Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Program Inovasi Nip-Soothe (SIMICO) untuk Asuhan Perawatan Payudara Pascasalin di Desa Sirnajaya Sulastri, Meti; Daryanti, Eneng; Nurdianti, Reni; Dewi, Heni Aguspita; Sugiharti, Mamay; Wahyudi, Deni; Hilmawan, Rikki Gita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22838

Abstract

ABSTRAK Trauma puting seperti lecet dan nyeri merupakan masalah utama yang dihadapi ibu menyusui dan berpotensi menurunkan motivasi pemberian ASI eksklusif, padahal keberhasilan ASI eksklusif sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal bayi dan pencegahan stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui mengenai perawatan payudara, mengembangkan produk herbal Nip-Soothe sebagai solusi alami trauma puting, serta memberdayakan ibu rumah tangga dalam pemanfaatan tanaman herbal lokal. Program dilaksanakan secara partisipatif di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyuluhan kesehatan, pelatihan pembuatan Nip-Soothe, uji coba produk, dan pendampingan kader posyandu serta kelompok PKK, dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi penggunaan produk. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu menyusui dari 33,3% menjadi 86,7%, uji coba Nip-Soothepada 10 ibu menyusui menunjukkan 80% responden mengalami penurunan nyeri dan lecet puting, serta terbentuk kelompok ibu rumah tangga yang mampu memproduksi dan mengemas Nip-Soothe secara sederhana sebagai produk kesehatan keluarga. Dengan demikian, inovasi Nip-Soothe terbukti efektif sebagai solusi perawatan payudara yang sederhana dan aman, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, berkontribusi pada pencegahan stunting, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Kata Kunci: Inovasi, Nip-Soothe, Perawatan Pascasalin  ABSTRACT Nipple trauma such as cracks and pain is one of the main problems faced by breastfeeding mothers, which may reduce their motivation to provide exclusive breastfeeding. In fact, exclusive breastfeeding plays a crucial role in supporting optimal infant growth and preventing stunting. This program aimed to improve mothers’ knowledge of breast care, develop Nip-Soothe as a natural herbal-based solution for nipple trauma, and empower housewives through the utilization of local herbal resources. The program was conducted using a participatory approach in Sirnajaya Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency, through several stages including needs assessment, health education, training on Nip-Soothe production, product trials, and mentoring of health cadres and PKK groups. Evaluation was carried out using pre- and post-test questionnaires as well as direct observation of product use. The results showed an increase in maternal knowledge from 33.3% to 86.7%, while trials on 10 breastfeeding mothers indicated that 80% reported a reduction in nipple pain and cracks after regular use. Furthermore, a women’s group was established that successfully produced and packaged Nip-Soothe as a family health product and potential home-based business. In conclusion, Nip-Soothe proved to be an effective, safe, and simple solution for nipple care, supporting exclusive breastfeeding, contributing to stunting prevention, and simultaneously creating opportunities for community empowerment through local economic development. Keywords: Innovation, Nip-Soothe, Post-Partum Treatment
HIJAU BERNUTRISI: INOVASI PANGAN LOKAL DAUN KELOR UNTUK MENGATASI ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Suryani, Iis Sopiah; Maharani, Ajeng; Nurakilah, Heni; Nurdianti, Reni; Rahmawati, Ai; Hilawan, Rikky Gita; Marlina, Lina
Community Impact and Society Empowerment Journal Vol. 1 No. 1 (2025): May
Publisher : Indonesian Researchers Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia masih menjadi masalah gizi utama pada remaja putri, terutama disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi dan meningkatnya kebutuhan saat menstruasi. Hal ini berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan risiko komplikasi kesehatan. Program “Hijau Bernutrisi” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan konsumsi pangan bergizi berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera) sebagai langkah preventi terhadap kasusu anemia pada remaja putri. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan gizi interaktif dan demonstrasi pengolahan makanan sehat berbahan daun kelor. Peserta mengikuti sesi teori dan praktik memasak, serta diukur tingkat pengetahuan dan minat konsumsi sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriftif kuantitatif. Terjadi perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test, dengan post-test lebih tinggi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Selain itu, peserta menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap olahan daun kelor dan menyatakan kesediaan mencoba resep di rumah. Edukasi gizi yang disertai praktik langsung terbukti efektif meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pencegahan anemia melalui konsumsi pangan lokal bergizi. Program ini dapat menjadi strategi edukatif untuk Mengurangi risiko anemia di kalangan remaja.
Dukungan Keluarga Pada Anggota Keluarga Anak Stunting dan TB-MDR Hilman Mulyana; Ade Iwan Mutiudin; Ana Ikhsan Hidayatulloh; Asep Mulyana; Baharudin Lutfi S; Septiandi Eka Darusman; Asep Rahmadiana; Deni Wahyudi; Rikky Gita Hilmawan; Ai Rahmawati; Heni Aguspita Dewi; Yani Sri Yani; Mamay Sugiharti; Fitriani Mardiana Hidayat; Reni Nurdianti; Budy Nugraha
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.828

Abstract

Global Report melaporkan bahwa Indonesia termasuk 27 high burden TB-MDR countries, salah satunya terdapat di provinsi Jawa Barat sebanyak 28 pasien TBC kebal rifampisin pada tahun 2017. Terdapat 30 pasien TBC di kota Tasikmalaya yang tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas di tahun 2018. Menariknya terdapat 16 orang dari 30 pasien tersebut memiliki anggota keluarga dengan kondisi anak stunting, serta di kota tasikmalaya terdapat 32% anak stunting yang cukup tinggi diatas standard yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Kondisi demikian tentunya berpengaruh terhadap dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada klien. Langkah pertama kegiatan dengan melibatkan mitra yaitu keluarga atau anggota keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting dan anggota keluarga yang memiliki klien TBC, tahapannya meliputi  pra kegiatan, kedua survei lokasi, dan ketiga persiapan sarana dan prasarana. Langkah kedua pelaksanaan kegiatan, meliputi pre-test, pelaksanaan edukasi, dan diakhiri dengan post-test. Langkah ketiga evaluasi,  pengukuran pengetahuan mitra dengan cara membandingkan dan menganalisis hasil dari pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan dukungan keluarga mitra setelah mendapatkan edukasi sebelum dan sesudah, meliputi emosional dari 68.7% menjadi 87.5%, informasi dari 62.5% menjadi 93.7%, instrumental dari 50% menjadi 81.2%, dan penilaian dari 56.2% menjadi 68.7%.  Terdapat peningkatan dukungan keluarga terutama pada dimensi emosional 18.8% dan dimensi informasional 31.2%, serta secara keseluruhan mitra sudah memberikan dukungan bersifat Favorable sebanyak 68.7%. Perlu adanya pengabdian kepada masyarakat lanjutan berupa peningkatan sikap ataupun perilaku yang berkelanjutan dari mitra sampai benar-benar menjadi kebiasaan yang positif.
STRES DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMK BHAKTI KENCANA KOTA TASIKMALAYA Ai Rahmawati; Reni Nurdianti; Pipit Srimulyati
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i2.2265

Abstract

Stres yang dimiliki remaja akan berpengaruh kepada perubahan psikologis dan fisiologis, apabila stres terjadi, tentunya akan berpengaruh terhadap siklus menstruasi. Keadaan tersebut sering terjadi di kalangan remaja seperti yang telah dilakukan penelitian di salah satu SMK kesehatan yang berada di kota Tasikmalaya yaitu SMK Bhakti Kencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas XI sebanyak 222, sampel sebanyak 69 orang yang diperoleh dengan teknik proportional random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis dengan chi square test. Hasil penelitian menunjukan gambaran stres pada remaja putri sebagian besar termasuk kategori ringan yaitu sebanyak 43 orang (62.3%). Keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri sebagian besar termasuk kategori tidak teratur yaitu sebanyak 46 orang (66.7%). Terdapat hubungan stres dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri kelas XI SMK Bhakti Kencana Kota Tasikmalaya dengan p value 0,000. Oleh karena itu, remaja sebaiknya bisa mengendalikan stres agar tidak terjadi gangguan pada siklus menstruasi.
Edukasi Menstruasi Melalui Media Tiktok Terhadap Kesiapan Menghadapi Menarche Ai Rahmawati; Reni Nurdianti; Gita Puspitasari
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2878

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang terjadi pada masa awal remaja ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi yang terjadi dalam rentan usia 10-16 tahun. Masalah yang dihadapi remaja putri di negara berkembang yaitu masih minimnya tingkat pengetahuan remaja tentang menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menstruasi melalui media TikTok terhadap kesiapan menghadapi menarche. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasy eksperiment one group pretest post test desain. Sampel adalah siswi kelas V yang belum mengalami menstruasi berjumlah 72 orang siswi. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji T-dependen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh edukasi menstruasi melalui media TikTok terhadap kesiapan menghadapi menarche dengan p-value 0,000<0,05. Simpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi menstruasi melalui media TikTok terhadap kesiapan menghadapi menarche pada siswi kelas V, oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penyuluhan agar terwujudnya kesiapan remaja dalam menghadapi menarche.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMK MJPS 1 KOTA TASIKMALAYA Reni Nurdianti; Lina Marlina; Sumarni Sumarni
HealthCare Nursing Journal Vol. 3 No. 1 (2021): Healtcare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v3i1.1094

Abstract

Nowadays, sex among teenagers is not taboo. Sexual behavior among adolescents tends to increase, especially unmarried adolescents. In the24 countries in North America and Europe show that adolescent sexual behavior begins at the age of 15. The survey was conducted to 33,943 in 24 countries carried out by a French Non-Governmental Organization (NGO), showing that 13.2% of adolescents have been sexually active since the age of 15 and do not use contraceptives. Meanwhile, 82% use contraception.The purpose of this study was whether there was a relationship between knowledge and sexual behavior in adolescents at SMK MJPS 1 Tasikmalaya city. This research method is descriptive analytic with cross-sectional correlation approach. Samples taken in this study were students of class X-XII teenagers at SMK MJPS 1 Tasikmalaya city by using the sampling technique used was random sampling. The results of the respondent's data taken were 89 people. From the data obtained, students with sufficient knowledge amounted to 60 people or (67.4%) and a small number of students with less knowledge amounted to 7 people (7.9%) with less behavior amounted to 37 people or (41.6%) and good behavior amounted to 24 people or (27%). Statistical test results obtainedx²= 15.922, p-value 0.003 <0.05 means that there is a relationship between knowledge and sexual behavior in adolescents at SMK MJPS 1 Kota Tasikmalaya. Based on the results of the study, there is a need for education and counseling for adolescents by the local health center regarding the impact of sexual behavior on adolescents.
The Effect of Turnover Media on Increasing Knowledge of Compliance in Consumption of FE Tablets in Pregnant Women with Anemia Reni Nurdianti; Ai Rahmawati; Lina Marlina; Mia Rumiati
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i2.6606

Abstract

Anemia in pregnant women is a health problem that still exists throughout the world and has a negative impact on both mother and baby. The success of the government's Fe tablet administration program to treat anemia is strongly influenced by the adherence of pregnant women to consuming Fe tablets, besides that it is also influenced by the knowledge of pregnant women about anemia. Providing education to pregnant women is needed to increase knowledge of adherence to consumption of Fe tablets. Research Objectives: to determine the effect of flipchart media on increasing knowledge of consumption of Fe tablets in anemic pregnant women at the Cigeureung Health Center. The method used is quantitative with a pre-experimental approach. The sample used was 32 respondents from a population of 215 anemic pregnant women, the sampling technique used was purposive sampling. The instrument used was a questionnaire on increasing knowledge of consumption of Fe tablets that had been tested for validity and flipchart media. The data analysis used is the Wilcoxon test. Research results showed that there was an effect of flipchart media on increasing knowledge of adherence to consumption of Fe tablets with a p-value of 0.000 (p <0.05). The knowledge of pregnant women before being given education is sufficient then after being given education it is good. There is an effect of flipchart media on increasing knowledge of adherence to consumption of Fe tablets in anemic pregnant women at the Cigeureung Health Center. It is hoped that after learning about adherence to consuming Fe tablets, pregnant women with anemia can consume Fe tablets regularly.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PUDING KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN PUDING KATUK (SAUROPUS ANDROGYNUS) UNTUK MENINGKATKAN KUANTITAS ASI Reni Nurdianti; Ai Rahmawati; Fitriani Mardiana Hidayat; Lina Marlina; Iis Sopiah Suryani; Eneng Melda Febriana
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 9, No 3 (2026): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v9i3.12400

Abstract

Breast milk is the best source of nutrition for infants and plays a vital role in supporting optimal growth and development. However, many breastfeeding mothers still experience problems with breast milk production, which can affect the success of exclusive breastfeeding. Moringa (Moringa oleifera) and sauropus (Sauropus androgynus) leaves are plants known to contain lactagogum compounds that can stimulate breast milk production. One easily consumed form of moringa and sauropus leaf preparations is pudding. This study aims to compare the effectiveness of moringa leaf pudding and sauropus leaf pudding in increasing breast milk quantity in breastfeeding mothers. The quantitative research method used a quasi-experimental pretest-posttest design with two intervention groups. The research sample consisted of 15 people from the moringa pudding group and 15 people from the katuk pudding group with the inclusion criteria being breastfeeding mothers in Sambong Jaya Village, the working area of Sambong Pari Community Health Center and willing to be respondents, selected using a purposive sampling technique. Respondents were given an intervention in the form of consuming moringa pudding and katuk pudding twice a day for 7 days. The results of the analysis showed that giving moringa pudding significantly increased breast milk quantity (p = 0.005), while giving katuk pudding did not show a significant increase (p = 0.102). The conclusion of this study is that giving moringa pudding (Moringa oleifera) is more effective than katuk pudding (Sauropus Androgynus) in increasing breast milk quantity in breastfeeding mothers. Further research is recommended to use a larger sample and a randomized controlled trial design to obtain stronger evidence. Measurement of breast milk quantity should use an objective method with a standardized measurement time. Factors that can influence breast milk production, such as breastfeeding frequency, maternal intake, sleep quality, psychological well-being, infant age, and lactagogum use, also need to be controlled. Furthermore, longer intervention durations are needed to determine their effects over a longer period.