Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis & Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM dalam Mengendalikan Peredaran Kosmetik Berbahaya Merkuri & Hidrokuinon Riyanto, Eka Ayu; Pramestyani, Embriana Dinar; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Ulfah, Ulyati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12387

Abstract

Peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di era digital yang mempermudah distribusi produk ilegal secara luas dan anonim. BPOM memiliki peran penting dalam menjamin keamanan kosmetik, namun menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, luasnya wilayah pengawasan, serta rendahnya literasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM terhadap peredaran kosmetik berbahaya melalui pendekatan SWOT dan penentuan strategi prioritas menggunakan QSPM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana, berdasarkan data wawancara semi-terstruktur terhadap petugas BPOM dan pelaku usaha kosmetik. Hasil menunjukkan bahwa BPOM memiliki kekuatan pada kompetensi SDM, dukungan regulasi, serta pemanfaatan sistem digital seperti SIPT dan EWAS. Analisis SWOT menempatkan BPOM pada kuadran I (strategi agresif) dengan koordinat (0,86; 0,64), sedangkan hasil QSPM menunjukkan tiga prioritas utama: kolaborasi dengan influencer (skor 13), pengembangan laboratorium forensik digital (skor 12,8), dan penerapan chatbot berbasis AI (skor 11,7). Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengawasan berbasis kolaborasi, teknologi, dan literasi publik sebagai langkah adaptif dan berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
EDUKASI MANFAAT KOMBINASI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR Syzygiuum aquem) DAN DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN SPF BAGI PT GONDOWANGI Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Marselina, Marselina; Afriyani, Annisa Esabita; Perdiansyah, Gilang Aditia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2203

Abstract

The phytochemical components and activity values contained in rose apple leaves (Syzygium aquem) and mango leaves (Mangifera indica L.) have the potential to be used as antioxidants and natural photoprotective agents that are beneficial in cosmetic products. The results of this research are important to disseminate widely, especially to industries engaged in the cosmetics industry. Medika Suherman University collaborated with PT Gondowangi in the Tri Dharma of higher education so that this activity aimed to serve the community by increasing awareness and knowledge about the benefits of combining guava leaf and mango leaf extracts as antioxidants and SPF. This activity was conducted through lectures with the aid of leaflets, targeting 29 participants consisting of pharmacists and staff at PT Gondowangi. Knowledge was then measured through pre-tests and post-tests using Google Forms. The results of this educational activity received a positive response as a form of cooperation implementation, with an average pre-test score of 78.62% and a post-test score of 93.79%. The conclusion indicates that the educational method used can increase awareness and knowledge about the benefits of combining guava leaf extract and mango leaf extract as antioxidants and SPF.ABSTRAKKomponen fitokimia serta nilai aktivitas yang terkandung dalam daun jambu air (Syzygium aquem) dan daun mangga (Mangifera indica L.) berpotensi sebagai antioksidan dan agen fotoproteksi alami yang bermanfaat dalam produk kosmetik. Hasil-hasil penelitian tersebut penting untuk disebarkan luaskan terutama kepada industri yang bergerak dibidang industri kosmetik. Universitas Medika Suherman bekerjasama dengan PT Gondowangi dalam Tri Dharma perguruan tinggi sehingga kegiatan ini bertujuan sebagai implementasi pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai manfaat kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga sebagai antioksidan dan SPF. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dengan bantuan media leaflet dengan target peserta apoteker, staf di PT Gondowangi sebanyak 29 orang, kemudian mengukur pengetahuan melalui pre-test dan post-test menggunakan google form. Hasil dari kegiatan edukasi ini memiliki respon positif sebagai bentuk implementasi kerja sama dan nilai pengetahuan diperoleh rata-rata nilai pre-test sebesar 78,62% dan post-test sebesar 93,79%. Kesimpulan menunjukan bahwa metode edukasi yang telah dilakukan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai manfaat kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga sebagai antioksidan dan SPF.
Potensi Imunomodulator Fraksi Etil Asetat Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) terhadap Aktivasi Limfosit T dan Produksi IgG pada Model Tikus Jannah, Zam Zam Zainatul; Nurhakim, Deslia Putri; Ananda, Salsa Billa; Nurjanah, Nina; Putri, Felly Olivia Setya; Anwar, La Ode Muhammad; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Marselina, Marselina; Adiwisastra, Nuzul Gyanata
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.944

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, khususnya dalam meningkatkan fungsi sel imun dan produksi antibodi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas fraksi etil asetat biji jintan hitam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) serta kadar imunoglobulin G (IgG). Metode pada penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain eksperimental dilakukan secara in vivo menggunakan 18 ekor tikus jantan yang dibagi 6 kelompok dengan 3 kelompok uji dan 3 kelompok kontrol. Analisis senyawa dilakukan dengan GC-MS, nilai sel limfosit T diukur dengan Flow Cytometry, sedangkan nilai imunoglobulin G (IgG) diukur menggunakan ELISA Reader. Hasil penelitian bahwa fraksi etil asetat biji jintan hitam mengandung 79 senyawa metabolit. Nilai sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, akan tetapi kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai sebesar 97,06%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian nilai imunoglobulin G (IgG) menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai sig. <0.05 dan aktivitas tertinggi serta fraksi yang paling baik terdapat pada kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% sebesar ±278,740 ng/mL. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat jintan hitam konsentrasi 20% berpotensi sebagai imunomodulator yang aman, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, khususnya pada kondisi penurunan fungsi imun. Temuan ini menambah pengetahuan tentang potensi jintan hitam sebagai imunomodulator dan dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya guna mengetahui senyawa aktif serta cara kerjanya lebih jelas.
Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh BPOM Bogor Esa, Risda Maulida; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13568

Abstract

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian mendapatkan tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.
Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh BPOM Bogor Risda Maulida Esa; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13568

Abstract

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian mendapatkan tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.
Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan, Penyimpanan dan Resistensi Antibiotik di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi Gyanata Adiwisastra, Nuzul; Dewi, Masita Sari; Marselina, Marselina; Muhammad Anwar, La Ode; Rusydi Hashim, Salma Hilmy; Ulfah, Ulyati; Rozak, Abdul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7361

Abstract

Penggunaan antibotik yang kurang tidak sesuai menjadi penyebab utama meningkatnya resistensi bakteri terhadap pengobatan infeksi di Indonesia. Sebagian besar minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan, penyimpanan dan informasi bahaya resistensi antibiotik disebebkan tingginya swamedikasi dan ketidakpatuhan dalam konsumsi obat antibiotik menjadi permasalahan dimasyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan, penyimpanan, dan bahaya resistensi antibiotik. Metode kegiatan meliputi edukasi menggunakan leaflet, ceramah interaktif dengan presentasi power point dengan adanya indikator pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test terhadap 52 responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan hasil posttest tertinggi dengan nilai 75-100 dengan kategori pengetahuan baik meningkat dibandingkan dengan pretest nilai tertinggi 0-35 dengan kategori pengetahuan kurang, sehingga dapat diartikan responden masih kurangnya informasi tentang obat antibiotik. Peningkatan signifikan pengetahuan responden, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 7 orang menjadi 40 orang, sedangkan kategori kurang menurun dari 27 orang menjadi 0 dengan hasil uji statistik T-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) menandakan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang penggunaan, penyimpanan dan informasi bahaya resistensi antibiotik. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi pemberian informasi kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan antibiotik dalam pencegahan resistensi antibiotik dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Determination Of Antioxidant Activity And Spf Value Of Purified And Crude Extracts Of Mango Leaves (Mangifera Indica L.) Audrie Agustini Widiawati; Salma Hilmy Rusydi Hashim; La Ode Muhammad Anwar; Ranatri Puruhita
Media Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2026): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v21i1.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan aktivitas antioksidan dan Sun Protection Factor (SPF) antara ekstrak kasar dan ekstrak murni daun mangga (Mangifera indica L.), dan untuk mengevaluasi peran pemurnian dalam meningkatkan efektivitasnya. Latar belakang penelitian ini terkait dengan meningkatnya permintaan akan senyawa alami dengan potensi ganda sebagai antioksidan dan pelindung UV, mengingat radikal bebas dan paparan ultraviolet merupakan penyebab utama stres oksidatif dan kerusakan kulit. Proses penelitian meliputi beberapa tahap, yaitu penentuan tanaman, persiapan simplisia, ekstraksi maserasi menggunakan etanol 70%, pemurnian dengan n-heksana, skrining fitokimia, evaluasi kualitas, uji antioksidan menggunakan metode DPPH, dan penentuan SPF dengan spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak murni memiliki profil kualitas yang lebih tinggi dengan rendemen 50%, kadar air 5,78% ± 0,29, dan kadar abu 0,22%. Uji fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik, dan saponin, dengan flavonoid yang lebih terkonsentrasi dalam ekstrak murni. Uji antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 24,64 ± 0,52 µg/mL untuk ekstrak murni dan 48,28 ± 0,61 µg/mL untuk ekstrak kasar, keduanya tergolong sangat kuat. Hasil SPF menunjukkan nilai 44,89 pada 12.000 ppm untuk ekstrak murni dan 30,23 untuk ekstrak kasar. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Temuan ini menyoroti potensi ekstrak daun mangga murni yang menjanjikan sebagai bahan tabir surya herbal.
Analisis Strategi Pengawasan Pengelolaan Obat Oleh Balai POM Bogor Aeni Kusno; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah; Defita Roza; Ester Junita Sinaga
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.391

Abstract

Pengawasan pengelolaan obat merupakan upaya krusial untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat yang beredar di masyarakat. Balai POM Bogor memiliki peran strategis dalam melaksanakan pengawasan di wilayah Kota/Kabupaten Bogor dan Kota Depok yang memiliki tantangan distribusi obat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengawasan pengelolaan obat yang diterapkan oleh Balai POM Bogor dengan pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan yaitu observasi/wawancara dilanjutkan dengan pemetaan strategi prioritas melalui Matriks Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balai POM Bogor berada pada kuadran III (turn-around strategy), yang mencerminkan tingginya peluang eksternal namun masih dihadapkan pada kelemahan internal yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah Balai POM Bogor memiliki kekuatan ( Kewenangan hukum, kolaborasi lintas sektor, dukungan sistem informasi), Kelemahan ( Keterbatasan dana operasional dan kurangnya fasilitas), Peluang (Edukasi publik melalui media sosial, program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO)), dan Ancaman (Adanya potensi gratifikasi kepada aparat penegak hukum). Dari Matriks QSPM, lima strategi prioritas yang direkomendasikan adalah: (1) pengajuan dukungan dana tambahan untuk pembangunan gedung dan laboratorium, (2) pemanfaatan kerja sama lintas sektor dan teknologi digital, (3) pelibatan masyarakat dalam pengawasan dan program ABSO, (4) penyusunan edukasi berbasis komunitas, serta (5) pemanfaatan UU BPOM untuk memperkuat sarana dan prasarana pengawasan.
Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM Dalam Peredaran Kosmetik Yang Mengandung Pewarna Merah K10 (Rhodamin B) Nur Aliyah Husna; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.402

Abstract

Kosmetik telah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat modern. Namun demikian, produk ilegal maupun yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna Merah K10 (Rhodamin B) masih beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk meluncurkan dan merancang strategi pengawasan BPOM yang lebih efektif dalam menekan peredaran kosmetik yang mengandung Rhodamin B. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif melalui teknik SWOT dan Matriks QSPM. Berdasarkan analisis SWOT, posisi strategi pengawasan BPOM berada pada Kuadran I (Strategi Agresif) dengan titik koordinat (0,15; 0,12), yang mengindikasikan bahwa kekuatan internal dapat dioptimalkan untuk meraih peluang eksternal. Namun, hasil perhitungan QSPM menunjukkan perbedaan, dimana strategi WT memperoleh skor tertinggi. Tiga strategi prioritas yang dipilih adalah Strategi 1 (TAS 11,32), Strategi 2 (TAS 11,15), dan Strategi 10 (TAS 10,90). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi strategi SO dan WT sebaiknya diterapkan secara terpadu, tidak hanya untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang BPOM, tetapi juga untuk menutupi kelemahan internal serta menghadapi ancaman eksternal. Implementasi strategi prioritas tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas pengawasan dan meningkatkan perlindungan konsumen terhadap paparan kosmetik berbahaya di wilayah Balai POM Bogor.
ANALISIS ZAT BESI DAN VITAMIN C SERBUK LIOFILISASI UMBI BIT (Beta vulgaris L) KOMBINASI BUAH APEL HIJAU (Malus sylvestris Mill) sindi suryamin; Cindy Junita Romli; Nuzul Gyanata Adiwisastra; La Ode Muhammad Anwar; Marselina; Salma Hilmy Rusydi Hashim
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan zat besi dan evaluasi standar serbuk umbi bit (Beta vulgaris L) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill) dalam meningkatkan kadar hemoglobin sebagai upaya penanganan anemia, serta menentukan konsentrasi optimal dari kombinasi tersebut. Proses pengeringan dilakukan dengan metode freeze drying untuk mempertahankan stabilitas senyawa aktif. Hasil serbuk umbi bit dan apel hijau masing-masing dari 5 kg bahan menghasilkan 153 g dan 386,8 g serbuk. Uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua serbuk mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, dan polifenol yang berperan dalam penyerapan zat besi dan pembentukan hemoglobin. Uji organoleptik memperlihatkan bahwa serbuk memiliki ciri fisik dan aroma yang khas serta stabil. Hasil uji pH, homogenitas, susut pengeringan, kadar air, dan kadar abu menunjukkan bahwa serbuk memenuhi standar yang berlaku. Uji kadar zat besi dengan spektrofotometri serapan atom menunjukkan regresi linear (R² = 1) dengan kadar tertinggi pada konsentrasi 2 ppm. Uji kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis juga menunjukkan hubungan linear kuat (R² = 0,9674) pada serbuk apel hijau, umbi bit, dan kombinasinya pada konsentrasi 20 ppm. Kombinasi serbuk umbi bit mengandung zat besi sebesar 48,392 mg/20 g, sedangkan apel hijau mengandung vitamin C sebesar 61,4052 mg/10 g yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Kesimpulannya, kombinasi serbuk umbi bit dan apel hijau berpotensi dikembangkan sebagai sediaan nutrasetikal untuk penanggulangan anemia. Namun, efektivitasnya belum dapat dipastikan karena penelitian ini belum menyertakan data uji biologis sehingga diperlukan penelitian lanjutan, termasuk uji in vivo dan in vitro.