Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Development of Augmented Reality (AR) Learning Application Integrated with Bima’s Local Culture to Enhance Students' Critical Thinking Skills Muhammad Salahuddin; Nursidrati; Nur Islamiati; Lisda Ramdhani
Tsaqila | Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/tjpt.v6i1.626

Abstract

This research aims to develop an Augmented Reality (AR) learning application integrated with Bima's local culture to enhance students' critical thinking skills in geometry lessons at SMPN 3 Woha. The main issues addressed include low digital literacy among teachers and students, as well as limited exposure to local cultural elements—such as uma lengge, sigi raja pertama, uma panggung, and asi mbojo—in mathematics education.The study tackles challenges like inadequate digital skills and the need to preserve Bima's cultural heritage through relevant educational content. The research employed a Research and Development (R&D) model using the ADDIE approach (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). It involved 40 students as subjects, with data collected via Likert-scale questionnaires, observations, interviews, and pre-post critical thinking tests. Data analysis combined qualitative and quantitative (mixed) methods. The AR application was rated highly valid (scores of 4.6-4.7 by experts), practical (scores of 3.9-4.1 from students), and effective, with critical thinking scores improving from 62.5 to 77.5 (a 24% increase). Local culture integration boosted student engagement and conceptual understanding. The AR application integrated with Bima's local culture proved effective as an innovative learning medium, supporting critical thinking development and cultural preservation.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas XI Sma Muhammadiyah Bolo Dalam Perspektif Gaya Kognitif Intuitif Induktif Nila Sari; Muhammad Salahuddin; Rizcky Juliawan
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i1.16661

Abstract

Tujuanl dari penelitianl ini ingin mengetahuil bagaimana kemampuan literasil matematika siswal XI SMA Muhammadiyah Bolo dalam perspektif gaya kognitif intuitif dan induktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Subjek yangl diteliti adalahl siswa kelasl XI SMAl yang terdirli dari 15 siswal yang bergayal kognitif intuitif danl induktif dengan menggunakanl tes Matchingl Familiar lFigure Test (MFFTl) Terdapat 13l soal berisil gambar yangl terdiri daril objek yangl berbeda. Setiapl item memilikil 8 variasil foto danl hanya satul foto yangl identik denganl foto lstandar. Dalam tesl ini, siswal harus memilihl dan menentukanl satu lgambar yang tersedial hinggal diperolehl hasil yangl tepat. Berdasarkan hasill penelitian danl wawancara, siswal dengan lkemampuan intuitif memikirkan secaral mendalam danl menyelidiki dalaml menyelesaikan lpermasalahan. Siswa denganl kemampuan kognitifl intuitif mampu menyelesaikanl soal denganl ketelitiannya danl dapat mengidentifikasil masalah denganl mengimbangi dalaml berbagai lsituasi. Berdasarkan hasill penelitian danl wawancara, siswal dengan gayal kognitif induktif ldapat menyelesaikan soall yang diberikanl dengan jawabanl yang cenderungl salah. Siswal dengan lkemampuan induktif ini cenderungl memiliki kecenderunganl untuk bertindakl tanpa berpikirl secara mendalaml atau mempertimbangkanl kosekuensi daril tindakan apal yang merekal ambil ataul lakukan. Hall tersebut yangl menyebabkan siswal kurang telitil dalam mengerjakanl suatu pekerjaanl sehingga jawabanl yang diberikanl itu cenderungl salah.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Kelas XI Sma Muhammadiyah Bolo Dalam Perspektif Gaya Kognitif Intuitif Induktif Nila Sari; Muhammad Salahuddin; Rizcky Juliawan
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 10, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v10i1.16661

Abstract

Tujuanl dari penelitianl ini ingin mengetahuil bagaimana kemampuan literasil matematika siswal XI SMA Muhammadiyah Bolo dalam perspektif gaya kognitif intuitif dan induktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara. Subjek yangl diteliti adalahl siswa kelasl XI SMAl yang terdirli dari 15 siswal yang bergayal kognitif intuitif danl induktif dengan menggunakanl tes Matchingl Familiar lFigure Test (MFFTl) Terdapat 13l soal berisil gambar yangl terdiri daril objek yangl berbeda. Setiapl item memilikil 8 variasil foto danl hanya satul foto yangl identik denganl foto lstandar. Dalam tesl ini, siswal harus memilihl dan menentukanl satu lgambar yang tersedial hinggal diperolehl hasil yangl tepat. Berdasarkan hasill penelitian danl wawancara, siswal dengan lkemampuan intuitif memikirkan secaral mendalam danl menyelidiki dalaml menyelesaikan lpermasalahan. Siswa denganl kemampuan kognitifl intuitif mampu menyelesaikanl soal denganl ketelitiannya danl dapat mengidentifikasil masalah denganl mengimbangi dalaml berbagai lsituasi. Berdasarkan hasill penelitian danl wawancara, siswal dengan gayal kognitif induktif ldapat menyelesaikan soall yang diberikanl dengan jawabanl yang cenderungl salah. Siswal dengan lkemampuan induktif ini cenderungl memiliki kecenderunganl untuk bertindakl tanpa berpikirl secara mendalaml atau mempertimbangkanl kosekuensi daril tindakan apal yang merekal ambil ataul lakukan. Hall tersebut yangl menyebabkan siswal kurang telitil dalam mengerjakanl suatu pekerjaanl sehingga jawabanl yang diberikanl itu cenderungl salah.
Penguatan Mitigasi Banjir Berbasis Pengetahuan Lokal Petani Melalui Participatory Rural Appraisal di Desa Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima Arissaryadin Arissaryadin; Nina Lisanty; Muhammad Salahuddin
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.1012

Abstract

Banjir merupakan permasalahan berulang yang berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Desa Campa sebagai wilayah hulu sungai memiliki peran strategis dalam pengendalian aliran permukaan, namun upaya mitigasi banjir yang diterapkan selama ini belum mengintegrasikan pengetahuan lokal masyarakat petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memperkuat pengetahuan lokal petani sebagai dasar perumusan strategi mitigasi banjir berbasis partisipasi masyarakat di wilayah hulu sungai. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, transek desa, pohon masalah, dan diagram venn. Pengabdian dilaksanakan pada 1 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan melibatkan petani dan tokoh desa sebagai informan kunci. Hasil kegiatan menunjukkan teridentifikasinya pola pengetahuan lokal terkait tanda alam, pengelolaan lahan, dan titik rawan banjir yang selama ini belum terdokumentasi secara sistematis. Integrasi pengetahuan lokal dan pendekatan partisipatif terbukti meningkatkan kesadaran kolektif dan kapasitas mitigasi masyarakat. Kegiatan ini menegaskan pentingnya PRA sebagai strategi penguatan mitigasi banjir yang kontekstual dan berkelanjutan di wilayah hulu sungai.
Inovasi Pembelajaran Inklusif Berbasis Problem Based Learning (PBL) untuk Mengembangkan Kreativitas dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas V SDN Inpres Tente Nurmala Nurmala; Nurwalidainismawati Nurwalidainismawati; Rostati Rostati; Muhammad Salahuddin
Pendikdas: Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pendikdas.v6i2.832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pembelajaran inklusif berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V SDN Inpres Tente. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah 25 siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus dalam kelas inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa dari 62,4% pada pra-siklus menjadi 81,6% pada siklus II. Kemampuan pemecahan masalah meningkat dari 58,7% pada pra-siklus menjadi 83,2% pada siklus II. Pembelajaran inklusif berbasis PBL terbukti efektif untuk mendorong keterlibatan siswa, memberikan ruang berpikir kritis, serta mengembangkan kreativitas dalam memecahkan permasalahan nyata. Temuan ini mengimplikasikan bahwa PBL dapat menjadi alternatif model pembelajaran inovatif dalam pendidikan inklusif di sekolah dasar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menguji efektivitas PBL pada mata pelajaran lain, mengembangkan modifikasi PBL khusus bagi siswa berkebutuhan khusus, atau melakukan kajian longitudinal untuk menilai keberlanjutan peningkatan kemampuan siswa.
Development of a Local Wisdom–Integrated IPAS Learning Model with Criterion-Referenced Assessment in a 3T Elementary School in Bima Regency Muhammad Yamin; Muhammad Salahuddin; Lutfin Haryanto
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1975

Abstract

This study aimed to develop, validate, and evaluate the practicality and preliminary effectiveness of a local wisdom–integrated Natural and Social Sciences (IPAS) learning model incorporating criterion-referenced assessment (CRA) at SD Negeri Sori Katupa, an elementary school located in a disadvantaged, frontier, and outermost (3T; Indonesian: tertinggal, terdepan, terluar) area of Bima Regency. The study responded to two field problems: the limited use of local cultural resources in learning and the dominance of written tests that did not adequately measure students’ competencies in context. Using a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, the researchers collected data through observation, interviews, documentation, expert validation, teacher and student response questionnaires, and a learning-outcome test administered as a one-group pretest–posttest during the field trial. Participants included 5 expert validators, 3 teachers, and 25 Grade V students, along with the principal and community/traditional leaders selected through purposive sampling. Data were analysed using Aiken’s V content-validity index, practicality percentages, normalized gain (N-gain), a paired-samples t-test with effect size, and criterion-mastery thresholds. The resulting model—the Local Wisdom Integration Model Based on Criterion-Referenced Assessment (IKL–PAP)—integrates Bima local wisdom (Ngaha Aina Ngoho, Maja Labo Dahu, karawi kaboju, and mbolo weki) into learning objectives, activities, materials, and CRA instruments through six components. Expert validation, practicality testing, and a single-school Grade V field trial indicated that the model was valid (mean Aiken’s V = 0.86) and practical (mean positive response = 89%), and demonstrated promising effectiveness during the field trial (N-gain = 0.61, moderate category; t(24) = 14.95, p < .001, Cohen’s d = 2.99), with at least 84% of students attaining the competency indicators across the knowledge, skills, and attitude domains. Because the trial used no comparison group, interpret effectiveness claims as preliminary. The model offers an instructional and assessment innovation for 3T elementary schools and supports a more contextual, meaningful, and competency-based implementation of the Merdeka Curriculum.