Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

UPAYA GURU TAHFIZ DALAM MENGATASI KESULITAN MENGHAFAL AL-QUR’AN DI TINGKAT SMA Ar Ridlo, Faiq Shidqy; Maya, Rahendra; Ginanjar, Muhammad Hidayat
Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah Vol. 5 No. 01 (2025): Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah
Publisher : STAI Al-Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/cendikia.v5i01.8816

Abstract

Guru adalah pendidik yang membantu siswa dan lingkungannya mengidentifikasi diri sebagai tokoh, panutan, dan pendidik. Persyaratan tertentu untuk kualitas yang diperlukan untuk guru, termasuk akuntabilitas, kemandirian, tanggung jawab, dan disiplin. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui upaya guru Tahfiz dalam membantu siswa Kelas XI SMA Al Bayan Cibadak Sukabumi mengatasi tantangan menghafal Al-Qur'an selama tahun ajaran 2020–2021. Ilustrasi penelitian studi kasus kualitatif adalah penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Salah satu teknik analisis data adalah menarik kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru Tahfiz untuk mengatasi tantangan hafalan Alquran meliputi (a) hafalan di pagi hari, (b) mengundang guru Hafiz dan Tahfiz, dan (c). Tidak banyak siswa yang kesulitan, (d). karantina, (e) matrikulasi Tahfiz. Berikut adalah unsur penunjang guru tahfiz: (a) minat; (b) bakat; (c) suasana yang nyaman; dan (d). Lingkungan. Sedangkan (a) merupakan unsur penghambat. Masalah kelancaran, kurangnya motivasi, kendala waktu, dan kemalasan semua mempengaruhi membaca. Maka, solusi yang dipilih adalah (a). Bengkel Tahsin, (b). memberikan instruksi dan inspirasi, (c) memberikan kesempatan untuk bersantai, dan (d) mendorong
UPAYA PEMBINA KEAGAMAAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AGAMA BAGI NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A PALEDANG KOTA BOGOR Komalasari, Nyai; Maya, Rahendra; Wartono, Wartono
Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah Vol. 5 No. 01 (2025): Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah
Publisher : STAI Al-Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/cendikia.v5i01.8837

Abstract

Lemahnya iman seseorang menjadi faktor mereka melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanaahu wa ta'ala, sehingga mereka terjebak di Lembah Hitam dan dimasukkan ke dalam jeruji besi. Maka diperlukan upaya pembina agama untuk meningkatkan kualitas agama bagi narapidana wanita, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. hasil penelitian: (a) upaya pembina agama Islam; (b) kajian; (c) salat lima waktu; (d) PHBI; (e) Membaca dan Menulis Alquran. faktor pendukung internal: (a) sarana dan prasarana; (b) petugas yang solid; (c)kerjasama dengan pihak luar. eksternal: (a) kesadaran narapidana; (b) motivasi keluarga. faktor penghambat internal: (a) sarana dan prasarana; (b) perubahan jadwal kegiatan. eksternal: (a) tidak ada kesadaran dan motivasi narapidana; (b) pengaruh teman. solusi faktor penghambat: (a) perbaikan sarana dan prasarana; (b) menanamkan motivasi; (c) memperkuat jadwal kegiatan narapidana
UPAYA GURU BACA TULIS AL-QUR’AN (BTQ) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI TINGKAT MADRASAH TSANAWIYAH Malik, Akmal; Maya, Rahendra; Wartono, Wartono
Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah Vol. 5 No. 01 (2025): Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah
Publisher : STAI Al-Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/cendikia.v5i01.8841

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yang sering terjadi dalam upaya Guru Baca Tulis Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VIII. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan upaya Guru Baca Tulis Al-Qur’an. (2) Mendeskripsikan faktor-faktor pendukung upaya Guru Baca Tulis Al-Qur’an.(3) Mendeskripsikan faktor-faktor penghambat upaya Guru Baca Tulis Al-Qur’an. (4) Mendeskripsikan solusi faktor-faktor penghambat upaya Guru Baca Tulis Al-Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menjadi subjek penelitian ini adalah guru Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Adapun hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (a), upaya guru BTQ dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa yaitu guru tidak lelah memberi motivasi, tugas dan hukuman kepada siswa. (b), faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dari mudir pesantren, Kepala Sekolah, guru-guru, dan sarana prasarana yang lengkap. (c), faktor penghambatnya adalah adanya murid yang tidak disiplin, dan adanya guru yang kedapatan tidak menghadiri halaqoh Al-Qur’an (d) solusi dari faktor penghambat adalah dengan cara pemberian hukuman dan motivasi terus-menerus kepada murid, dan teguran dari mudir kepada guru yang enggan disiplin
PEMIKIRAN USHUL AL-TAFSIR PERSPEKTIF MUSAID IBN SULAIMAN AL-THAYYAR Maya, Rahendra; Sarbini, Muhammad; Alfarisi, Muhammad Fadilah; Bulloh, Muhammad Naji
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8463

Abstract

This research article aims to describe and analyze the fundamental thoughts of Musâ’id ibn Sulaimân Al-Thayyâr regarding Ushûl Al-Tafsîr in various related works, especially in five of his works which use the term and label Ushûl Al-Tafsîr. This research uses a qualitative research method with a descriptive literature study approach with data collection techniques through documentation studies using content analysis as a data analysis technique. Primary data sources are the five works of Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr about Ushûl Al-Tafsîr, supported by secondary data source documents related to the theme of discussion of Ushûl Al-Tafsîr as well as the character of Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr and his thoughts. The results of the research article show that Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr is an academic lecturer who has high attention and is very consistent in studying Ushûl Al-Tafsîr as a scientific discipline in his work. Among his interesting thoughts about Ushûl Al-Tafsîr are those relating to the definition and essence of Ushûl Al-Tafsîr, the position of Ushûl Al-Tafsîr, the urgency and purpose of studying Ushûl Al-Tafsîr, and the objectivity of Ushûl Al-Tafsîr. It is hoped that Musâ'id ibn Sulaimân Al-Thayyâr's works regarding Ushûl Al-Tafsîr can be used as reading material and reference sources to overcome the scarcity of references to Ushûl Al-Tafsîr in Indonesia, including in the scientific-academic scope at Islamic religious universities
ANALISIS STRUKTURAL TIPOLOGI TAKUT DALAM AL-QUR'AN (PERSPEKTIF LINGUISTIK DAN SEMANTIK) Rokim, Syaeful; Maya, Rahendra
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8467

Abstract

Fear is a characteristic inherent to humans in this world. However, if not well managed, it can lead to anxiety and distress. The Qur'an provides guidance for humans to regulate this fear so that it can be beneficial in life. This research employs a qualitative approach and descriptive analytical method. The explanation steps utilize maudhui interpretation, which involves collecting verses related to the theme, understanding the reasons for the revelation of the discussed verses, comprehending the meaning of words, and establishing connections between words with interrelated meanings in interpretation. The result of this thematic discussion is that the word "fear" in the Qur'an is mentioned with eight different words, namely al-khauf, al-khasyah, al-ra'b, al-rahbah, al-raw'u, al-faraq, al-faza', and al-wajal. These words share the same meaning, which is anticipation of something undesirable, and pressure on the soul because of it. However, these words have different semantic connotations.
Aktualisasi Syukur dan Interpretasinya: Studi Tafsir Tematik Al-Qur'an Surat Saba Ayat 13 Dan Adh-Dhuha Ayat 11 Herman, Herman; Maya, Rahendra; Zakariya, Aceng
Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62109/ijiat.v5i2.85

Abstract

Kalimat syukur yang diperuntukkan terkhusus bagi Allah Swt, hal ini sebagai bentuk ungkapan terimakasi pada Zat yang memberikan karunia kebaikan yang berbagai bentuknya dan tidak terhingga batasnya. Tujuan penelitian adalah mengungkapkan interpretasi, ekspresi, dan aktualisasi syukur sesuai penafsiran. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendendekatan studi kepustakaan data-data yang diambil dengan mengumpulkan leteratur-literatur berupa buku-buku dan jurnal ilmiah yang sesui dengan tema bahasan. Hasil penelitian ini bahwamengekspresikan dan aktualisasi syukur bi al-lisan berupa ucapan pujian, istigfar, do’a; asy-syukru bi qalbi berupa mentauhidkan Allah, mencintai, dan tawadhu; dan asy-syukru bi jawarih, yaitu dengan shalat dan shadaqoh.Abstract Consists of background problems, research objectives, research methods, research results, conclusions, and suggestions for further research in a maximum of 200 words. The sentence of gratitude is intended specifically for Allah SWT, this is a form of expression of appreciation for the Substance that provides the gift of goodness in various forms and infinite. The purpose of the research is to reveal the interpretation, expression, and actualization of gratitude according to interpretation. This research uses a qualitative method by approaching the literature study of the data taken by collecting literature in the form of books and scientific journals that are in line with the theme of the discussion. The results of this study are that expressing and actualizing gratitude bi al-oran in the form of praise, istigfar, do'a; asy-syukru bi qalbi in the form of worshipping Allah, loving, and tawadhu; and ash-syukru bi jawarih, namely by prayer and shadaqoh.
Tafsîr Maudhû’î Perspektif Ibn Al-Qayyim: Studi Komparatif Al-Tafsîr Al-Qayyim, Badâ’i’ Al-Tafsîr, Dan Al-Dhau’ Al-Munir ‘alâ Al-Tafsîr Maya, Rahendra; Alfarisi, Muhammad Fadilah; Rokim, Syaeful; Bulloh, Muhammad Naji
ZAD Al-Mufassirin Vol. 5 No. 2 (2023): ZAD Al-Mufassirin December 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) ZAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zam.v5i2.125

Abstract

This research article aims to thematically describe Ibnu Al-Qayyim’s interpretation  of the verses and lettres of the Qur’an (maudhu’i) and analyze it from his works. This research uses a qualitative-comparative method with a library study approach and uses a thematic interpretation method (maudhu’i) which is descriptive in nature with data collection techniques using literature and documentation sources, while the analysis technique uses qualitative-interpretative content analysis. By introducing the three collectors’ works, examining Ibnu Al-Qayyim’s interpretation in them, and comparing the three, both in terms, of similarities and differences; It can be concluded that Ibnu Al-Qayyim really proved himself as a commentator who used many thematic interpretation methods (maudhu’i) in his various works. The results of the research in this article also provide implivation for the feasibility of Ibnu Al-Qayyim’s thematic interpretation as an object of scientific research, including through his three collector’s books.
STUDI METODOLOGI BUKU ‘ULUMUL QUR’AN KARYA ABAD BADRUZAMAN Maya, Rahendra; Sarbini, Muhammad; Heryanto, Budi; Aini, Farah; Yuliyanti, Yuliyanti
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 01 (2024): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah sekian lama didominasi oleh penggunaan referensi dan literatur berbahasa Arab, sehingga tidak jarang menimbulkan kesulitan dalam pemahaman terutama bagi para pemerhati kajian ‘Ulumul Qur’an yang berlatar belakang dari pendidikan umum, kini semakin banyak karya ‘Ulumul Qur’an berbahasa Indonesia yang berasal dari para ilmuwan Indonesia sendiri, terutama dari para dosen-akademisi. Penulisan dan penyajian Abad Badruzaman dalam karya-karya ‘Ulumul Qur’annya menarik dan memberikan minat untuk mengkajinya, terutama melalui sub pembahasannya yang diberi judul “Tawaran Penelitian” yang belum ditemukan dalam karya semisal. Oleh karena itu, artikel ini berupaya mengkaji dan menganalisis metodologi penulisan buku-buku ‘Ulumul Qur’an karya Abad Badruzaman. Penelitian dalam artikel ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan basis penelitian studi pustaka. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk mendeskripsikan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat sehingga kesimpulan yang dibuat berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan, dan juga dengan menggunakan metode analisis interpretatif berdasarkan data alamiah yang ada
Strategi Implementasi Moderasi Beragama Perspektif ‘Alî Muhammad Al-Shallâbî: Dalam Mata Kuliah Tafsir Tarbawi Di Stai Al-Hidayah Bogor Maya, Rahendra; Sarbini, Muhammad; Alfarisi, Muhammad Fadilah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.5118

Abstract

Berkembangnya istilah Muhammadiyah phobia dikategorikan telah menodai moderasi beragama di Indonesia, namun dari segi positifnya hal ini dapat menjadi inspirasi untuk kembali mengkaji moderasi beragama (wasathiyyah) dalam Islam menurut perspektif ulama moderat. Di antara ulama moderat kontemporer adalah ‘Alî Muhammad Al-Shallâbî dalam karyanya, Al-Wasathiyyah fî Al-Qur’ân Al-Karîm dan beberapa karya lainnya. Penelitian ini menemukan pemikiran moderasi beragama Al-Shallâbî dalam mendeskripsikan legalitas moderasi dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits serta pendapat para ulama, definisi konseptual, dan aksentuasi makna moderasi, serta tentang asas-asas moderasi dan objektifitasnya yang agung. Dengan melihat temuan tersebut, bahwa pemikiran moderasi beragam Al-Shallâbî layak untuk diaktualisasikan secara implementatif di STAI Al-Hidayah Bogor, terutama melalui mata kuliah Tafsir Tarbawi di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah. Strategi implementatif yang dapat dilakukan antara lain dengan menjadikan moderasi beragama sebagai basis dalam mata kuliah Tafsir Tarbawi, menyisipkan (insersi) muatan moderasi beragama dalam kurikulum atau materi Tafsir Tarbawi yang diajarkan, dan memasukkan tema-tema moderasi secara langsung dalam proses pembelajaran Tafsir Tarbawi dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasinya
Analisis Nilai Pendidikan Keluarga Dalam Kisah Nabi Yusuf di Al-Qur’an Rokim, Syaeful; Maya, Rahendra; Zakaria, Aceng; Triana, Rumba
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5320

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  dan  menganalisis  nilai-nilai Pendidikan keluarga yang terkandung di dalam surat Yusuf.  Penelitian ini  menggunakan metode  library research dengan pendekatan kualitatif sebagai jenis penelitiannya. Sumber data yang dikaji , yaitu; surat Yusuf dalam al-Qur’an al-karim. Untuk mengkaji teks ayat surat Yusuf dan penafsirannya, peneliti menggunakan Content  Analysis.  Content Analysis  merupakan  analisis  ilmiah  tentang  isi  pesan  suatu informasi.  Secara  teknis,  substansi content  analysis  ruang  lingkupnya  mencakup;  klasifikasi  tanda-tanda   yang   digunakan   dalam   informasi dan komunikasi,   menggunakan   kriteria   sebagai   dasar   klasifikasi,   dan menggunakan metode penafsiran maudhui sebagai  sarana penjelas kandungan nilai-nilai Pendidikan keluarga dalam surat Yusuf. Hasil penelitian ini  menunjukkan bahwa kisah Nabi Yusuf bersama keluarga dalam Al-Qur’an terkandung nilai-nilai pendidikan keluarga Islami. Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari Surat Yusuf mengenai pendidikan keluarga adalah: pertama, kasih sayang dan perhatian. Kedua, keadilan dalam perlakuan Anak. Ketiga, pendidikan moral. Keempat, keimanan kepada Allah. Kelima, kesabaran. Keenam, Pengampunan dan persaudaraan. Ketujuh, komunikasi terbuka. Kedelapan, Kewaspadaan terhadap Kemungkinan Konflik. Surat Yusuf terkandung kisah yang kaya dengan pelajaran moral dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam pendidikan keluarga. Yaitu mengajarkan pentingnya kasih sayang, keadilan, komunikasi terbuka, pendidikan moral, dan keimanan dalam mendidik anak-anak.