Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Correlation and Regression Analysis between Body Weight and Body Size of Ewe Sakub Sheep in Brebes District, Central Java Nurasih, Ari Dwi; Hidayah, Chomsiatun Nurul; Candrasari, Dewi Puspita; Yuwono, Pambudi; Haryoko, Imbang; Setyaningrum, Agustinah; Sodiq, Akhmad
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i1.p11-21

Abstract

Bobot badan merupakan indikator untuk mengetahui produktivitas ternak domba karena penting digunakan dalam penentuan bibit ternak, pakan ternak, pemotongan ternak dan menggambarkan kualitas ternak. Pendugaan bobot badan melalui ukuran ternak merupakan alternatif cara untuk mengetahui bobot badan ternak selain dengan penimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis model korelasi dan regresi yang tepat untuk menduga bobot badan domba Sakub betina menggunakan ukuran-ukuran tubuh ternak. Domba yang digunakan sebanyak 35 ekor domba betina usia 2-3 tahun yang dipelihara secara intensif oleh peternak rakyat di Desa Pandansari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan teknik wawancara, observasi, pengukuran tubuh dan penimbangan bobot badan. Data yang diperoleh dianalisis korelasi dan regresi menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata bobot badan adalah 48,46±5,88 kg; panjang badan 66,2±6,60 cm; lingkar dada 88,68±6,06 cm; dan tinggi pundak 67±3,84 cm. Nilai koefisien korelasi panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak terhadap bobot badan secara berturut-turut adalah 0,731; 0,712; 0,443. Simpulan dari penelitian ini adalah ukuran tubuh ternak menunjukkan korelasi yang positif terhadap bobot dan memiliki persamaan regresi yang dapat digunakan sebagai alat untuk menduga bobot badan domba Sakub betina.
Relationship of Chest Girth, Body Length, and Sex with Body Weight and Average Daily Gain in Batur Lambs Aisyah, Imas; Setyaningrum, Agustinah; Susanto, Agus
Jurnal Agripet Vol 24, No 2 (2024): Volume 24, No. 2, October 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i2.28981

Abstract

This study aimed to investigate the relationships between chest girth, body length, and sex with body weight and average daily gain (ADG) in Batur lambs. The study sample consisted of 12 male and 8 female Batur lambs, aged 5 to 12 months, with an average body weight of 23.97 kg. Data were collected through a survey study using a random sampling method. The variables measured included chest girth, body length, sex, body weight, and ADG. The results demonstrated that: (1) the regression equation for chest girth on body weight was Y= -50.47 + 1.02CG (r = 0.91, R2 = 0.82); (2) the regression equation for body length on body weight was Y= -64.19 + 1.58BL (r = 0.88, R2 = 0.78); (3) the multiple regression equation for chest girth and body length on body weight was Y = -62.08 + 0.65CG + 0.69BL (r = 0.93, R2 = 0.85). These results indicate a very strong positive correlation between chest girth, body length, and body weight, suggesting that body weight in Batur lambs can be accurately predicted using these variables. However, ADG was not significantly correlated with chest girth or body length due to a low coefficient of determination.
PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN LINGKAR DADA DAN DALAM DADA PERSILANGAN DOMBA DORPER DENGAN METODE REGRESI LINEAR GANDA: Estimation of Body Weight Based on Chest Circumference and Inner Chest Circumference of Dorper Crossbred Sheep Using Multiple Linear Regression Method Sabila, Vaza Farihatun; Susanto, Agus; Setyaningrum, Agustinah
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.1575

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan lingkar dada dan dalam dada domba terhadap pendugaan bobot badan, mengkaji apakah model regresi linear ganda menjadi model yang tepat untuk pendugaan bobot badan, mengkaji perbandingan perhitungan pendugaan bobot badan dengan menggunakan rumus regresi linear ganda dibandingkan dengan rumus Lambourne. Penelitian menggunakan 44 ekor domba Dorper persilangan. Penelitian dilakukan melalui survei dan observasi pada sampel penelitian secara purposive. Data hasil penelitian dilakukan analisis secara deskriptif, analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, uji keakuratan (persen deviasi) dan uji t. Hasil yang diperoleh yaitu domba Dorper persilangan memiliki rataan bobot badan berbeda antara jantan dan betina serta dewasa dan anakan. Bobot badan jantan dewasa 30,40 ± 13,88; jantan anakan 14,86 ± 7,08; betina dewasa 21,41 ± 3,46; dan betina anakan 5,61 ± 3,08. Diperoleh tingkat keeratan yang sangat tinggi antara peubah bebas dan peubah terikat (r=0,940) dan (r2=88,62%). Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y= -23,7 + 0,69(X1) + 1,55(umur) dengan Y: bobot badan, X1: lingkar dada. Lingkar dada memberikan sumbangan 95,32% sedangkan dalam dada -6,7%. Uji keakuratan persen deviasi rumus regresi linear berganda dan rumus Lambourne sebesar 0,005. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pendugaan bobot badan menggunakan analisis regresi linear ganda dapat dilakukan tetapi hasilnya lebih akurat rumus Lambourne. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan efisiensi waktu dapat dilakukan dengan menggunakan lingkar dada dalam pendugaan bobot badan, karena memiliki sumbangan relatif terbesar, yakni 95,32%.   Kata kunci: domba Dorper persilangan, bobot badan, lingkar dada, dalam dada, pendugaan bobot badan, Gebas Farm
The Effect of Egg-White Gradient and Incubation Time on Sex Separation for Semen Quality in Dorper Rams Alwan, Mochamad Daffa; Sumaryadi, Mas Yedi; Saleh, Dadang Mulyadi; Setyaningrum, Agustinah; Rahayu, Sri
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Improving Dorper sheep meat production efficiency through sperm sex separation (sexing) technology using egg white gradients is an economical alternative, yet it is often hindered by the decline in post-freezing semen quality due to cold shock. This study was aimed to evaluate the effectiveness of combining egg white medium concentration gradients and incubation times on the quality of liquid and frozen-thawed semen. Using fresh semen from two Dorper rams (aged 24 months), this study employed a 2x3 Factorial Randomized Block Design (RBD) with four replications. Treatments consisted of two gradient levels (15:30% and 20:35%) and three incubation times (30, 45 and 60 minutes). The obtaimed data were analyzed using Analysis of variane and continued with Duncan's multiple range test if there were significantly differences betrweem treatments. Results showed that incubation time significantly affected (P<0.05) motility, viability and concentration. Specifically, the 15:30% gradient with 45 minutes of incubation proved to be the most optimal, yielding 51.25% post-sexing motility and 53.88% viability. This superiority persisted through the post-thawing stage, where this treatment recorded the highest motility (12.50%) and viability (14.25%). However, frozen semen values were generally low. Conversely, 60-minute incubation significantly reduced quality due to metabolic exhaustion, while the 20:35% gradient had excessive viscosity that hindered sperm penetration, drastically lowering the final concentration to 4.75 x 10⁷ cells/mL. Although fluctuations occurred, abnormality rates across all treatments remained below the 20% threshold. It is concluded that freezing techniques require evaluation, using a 15:30% egg white gradient with 45 minutes of incubation at 37°C is the best protocol in this study recommended for Dorper sheep sex separation, as it maximally maintains membrane integrity and sperm survival in both liquid and frozen phases.