Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaturan Tentang Tenaga Kesehatan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Dan Azas Kepastian Hukum Harif Fadhillah; Endang Wahyati; Budi Sarwo
SOEPRA Vol 5, No 1: Juni 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.669 KB) | DOI: 10.24167/shk.v5i1.1653

Abstract

UUD NRI 1945 selaku konstitusi hukum tertinggi Indonesia mengamanatkan pemenuhan kebutuhan dasar dan hak sipil setiap warga Negara yang meliputi kebutuhan kesehatan sehingga dibutuhkan undang-undang di bidang kesehatan yang menjamin terpenuhinya kebutuhan warga Negara masyarakat akan jaminan pelayanan kesehatan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaturan tenaga kesehatan yang telah diatur dengan undang-undang dan azas kepastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan doctrinal legal approach dan statuteapproach dengan desain penelitian kualitatif. Hasil Penelitian meliputi: 1) Ditemukan norma yang tidak konsisten pada UU Nomor 36/2009 pada  pasal 21 ayat (2) dan (3). 2) Perbedaan Terminologi tenaga Kesehatan pada UU No. 44/2009, UU No. 29/2004, UU No. 38/2014 dan UU No. 36/2014 menimbulkan perbedaan dalam mengklasifikasi tenaga kesehatan. 3) Perbedaan tingkat Pengaturan Tenaga Kesehatan di Indonesia. Rekomendasi: 1) Mengamandemen UU No. 36/2009 agar lebih menjamin kepastian hukum, karena UU Kesehatan sering menjadi rujukan Perundang-undangan lainnya. 2) DPR, Pemerintah dan Organisasi Profesi masing-masing tenaga kesehatan mengupayakan pengaturan dengan UU tersendiri. 3) Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pelaksanaan UU yang mengatur Tenaga Kesehatan 4) Pelaksana Peraturan perundang-undangan hendaknya menggunakan azas Preferensi dalam menyikapi peraturan perundang-undangan yang mengatur tenaga kesehatan yang bertentangan, tidak jelas dan tidak konsisten. 5) Organisasi Profesi harus Proaktif dalam membela kepentingan anggota dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah sesuai dengan Peran dan fungsinya.
Edukasi Kesehatan Mental (Masalah Psikososial) pada Remaja Nuraenah Nuraenah; Giri Widakdo; Naryati Naryati; Aisyah Aisyah; Harif Fadhillah; Annisya Adelia; Meisya Adelia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12155

Abstract

ABSTRAK Menurut data di Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, menunjukan bahwa lebih dari 19 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Serta lebih dari 12 juta penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami kecemasan. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (2022) menjelaskan, 15,5 juta (34,9%) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5%), dimana baru 2,6% yang mengakses layanan konseling, baik emosi maupun perilaku. Cemas dan Depresi merupakan gangguan mental atau alam perasaan yang umumnya ditandai dengan perasaan sedih/murung, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi.  Kondisi tersebut dapat menjadi kronis dan berulang, serta akhirnya secara substansial dapat mengganggu kemampuan individu dalam menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Di tingkat yang paling parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri. Meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor remaja di SMK 39 Jakarta tentang Kesehatan Mental (terkait masalah psikososial pada Remaja). Pada 100 remaja Di SMA Negeri X-X-X Jakarta terdapat 70 responden mengalami depresi dan 10 responden yang tidak mengalami depresi atau resiko mengakhiri hidup serta 20 responden mengalami risiko kedua gejala tersebut. Dengan adanya permasalahan diatas maka  upaya yang akan dilakukan adalah Penguatan  Kesehatan Mental pada Siswa dan Siswi SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, meliputi : 1) Peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat 2) Identifikasi Kecemasan Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 3) Identifikasi  Depresi Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat, 4) Role Play TANADASHIP pada Siswa  dan siswi SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Jakarta Pusat. Kata Kunci: Kesehatan Mental (Kecemasan dan Depresi), Remaja.  ABSTRACT According to data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, it shows that more than 19 million people aged over 15 years experience mental emotional disorders. And more than 12 million people aged over 15 years experience anxiety. The Indonesian National Adolescent Mental Health Survey (2022) explains that 15.5 million (34.9%) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5%), of which only 2.6% access counseling services, both emotional and emotional. as well as behavior. Anxiety and depression are mental or emotional disorders which are generally characterized by feelings of sadness/gloomy, loss of interest or pleasure, decreased energy, feelings of guilt or low self-esteem, difficulty sleeping or reduced appetite, feelings of tiredness and lack of concentration. The condition can become chronic and recurrent, and can ultimately substantially interfere with an individual's ability to carry out daily responsibilities. At its most severe level, depression can lead to suicide. Improving the cognitive and psychomotor abilities of teenagers at SMK 39 Jakarta on Mental Health (related to psychosocial problems in teenagers). Of the 100 teenagers at SMA Negeri X-X-X Jakarta, 70 respondents experienced depression and 10 respondents did not experience depression or the risk of ending their lives and 20 respondents experienced the risk of both symptoms. Given the above problems, efforts will be made to strengthen the mental health of students at SMK 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta, including: 1) Increasing the cognitive and psychomotor abilities of students at SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI, Central Jakarta 2) Identifying anxiety. Students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 3) identification of depression of students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta, 4) Role Play TANADASHIP among students of SMKN 39 Cempaka Putih Tengah VI Central Jakarta. Keywords: Mental Health (anxiety and Depression), Teenager.
Upaya Peningkatan Kemampuan Adekuasi Perawat Ruang Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Aisyah Aisyah; Naryati Naryati; Giri Widakdo; Nuraenah Nuraenah; Harif Fadhillah; Ineke Kusuma Waluyo; Agniatul Mahmudah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12151

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal menjaga keseimbangan cairan dan elektolit yang mengakibatkan terjadinya peningkatan ureum (Desfrimadona, 2016). Berdasarkan data trimester awal 2023, angka rata-rata kejadian anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163  pasien aktif dengan hemodialisis reguler,  atau sebanyak 6-8  % mengalami anemia, dengan rata-rata nilai Hb<10 gram/dl, kelebihan cairan sebanyak  4-6 %, kurang dukungan keluarga 5-7% , dan karena biaya sebesar  5-10 %. Gambaran diatas menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis  di RSIJ Cempaka Putih , mengalami anemia renal dan kelebihan cairan masih cukup tinggi dan pencapaian adekuasi hemodialisis belum maksimal. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah umtuk meningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa , sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal pada tindakan  hemodialisa yang dilakukan  oleh pasien di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Metode yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan/target program abdimas ini melalui pemberdayaan melalui pelatiahan adukasi perawat hemodialisis dengan narasumber yang kompeten  dengan bidang tersebut. Adanya peningkatkan kemampuan adekuasi perawat hemodialisa. Terbentuknya tim adekuasi hemodialisa dan discharge planning. Kata Kunci: Hemodialisa, Manajemen Adekuasi  ABSTRACT Chronic renal failure (CKD) is a progressive and irreversible disorder of kidney function, where the body is unable to maintain metabolism and fails to maintain fluid and electrolyte balance, resulting in an increase in urea (Desfrimadona, 2016). Based on data from the first trimester in 2023, the average incidence of anemia in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis in hospitals. Islam Jakarta Cempaka Putih, 163 active patients on regular hemodialysis, or as many as 6-8% have anemia, with an average Hb value <10 grams/dl, excess fluid of 4-6%, lack of family support 5-7%, and because the costs are 5-10%. The description above explains that patients with chronic renal failure on hemodialysis at RSIJ Cempaka Putih, experience renal anemia and fluid overload is still quite high and the achievement of hemodialysis adequacy is not yet optimal. The aim of this community partnership program (PKM) is to improve the adequacy capabilities of hemodialysis nurses, so that they can provide maximum results in hemodialysis procedures carried out by patients at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. The method that will be applied to achieve the goals/targets of this community service program is through empowerment through hemodialysis nurse education training with resource persons who are competent in this field. Keywords: Hemodialysis, Adequacy Management
Pengaruh Edukasi Terintegrasi Terhadap Manajemen Adekuasi Asuhan Pasien Hemodialisis di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Naryati Naryati; Giri Widakdo; Aisyah Aisyah; Nuraenah Nuraenah; Harif Fadhillah; Uus Husni Mahmud; Ineke Kusuma Waluyo; Rony Heryadi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.12153

Abstract

ABSTRACT Patients with chronic kidney failure can improve the quality and quantity of life by undergoing kidney replacement therapy. In clients with kidney failure, to eliminate residual toxins, excess fluid and to improve electrolyte adequacy using the principles of external and internal dialysis osmosis systems, hemodialysis is required. Based on data taken in the first trimester of 2023, the average rate of anemia in chronic kidney disease patients undergoing regular hemodialysis in hospitals. Islam Jakarta Cempaka Putih is known to have 163 active patients on regular hemodialysis or as many as 6-8% have anemia with an average HB value 10 grams/dl, an average of 4-6% excess fluid, 5-7% less family support, Because the fees are 5-10%. The description above explains that in patients on hemodialysis for chronic kidney disease at RSIJ Cempaka Putih, the rate of renal anemia and fluid overload is still quite high and the achievement of hemodialysis adequacy has not yet been achieved to the maximum. Integrated educational implementation is to maintain Kt/V, Kt/V is the ratio of urea clearance or clearance (K) and hemodialysis time (t) to the distribution volume of urea in human body fluids (V) thus making hemodialysis effective for cleaning toxins waste from body metabolism. The aim of this study was to analyze the effect of integrated education on adequacy in patients undergoing hemodialysis at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. The research method that the researcher will carry out is quantitative analysis with a cohort approach, using the Dependent T Test. Furthermore, the targeted outputs are teaching materials for adequacy management in hemodialysis patients, final research reports, publication of scientific journals of at least Sinta 4, Integrated Education Benner on Adequacy Management. The statistical test results obtained a value of 0.0001, so there was an average difference between the first and second knowledge adequacy measurements for respondents (hemodialysis nurses) after the intervention. The influence of integrated education on the adequate management of care for hemodialysis patients at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital. Keywords: Integrated Education, Adequacy Management, Hemodialysis    ABSTRAK Penderita penyakit gagal ginjal kronik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hidupnya dengan melakukan terapi pengganti ginjal. Pada klien gagal ginjal untuk menghilangkan sisa toxik, kelebihan cairan dan untuk memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dengan prinsip osmosis system dialisa eksternal dan internal diperlukan tindakan yaitu hemodialisa. Berdasarkan data yang diambil pada tri-semester awal 2023, angka rata-rata anemia pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis secara reguler di RS. Islam Jakarta Cempaka Putih diketahui sejumlah 163  pasien aktif dengan hemodialisis reguler atau sebanyak 6-8  % mengalami anemia dengan rata-rata nilai HB10 gram/dl, Kelebihan cairan rata-rata 4-6 %, Dukungan keluarga 5-7% kurang, Karena biaya 5-10 %. Gambaran diatas menjelaskan bahwa pada pasien dengan hemodialisis  pada penyakit ginjal kronik di RSIJ Cempaka Putih, angka anemia renal dan kelebihan cairan masih cukup tinggi dan pencapaian adekuasi hemodialisis belum pada pencapian yang maksimal. Implementasi edukasi  Terintregasi adalah untuk mempertahankan Kt/V, Kt/V adalah rasio dari bersihan urea atau klirens (K) dan waktu hemodialisis (t) dengan volume distribusi urea dalam cairan tubuh manusia (V) sehingga membuat hemodialisis menjadi efektif untuk membersihkan toksin-toksin sisa metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi terintegrasi terhadap adekuasi pada pasien yang  menjalani hemodialisis di rumah sakit islam jakarta cempaka putih. Metode penelitian yang akan peneliti lakukan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Kohort, dengan menggunakan Uji T Dependent. Selanjutnya luaran yang ditargetkan adalah bahan ajar manajemen adekuasi pada pasien hemodialisis, Laporan akhir penelitian, Publikasi jurnal ilmiah minimal Sinta 4, Benner Edukasi Terintegrasi terhadap Manajemen Adekuasi. Hasil uji statistic didapatkan nilai 0,0001, sehingga terdapat perbedaan rata-rata antara pengukuran pengetahuan adekuasi pertama dan kedua bagi responden (perawat hemodialisa) setelah dilakukan intervensi. Adanya pengaruh edukasi terintegrasi terhadap manajemen adekuasi asuhan pasien hemodialisis di rumah sakit islam jakarta cempaka putih. Kata Kunci: Edukasi Terintegrasi, Manajemen Adekuasi, Hemodialisis
Pemberdayaan Perawat Mencegah Rehospitalisasi pada Balita dengan Pneumonia Melalui Pendekatan Astania (Asuhan Mandiri Keluarga dengan Balita Pneumonia) Purwati, Nyimas Heny; Awaliah, Awaliah; Misparsih, Misparsih; Fadhillah, Harif; Purwani, Emy; Sarini, Sarini; Amalia, Hayuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 4 No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 04 Nomer 02 Tahun 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v4i02.2465

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan dan penyumbang terbesar penyebab kematian balita di dunia serta penyebab kematian balita pertama di Indonesia. kemiskinan dan rendahnya status pendidikan dan ekonomi menjadi salah satu faktor socio-determinant yang berkaitan dengan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia di Indonesia. Selain itu faktor lain yang berperan adalah rendahnya kesadaran masyarakat dan meningkatnya populasi di daerah kumuh (slum dwellers) serta sulitnya akses ke fasilitas kesehatan. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) merupakan RS tipe B dengan kapasitas 277 tempat tidur, memiliki satu ruang rawat anak yang terdiri dari 15 tempat tidur, dengan jumlah pasien dalam satu tahun terakhir 1.424 anak dan pneumonia merupakan 10 penyakit terbanyak pada balita yang dirawat dan 14 anak dengan pneumonia dengan angka kekambuhan 50%. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam pemberian asuhan keperawatan pada balita dengan pneumonia melalui peran sebagai health educator dalam meningkatkan kemampuan keluarga merawat anak dengan pneumonia dan mencegah terjadinya rehospitalisasi/kekambuhan pada anak melalui penerapan model ASTANIA (Asuhan Mandiri Keluarga dengan Balita Pneumonia). Metode pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan perawat guna peningkatan kemampuan dalam melaksanakan peran sebagai health educator, dan pelatihan perawat tentang pneumonia dengan menggunakan media audiovisual. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan perawat sebelum dan setelah dilakukan pelatihan tentang pneumonia serta dihasilkannya media edukasi berbasis audiovisual dengan haki.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TB Monita, Bela; Fadhillah, Harif
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v4i2.69-78

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia, dalam 20 tahun WHO dengan negara-negara yang tergabung di dalamnya mengupayakan untuk menangani TB Paru. Apabila pasien dengan TB Paru tidak segera diobati atau pengobatannya tidak tuntas maka kemungkinan dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Aspek kepatuhan pengobatan pada pasien TB sangat penting untuk diperhatikan karena penyakit ini bersifat kronis dan progresif sehingga berdampak luas pada masalah fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB Paru di Puskesmas Kecamatan Cakung. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Pengambilan sempel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yang didapatkan 96 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil peneltian untuk variabel pengetahuan menunjukan nilai P (p-value) sebesar 0,009, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan siginifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB, dan pada variabel dukungan keluarga menunjukan P (p-value) sebesar 0,010, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB. Berdasarkan hasil penelitian diatas disarankan kepada perawat agar lebih meningkatkan pelayanannya sebagai pemberi informasi yang benar dan akurat mengenai dampak dari tidak patuh dalam meminum obat atau terputusnya pengobatan pada pasien TB.
Optimalisasi Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Program Lentera (Literasi Reproduksi Remaja Aman dan Sehat): Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Komunitas Nursanti, Irna; Fadhillah, Harif; Natashia, Dhea; Irawati, Diana; Karmi, Rudi; Yanti, Damai
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21548

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan reproduksi, termasuk keterlibatan dalam perilaku seksual berisiko akibat rendahnya tingkat literasi. Peningkatan literasi reproduksi melalui pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu strategi penting dalam membekali remaja dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat yang sesuai kebutuhan usia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui program LENTERA (Literasi Reproduksi Remaja Aman dan Sehat) yang dilaksanakan dalam lingkungan komunitas. Program dilaksanakan dengan mengintegrasikan metode edukasi interaktif seperti pemaparan materi, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, refleksi nilai, dan sesi tanya jawab. Sebanyak 27 remaja putra dan putri dari komunitas di Kota Bandung terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan dengan instrumen pre–post test menggunakan KPS2R dan adaptasi dari YRBSS. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan kesiapan perilaku remaja dalam melakukan deteksi dini kesehatan reproduksi (p < 0,05), serta penurunan proporsi perilaku seksual berisiko. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukasi berbasis komunitas untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan mendorong perilaku sehat pada remaja. Kata Kunci: Remaja, Literasi Reproduksi, Perilaku Sehat, Kesehatan Sekolah, Edukasi  ABSTRACT Adolescents represent an age group that is particularly vulnerable to various reproductive health risks, including engagement in risky sexual behaviors due to low levels of reproductive health literacy. This initiative aimed to enhance adolescents' reproductive health literacy through the LENTERA program (Safe and Healthy Adolescent Reproductive Literacy) implemented within a community setting. The program integrated interactive educational methods, including material presentations, group discussions, educational video screenings, value reflection sessions, and Q&A discussions. A total of 27 male and female adolescents from a community in Bandung participated. Evaluation was conducted using pre–post tests with the KPS2R instrument and an adapted version of the Youth Risk Behavior Surveillance System (YRBSS). Data were analyzed using paired sample t-tests. The results demonstrated a significant improvement in adolescents' knowledge, attitudes, and behavioral readiness for early reproductive health screening (p < 0.05), along with a decrease in the proportion of risky sexual behaviors. These findings highlight the importance of community-based educational interventions in promoting reproductive health literacy and encouraging healthy behaviors among adolescents. Keywords: Adolescents, Reproductive Literacy, Healthy Behavior, School Health, Education
Implementasi Program Peduli Sehat untuk Meningkatkan Kesadaran dan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Nursanti, Irna; Fadhillah, Harif; Natashia, Dhea; Anggraini, Dewi; Susanti, Yuanita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21627

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan dislipidemia merupakan ancaman utama kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok perempuan menopause yang mengalami perubahan hormonal dan metabolik signifikan. Rendahnya kesadaran terhadap deteksi dini dan gaya hidup sehat menjadi faktor yang memperburuk risiko. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan melalui program edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan konsultasi individual berbasis komunitas pada kelompok usia ≥45 tahun, khususnya perempuan menopause. Dari 50 peserta, sebanyak 80% merupakan perempuan dengan rata-rata usia 62 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik 137,76 mmHg (prehipertensi), GDS 145,92 mg/dL (prediabetes), IMT 26,54 kg/m² (overweight), kolesterol 224,22 mg/dL (borderline high), dan asam urat 6,83 mg/dL (di atas normal untuk perempuan). Sesi penyuluhan dan konsultasi menunjukkan bahwa peserta memahami keterkaitan antara hasil pemeriksaan dengan risiko PTM, dan mayoritas menyatakan motivasi untuk mulai mengubah pola hidup. Program PEDULI SEHAT terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian peserta terhadap kondisi kesehatannya. Peran ‘Aisyiyah sebagai mitra komunitas memperkuat keberhasilan pendekatan edukatif yang partisipatif dan responsif gender, khususnya pada kelompok perempuan menopause. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Menopause, Edukasi Kesehatan, Deteksi Dini, Lansia.  ABSTRACT Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes, and dyslipidemia are major public health threats, particularly among postmenopausal women who experience significant hormonal and metabolic changes. Low awareness of early detection and healthy lifestyle practices further increases these risks. This community-based program aimed to improve health literacy and awareness through education, health screening, and individual consultation targeting adults aged ≥45 years, with a focus on postmenopausal women. Of the 50 participants, 80% were women with a mean age of 62 years. Health screening results showed an average systolic blood pressure of 137.76 mmHg (prehypertension), random blood glucose of 145.92 mg/dL (prediabetes), BMI of 26.54 kg/m² (overweight), total cholesterol of 224.22 mg/dL (borderline high), and uric acid of 6.83 mg/dL (above normal for women). Educational and consultation sessions helped participants understand the link between their health indicators and NCD risk, and most expressed motivation to adopt healthier lifestyles. The PEDULI SEHAT program was effective in enhancing participants’ awareness and concern for their health status. The involvement of ‘Aisyiyah, a trusted community-based women’s organization, played a vital role in supporting a participatory and gender-responsive health promotion approach, especially among postmenopausal women. Keywords: Non-Communicable Diseases, Menopause, Health Education, Older Adults
Effectiveness of Effleurage Massage in Reducing the Risk of Hospital-Acquired Pressure Injuries: Implications for Nursing Management in Geriatric Care Reni Asmara; Tri Kurniati; Dhea Natashia; Harif Fadhillah; Muhammad Hadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52441

Abstract

Hospital Acquired Pressure Injury (HAPI) is a local injury to the skin or tissue occurring during hospital care due to pressure, friction, or both. Effleurage massage is believed to improve blood circulation and reduce HAPI risk in geriatric patients. This study aimed to determine the effect of effleurage massage on HAPI risk in hospitalized geriatric patients. A quasi-experimental pretest-posttest non-equivalent control group design was employed with 34 geriatric patients, divided equally into intervention and control groups. Bivariate analysis used paired and independent t-tests, while multivariate analysis employed Repeated Measure ANOVA. Results showed that Braden Scale scores in the intervention group increased from 13.18 ± 2.038 to 20.71 ± 2.229 after 5 days of intervention (p < 0.001), indicating a significant reduction in HAPI risk. The control group showed no significant change. Multivariate analysis revealed significant effects of time, group, and interaction on HAPI risk reduction, with partial eta squared values of 0.649, 0.757, and 0.703, respectively. These findings confirm that effleurage massage is an effective preventive intervention to reduce HAPI risk in geriatric patients
The Relationship Between Nurse Performance in Providing Nursing Care and Patient Satisfaction at Budhi Asih General Hospital Jakarta Muhammad Reza Fahlevi Hanafi; Harif Fadhillah; Giri Widagdo; Rayahu Nawangwulan
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 15 Number 02 June 2025
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v15i02.3888

Abstract

Background: Patient satisfaction reflects patients’ perceptions and needs regarding the utilization of healthcare services. Nurse performance in Indonesia has been reported to be relatively low (53.4%). Objectives: To examine the relationship between nurse performance in providing nursing care and patient satisfaction at Budhi Asih General Hospital, Jakarta. Methods: This study employed a descriptive correlational design with a sample of 173 respondents determined using Lameshow’s proportion formula. Data were analyzed using logistic regression. Results: The study found that nurse performance was significantly associated with patient satisfaction (p-value 0.03 < 0.05). Multivariate analysis confirmed that nurse performance remained significantly related to patient satisfaction. Conclusion: Nurse performance had an odds ratio (OR) of 4.5 (95% CI: 1.926–10.877), indicating that nurses’ performance increases the likelihood of patient satisfaction fourfold after controlling for age, marital status, and length ofstay.