Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Antibakteri Deodorant Spray Ekstrak Terpurifikasi Kombinasi Daun Jambu Air dan Daun Mangga Wati, Isna; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Anwar, La Ode Muhammad; Adrianto, Madyo
Majalah Farmasetika Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i5.66509

Abstract

Keringat berlebih dapat menyebabkan timbulnya bau badan karena berinteraksi dengan proses metabolisme bakteri di kulit seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, tanin dan saponin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona penghambatan antibakteri pada ekstrak serta sediaan deodorant spray dengan ekstrak terpurifikasi kombinasi daun jambu air dan daun mangga pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dan formula sediaan deodorant spray dengan konsentrasi 5% (F1), 7,5% (F2), dan 10% (F3) melalui metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan zona hambat ekstrak terhadap Staphylococcus aureus berurutan yaitu 8,24±0,09 mm, 12,34±0,12 mm, dan 10,31±0,06 mm dan pada Pseudomonas aeruginosa yaitu 7,25±0,15 mm, 8,36 ±0,13 mm, dan 7,36±1,00 mm. Zona hambat sediaan deodorant spray terhadap Staphylococcus aureus sebesar F1 10,32±0,09 mm, F2 11,64±0,10 mm, dan F3 13,70±0,09 mm, terhadap Pseudomonas aeruginosa yaitu F1 7,34±0,12 mm, F2 9,32±0,09 mm, dan F3 10,68±0,05 mm. Kesimpulan daya hambat ekstrak kombinasi terbaik pada 1:2 yaitu 8,36±0,13 dan 12,34±0,12 mm, dan deodorant spray pada formula F3 13,70±0,09 dan 10,68±0,05 dalam kategori kuat. 
Inhibitor Enzim Papain-Like Protease (Plpro) SARS CoV-2 dan Mediator Inflamasi TNF-? dan IFN-? pada Bawang Putih (Allium Sativum L): Inhibitors of Papain-Like Protease (Plpro) Enzyme SARS CoV-2 and Inflammatory Mediators TNF-? and IFN-? in Garlic (Allium Sativum L) Romadhona, Pipit; Anwar, La Ode Muhammad; Hashim, Salma Hilmy Rusydi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v6i1.2010

Abstract

COVID-19 is an infectious disease caused by the SARS CoV-2 virus. Garlic (Allium sativum L) contains compounds that are responsible for immunomodulatory effects and have antiviral activity. This study aims to find out more about the compounds contained in garlic that have the potential for COVID-19 treatment. The research method is in silico. Macromolecules targeting papain-like protease enzyme tethering with code 6B18 and TNF-? mediators with code 1TNF and IFN-? with code 4Z5R. The results of research on 34 compounds in garlic obtained compounds that can inhibit the enzyme PLpro, namely the hyperin compound at -8.7 kcal/mol, compounds that can inhibit TNF-? mediators, namely phytol compounds at -8.0 kcal/mol, and compounds that can inhibit INF-a mediators, namely ergosterol compounds at -8.2 kcal/mol. Keywords:          COVID-19, PLpro, garlic, inflammation, TNF-a, IFN-a, in silico   Abstrak COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2. Bawang putih (Allium sativum L) mengandung senyawa yang bertanggung jawab atas efek imunomodulator dan memiliki aktivitas antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut senyawa yang terkandung didalam bawang putih yang berpotensi sebagai pengobatan COVID-19. Metode penelitian secara in silico. Makromolekul target penambatan enzim papain-like protease dengan kode 6B18, dan untuk mediator TNF-? dengan kode 1TNF dan IFN-? dengan kode 4Z5R. Hasil penelitian dari 34 senyawa pada bawang putih diperoleh senyawa yang dapat menghambat enzim PLpro yaitu senyawa hyperin sebesar -8.7 kcal/mol, senyawa yang dapat menghambat mediator TNF-? yaitu senyawa phytol sebesar -8.0 kcal/mol dan yang dapat menghambat mediator INF-a yaitu senyawa ergosterol sebesar -8.2 kcal/mol. Kata Kunci:         COVID-19, PLpro, bawang putih, inflamasi, TNF-?, IFN-?, in silico
Analisis & Pengembangan Strategi Pengawasan BPOM dalam Mengendalikan Peredaran Kosmetik Berbahaya Merkuri & Hidrokuinon Riyanto, Eka Ayu; Pramestyani, Embriana Dinar; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Ulfah, Ulyati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12387

Abstract

Peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di era digital yang mempermudah distribusi produk ilegal secara luas dan anonim. BPOM memiliki peran penting dalam menjamin keamanan kosmetik, namun menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, luasnya wilayah pengawasan, serta rendahnya literasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan strategi pengawasan BPOM terhadap peredaran kosmetik berbahaya melalui pendekatan SWOT dan penentuan strategi prioritas menggunakan QSPM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana, berdasarkan data wawancara semi-terstruktur terhadap petugas BPOM dan pelaku usaha kosmetik. Hasil menunjukkan bahwa BPOM memiliki kekuatan pada kompetensi SDM, dukungan regulasi, serta pemanfaatan sistem digital seperti SIPT dan EWAS. Analisis SWOT menempatkan BPOM pada kuadran I (strategi agresif) dengan koordinat (0,86; 0,64), sedangkan hasil QSPM menunjukkan tiga prioritas utama: kolaborasi dengan influencer (skor 13), pengembangan laboratorium forensik digital (skor 12,8), dan penerapan chatbot berbasis AI (skor 11,7). Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengawasan berbasis kolaborasi, teknologi, dan literasi publik sebagai langkah adaptif dan berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
EDUKASI MANFAAT KOMBINASI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR Syzygiuum aquem) DAN DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN SPF BAGI PT GONDOWANGI Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Marselina, Marselina; Afriyani, Annisa Esabita; Perdiansyah, Gilang Aditia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2203

Abstract

The phytochemical components and activity values contained in rose apple leaves (Syzygium aquem) and mango leaves (Mangifera indica L.) have the potential to be used as antioxidants and natural photoprotective agents that are beneficial in cosmetic products. The results of this research are important to disseminate widely, especially to industries engaged in the cosmetics industry. Medika Suherman University collaborated with PT Gondowangi in the Tri Dharma of higher education so that this activity aimed to serve the community by increasing awareness and knowledge about the benefits of combining guava leaf and mango leaf extracts as antioxidants and SPF. This activity was conducted through lectures with the aid of leaflets, targeting 29 participants consisting of pharmacists and staff at PT Gondowangi. Knowledge was then measured through pre-tests and post-tests using Google Forms. The results of this educational activity received a positive response as a form of cooperation implementation, with an average pre-test score of 78.62% and a post-test score of 93.79%. The conclusion indicates that the educational method used can increase awareness and knowledge about the benefits of combining guava leaf extract and mango leaf extract as antioxidants and SPF.ABSTRAKKomponen fitokimia serta nilai aktivitas yang terkandung dalam daun jambu air (Syzygium aquem) dan daun mangga (Mangifera indica L.) berpotensi sebagai antioksidan dan agen fotoproteksi alami yang bermanfaat dalam produk kosmetik. Hasil-hasil penelitian tersebut penting untuk disebarkan luaskan terutama kepada industri yang bergerak dibidang industri kosmetik. Universitas Medika Suherman bekerjasama dengan PT Gondowangi dalam Tri Dharma perguruan tinggi sehingga kegiatan ini bertujuan sebagai implementasi pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai manfaat kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga sebagai antioksidan dan SPF. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dengan bantuan media leaflet dengan target peserta apoteker, staf di PT Gondowangi sebanyak 29 orang, kemudian mengukur pengetahuan melalui pre-test dan post-test menggunakan google form. Hasil dari kegiatan edukasi ini memiliki respon positif sebagai bentuk implementasi kerja sama dan nilai pengetahuan diperoleh rata-rata nilai pre-test sebesar 78,62% dan post-test sebesar 93,79%. Kesimpulan menunjukan bahwa metode edukasi yang telah dilakukan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai manfaat kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga sebagai antioksidan dan SPF.
Potensi Imunomodulator Fraksi Etil Asetat Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) terhadap Aktivasi Limfosit T dan Produksi IgG pada Model Tikus Jannah, Zam Zam Zainatul; Nurhakim, Deslia Putri; Ananda, Salsa Billa; Nurjanah, Nina; Putri, Felly Olivia Setya; Anwar, La Ode Muhammad; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Marselina, Marselina; Adiwisastra, Nuzul Gyanata
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.944

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, khususnya dalam meningkatkan fungsi sel imun dan produksi antibodi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas fraksi etil asetat biji jintan hitam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) serta kadar imunoglobulin G (IgG). Metode pada penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain eksperimental dilakukan secara in vivo menggunakan 18 ekor tikus jantan yang dibagi 6 kelompok dengan 3 kelompok uji dan 3 kelompok kontrol. Analisis senyawa dilakukan dengan GC-MS, nilai sel limfosit T diukur dengan Flow Cytometry, sedangkan nilai imunoglobulin G (IgG) diukur menggunakan ELISA Reader. Hasil penelitian bahwa fraksi etil asetat biji jintan hitam mengandung 79 senyawa metabolit. Nilai sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, akan tetapi kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai sebesar 97,06%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian nilai imunoglobulin G (IgG) menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai sig. <0.05 dan aktivitas tertinggi serta fraksi yang paling baik terdapat pada kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% sebesar ±278,740 ng/mL. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat jintan hitam konsentrasi 20% berpotensi sebagai imunomodulator yang aman, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, khususnya pada kondisi penurunan fungsi imun. Temuan ini menambah pengetahuan tentang potensi jintan hitam sebagai imunomodulator dan dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya guna mengetahui senyawa aktif serta cara kerjanya lebih jelas.
Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh BPOM Bogor Esa, Risda Maulida; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13568

Abstract

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian mendapatkan tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.
Analisis Dan Pengembangan Strategi Pengawasan Peredaran Kosmetik Oleh BPOM Bogor Esa, Risda Maulida; Embriana Dinar Pramestyani; Salma Hilmy Rusydi Hashim; Ulyati Ulfah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13568

Abstract

Tingginya minat penggunaan masyarakat terhadap kosmetik mendorong para produsen untuk bersaing dalam menciptakan produk kecantikan dengan berbagai variasi dan keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengawasan yang selama ini diterapkan Balai POM Bogor dan merumuskan strategi pengembangan berdasarkan faktor internal dan eksternal. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan posisi strategis Balai POM Bogor, serta matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan prioritas strategi pengembangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pegawai Balai POM, dan telaah dokumen. Hasil penelitian mendapatkan tiga strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu menambah kompetensi SDM melalui pelatihan, serta meningkatkan fasilitas laboratorium untuk mendukung efektivitas pengawasan kosmetik secara cepat, mendorong pengesahan RUU BPOM terkait penindakan guna memperkuat kepastian hukum dan efektivitas penindakan, melakukan sosialisasi ke sekolah kerja sama dengan influencer lokal untuk kegiatan edukasi penggunaan kosmetik aman yang lebih masif. Kesimpulannya, Balai POM Bogor menerapkan pengawasan berbasis risiko secara menyeluruh. Analisis SWOT menunjukkan posisi Balai POM Bogor berada di kuadran I dengan strategi agresif. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi menambah kompetensi SDM dan fasilitas laboratorium, mendorong pengesahan RUU BPOM, serta memperluas edukasi melalui sekolah dan influencer.
Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan, Penyimpanan dan Resistensi Antibiotik di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi Gyanata Adiwisastra, Nuzul; Dewi, Masita Sari; Marselina, Marselina; Muhammad Anwar, La Ode; Rusydi Hashim, Salma Hilmy; Ulfah, Ulyati; Rozak, Abdul
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7361

Abstract

Penggunaan antibotik yang kurang tidak sesuai menjadi penyebab utama meningkatnya resistensi bakteri terhadap pengobatan infeksi di Indonesia. Sebagian besar minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan, penyimpanan dan informasi bahaya resistensi antibiotik disebebkan tingginya swamedikasi dan ketidakpatuhan dalam konsumsi obat antibiotik menjadi permasalahan dimasyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan, penyimpanan, dan bahaya resistensi antibiotik. Metode kegiatan meliputi edukasi menggunakan leaflet, ceramah interaktif dengan presentasi power point dengan adanya indikator pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test terhadap 52 responden menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan hasil posttest tertinggi dengan nilai 75-100 dengan kategori pengetahuan baik meningkat dibandingkan dengan pretest nilai tertinggi 0-35 dengan kategori pengetahuan kurang, sehingga dapat diartikan responden masih kurangnya informasi tentang obat antibiotik. Peningkatan signifikan pengetahuan responden, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 7 orang menjadi 40 orang, sedangkan kategori kurang menurun dari 27 orang menjadi 0 dengan hasil uji statistik T-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) menandakan adanya perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang penggunaan, penyimpanan dan informasi bahaya resistensi antibiotik. Temuan ini membuktikan bahwa metode edukasi pemberian informasi kepada masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan antibiotik dalam pencegahan resistensi antibiotik dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.