Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Hutan Mangrove di Estuari Sungai Andai, Manokwari Papua Barat Berdasarkan Metode Density Slicing Berbasis Citra Alos Avnir-2 Christian S. Imburi; Projo Danoedoro; Sigit Heru Murti
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3632.115 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13090

Abstract

ABSTRAK Secara umum julat nilai spektral objek diperoleh melalui perpustakaan spektral (spectral library) atau melalui pengukuran langsung di lapangan dengan alat ukur spectroradiometer, spectrometer, dan spectrophotometer, atau alat-alat sejenis yang mahal serta jarang, sehingga sulit untuk memperoleh julat nilai spektral objek tertentu. Studi tentang Metode Density Slicing Berbasis Citra ALOS AVNIR-2 Untuk Pemetaan Hutan Mangrove di Estuari Sungai Andai, Manokwari Papua Barat dilakukan dengan tujuan menghasilkan prosedur analisis perolehan julat nilai spektral melalui analis histogram band inframerah dekat ALOS AVNIR-2.  Penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan metode analisis, yakni: 1) Analisis utama untuk menghasilkan julat nilai spektral, yakni analisis histogram band inframerah dekat ALOS AVNIR-2, dan 2) Analisis tambahan untuk menjelaskan tingkat akurasi julat nilai spektral melalui: (a) survei lapangan yang menghasilkan data untuk proses uji akurasi reklasifikasi metode density slicing, serta (b) melakukan uji akurasi terhadap peta zonasi mangrove berbasis density slicing. Analisis tersebut dijabarkan melalui pendekatan penginderaan jauh multitingkat, dimana citra QuickBird digunakan sebagai referensi untuk masking citra ALOS AVNIR-2, dan juga untuk validasi peta hasil metode density slicing. Hasil dari penelitian ini adalah prosedur analisis perolehan julat nilai spektral dan julat nilai spektral zonasi genus mangrove.  Akurasi pemetan hutan mangrove untuk metode density slicingmenghasilkan nilai 40%. Nilai tersebut masih belum memenuhi standar ketelitian yang diharapkan. Namun demikian, penelitian ini secara keseluruhan dapat menghasilkan julat nilai spektral, dan hal ini memberikan implikasi terhadap pengembangan prosedur untuk menghasilkan julat nilai spektral objek. ABSTRACT Generally the range of spectral value objects can be obtained through spectral library or through direct measurement in the field with measuring instrument spectroradiometer, spectrometer and spectrophotometer, or similar tool are expensive and rarely, so difficult to obtain spectral range of the certain objects value. Study about Slicing Density Method is based AVNIR ALOS-2 imagery for mapping of mangrove forest in the river estuary Andai, Manokwari, West Papua with the purpose of generating the acquisition analysis procedures spectral value range through near infrared band histogram analysis of AVNIR ALOS-2. Aim of this study through two stages of analysis methods, namely: 1) The primary analysis to produce a spectral value range, namely histogram analysis near infrared band AVNIR ALOS-2 and 2) Additional analysis to explain the level of accuracy range spectral value through: (a) field survey that produced  data to process of classification accuracy test with density slicing method, and (b) to examine the accuracy of zoning map based mangrove density slicing. This analysis describe through a multilevel remote sensing approach, which QuickBird imagery is used as a reference for masking  AVNIR ALOS-2, and also to validate of map density slicing method. The results of this research is procedure of  acquisition spectral value range and the spectral range of  mangrove genus value zoning. Accuration of Mangrove forest mapping with density slicing method produces value of 40%. This value is still not comply expected accuracy standards. Nevertheless, overall this research can produce a range of spectral values, and it has implications for development  procedure to product a spectral range of the certain objects value.
Pengaruh Aktivitas Masyarakat terhadap Kerusakan Hutan Mangrove di Rarowatu Utara, Bombana Sulawesi Tenggara Wa Alimuna; Sunarto Sunarto; Sigit Heru Murti
Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.305 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13332

Abstract

ABSTRAK Hutan mangrove penting keberadaannya karena memberikan fungsi ekologi dan fungsi ekonomis bagi kehidupan masyarakat pesisir. Kerusakan hutan mangrove yang terjadi bersumber dari perilaku masyarakat untuk membuka lahan tambak, budidaya perikanan, dan penebangan liar karena semakin besarnya permintaan terhadap produksi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengkaji tingkat kerusakan hutan mangrove; 2) mengkaji aktivitas masyarakat yang mempengaruhi kerusakan hutan mangrove; 3) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas masyarakat terhadap kerusakan hutan mangrove; 4) mengkaji peran serta masyarakat dalam mengelola hutan mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan tabel silang, kemudian hasilnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui perhitungan INP (Indeks Nilai Penting) diketahui bahwa jenis vegetasi mangrove yang mendominasi dan memiliki peranan penting pada hutan mangrove di Desa Watumentade adalah jenis Bruguiera gymnorrhiza (tingkat semai (92,21), tingkat sapihan (87,98), dan tingkat pohon (139,84)), dan di Desa Tunas Baru adalah jenis Rhizophora mucronata (tingkat semai (67,52), tingkat sapihan (73,52), dan tingkat pohon (80,88)). Aktivitas masyarakat yang mempengaruhi terjadinya kerusakan hutan mangrove meliputi kegiatan pertambakan, dan penebangan liar yang digunakan sebagai kayu bakar dan bahan bangunan. Faktor-faktor kondisi sosial ekonomi yang mempengaruhi ativitas masyarakat meliputi pendidikan formal, pengetahuan, dan pendapatan masyarakat. Faktor tingkat pendidikan, pengetahuan (fungsi dan manfaat hutan mangrove, kerusakan hutan mangrove, dan pencegahan kerusakan hutan mangrove), dan pendapatan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dalam bentuk penggunaan lahan pertambakan yang menyebabkan kerusakan terhadap hutan mangerove. Peranserta masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove ditujukan oleh tindakan pencegahan kerusakan hutan mangrove, pada tingkat sedang (41,67%). ABSTRACT Presence of mangrove forest is very necessary because it serve ecological and economical functions to beach inhabitants’ life. Mangrove forest was damaged as result of inhabitants’ behavior to open embankment area, fishing, and illegal logging due to big demand for wood products. Objectives of research were (1) to study damage rate of mangrove forest; (2) to study inhabitants’ activity affecting damage of mangrove forest; (3) to study factors having effects of inhabitants’ activity on damage of mangrove forest; (4) to study roles of inhabitants in cultivating the mangrove forest. Methods used in this research were survey methods through interview using questionnaires. Data were analyzed by using cross-tables, the results were analyzed descriptively. Results of research indicated that, from calculation of INP (Important Value Index), it was known that types of mangrove vegetation dominating and having important role in mangrove forest in Watumentade Village were types of Bruguiera gymnorrhiza (rate of seedling (92.21), rate of sapling (87.98), and rate of trees (139.84)); and in Tunas Baru Village were types of Rhizophora mucronata (rate of seedling (67.52); rate of sapling, (73.52); and rate of trees (80.88)). Inhabitants’ activity affecting damage of mangrove forest included activity of embankment, and illegal logging used as firewood and building materials. Factors of social-economic condition affecting inhabitants’ activity included formal education, knowledge, and inhabitants’ income. Factors of educational level, knowledge (function and benefit of mangrove forest) and income affected inhabitants’ activity in uses of embankment area were causing damage of mangrove forest. Inhabitants’ role in cultivating mangrove forest was aimed by mangrove forest damage prevention at medium rate (41.67%). 
Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Manusia pada Ekosistem Terumbu Karang Netty Dahlah Uar; Sigit Heru Murti; Suwarno Hadisusanto
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2673.203 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15626

Abstract

Kajian Kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) dalam Rangka Implementasi RKL-RPL oleh Pemrakarsa, Kasus : Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah Andri Saputra; Su Ritohardoyo; Agus Joko Pitoyo; Sigit Heru Murti B.S; Luthfi Muta'ali
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4539.223 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15630

Abstract

Kajian Degradasi Lahan Sebagai Dasar Pengendalian Banjir di DAS Juwana Arina Miardini; Totok Gunawan; Sigit Heru Murti
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2932.508 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15633

Abstract

Pemanfaatan Citra Multi-Functional Transport Satellite untuk Estimasi Petir di Wilayah Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan Juanda Surabaya Defri Mandoza; Hartono Hartono; Sigit Heru Murti
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2536.612 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15638

Abstract

Kondisi hidrologi terkait dengan perubahan penggunaan lahan DAS Bedog Kabupaten Sleman Totok Gunawan; Slamet Suprayogi; Sigit Heru Murti; Raras Endarto; Wikan Jaya Prihartanto; Nur Aziz Widodo
Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.40974

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji kondisi Fisik DAS Bedog dalam kaitannya respon DAS terhadap hujan, sebagai dasar untuk restorasi air di DAS Bedog. Tujuan kedua adalah untuk mengkaji jejaring irigasi di DAS Bedog kaitannya dengan adanya rekayasa irigasi. Adapun tujuan ketiga adalah mengkaji seberapa besar kelebihan air di DAS Bedog pada saat musim kemarau. Lokasi penelitian dipusatkan pada DAS Bedog yang berada di Lereng Selatan Gunungapi Merapi yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. DAS ini dipilih karena memiliki fungsi penting sebagai resapan air yang menunjang sumber daya air di daerah bawahannya. Lokasi ini juga dianggap sesuai dengan Rencana Strategis UGM (2012-2017) salah satu prioritas riset menekankan pada masalah Penyelamatan Lingkungan Kritis dan Restorasi Lingkungan Daerah Resapan Air. Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji aspek fisik yang ada di DAS Bedog dimana fenomena hidrologi yang ada. parameter fisik lahan dianalisis tumpangsusun dengan Sistem Informasi Geografis untuk mendapatkan besaran-besaran koefisien aliran dan besar debit. Nilai hasil tersebut digunakan untuk analisis jaringan irigasi dan pengarian. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan respon DAS terhadap hujan, data penggunaan lahan 2015 dan 2017 didapatkan nilai koefisien aliran (nilai C) adalah 0,47 dan 0,48. DAS Bedog masih relatif baik untuk menyimpan air yakni mampu menyimpan air hujan sekitar 52% sd 53%. Sistem jejaring irigasi di DAS Bedog, sumber airnya sebagian berasal dari pembendungan Sungai Krasak yang dialirkan ke daerah irigasi DAS Bedog, dan terdapat gabungan pembendungan sungai Krasak dan sungai Bedog yang digunakan untuk air irigasi di DAS Bedog . Terdapat lima Bendung untuk kebutuhan irigasi DAS Bedog. Kelebihan air irigasi di DAS Bedog yang bearsal dari Bendung I, II, Bendung III  dialirkan ke Bendung 4, Bendung V, dan dialirkan ke sungai Bedog bagian setelah digunakan irigasi di wilayah irigasi Pulesari. Bendung IV dialirkan ke DAS Bedog untuk mencukupi air irigasi di wilayah irigasi Blumbang dan kelebihan air irigasi dimasukkan ke Bendung V.
Sidik Cepat Potensi Karst Rocky Desertification (KRD) Menggunakan Citra Landsat 8 OLI: Studi di Kawasan Karst Gunungsewu Bagian Barat Pendi Tri Sutrisno; Sigit Heru Murti; Eko Haryono
Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.43013

Abstract

 Abstrak. Proses identifikasi kondisi lingkungan dapat dilakukan melalui adanya sidik cepat pemetaan Karst Rocky Desertification (KRD), termasuk di kawasan karst Gunungsewu bagian barat. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui secara cepat potensi intensitas proses KRD yang terjadi di wilayah kajian, menggunakan metode analisis data citra penginderaan jauh multispektral. Metode yang digunakan adalah pengolahan citra secara digital menjadi citra indeks NDVI dan BI ditunjang dengan menggunakan analisis Digital Elevation Model (DEM) untuk menghasilkan data kemiringan lereng. Kriteria kelas potensi terjadinya KRD yang dihasilkan yaitu non KRD, potensi KRD rendah, potensi KRD sedang dan potensi KRD tinggi dengan luas total wilayah kajian 56.686,17 Ha. Wilayah kajian masih didominasi kelas non KRD dengan luas 32.140,56 Ha, sedangkan potensi KRD rendah seluas 24.447,72 Ha, kelas potensi KRD sedang seluas 96,53 Ha dan potensi KRD tinggi seluas 1,36 Ha. Abstract. Identification of environmental conditions can be done through the rapid mapping of karst rocky desertification (KRD) process. The purpose of this study is to know rapidly the potential of KRD processes, using Landsat 8 OLI multispectral image that covering the western part of Gunungsewu karst area. The method used is digital image processing of NDVI and BI index supported by using Digital Elevation Model (DEM) analysis to produce slope data. Criteria of KRD potential in this study are non KRD, low KRD potential, medium KRD potential and high KRD potential for total study area of 56.686,17 Ha. The study area dominated by non-KRD class with an area of 32.140,56 Ha, while the low KRD potential is 24.447,72 Ha, the medium KRD potential is 96,53 Ha and high KRD potential is 1,36 Ha.
Determination of the spatial variability of soil nitrogen content based on reliefs in an apple orchard, Batu, Indonesia Kurniawan Sigit Wicaksono; S Suratman; R Suharyadi; Sigit Heru Murti
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2019.063.1713

Abstract

A better understanding of the spatial variability of soil nitrogen content is required to achieve the best management in precision agriculture. The purpose of this research was to determine the spatial variability of soil nitrogen content based on reliefs in an apple orchard. The research was conducted from March to August 2018 in a 1210 hectare of apple orchard, Batu, East Java Province, Indonesia. Soil samples were taken using the stratified random sampling method. Data were processed by the GLM Univariate 5% method with SPSS 16.0. The results of the statistical analysis show that the Sig value and coefficient of determination were 0.000 and 0.846, respectively. This condition means that soil nitrogen content was significantly different in various reliefs. The apple orchard was divided into 10 (ten) zones with different soil nitrogen content in various relief. It is crucial as a basis for implementing precision agriculture in apple orchards, meaning that the determination of fertilizer dosage is adjusted to the soil nitrogen content in the various zones. This study concluded that relief significantly affects the spatial variability of soil nitrogen content.
USLE Estimation for Potential Erosion at Wae Heru Watershed and Wae Tonahitu Watershed, Ambon Island, Indonesia Halvina Grasela Saiya; Suprapto Dibyosaputro; Sigit Herumurti Budi Santosa
Indonesian Journal of Geography Vol 48, No 2 (2016): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5106.717 KB) | DOI: 10.22146/ijg.17619

Abstract

Abstract Calculate the potential erosion at Wae Heru and Wae Tonahitu Watershed aims to map and assess the potential erosion, in order to be a scientific consideration for exploration and development. The method is a field survey to determine the forms of land use and other forms of conservation efforts; secondary data collection, i.e. soil data, rainfall data, slopes data and data interpretation from Geo Eye satellite imagery in 2012. Further data processing used USLE formula with ArcGIS program. The results showed that the potential erosion of Wae Heru Watershed and Wae Tonahitu Watershed are in very light potential class. This is because the conditions in the upstream are still forested largely. However, at the downstream potential for erosion is vary, i.e. light class, moderate class, heavy class and very heavy class. This is because the conditions in the downstream undergo conversion into settlement, moor, garden, open land and sand mining. Abstrak Menghitung potensi erosi di Wae Heru dan Wae Tonahitu Daerah Aliran Sungai bertujuan untuk memetakan dan menilai potensi erosi, agar menjadi pertimbangan ilmiah untuk eksplorasi dan pengembangan. Metode ini adalah survei lapangan untuk menentukan bentuk penggunaan lahan dan bentuk lain dari upaya konservasi; pengumpulan data sekunder, data tanah yaitu, data curah hujan, data yang lereng dan interpretasi data dari citra satelit Geo Eye pada tahun 2012. pengolahan data lebih lanjut digunakan rumus USLE program ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi potensi Wae Heru DAS dan Wae Tonahitu Daerah Aliran Sungai di kelas potensial sangat ringan. Hal ini karena kondisi di hulu masih berhutan sebagian besar. Namun, pada potensi hilir erosi adalah bervariasi, yaitu kelas ringan, kelas menengah, kelas berat dan kelas yang sangat berat. Hal ini karena kondisi di hilir mengalami konversi menjadi pemukiman, tegalan, kebun, lahan terbuka dan penambangan pasir. 
Co-Authors - Hartono Agus Joko Pitoyo Agus Prasetya Agustinus, A.K.A Ahmad Cahyadi **) Ai Siti Patimah Amru, Khaerul Andri Saputra Arina Miardini Arno, Giarno Artha Uli Simatupang Aryaguna, Prama Ardha Binsasi, Remigius Bintoro Saputro Bowo Susilo Bowo Susilo Chatarina Ganis Ratna Wardani Christian S. Imburi Cynthia Permata Sari Defri Mandoza Dhimas Wiratmoko Eko Haryono Erny Poedjirahajoe Erwika Dora Jati Fahmi, Said Giarno Giarno Hadiyan, Yayan Halvina Grasela Saiya Handayani, Nelly Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hartono Hasibuan, Algi Variski Hatma Suryatmojo Hendy Fatchurohman Hudaya, Yudi Fatwa Indra Agus Riyanto Irsan, Laode Muhamad Jati, Erwika Dora Jaya, Risman Khaerul Amru Kurniawan Sigit Wicaksono Langgeng Wahyu Santosa Luthfi Muta'ali Mariah Ulfa Masrur Alatas Milla, Helny Yofin Mega Moehar Maraghiy Harahap Muhammad Pramono Hadi Muhammad Pramono Hadi, Muhammad Pramono Muhammad Sulaiman Mutia Herni Ningrum Netty Dahlah Uar Ningrum, Mutia Herni Ningrum, Ratna Kusuma Nur Aziz Widodo Nurani, Ratna Nurul Astuti, Nurul Pendi Tri Sutrisno Prabang Setyono Pramaditya Wicaksono, Pramaditya Prihantarto, Wikan Jaya Prima Dinta Syam Prima Widayani Projo Danoedoro R. Suharyadi Raras Endarto Raras Endarto Retno Peni Sancayaningsih RETNO PENI SANCAYANINGSIH S Suratman Safitri, Nabila Zalianti Said Fahmi Sanjiwana Arjasakusuma Setyowati, Heratania Aprilia Slamet Suprayogi Slamet Suprayogi Slamet Suprayogi Sri Rahayu Budiani Su Ritohardoyo Sudaryatno Sunarto Sunarto Suprapto Dibyosaputro Suratman Suratman SUWARNO HADISUSANTO Taufik Hery Purwanto Tjahyo Nugroho Adji Totok Gunawan Totok Gunawan Totok Gunawan Totok Gunawan Wa Alimuna Wahyu, Hyundra Zakiya Putri Widhi Himawan Widyatmanti, Wirastuti Wikan Jaya Prihantarto Yanuar Adji Nugroho Yayan Hadiyan Yudi Fatwa Hudaya Yudi Fatwa Hudaya Zuhrita, Anissa Zulfajri Zulfajri, Zulfajri