Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

EVALUASI PELAYANAN DAN TARIF KERETA API LOGAWA METODE ABILITY TO PAY – WILLINGNESS TO PAY Pradana, Putri Amabel Carissa; Utomo, Nugroho; Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4695

Abstract

Kereta Api Ekonomi Premium Logawa merupakan salah satu moda transportasi antarkota yang melayani rute Surabaya–Jember dengan tarif terjangkau dan pelayanan yang mendukung mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan Kereta Api Ekonomi Premium Logawa berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) perjalanan kereta api serta menganalisis kesesuaian tarif menggunakan metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 150 responden penumpang. Metode Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengukur kesesuaian antara kinerja dan harapan penumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penumpang berjenis kelamin laki-laki (58persen), berusia 20-30 tahun (42,7persen), dan berstatus pelajar atau mahasiswa (31,3persen), dengan frekuensi perjalanan sebagian besar hanya 1-2 kali per bulan (82persen). Nilai rata-rata ATP penumpang adalah Rp345.378,00 sedangkan nilai rata-rata tambahan tarif WTP sebesar Rp9.267,00, menunjukkan tarif saat ini masih dapat dinaikkan dengan catatan peningkatan kualitas pelayanan. Nilai rata-rata tingkat kesesuaian pelayanan adalah 96,40persen. Berdasarkan analisis IPA, atribut prioritas utama peningkatan (kuadran I) meliputi kondisi pintu antar gerbong, CCTV, kenyamanan tempat duduk, fasilitas dan kebersihan toilet, serta fasilitas kereta makan. Sementara atribut yang kinerjanya perlu dipertahankan (kuadran II) adalah lampu penerangan, ketepatan waktu, rak bagasi, informasi perjalanan, sistem pembelian tiket, kaca film jendela, serta keberadaan nama/relasi dan nomor urut kereta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kemampuan membayar penumpang cukup tinggi, kesediaan untuk membayar lebih masih rendah apabila kualitas pelayanan tidak ditingkatkan.
Pemanfaatan komposter sebagai alat pengolah sampah rumah tangga di Desa Kedamean Gresik Aryaseta, Bagas; Puspitasari, Nia Dwi; Wibisana, Hendrata; Fatikasari, Aulia Dewi; Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar; Farichah, Himatul; Wardhani, Primasari Cahya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34484

Abstract

AbstrakDesa Kedamean merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik bagian selatan. Mayoritas penduduk Desa Kedamean bermata pencaharian sebagai petani dan buruh pabrik. Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2020, di Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur terdapat sekitar 41% sampah organik dari total sampah keseluruhan yang didominasi oleh sampah sisa makanan. Namun, menurut data Badan Pusat Statistik yang dikeluarkan pada tahun 2018 hanya 1,2% saja masyarakat yang mendaur ulang sampahnya. Rumah tangga menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia. Jumlah rumah tangga di Desa Kedamean terhitung sebanyak 1940 yang berarti 32% dari total keseluruhan penduduk. Salah satu pemanfaataan sisa sampah organik adalah sebagai Pupuk Organik Cair (POC). Melalui alat Komposter, sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui proses pengomposan dengan memanfaatkan tong bekas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan untuk memberikan edukasi serta penyuluhan kepada masyarakat Desa Kedamean tentang pengolahan sampah rumah tangga. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dan antusias yang tinggi dari masyarakat Desa Kedamean. Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Kedamean memperoleh ilmu dan keterampilan baru untuk meningkatkan produktifitas. Kata kunci: Desa Kedamean; gresik; pengolahan sampah organik; komposter; pupuk organik cair. AbstractKedamean Village is one of the villages in the Kedamean District, the southern part of Gresik Regency. The majority of the residents of Kedamean Village have a livelihood as farmers and factory workers. Based on data from the Ministry of Environment and Forestry 2020, in Gresik Regency, East Java Province, there are around 41% organic waste of the total waste, which is dominated by food waste. However, according to data from the Central Statistics Agency released in 2018, only 1.2% of people recycle their waste. Households are one of the biggest waste contributors in Indonesia. The number of households in Kedamean Village is 1940, which means 32% of the total population. One of the utilizations of the remaining organic waste is as Liquid Organic Fertilizer (LOF). Through the Composter tool, household organic waste can be used as Liquid Organic Fertilizer (LOF) fertilizer through the composting process using used barrels. Therefore, community service activities are carried out to provide education and counseling to the people of Kedamean Village regarding household waste management. This activity received a positive and enthusiastic response from the people of Kedamean Village. Through this activity, the people of Kedamean Village gain new knowledge and skills to increase productivity. Keywords: Kedamean Village; gresik; organic waste processing; composter; liquid organic fertilizer.
Analisis Kepuasan Pengguna Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Kota Lama Surabaya Menggunakan Metode Importance Performance Analysis Dan Customer Satisfaction Index Krisna Aditya Baskara; Fithri Estikhamah; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.851

Abstract

Kawasan Kota Lama Surabaya merupakan kawasan heritage yang telah direvitalisasi dan berkembang sebagai destinasi wisata perkotaan sehingga intensitas aktivitas pejalan kaki semakin meningkat, khususnya di koridor Jalan Rajawali (Kawasan Eropa) dan Jalan Kembang Jepun (Kawasan Pecinan). Namun, observasi lapangan masih menemukan berbagai permasalahan seperti trotoar licin dan tergenang air, gangguan kendaraan bermotor, kebersihan kawasan yang kurang optimal, serta aktivitas lain yang mengganggu ruang gerak pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pengguna, tingkat kepentingan dan kinerja atribut fasilitas pedestrian, mengukur kepuasan pengguna dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI), serta menentukan prioritas perbaikan melalui Importance Performance Analysis (IPA). Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan dengan penyebaran kuesioner kepada 200 responden. Hasil CSI menunjukkan nilai kepuasan Segmen Kawasan Eropa sebesar 76,55% (kategori Puas) dan Segmen Kawasan Pecinan sebesar 67,99% (kategori Cukup Puas). Analisis IPA mengidentifikasi atribut prioritas perbaikan pada Kawasan Eropa meliputi material trotoar tidak licin, trotoar bebas genangan, kebersihan jalur pedestrian, kebersihan lingkungan sekitar, gangguan kendaraan bermotor, ketersediaan tempat duduk, dan gangguan aktivitas lain. Pada Kawasan Pecinan, prioritas utama mencakup kebersihan jalur pedestrian, kebersihan lingkungan sekitar, gangguan kendaraan bermotor, dan gangguan aktivitas lain pada area pedestrian.
Motorcycle Passenger-Car Equivalents from Time-Headway Data with Lane-Occupancy Adjustment in Urban Indonesia Aulia Dewi Fatikasari; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah; Zaid Dzulkarnain Zubizaretta; Rohmahillah Aviskanasya Septiandri; Agistya Rachma Larasati; Roma Artha Uly Napitupulu; Linie Rose Dayaday Santacera; Sinta Nabilah Salma
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 2 (2026): February-April
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i2.2458

Abstract

Motorcycles dominate traffic composition in East Surabaya, making the determination of Passenger Car Equivalent (PCE) values for motorcycles a crucial aspect of road performance assessment. This research evaluates motorcycle PCE value on six road sections on Raya Prapen Street, Jemursari Street, Jemur Andayani Street, Panjang Jiwo Street, Kali Rungkut Street, and Rungkut Industri Street, each observed in two directions (12 segments in total), with samples collected during peak hours on Monday (06:00–10:00) and Friday (15:00–19:00). The Time Headway method is used to calculate the PCE value, and followed by statistical procedures, including t-tests and the calculation of the coefficient of determination, were performed using SPSS software. Findings show a strong correlation between PCE values and the characteristics of each road section. The adjusted motorcycle PCE values range from 0.12 to 0.20 across all sections, with site-wise pairs for direction 1/direction 2 as follows: Raya Prapen 0.20/0.16, Jemursari 0.18/0.19, Jemur Andayani 0.14/0.12, Panjang Jiwo 0.20/0.19, Kali Rungkut 0.15/0.16, and Rungkut Industri 0.15/0.14. The result coefficient of determination of R2 = 0.817 indicates a strong association between Time Headway and PCE Values. This research is limited by the assumption of a uniform motorcycle dimension factor across all sections.
Pemodelan Nilai TQI Berbasis Ketebalan Ballast dan Parameter Geometri pada Jalur Rel 1435 mm Mochammad Choirusydhia Pratama; Nugroho Utomo; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1105

Abstract

The Track Quality Index (TQI) is an essential indicator for evaluating the geometric quality of railway tracks. This study aims to analyze TQI values and predict their degradation based on geometric parameters and ballast thickness on the Makassar–Parepare railway line with a 1435 mm track gauge. The data used include track recording car measurements, ballast thickness, as well as traffic load and frequency. The analytical method employed is simple linear regression to determine the effect of ballast thickness on TQI. The results show that 66.66% of the track segments fall into the “Excellent” category. Furthermore, ballast thickness has a significant influence, with an R² value of 0.973, indicating that the thicker the ballast layer, the better the track quality. Long-term TQI prediction reveals an increase in TQI values over time due to ballast degradation, with the average value rising from 24.23 in the 5th year to 69.61 in the 25th year. These findings highlight the importance of periodic maintenance interventions based on TQI prediction to sustain the safety and comfort of railway operations.
Analisis Faktor Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas pada Jalan Raya Legundi – Bypass Krian STA 0+000 – STA 5+100 Abdurrosid Salim; Nugroho Utomo; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i2.1444

Abstract

Traffic accidents remain one of the major transportation problems that continue to increase along with population growth and the rising mobility of the community. This condition leads to a higher risk of traffic accidents, resulting in both material and non-material losses while endangering road users' safety. One of the road sections with a relatively high accident rate is the Legundi–Bypass Krian Road in Sidoarjo Regency, where 23 traffic accident cases were recorded by the Traffic Accident Unit of the Sidoarjo Regional Police in 2024. This study aims to analyze the factors causing traffic accidents, identify accident-prone locations, and evaluate the condition of road safety facilities along the Legundi–Bypass Krian Road. The methods employed include the Accident Equivalent Number (AEN) and the Upper Control Limit (UCL) to identify accident-prone areas (black spots), Importance Performance Analysis (IPA) to analyze accident-causing factors based on road users' perceptions, and a scoring method to assess the feasibility of road safety facilities. The results indicate that human factors are the dominant cause of traffic accidents, several road segments are identified as accident-prone locations based on AEN values exceeding the UCL, and a number of road safety facilities are still in suboptimal condition. Therefore, improving road safety facilities and implementing appropriate treatments at accident-prone locations are recommended to enhance traffic safety.
Analisis Pengaruh Desain Minipile Terhadap Daya Dukung Tanah Lanau Kelempungan di Jalan Raya Pakal Muhammad Aljabar; Rendra Ibnu Abdillah; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.734

Abstract

Kondisi tanah pada segmen Jalan Raya Pakal didominasi oleh lapisan lanau kelempungan dengan nilai daya dukung tanah yang relatif rendah. Data investigasi tanah pada titik B1 menunjukkan bahwa lapisan tanah dari kedalaman 0 hingga −20 meter terdiri atas lanau kelempungan dengan variasi kandungan pasir dan lanau, serta nilai N-SPT berkisar dari 6–49 yang mengindikasikan konsistensi tanah sangat lunak hingga sedang. Kondisi ini menimbulkan risiko penurunan (settlement) dan ketidakstabilan pada konstruksi jalan, sehingga diperlukan sistem perkuatan fondasi seperti minipile. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain minipile terhadap peningkatan daya dukung tanah lanau kelempungan berdasarkan parameter geoteknik hasil uji SPT, analisis gradasi, Atterberg limit, uji geser langsung, serta perhitungan daya dukung tiang menggunakan metode Decourt. Perhitungan dilakukan untuk variasi diameter minipile 400 mm, 500 mm, dan 600 mm pada kedalaman hingga 20 meter. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan diameter tiang memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas daya dukung, di mana daya dukung ultimate (QL) mencapai 340,7 ton untuk diameter 400 mm, 448,3 ton untuk diameter 500 mm, dan 564,8 ton untuk diameter 600 mm pada kedalaman 20 meter. Temuan ini menunjukkan bahwa pemasangan minipile dapat meningkatkan stabilitas struktur jalan pada tanah lanau kelempungan di Jalan Raya Pakal. Penggunaan diameter tiang yang lebih besar menghasilkan peningkatan daya dukung yang lebih tinggi, sehingga dapat menjadi rekomendasi desain fondasi untuk perkuatan perkerasan jalan pada area dengan kondisi tanah serupa.
Comparative Effectiveness of Roundabouts and Traffic Signals as Alternative Treatments for Unsignalized Intersections under Projected Traffic Growth (A Case Study of the Wadung Asri–Brebek–Gedong Masjid Intersection, Sidoarjo Regency.) Izzul Muhamad Hasyir Rachman; Nugroho Utomo; Achmad Dzulfiqar Alfiansyah
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i3.1355

Abstract

Unsignalized intersections are vulnerable to performance degradation as traffic volume increases, particularly at the Wadung Asri–Brebek–Gedong Masjid Intersection in Sidoarjo Regency. This study aims to analyze the intersection performance based on the 2023 Indonesian Highway Capacity Guidelines (PKJI 2023) and compare the effectiveness of a roundabout and a signalized intersection (APILL) as alternative treatments under projected traffic growth. The research method involved manual traffic surveys conducted over four days during peak hours, including traffic volume and intersection geometric data. The results show that the existing condition has a degree of saturation (DS) of 0.88 with an average delay of 15.16 s/SMP. Based on the traffic projection for the design year of 2030, the DS increases to 1.11, with an average delay of 26.08 s/SMP, indicating that the intersection does not meet the PKJI 2023 standard (DS < 0.85). The first treatment involved geometric widening of each intersection approach and designing a roundabout, resulting in a DS of 1.07 and an average delay of 52.00 s/SMP. The second treatment involved geometric widening of each intersection approach and the design of a four-phase signalized intersection, resulting in a DS of 0.79 and an average delay of 51.80 s/SMP. Therefore, geometric widening combined with a four-phase signalized intersection is recommended as the preferred treatment alternative because it achieves a DS that meets the PKJI 2023 standard, with a relatively comparable delay to the roundabout alternative. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 9   : Sustainable Transportation InfrastructureSDG 11 : Sustainable Urban MobilitySDG 13 : Climate Action