Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan Peran Petugas Kesehatan Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Terhadap Kepatuhan Pasien Yang Menjalani Pengobatan Futri Maharani; Dewi Riastawaty; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62448

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dan salah satu masalah kesehatan utama dengan angka kejadian yang cukup tinggi, yaitu mencapai 7.037 orang. Kondisi ini memerlukan pengelolaan jangka panjang, di mana kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sangat dipengaruhi oleh peran petugas kesehatan sebagai edukator, motivator, fasilitator, dan konselor. Ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara rutin dapat mengakibatkan kegagalan mencapai target tekanan darah serta meningkatkan risiko komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran petugas kesehatan dalam upaya pengendalian hipertensi terhadap kepatuhan pasien yang menjalani pengobatan di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Analitik Observasional. Sampel sebanyak 48 pasien hipertensi dipilih menggunakan teknik Non-Probability Sampling dengan pendekatan Purposive Sampling. Kuesioner digunakan untuk mengukur persepsi pasien terhadap peran petugas kesehatan dan tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Data univariat dan bivariat dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (52,5%) menilai peran petugas kesehatan dalam kategori baik, sementara mayoritas responden (55,0%) memiliki tingkat kepatuhan yang kurang baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran petugas kesehatan dengan kepatuhan pasien hipertensi yang menjalani pengobatan di Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi.
PENGARUH PEMBERIAN ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID (DYSMENORRHEA) PADA REMAJA PUTRI DI SMA N 8 KOTA JAMBI Tiara Nur Anjani; Subang Aini Nasution; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62750

Abstract

Masa remaja, yang umumnya berlangsung antara usia 12 hingga 20 tahun, merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak dan kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan fisik yang pesat, khususnya selama masa pubertas, menjadi ciri khas tahapan ini. Menarce, atau siklus menstruasi pertama, biasanya menjadi tanda awal pubertas pada remaja putri. Meskipun menstruasi merupakan peristiwa biologis yang alami, banyak remaja putri mengalami masalah kesehatan reproduksi yang mengganggu aktivitas sehari-hari mereka, terutama dismenore. Penatalaksanaan non-farmakologis merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak buruk penggunaan obat-obatan. Latihan peregangan perut adalah metode non-farmakologis untuk mengurangi intensitas nyeri dengan cara merelaksasi otot-otot rahim. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian Abdominal Stretching Exercise terhadap penurunan intensitas nyeri Dismenore pada remaja putri di SMA N 8 Kota Jambi tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pre-test and post-test dengan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari remaja putri kelas X dan XI yang mengalami dismenore. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Skala penilaian nyeri Wong-Baker FACES digunakan untuk mengukur tingkat nyeri. Berdasarkan temuan penelitian, 58 responden melaporkan nyeri haid yang berkurang intensitasnya setelah melakukan latihan peregangan perut, 22 responden melaporkan tidak ada perubahan,dan tidak ada satu pun yang melaporkan peningkatan intensitas nyeri. Ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat rasa sakit akibat menstruasi sebelum dan setelah dilakukan tindakan.  menurut Uji Wilcoxon Signed Rank, yang menghasilkan nilai Z sebesar -6,795 dan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, nyeri haid pada remaja putri berkurang melalui Abdominal Stretching Exercise. Hasil studi menunjukan bahwa melakukan Latihan peregangan pada bagian perut dapat signifikan Tingkat nyeri menstruasi pada remaja. Aktivitas ini dapat dianjurkan sebagai Solusi tanpa obat untuk meredakan ketidaknyamanan selama periode menstruasi.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN PENYAKIT SKABIES DI PUSKESMAS PUTRI AYU Intan Abdilia Oktaviany; Subang Aini Nasution; Dewi Riastawaty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62876

Abstract

Infestasi parasit Sarcoptes scabiei var. hominis sering kali memicu penyakit kulit menular yang dikenal sebagai skabies, terutama di wilayah dengan iklim tropis. Di Kota Jambi, kawasan kerja Puskesmas Putri Ayu menjadi area dengan laporan kasus tertinggi, yakni mencapai 365 insiden pada tahun 2025. Fakta tersebut mendasari penelitian ini untuk mengkaji sejauh mana hubungan antara personal hygiene (kebersihan diri) dan sanitasi lingkungan terhadap tingginya kasus skabies di Puskesmas Putri Ayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berdesain observasional analitik dan menerapkan rancangan cross sectional. Populasi yang diamati berjumlah 365 pasien berdasarkan catatan rekam medis, di mana 40 di antaranya dipilih sebagai sampel melalui metode simple random sampling. Data primer diperoleh secara langsung melalui instrumen observasi serta pengisian kuesioner digital berplatform Google Form. Untuk menguji hipotesis, peneliti melakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kebersihan diri yang masih rendah (70,0%) dan menetap pada lingkungan bersanitasi buruk (67,5%). Pengujian bivariat mengonfirmasi bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian skabies (p-value = 0,000), begitu pula antara sanitasi lingkungan dengan penyakit tersebut (p-value = 0,000). Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kebiasaan menjaga kebersihan diri yang kurang serta sanitasi lingkungan yang tidak memadai merupakan faktor risiko dominan terhadap merebaknya skabies di area penelitian.
PENGARUH PENDAMPINGAN SPIRITUAL TERHADAP TINGKAT DEPRESI PASIEN STROKE PADA FASE PALIATIF DI POLIKLINIK SYARAF RSUD SUNGAI LILIN Elin Trisna; Dina Arbangati; Tuta Febrianti; Dessy Andriyani. AZ; Subang Aini Nasution; Iswadi Iswadi
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62883

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia, yang berdampak pada kesejahteraan fisik, psikologis, dan spiritual pasien. Pasien stroke dalam fase paliatif berisiko mengalami depresi akibat keterbatasan fisik dan ketergantungan pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan spiritual terhadap tingkat depresi pada pasien stroke fase paliatif di Poliklinik Neurologi RSUD Sungai Lilin pada tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental jenis *one-group pretest-posttest* dengan 30 responden yang dipilih melalui teknik *purposive sampling*. Tingkat depresi diukur menggunakan *Beck Depression Inventory-II* (BDI-II) dan dianalisis dengan uji *Paired Sample t-Test*. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami depresi berat (60,0%; skor rata-rata 30,00), yang kemudian menurun menjadi kategori depresi sedang (83,3%) dan ringan (16,7%) setelah intervensi (skor rata-rata 23,07). Uji *Paired Sample t-Test* menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari pendampingan spiritual dalam menurunkan tingkat depresi. Pendampingan spiritual direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik bagi pasien stroke fase paliatif.
Pengaruh Interaksi Tenaga Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kolonel Abundjani Bangko Ria sefnita Ri; Agustina Agustina; Pipin Sri Moni; Nurmansyah Nurmansyah; Subang Aini Nasution; Dewi Riastawaty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62897

Abstract

Interaksi tenaga kesehatan dengan pasien merupakan salah satu faktor yang secara konsisten dilaporkan memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Survei Kepuasan Masyarakat sektor pelayanan kesehatan tahun 2024 menunjukkan sekitar 35% pasien menilai informasi yang diberikan tenaga kesehatan masih kurang jelas dan 25% pasien merasa kurang mendapatkan perhatian selama pelayanan, sedangkan Indeks Kepuasan Masyarakat pada unit pelayanan kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2023 tercatat sebesar 86,80 (kategori Baik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh interaksi tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonel Abundjani Bangko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik cross sectional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 152 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis univariat, uji normalitas, dan regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator interaksi tenaga kesehatan berada pada kategori baik (mean 3,86–3,99) dan seluruh indikator kepuasan pasien berada pada kategori puas (mean 3,86–3,93). Interaksi tenaga kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R Square sebesar 0,639 (63,9%), yang berarti variasi kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh interaksi tenaga kesehatan, sedangkan 36,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, rumah sakit diharapkan terus meningkatkan kompetensi komunikasi dan sikap profesional tenaga kesehatan terhadap pasien sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien.
Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Pola Menstruasi terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri Refi Ariani; Subang Aini Nasution; Diane Marlin
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63138

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang cakupan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)-nya masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe dan pola menstruasi yang tidak teratur diduga berkontribusi terhadap tingginya kejadian anemia pada kelompok usia ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum tablet Fe dan pola menstruasi dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri di SMKN 6 Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dari populasi 100 siswi kelas X. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan konsumsi TTD, kuesioner pola menstruasi, dan pemeriksaan Hb darah kapiler, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test karena syarat Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61 responden (76,3%) tergolong patuh mengonsumsi tablet Fe, 68 responden (85,0%) memiliki pola menstruasi teratur, dan 66 responden (82,5%) memiliki kadar Hb normal. Terdapat hubungan yang sangat signifikan secara statistik antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kadar Hb (p=0,0000019; OR=26,58; 95% CI: 6,08–116,22) serta antara pola menstruasi dengan kadar Hb (p=0,000000016). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan konsumsi tablet Fe dan keteraturan pola menstruasi berhubungan bermakna dengan kadar Hb pada remaja putri. Pihak sekolah dan petugas kesehatan disarankan memperkuat pengawasan konsumsi TTD serta edukasi kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan guna menurunkan prevalensi anemia pada kelompok usia remaja.  
Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Perkembangan Kognitif Anak pada Usia 4-6 Tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi Elsa Pebrianti; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63148

Abstract

Akses penggunaan gawai yang kian lazim di kalangan anak usia dini dapat memberikan manfaat dalam mendukung pembelajaran, tetapi penggunaan dengan intensitas tinggi membawa potensi untuk membatasi peluang anak dalam merengkuh stimulasi lewat interaksi beserta aktivitas langsung yang penting bagi perkembangan kognitif. Kajian ini diarahkan untuk mengidentifikasi tingkat korelasi antara intensitas penggunaan gawai berhadapan dengan perkembangan kognitif anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi. Observasi ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang mengusung desain cross-sectional. Skala populasi riset menyentuh 45 anak dengan penetapan sampel sejumlah 41 responden yang ditarik melalui teknik purposive sampling. Proses penghimpunan data dieksekusi dengan memanfaatkan kuesioner intensitas penggunaan gawai dan instrumen perkembangan kognitif berdasarkan STPPA. Tahapan analisis data dikelola secara bivariat maupun univariat dengan mengandalkan uji Mann-Whitney. Temuan penelitian membeberkan fakta bahwa mayoritas responden menunjukkan intensitas penggunaan gawai kategori tinggi, yaitu 28 anak (68,3%), sedangkan 13 anak (31,7%) berada pada kategori sedang. Perkembangan kognitif dominasi terpusat pada kategori Mulai Berkembang (MB) dengan jumlah 22 anak (53,7%), disusul oleh kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) yang mencapai 16 anak (39,0%). Hasil uji Mann–Whitney memperlihatkan perolehan p-value di angka 0,013 (<0,05), yang mengindikasikan eksistensi korelasi signifikan yang menautkan antara intensitas penggunaan gawai bersama laju perkembangan kognitif anak. Penggunaan gawai perlu diperhatikan dalam konteks durasi, pendampingan, dan aktivitas anak secara keseluruhan. Disimpulkan bahwa terdeteksi jalinan korelasi yang signifikan di antara intensitas eksploitasi gawai terhadap progres perkembangan kognitif anak rentang usia 4–6 tahun yang bermukim di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 6 BULAN Marsya Trinanda; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63190

Abstract

Masa bayi merupakan "periode emas" dalam perkembangan manusia. Perkembangan pesat terutama pada sistem saraf pusat, kemampuan sensorik, dan keterampilan motorik meletakkan dasar bagi pencapaian tahap perkembangan selanjutnya selama enam bulan pertama kehidupan. Penguasaan keterampilan motorik halus yaitu kemampuan memakai otot-otot kecil dalam aktivitas koordinasi mata-tangan seperti menggenggam, memindahkan benda, dan bereksplorasi merupakan prediktor penting bagi perkembangan bayi. Faktor genetik, kesehatan, stimulasi, nutrisi, dan nutrisi saat lahir memengaruhi perkembangan motorik halus, penelitian dilakukan akan menambah pemahaman ibu mengenai studi ini melihat bagaimana ASI eksklusif dan kesehatan gizi memengaruhi perkembangan motorik halus pada bayi berusia enam bulan. Penelitian ini menggunakan desain analisis dengan pendekatan potong lintang. Dalam penelitian ini, semua data dikumpulkan sekaligus tanpa melakukan intervensi pada responden. Perkembangan motorik bayi enam bulan dievaluasi setelah peneliti menganalisis status gizi dan riwayat pemberian ASI eksklusif mereka. Terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif dan perkembangan motorik, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,045 (p < 0,05). Status gizi dan perkembangan motorik bayi enam bulan juga menunjukkan korelasi yang signifikan, dengan nilai uji Fisher's Exact 0,019 (p < 0,05). Bayi yang sehat dapat menguasai keterampilan motorik lebih cepat dibandingkan dengan bayi yang memiliki masalah gizi. Oleh karena itu, ASI eksklusif dan status gizi memiliki pengaruh penting pada perkembangan motorik bayi enam bulan, jadi menangani kedua variabel ini sangat perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN POLA HIDUP SEHAT SISWA SDN 22/IV KOTA JAMBI Bodrawati; Subang Aini Nasution; Dewi Riastawaty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63335

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah adalah upaya untuk memberdaya siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Siswa merupakan sasaran yang sangat efektif dalam hal merubah perilaku dan kebiasaan hidup sehat. Anak usia sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia pada masa yang akan datang. Manfaat PHBS di sekolah adalah terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit, meningkatkan semangat proses belajar mengajar yang berdampak pada prestasi belajar peserta didik.Untuk mengidentifikasi pengetahuan perilaku hidup bersih dan ehat (PHBS) dan gambaran pola hidup sehat pada siswa SDN 22/IV Kota Jambi tahun 2026. Studi penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pola hidup sehat pada siswa SDN 22/IV Kota Jambi. Secara statistik menunjukkan bahwa pola hidup sehat siswa SDN 22/IV Kota Jambi Tahun 2026 menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan siswa tentang PHBS (p-value <0,05). Secara empiris bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berbanding lurus dengan penerapan pola hidup sehat mereka di lingkungan sekolah