Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Akseptor KB dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang di Desa Tanjung Mudo Kecamatan Pangkalan Jambu Subang Aini Nasution; Sondang Selviana Silitonga; Nurhayati
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang mempunyai peranan penting dalam penurunan angka fertilitas. Salah satu faktor yang mempengaruhi MKJP adalah pengetahuan akseptor, karena dapat mempengaruhi perilaku peserta KB itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan akseptor KB dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Penelitian ini menggunakan Case Control Design. Populasi berjumlah 127 orang yang terdiri dari akseptor KB MKJP sebanyak 13 oarang dan akseptor KB MJKP sebanyak 114 orang. Sampel sebanyak 36 respnden. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dimana seluruh akseptor KB MKJP diambil sebagai sampel. Instrument yang digunakan adalah lembar kusioner dengan 23 pertanyaan tentang MKJP. Data di analisa dengan Uji Chi Square. Hasil penelitian 55, 6% responden mempunyai pengetahuan Cukup. 63,9% responden menggunakan akseptor KB Non MKJP. Uji statistik menggunakan SPSS didapatkan hasil P Value (0,024) < α (0,05) menunjukan hasil bahwa Ada Hubungan Pengetahuan Akseptor KB dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang.
Hubungan Sosial Budaya Terhadap Pemberian ASI Ekslusif pada Ibu Menyusui di Posyandu Desa Rantau Karya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi Tahun 2025 Sri Mardhiah; Subang Aini Nasution; Dwi Rahmawati; Eprina Intami; Marinawati Ginting
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI Eksklusif merupakan makanan terbaik untuk bayi. Global Breasfeeding scorecard di dunia menyatakan tingkat menyusui tetap lebih rendah dari target, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sosial budaya dengan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 14 Agustus 2025 di Puskesmas Desa Rantau Karya, melibatkan 38 ibu yang memiliki anak usia 0-2 tahun sebagai sampel. Hasil uji statistik menunjukkan p=0,000, sehingga hipotesis alternatif diterima, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara faktor sosial budaya dan praktik pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% ibu memberikan ASI eksklusif, meskipun masih di bawah target nasional. Faktor sosial budaya, seperti dukungan keluarga dan norma masyarakat, terbukti berperan penting dalam keberhasilan pemberian ASI. Pengetahuan dan sikap ibu juga mempengaruhi keputusan untuk menyusui secara eksklusif
Komparatif Gejala Menopause pada Wanita Jepang dan Indonesia: Perspektif Budaya dan Penanganan Siti Nurhatifah; Lailatul Badriah; Diane Marlin; Subang Aini Nasution
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Masa menopause bagi seorang wanita merupakan satu fase yang akan dilalui oleh setiap wanita pada usia di atas 45 tahun, meskipun demikian pada keadaan tertentu wanita dapat mengalami menopause dini di usia kurang dari 40 tahun. Sebelum masa menopause terjadi, wanita akan mengalami masa premenopause. Pada masa ini akan terjadi perubahan, yaitu fungsi reproduksi mulai menurun, perubahan hormon, perubahan fisik, maupun perubahan psikis (Linda, 2018)). Tanda-tanda menopause berbeda-beda antara individu dan budaya. Di negara-negara maju, seperti Jepang, menopause kerap dianggap sebagai perubahan alami dalam kehidupan seorang wanita dan diterima dengan lapang dada. wanita Jepang umumnya memiliki pandangan yang lebih positif terhadap menopause. Hal ini dipengaruhi oleh pola konsumsi tradisional Jepang yang kaya akan fitoestrogen, seperti isoflavon yang terdapat dalam produk kedelai (misalnya tahu dan tempe). Fitoestrogen terbukti efektif dalam meredakan gejala vasomotor seperti hot flashes (Chen et al., 2021). Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang “Studi komparatif gejala menopause pada wanita jepang dan indonesia : perspektif budaya dan penanganan”. Adapun jenis penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif. penelitian ini dilakukan di wilayah kerja di Panti Jompo Anzuen jepang. Dengan jumlah populasi usia 50-100 tahun yang telah mengalami menopause alami. Sampel total 20 responden 10 dari Indonesia di sekitar penduduk desa Cianjur yaitu, 10 dari Jepang di panti Azuen. Teknik penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Disimpulkan bahwa gejala menopause sudah mulai dirasakan oleh wanita premenopause meskipun dalam skala ringan dan menengah saja, namun pada sebagian besar wanita premenopause ini merasa agak terganggu terutama gejala kelelahan atau mudah lelah, mudah lupa, gangguan tidur dan gejala vasomotor seperti hot flash dan keringat malam. Keluhan atau gejala menopause kecemasan, rasa menyendiri atau kesepian dan depresi belum banyak dirasakan dan hanya dirasakan dalam skala ringan, karena gejala menopause lain juga belum dirasakan terlalu berat oleh para wanita premenopause. Kemungkinan besar apabila sudah benar-benar berhenti haid atau menopause, barulah gejala kecemasan, rasa menyendiri dan depresi tersebut akan dirasakan berat dan amat mengganggu.  
Analisis Penerapan Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) terhadap Efektivitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Koto Lolo Kota Sungai Penuh Tahun 2025 Andre Eko Setiawani Andre Eko Setiawani; Subang Aini Nasution; Dewi Riastawaty
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.5903

Abstract

One method or technology used to improve the quality of health services at Community Health Centers in a sustainable manner in accordance with the objectives of implementing Community Health Centers in the community is to use Electronic Medical Records (RME) (Nurhayati & Muti, 2023). The regulations governing RME in Indonesia are as follows: Minister of Health Regulation Number 24 of 2022 concerning Medical Records is expected to be able to answer the challenges of health services in the field of technology. This type of research is quantitative research. This type of research aims only to find out whether there is an impact or effect produced by the independent research variable on the dependent research variable. This research was also carried out by making direct observations at the research location to collect data and then cross-checking the data that had been collected with the actual reality. This research will be carried out at the Koto Lolo Community Health Center, Sungai Banyak City. The population in this study were all users of the electronic medical record (RME) at the Koto Lolo Community Health Center, Sungai Banyak, a total of 84 officers. The research sample was all 84 users of electronic medical records (RME) who served at the Koto Lolo Community Health Center, Sungai Full City. The sampling technique is the total population where the researcher takes the entire population to become the research sample. The instruments used to collect data in this research were interview sheets, observation sheets and electronic medical record policies based on the Republic of Indonesia Minister of Health Decree 2022. The results of the research explained that there was an influence of the implementation of electronic medical record (RME) policies on the effectiveness of health services at the Koto Lolo Public Health Center, Sungai Full City in 2025 with a value of P = 0.003 Keywords: Electronic Medical Records (RME) Policy, Health Services