Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penyuluhan Edukasi Pola Makan Bergizi Pada Masyarakat Untuk Pencegahan Dini Stunting Tosi Rahmaddian; Irwadi Irwadi; Muhammad Rizki Saputra; Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v3i1.1050

Abstract

Stunting is a chronic nutrition issue characterized by height below the standard for a child’s age. According to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence of stunting in Indonesia reached 30.8%, significantly higher than the government’s target of below 20% by 2024. One of the primary causes of stunting is inadequate nutrition, particularly during the first 1,000 days of life, which can impede growth and development, resulting in long-term health and cognitive issues. To address this, comprehensive prevention efforts are essential, including community education on nutritious eating. This Community Service initiative targets community leaders and the public, especially mothers and expectant mothers in the Nagari Sago Salido area. The methods employed include distributing questionnaires, presenting educational materials, facilitating discussions, conducting anthropometric screenings for toddlers, and providing nutritious food for participants. The aim is to enhance community understanding of the importance of nutritious diets and their impact on child growth, while encouraging healthier eating habits within families. This initiative seeks to foster sustainable changes in dietary practices and contribute to the reduction of stunting rates in the region.
OPTIMALISASI SURVIVAL KIT BERBASIS KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN DAN RESILIENSI PASCA BENCANA : KESIAPSIAGAAN DAN RESILIENSI PASCA BENCANA Tosi Rahmaddian; Annisa Wahyuni; Delsa Dezolla; Sevilla Ukhtil Huvaid; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i2.19782

Abstract

Hydrometeorological disasters in West Sumatra have disrupted the fulfillment of basic community needs and contributed to low levels of preparedness in facing emergency situations. This community service activity aims to optimize the utilization of family-based survival kits to enhance preparedness and resilience among disaster-affected communities in Padang City and Padang Pariaman Regency. The method employed a participatory approach, including needs assessment, distribution of survival kits, education on their use, and simple monitoring. The survival kits provided consisted of flashlights, stoves and regulators, rice cookers, boots, evacuation ropes, raincoats, and tarpaulins. The results showed that the community was able to understand the functions and proper use of the survival kits and utilize them to meet basic needs during emergency conditions. In addition, there was an improvement in awareness and preparedness behavior at the family level. The program also contributed to increasing the sense of security and adaptive capacity of the community in facing disasters. Therefore, optimizing family-based survival kits can be considered an effective approach to strengthening preparedness and resilience among disaster-affected communities.
Pendekatan Swiss Cheese Model dalam Analisis Faktor Sistem dan Manusia terhadap Kejadian Patient Safety Nurmaines Adhyka; Novia Zulfa Hanum; Intan Kamala Aisyiah; Tosi Rahmaddian; Elen Gusyulianti
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v6i11.810

Abstract

Patient safety implementation is an important indicator of hospital service quality. Organizational and individual factors contribute to the successful implementation of patient safety in nursing services. To analyze factors associated with patient safety implementation among inpatient nurses at Prof. HB. Saanin Psychiatric Hospital, Padang. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted from November 2023 to August 2024. A total of 98 nurses were selected using accidental sampling. Data were collected using a valid and reliable questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a 95% confidence level. Good patient safety implementation was reported by 59.2% of nurses. Organizational factors (PR=4.00; 95%CI:1.95–8.21; p<0.001), supervisory factors (PR=1.91; 95%CI:1.12–3.27; p=0.019), preconditions for unsafe acts (PR=2.16; 95%CI:1.29–3.62; p=0.004), and unsafe acts (PR=2.16; 95%CI:1.27–3.67; p=0.005) were significantly associated with patient safety implementation. Organizational factors showed the strongest association, with nurses perceiving poor organizational support having a fourfold higher prevalence of poor patient safety implementation compared with those perceiving good organizational support. Organizational, supervisory, workplace, and individual factors are significantly associated with patient safety implementation. Strengthening patient safety culture, effective supervision, and improvement of work systems should be prioritized to enhance hospital service quality.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi di Puskesmas: Penelitian Elisabeth Novita Angriani L. Toruan; Nurlela Mariana Nababn; Intan Kamala Aisyiah; Dawson Zulveritha; Nurnainah; Muntasir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5710

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan kepatuhan tinggi dalam konsumsi obat untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Namun, tingkat kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi masih menjadi permasalahan di berbagai layanan kesehatan, termasuk di puskesmas. Salah satu faktor yang diduga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan adalah tingkat pengetahuan pasien mengenai penyakit dan terapinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi melalui metode studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel ilmiah yang relevan melalui database akademik menggunakan kata kunci terkait pengetahuan hipertensi dan kepatuhan minum obat. Artikel yang dipilih diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien dan kepatuhan minum obat. Pasien yang memiliki pemahaman yang baik mengenai definisi hipertensi, faktor risiko, komplikasi, serta manfaat terapi jangka panjang cenderung lebih patuh dalam menjalani pengobatan. Pengetahuan berperan sebagai dasar pembentukan sikap dan motivasi pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Disimpulkan bahwa peningkatan edukasi kesehatan kepada pasien hipertensi di pelayanan kesehatan primer merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan mendukung keberhasilan pengendalian tekanan darah.
Pendampingan Checklist Preventif untuk Menekan Klaim Pending Rawat Jalan di Rumah Sakit X Delsa Dezolla; Intan Kamala Aisyiah; Raihannah Putri; Naela Cahaya Putri; Romzi Yadi; Habib Alifri
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.29006

Abstract

Klaim pending BPJS Kesehatan di Rumah Sakit X masih cukup tinggi pada pelayanan rawat jalan, yaitu 13,3%–15,8% dalam tiga bulan pengamatan dengan rata-rata 14,6%. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya volume kunjungan rawat jalan, ketidaklengkapan dokumen pendukung, variasi ketelitian petugas, belum adanya standar pemeriksaan rinci antarunit, serta keterbatasan sistem validasi otomatis. Checklist administrasi yang digunakan sebelumnya hanya berfokus pada identitas dan data layanan pasien sehingga belum berfungsi sebagai alat kontrol preventif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi penyusunan checklist administrasi klaim BPJS rawat jalan yang lebih rinci, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan unit pelayanan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di unit casemix dan administrasi rawat jalan Rumah Sakit X selama dua minggu (2–16 Februari 2026). Subjek kegiatan terdiri atas 7 orang petugas, yaitu 2 petugas casemix dan 5 petugas administrasi rawat jalan yang terlibat dalam pemeriksaan dan pengajuan klaim BPJS. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis. Tahap awal berupa analisis kelengkapan berkas klaim untuk mengidentifikasi dokumen yang sering tidak lengkap, seperti surat kontrol, buku KIA, hasil laboratorium, hasil radiologi, dan dokumen penunjang lainnya. Tahap berikutnya meliputi penyuluhan mengenai alur klaim BPJS, pelatihan pemeriksaan berkas menggunakan contoh kasus, penyusunan draft checklist bersama petugas, serta uji coba checklist pada berkas klaim rawat jalan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab utama klaim pending adalah ketidaklengkapan dokumen penunjang, ketidaksesuaian diagnosis dan tindakan, serta kekurangan autentikasi dokter. Melalui pendampingan, dihasilkan satu format checklist preventif yang memuat enam item verifikasi utama, yaitu surat rujukan, surat kontrol atau lembar konsultasi, buku KIA, hasil laboratorium, hasil radiologi, dan dokumen penunjang lain sesuai kasus. Hasil uji coba menunjukkan checklist membantu petugas mengidentifikasi kekurangan dokumen sebelum berkas dikirim ke unit casemix. Secara kualitatif, checklist dinilai praktis dan membantu meningkatkan ketertiban pemeriksaan dokumen. Checklist preventif ini berpotensi menekan angka klaim pending melalui pencegahan ketidaklengkapan dokumen sejak tahap awal.