Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Social and Cultural Influence on the Mushaf of the Qur'an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan Nisa, Ainun; Masruchin, Masruchin; Hendro, Beko
Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/multidisipliner.v12i1.15050

Abstract

This study aims to examine the issue of despair through the study of surah Al-Insyirah from the perspective of Mushaf Al-Qur'an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan by Ahmad Fuad Effendi and Muhammad Ainun Nadjib which is colored by the nuances of Maiyah culture. In this case the Maiyah congregation has a role as a positive motivation and participates as a form of attention to the community without distinguishing a particular group and background. The problem of despair is a problem that is currently rife in society. So that the impact of this increasing problem of despair really requires serious community attention. Mushaf Al-Qur'an Tadabbur Maiyah Padhangmbulan offers efforts as a solution in solving various life problems, one of which is facing despair so that it can be solved and is not sustainable. This research uses a descriptive qualitative method with a literature approach to understand the relevance of this verse to social capital in Islam. The results of this study indicate that tadabbur surah Al-Insyirah can help individuals in overcoming the problem of despair, in accordance with the principles adopted by Maiyah congregations, namely facing life problems by emphasizing the importance of togetherness, empathy, and openness in addressing problems
Otoritas Khalifah Utsman Dalam Pengumpulan Al-Qur'an Bangsawan, Anugrah; Masruchin, Masruchin; Hendro, Beko
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 4 No 1 (2024): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/ijpi.v4i1.444

Abstract

This research reveals that the authority of Utsman bin Affan caliphate played an important role in the collection of Al-Qur'an verses. For this reason, the aim of this research is to describe the steps that Utsman went through to make the Ottoman Mushaf an official mushaf. Through qualitative research methods with library research, historical approaches and critical analytical methods, several significant results have been found. The results obtained in this research are that during the leadership of Caliph Utsman bin Affan, he borrowed a Mushaf from the time of Abu Bakr, assigned the team to immediately compile the Ottoman Mushaf, then sent copies to various cities, sent the Mushaf of friends other than the Ottoman, and sent readers of Al-Qur'an equipped with mushaf. These steps reflected Uthman's proactive policy of preserving the integrity of the Qur'an and ensuring that Islamic teachings derived from Divine revelation remained unchanged and uniform throughout the Muslim community.
Anti Rasisme dalam Perspektif Tafsir Fi Zilalil Qur’an dan Tafsir Al Azhar Abdillah, Muhammad Auzan; Masruchin, Masruchin; Irawan, Yoga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Surah Al-Ḥujurāt ayat 11 dalam dua kitab tafsir kontemporer, yakni Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Quthb dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dalam konteks ajaran anti-rasisme. Ayat ini mengandung larangan terhadap olok-olokan, ejekan, dan pemberian julukan buruk antarsesama manusia—perilaku-perilaku yang menjadi akar diskriminasi dan rasisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tafsir memiliki komitmen yang sama dalam menolak rasisme, namun dengan pendekatan yang berbeda. Sayyid Quthb menafsirkan ayat ini dalam kerangka pembebasan sosial dan etika keimanan universal, sementara Buya Hamka memberikan penafsiran yang aplikatif dengan contoh-contoh nyata dari kehidupan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir atas ayat tersebut relevan dalam membangun nilai-nilai keadilan sosial, kesetaraan, dan etika bermasyarakat yang bebas dari prasangka rasial dan diskriminasi sosial.
POLITIK IDENTITAS PERPEKTIF AL-QURAN (STUDI PENAFSIRAN SAYYID QUTUB DALAM TAFSIR FI ZILAL QURAN) Efrin Kurniadi; Kiki Muhammad Hakiki; Masruchin, Masruchin
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1555

Abstract

Keywords : Identity Politics, Qur’an Sayyid Qutb Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān. Abstract This study aims to discuss identity politics in the perspective of the Qur'an based on the interpretation of Sayyid Qutb in his tafsir Fi Ẓilāl al-Qur’ān. Sayyid Qutb emphasizes that identity politics in Islam must be based on the principles of tawhid (the oneness of Allah) and hākimiyyah (the sovereignty of Allah), where Muslims should build their political identity based on Islamic values that uphold justice, brotherhood, and social welfare. This research uses a descriptive qualitative method with a library research approach, where data is collected through the analysis of literature from Fi Ẓilāl al-Qur’ān and other supporting sources. The results of the study indicate that identity politics in Islam can have both positive and negative impacts, depending on how it is implemented. If it is based on pure Islam, identity politics can strengthen the unity of the ummah and uphold justice. Sayyid Qutb also strongly criticizes identity politics oriented toward secularism, as it can lead Muslims away from the principles of the Qur'an. Therefore, this study emphasizes that the best solution in addressing identity politics is to return to the Qur'an as the main guide in building a just and civilized social and political system. Keywords : Politik Identitas Al-Qur’an, Sayyid Qutub, Tafsir Fi Zilal al-Qur’ān Abstrak Tujuan penelitian ini adalah membahas politik identitas dalam perspektif Al-Qur'an berdasarkan penafsiran Sayyid Qutb dalam tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Sayyid Qutb menekankan bahwa politik identitas dalam Islam harus berlandaskan prinsip tauhid dan hākimiyyah (kedaulatan Allah), di mana umat Islam harus membangun identitas politiknya berdasarkan nilai-nilai Islam yang menegakkan keadilan, persaudaraan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), di mana data dikumpulkan melalui analisis literatur dari tafsir Fī Ẓilāl al-Qur’ān serta sumber-sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas dalam Islam dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung pada bagaimana ia dijalankan. Jika berlandaskan Islam yang murni, politik identitas dapat memperkuat persatuan umat dan menegakkan keadilan. Sayyid Qutb juga mengkritik keras politik identitas yang berorientasi pada sekularisme, karena dapat menjauhkan umat Islam dari prinsip-prinsip ajaran Al-Qur'an. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa solusi terbaik dalam menghadapi politik identitas adalah kembali kepada Al-Qur'an sebagai pedoman utama dalam membangun sistem sosial dan politik yang adil dan berkeadaban.
Nurcholish Majid's Inclusive Interpretation Pattern in Understanding Religious Tolerance Verses Ghozali, Abdul Malik; Masruchin, Masruchin; Fauzan, Fauzan
KALAM Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v16i1.10497

Abstract

Inclusive theology manifests itself in religious plurality, particularly in Indonesia, a pluralistic country with many diverse races, ethnicities, and religions. Islam, through its holy text Al-Qur'an, instructs its people to appreciate one another and forbids religious disputes. This paper attempts to reinterpret the verses of religious tolerance by combining the theme interpretation method and content analysis with an inclusive theological approach to address the challenge of interpreting the verses of tolerance. This paper leads to an understanding that a pluralist mindset is required in building inter-religious interactions in Indonesia by embracing the reality of other religions while maintaining one's Muslim identity.
Studi Penafsiran Ikhlas Dalam Lathaif Isyarat Apriliani, Fatimah; Mukmin, Septiawadi Kari; Masruchin, Masruchin
JURNAL JAWI Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jw.v5i2.15791

Abstract

Ikhlas merupakan kesucian hati dalam beribadah atau beramal untuk menuju kepada Allah. Ikhlas adalah suasana kewajiban yang mencerminkan motivasi bathin kearah beribadah kepada Allah dan kearah membersihkan  hati dari kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang tidak menuju kepada Allah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotik bayaniyah melalui studi terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan ikhlas. Penelitian dilaksanakan dengan menggali makna-makna yang mendekati bahkan yang tepat untuk menemukan hakikat makna ikhlas. Beberapa literatur tafsir digunakan untuk mendukung penulisan ini. Penelitian ini juga menelaah bagaimana penafsiran Imam Al-Qusyairi tentang ikhlas dalam tafsir Lathaif Isyarat dan bagaimana relevansi ikhlas dalam kehidupan menurut Imam Al-Qusyairi dalam tafsir Lathaif Isyarat. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dan analisa data dilakukan secara deskriptif analitis. Hasilnya adalah; Ikhlas dalam tafsir Lathaif Isyarat ialah mengarahkan segala orientasi ketaatan kepada Penunggalan Al-Haq, yakni penjernihan perbuatan dari campuran semua makhluk yang terjauhkan dari unsur penyekutuan atau kemusyrikan dan juga pemeliharaan sikap dari pengaruh-pengaruh hawa nafsu, kemudian Relevansi ikhlas dalam kehidupan menurut Imam Al-Qusyairi adalah dalam menjalankan suatu ibadah ataupun perbuatan tidaklah cukup dengan hanya ikhlas beribadah karena Allah semata, tetapi juga harus menjauhi hal-hal kemusyrikan dan orang-orang yang musyrik.
FORMAT ILMU TAFSIR PADA ERA MASYARAKAT PLURAL Masruchin, Masruchin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v9i1.1726

Abstract

Penulisan tafsir tidak terlepas pada bentuk, metode dan corak tafsir. Terlebih pada masyarakat yang mempunyai keragaman suku dan bangsa seperti Indonesia. Dari beberapa tafsir yang ditulis oleh ulama Indonesia, mereka banyak menggunakan metode tahlili( analisis) dan maudhu’i (tematik), karena dengan dua metode ini dapat mudah dipahami oleh setiap pembaca dengan penyajian yang sangat detail dan fokus terhadap tema tertentu. Terbukti dengan banyak karangan-karangan ulama Indonesia dalam ilmu tafsir, mereka memilih bentuk yang sederhana agar mudah difahami oleh lapisan masyarakat. Untuk itu, marilah kita gali format Ilmu tafsir yangpas  sebagai bagian dari  kekayaan khazanah keislaman. Kata kunci: Tafsir, Metode, Plural, Masyarakat
AL-RAZY DAN STUDI MUNASABAH DALAM TAFSIRNYA Masruchin, Masruchin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v10i2.1829

Abstract

Maraknya kajian-kajian mengenai munasabah dapat dilihat dari munculnya kitab-kitab yang secara khusus membahas masalah munasabah, seperti Ahmad ibn Ibrahim al-Andalusy dalam al-Burhan fi Munasabah Tartib Suwar al-Qur’an; Burhan al-Din al-Biqa’iy dalam Nazhm al-Durar; dan Jalal al-Din al-Suyuthy dalam Tanasuq al-Durar fi Tanasub al-Suwar. Di samping kitab-kitab yang khusus dalam kajian ini, kitab-kitab tafsir sering mengemukakan munasabah, seperti karya al-Alusy, Ruh al-Ma’any; Abu Su’ud, Irsyad al-’Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim; al-Syarbiny, Siraj al-Munir, al-Razy, Tafsir al-Kabir dan lain-lain. Apa yang dilakukan oleh Fakhr al-Din al-Razy cukup menarik untik dikai dalam tulisan ini Kata Kunci: Tafsir,Munasabah,Mufassir 
Metode Tafsir Maudu’Ī (Tematik): Kajian Ayat Ekologi Fauzan, Fauzan; Mustofa, Imam; Masruchin, Masruchin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v13i2.4168

Abstract

AbstractAs a holy book, al-Qur'an has function as a law and a way of life for Muslims. In this context, Muslims in modern times have problem in understanding the whole contents of the Qur’an. Therefore, exegetes formulate a method of understanding the Qur'an in line with certain themes or so-called the Maudlu'i interpretation method. This article aims to describe the Maudlu'i interpretation, the problems of the Maudlu'i interpretation, and examples of the Maudlu'i interpretation. This literature review use descriptive qualitative method. The results of the study indicate that the interpretation of Maudlu'i is a method of interpretation that seeks to explain the contents of the Qur'an based on a particular theme. There are three focuses of Maudlu'i interpretation that developed in the 20th century, namely the Maudlu'i method of interpretation which focuses on terminology, the Maudlu'i method of interpretation which focuses on themes or topics in the Qur’an, and the Maudlu'i method of interpretation which focuses on one particular chapter in the Qur’an. Regardless of the dynamics of strengths and weaknesses, Maudlu'i interpretation is more suitable with the living conditions of modern-day Muslims. This study reveal that the Maudlu'i method of interpretation plays an important role in understanding the content of the Qur'an.  AbstrakSebagai kitab suci, al-Qur’an berfungsi sebagai undang-undang dan pedoman hidup umat Islam. Dalam konteks ini, umat Islam pada zaman modern seringkali kesulitan dalam memahami isi al-Qur’an secara keseluruhan. Oleh karena itu, para ahli tafsir kemudian merumuskan sebuah metode memahami al-Qur’an sesuai dengan tema-tema tertentu atau yang disebut sebagai metode tafsir Maudlu’i. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan tentang Tafsir Maudlu’i, problematika tafsir Maudlu’i, dan contoh tafsir maudlu’i. Kajian pustaka ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir Maudlu’i merupakan metode tafsir yang berusaha menjelaskan isi kandungan al-Qur’an berdasarkan tema tertentu. Metode tafsir yang berkembang pada abad 20 tersebut dibagi menjadi 3 kategori, yaitu tafsir maudlu’i yang fokus pada terminologi, tafir maudlu’i yang fokus pada tema atau topik dalam al-Qur’an, dan tafsir maudlu’i yang fokus pada satu surat tertentu dalam al-Qur’an. Terlepas dari dinamika kelebihan dan kekurangannya, tafsir Maudlu’i lebih sesuai dengan kondisi kehidupan umat Islam zaman modern ini. Hasil kajian menyimpulkan bahwa metode tafsir Mau’dlu’i memiliki peran penting dalam memahami isi kandungan al-Qur’an. Kata Kunci: Metode Mauḍu’ī, Tafsir dan Aplikatif.
Transformasi Perkembangan Tafsir: Model Tafsir Hadis Modern Fazlur Rahman Sebagai Kritik Terhadap Model Tafsir Sebelumnya Ananda, Annisa Rizki; Masruchin, Masruchin
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 15 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v15i2.5635

Abstract

AbstractThis paper discusses about the transformation of the development of interpretation which was initiated by a modern commentator from Pakistan named Fazlur Rahman where he tried to restore the position of hadith which was considered to have stagnate and died in the growth of its interpretation. Fazlur Rahman offers a new method in increasing the growth of hadith science to be more developed and able to answer modern contexts with more complex problems. The purpose of this study is to reveal Fazlur Rahman's thoughts on hadith which are considered controversial but in fact have a very good purpose for the position of hadith it self, and to reveal the hadith research methods offered by Fazlur Rahman as a modern method in the science of hadith. This study uses the library research method and the results of the study found that the hadith method offered by Fazlur Rahman is a socio-historical method.AbstrakTulisan ini mengkaji tentang transformasi perkembangan tafsir yang digagas oleh seorang mufassir modern asal Pakistan bernama Fazlur Rahman dimana ia mencoba untuk mengembalikan kedudukan hadis yang dianggap mengalami stagnasi dan mati dalam pertumbuhan tafsirnya. Fazlur Rahman menawarkan metode yang baru dalam meningkatkan pertumbuhan ilmu hadis menjadi lebih berkembang dan dapat menjawab konteks modern dengan permasalahan yang lebih kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap pemikiran Fazlur Rahman mengenai hadis yang dinilai kontroversional namun pada kenyataannya memiliki tujuan yang sangat baik bagi kedudukan hadis itu sendiri, serta mengungkap metode penelitian hadis yang ditawarkan Fazlur Rahman sebagai metode modern dalam ilmu hadis. Penelitian ini mengunakan metode library Research dan hasil penelitian ditemukan bahwa metode hadis yang ditawarkan oleh Fazlur Rahman adalah metode sosio-historis.Kata Kunci: Fazlur Rahman; Metodologi Hadis; Pemikiran Modern.