikosomatik pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif kuantitatif, dengan metode pengumpulan data berupa survei yang disebar kepada 136 lansia yang dikategorikan mandiri dan berlokasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian antara lain yaitu uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas dan uji regresi. Pengukuran dilakukan menggunakan skala simtom psikosomatik untuk mengukur gejala somatis dan psikologis yang diturunkan dari alat pengukuran DSM-5 dan terdiri dari empat dimensi, yaitu gangguan fisik, gangguan kecemasan, gangguan depresi dan gangguan kecemasan dan depresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara ruminasi dengan simtom psikosomatik pada lansia sebesar 27,4%. Hasil analisis juga menunjukan bahwa regulasi emosi memoderasi secara negatif hubungan antara ruminasi dengan simtom psikosomatik pada lansia sebesar 29,9%. Dengan demikian, penelitian ini menemukan bahwa semakin sering lansia melakukan ruminasi, maka hal tersebut akan berpengaruh pada seberapa sering pengalaman simtom psikosomatik yang dirasakan oleh lansia. Hal ini dapat di moderasi dengan regulasi emosi, dimana apabila semakin tinggi regulasi emosi seorang lansia, maka akan semakin rendah simtom psikosomatik pada lansiayang disebabkan oleh ruminasi.