Claim Missing Document
Check
Articles

Psikoedukasi Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengatasi Picky Eater Anak Usia 0–5 Tahun Di Posyandu Anggi Nur Aprilia; Annisa Shasbila Fitriansyah; Hutasoit, Maria Christine Veronica; Nathania Najwa Agustin; Salsa Muthia Kamil; Salwa Fitri Andriyani; Sriadianengsih Sriadianengsih; Selfina Nanda; Tiwi Pranita Sidabariba; Valiza Fauziah; Pratidina Ekanesia; Rifqi Farisan Akbar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1920

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui penerapan pola asuh. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kader Posyandu Melati 6, masih ditemukan orang tua yang mengalami kesulitan dalam menangani perilaku picky eater pada anak. Sebagian orang tua masih menerapkan cara yang kurang tepat, seperti memberikan makanan sesuai keinginan anak atau mengganti dengan makanan cepat saji. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pemenuhan gizi anak dan menyebabkan risiko terjadinya stunting. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai penanganan picky eater melalui program psikoedukasi sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan kader Posyandu Melati 6, serta pemberian kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Psikoedukasi dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pemberian strategi praktis mengenai penerapan pola asuh positif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari sebelas peserta yang memiliki data lengkap, empat peserta mengalami peningkatan pengetahuan, dua peserta mempertahankan skor yang sama, dan lima peserta mengalami penurunan skor. Meskipun demikian, sebagian besar peserta telah memiliki tingkat pengetahuan awal dalam kategori baik sehingga perubahan skor setelah intervensi relatif terbatas. Berdasarkan hasil kegiatan, program psikoedukasi memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai penanganan picky eater serta mendukung penerapan praktik pemberian makan yang tepat sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada balita.
Psikoedukasi Tumbuh Kembang Optimal Anak Usia 0-5 Tahun Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Dan Kader Posyandu Di Posyandun Nusa Indah VI RW 06 Bintang Rahayu F; Fadya Almirah N; Marchelino Natapradja; Nirma Sakila; Tasya Indriyani; Tiara Aziza; Yusuf Syamsul H; Rifqi Farisan Akbar; Pratidina Ekanesia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1923

Abstract

Anak usia 0-5 tahun berada pada masa golden age, yaitu periode penting yang sangat menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan pada tahap selanjutnya. Pada masa ini, peran orang tua dalam memberikan pengasuhan, stimulasi, serta lingkungan yang mendukung sangat dibutuhkan agar perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Posyandu Nusa Indah VI RW 06, masih ditemukan beberapa permasalahan yang sering dialami orang tua, seperti Gerakan Tutup Mulut (GTM), tantrum, penggunaan gadget yang berlebihan, serta kurangnya pemahaman mengenai pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Oleh karena itu, kegiatan psikoedukasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua serta kader posyandu mengenai tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi, wawancara, analisis kebutuhan, penyusunan modul, dan pelaksanaan psikoedukasi melalui penyampaian materi, diskusi, serta tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup tahap perkembangan anak, karakter dan temperamen anak, pola asuh yang efektif, penanganan tantrum, pencegahan GTM, serta pentingnya menjaga kesehatan mental orang tua dalam proses pengasuhan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan anak dan cara menerapkan pengasuhan yang sesuai dengan usia serta kebutuhan anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua dapat lebih percaya diri dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak dan mampu menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Hubungan Dukungan Sosial dan Regulasi Emosi terhadap Self-Injury pada siswa SMK Negeri X Kota Badung Santi Bela Safitri; Pratidina Ekanesia; Rifqi Farisan Akbar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2124

Abstract

Perilaku self-injury pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang semakin meningkat dan dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis individu. Perilaku ini umumnya dilakukan sebagai strategi koping maladaptif untuk mengurangi tekanan emosional tanpa adanya niat bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dan regulasi emosi terhadap perilaku self-injury pada siswa SMK Negeri X Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel dukungan sosial, regulasi emosi, dan self-injury. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan regulasi emosi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku self-injury. Semakin tinggi dukungan sosial dan semakin baik regulasi emosi yang dimiliki siswa, maka semakin rendah kecenderungan melakukan self-injury. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran keluarga, teman sebaya, dan sekolah dalam memberikan dukungan sosial serta membantu siswa mengembangkan kemampuan regulasi emosi sebagai upaya pencegahan perilaku self-injury.  
Peran Self-Efficacy dan Literasi Digital terhadap Motivasi Berprestasi Mahasiswa dalam Penyusunan Tugas Akhir Berbasis Generative AI Christine Rotua Panjaitan; Pratidina Ekanesia; Rifqi farisan Akbar
Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jismab.v7i3.3670

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI) telah mengubah cara mahasiswa menyelesaikan berbagai aktivitas akademik, termasuk penyusunan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi self-efficacy dan literasi digital terhadap motivasi berprestasi mahasiswa dalam pemanfaatan Generative AI pada penyusunan tugas akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Responden terdiri atas 101 mahasiswa perguruan tinggi di Kota Bandung yang sedang menyusun tugas akhir dan telah menggunakan Generative AI. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur self-efficacy, literasi digital, dan motivasi berprestasi. Setelah pengujian kualitas instrumen, sebanyak 41 item dipertahankan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear berganda dengan HC3 robust standard errors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berkontribusi positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi, sedangkan literasi digital memberikan kontribusi yang lebih kuat. Secara simultan, self-efficacy dan literasi digital terbukti berkontribusi signifikan terhadap motivasi berprestasi mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi mahasiswa dalam konteks akademik berbasis AI berkaitan dengan kombinasi keyakinan terhadap kemampuan diri dan kompetensi digital
Evaluasi Program Psikoedukasi dalam Mendukung Kepercayaan Diri dan Self-Regulated Learning Siswa SMP Sekolah Rakyat 9 Bandung: Pendekatan Mixed Methods Elsa Sri Wahyuni; Pratidina Ekanesia; Rifqi farisan Akbar
Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jismab.v7i3.3671

Abstract

This study aims to describe self-confidence and self-regulated learning, analyze their relationship with students' perceptions of a psychoeducational program, and explore the students' experiences at SMP Sekolah Rakyat 9 Bandung. The study employs a mixed-methods approach with an embedded design. Quantitative analysis was conducted on 46 respondents using descriptive statistics and multiple linear regression, while qualitative data were obtained through interviews and observations. The results indicate that self-confidence has a positive but non-significant relationship with perceptions of the program, whereas self-regulated learning shows a negative relationship that is also non-significant. Simultaneously, self-confidence and self-regulated learning do not provide sufficient explanatory power regarding the variation in students' perceptions of the psychoeducational program. Qualitative findings reveal changes in discipline, the courage to ask questions, the ability to seek help, and adaptation to the school environment, although some students still experience difficulties with public speaking. The study's results suggest that the evaluation of psychoeducational programs needs to consider broader psychological and contextual factors.
PERAN DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN SELF-EFFICACY SISWA SDN SARILAMPING Shelpi Rosmiati; Pratidina Ekanesia; Rifqi Farisan Akbar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.14972

Abstract

ABSTRACT Student engagement in learning is shaped not only by experiences at school but also by the interactions and support available within the family environment. At SDN Sarilamping, some sixth-grade students still demonstrate suboptimal levels of learning motivation and self-efficacy. This study examines the extent to which parental support is associated with these two aspects within a rural elementary school context. The study involved 36 students selected through total sampling as respondents in a quantitative study employing an explanatory correlational design. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had met validity and reliability requirements and were analyzed using descriptive statistics, assumption testing, and simple linear regression. The findings indicate that parental support, learning motivation, and self-efficacy were generally at moderate levels. Parental support had a positive and significant effect on learning motivation, accounting for 42.8% of its variance. It also had a positive and significant effect on self-efficacy, accounting for 38.6% of its variance. These findings position family support as one of the factors associated with students’ learning drive and academic self-beliefs. Accordingly, attention, positive communication, appreciation of effort, and learning assistance adapted to family circumstances can contribute to a supportive environment for students’ learning experiences. ABSTRAK Keterlibatan siswa dalam pembelajaran tidak hanya terbentuk dari proses yang berlangsung di sekolah, tetapi juga dari pengalaman yang mereka peroleh dalam lingkungan keluarga. Kondisi di SDN Sarilamping memperlihatkan masih adanya siswa kelas VI yang belum menunjukkan motivasi belajar dan self-efficacy secara optimal. Penelitian ini menelaah sejauh mana dukungan orang tua berkaitan dengan kedua aspek tersebut pada konteks sekolah dasar di wilayah perdesaan. Sebanyak 36 siswa dilibatkan sebagai responden melalui teknik sampling jenuh dalam penelitian kuantitatif dengan desain eksplanatif korelasional. Informasi penelitian diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian diolah melalui statistik deskriptif, pengujian asumsi, dan regresi linier sederhana. Hasil analisis memperlihatkan bahwa dukungan orang tua, motivasi belajar, dan self-efficacy berada pada kategori sedang. Dukungan orang tua memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar dengan kontribusi sebesar 42,8%. Pada self-efficacy, pengaruh yang diperoleh juga positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 38,6%. Temuan ini menempatkan dukungan keluarga sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan dorongan belajar dan keyakinan akademik siswa. Karena itu, perhatian, komunikasi positif, penghargaan terhadap usaha, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga dapat menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung pengalaman belajar siswa.
Hubungan Social Comparisondi Media Sosial dan Self-efficacy dengan Optimisme Menghadapi Dunia Kerja pada Fresh graduate di Kota Bandung Lisa Fitriani; Pratidina Ekanesia; Rifqi Farisan Akbar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13224

Abstract

Fresh graduate di kota bandung menghadapi tantangan dalam memasuki dunia kerja yang ditandai oleh persaingan kerja, dan paparan media sosial yang dapat mendorong kencendurungan membandingkan diri dengan pencapaian teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Social Comparisonmedia sosial dan Self-efficacy, baik secara parsial maupun simultan, dengan optimisme Fresh graduate dalam menghadapi dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 163 responden yang baru saja lulus kuliah, berusia antara 18 hingga 25 tahun, dan tinggal di Kota Bandung. Responden dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online berbentuk skala Likert yang mengadopsi alat pengukur Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure, General Self-Efficacy Scale, dan Career Futures Inventory. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan metode korelasi Pearson Product Moment dan Uji Regresi linear berganda. Hasil penelitian bahwa Social Comparisonmelalui media sosial memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan tingkat optimisme (r = 0,643; P < 0,001), serta membangun Self-efficacy (r = 0,628; P < 0,001). Secara bersamaan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 69,6% terhadap perubahan tingkat optimisme (R² = 0,696; F = 182,785; p < 0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa membandingkan diri dengan orang lain bisa menjadi hal yang bermanfaat, karena bisa memberikan informasi dan mendorong seseorang untuk berkembang dalam karier mereka. Oleh karena itu, peningkatan rasa percaya diri para lulusan baru perlu dilakukan dengan memperkuat keyakinan diri mereka dan mengelola perbandingan sosial secara positif di media sosial.
Co-Authors Adela Saffanatunnabiilah Alamanda Dwi Putrina Allysa Mughni Aulia Alya Dwi Rahmawati Ananda Salma Aisyatul Mardiah Andre Suryaningprang Anggi Nur Aprilia Anggita Putri Diandra Annargya Ardendra Ginting Annisa Ramadhani Annisa Shasbila Fitriansyah Arman Arman Asti Nur Aryanti Athallah, Squall Fikri Ayu Larasati Billy Najib Nurrohmansah Bintang Rahayu F Christine Rotua Panjaitan Deni Hamdani Diah Febriyanti Dyanadhila Syadzwina Eka Nabila Elsa Sri Wahyuni Elsya Putri Adela Ramadani Erlina Puspitaloka Mahadewi Essi Asianitasari S Fadya Almirah N Febrianti, Risma Febrianti, Talin Salma Febriyanti, Diah Fitria Aniswari Gurawan Dayona Ismail Haliza Maulana Hanifah Jauhary, Zakiyah Aulia Sabrina Hera Khoerunisa Hutasoit, Maria Christine Veronica Ika Paridah Ilham Iqbal Intan Fitri Oktaviani Jauhary, Zakiyah Aulia Sabrina Hanifah Karmila Apriani Keissa Kusumadiani Kireyna, Salma Divani Leni Kurnia Lisa Fitriani Marchelino Natapradja Marsha Renata Maharani Mira Dwiyansyah Mohamad Reza Hilmy Muhammad Lugis Adi Saputra Muttaqin, Ridlwan Nameira Kayla Yukitami Nathania Najwa Agustin Naura Zahara Nazwa Olivia Hadiansyah Neng Iis Suryani Nia Nur Oktafiani Nirma Sakila Nishreena Chyrin Widad Novi Rachmawati Nuradina, Kartika Nurlela, Siti Agustin Nutrient Hulu Ovie Kinan Marshanda R. Prinska Damara Sastri Rahma Aulia Khoerunnisa Reni Hadi Sulistio Ningsih Rifqi Farisan Akbar Rifqi Farisan Akbar Rifqi Farisan Akbar Riki Mukin Riki Mukin Risma Febrianti Risma Nia Firdayanti Riyandi Nur Sumawidjaja Salsa Muthia Kamil Salwa Fitri Andriyani Sania Ramadani Santi Bela Safitri Sasmita, Elsa Gita Selfina Nanda Setia Nugraha Shelpi Rosmiati Siti Nurkholipah Squall Fikri Athallah Squall Fikri Athallah Sriadianengsih Sriadianengsih Sulistia Wigati Syafira Nur Indillahi Syifa Putri Maliawan Tasya Indriyani Tiara Aziza Tiara Nurhasanah Tiwi Pranita Sidabariba Valiza Fauziah Widya Dwi Maharani Widya Khoirunnisa Putri Yoyo Sudaryo Yusuf Syamsul H Zakiyah Aulia Sabrina Hanifah Jauhary