Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PEMANFAATAN DAN PEMAKNAAN SITUS SEJARAH TUGU MEDAN AREA DI KOTA MEDAN Andres M Ginting; Ahmad Fakhri Hutauruk
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 1 (2020): Volume 3 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i1.718

Abstract

Penelitian ini menawarkan sebuah penyelesaian dalam tantangan pembelajaran sejarah di Era Globalisasi. peserta didik yang menjadi subjek penelitian sebagai mana yang dikenal dengan generasi milenial memiliki kecenderungan gaya belajar yang berbeda genarasi terdahulu, dimana mereka menuntut keaktifan dari inovasi pembelajaran dengan paradigma terbaru. Dalam gagasan tersebut mencurahkan pembelajaran untuk menjawab tantangan dalam belajar sejarah. Yaitu dengan belajar berbasis sumber belajar lapangan. Pemanfaatan situs bersejarah dapat membawa kedekatan dan pemaknaan yang mendalam mereka terhadap kekayaan sejarah mereka. Pembelajaran ini dibagi dalam 3 langkah kegiatan pembelajaran yaitu orientasi, eksplorasi, dan refleksi. Aktivitas pembelajaran dapat dilaksanakan dimanapun selama dalam bingkai membangun pengetahuan peserta didik
Tantangan Masa Pandemi Covid-19 terhadap Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 16 Medan Ahmad Arif Budiman Nasution; Ahmad Fakhri Hutauruk; Andres M. Ginting
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v6i1.5086

Abstract

This research is based on the findings of problems in historical learning conducted by blended learning in class XII at SMA Negeri 16 Medan during the Covid-19 pandemic. This research also aims to describe the challenges of teaching and learning through blended learning during historical learning in class XII at SMA Negeri 16 Medan. This type of research is qualitative research through a descriptive approach. The results of the study illustrate the challenges experienced by educators and learners. The challenges of educators are teachers lacking knowledge in blended learning, difficulty in providing assessments on blended learning, ineffective learning time, educators' ability to use gadgets, limited facilities and infrastructure, while the problems felt by students are difficulty in adjusting, lack of interest in learners when learning blended learning, learners' learning achievements are low, some learners cannot afford internet packages and have difficulty in accessing the internet network.
Penggunaan Modul “Barus Bandar Kuno di Pantai Barat Sumatera” pada Mata Pelajaran Sejarah di Kelas X SMA Erlangga Pematangsiantar Ahmad Fakhri Hutauruk; Andres M. Ginting; Ahmad Arif Budiman Nasution
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v5i2.4871

Abstract

This research aims to find out the opinions of teachers and students about the use of modules in historical learning at Erlangga Pematangsiantar High School. This type of research is descriptive-qualitative. Data was taken from the informant of 1 history teacher, 28 students consisting of 15 students of class X IPA and 13 students of class X IPS and Principal through observation, interview, and documentation techniques. The validity of the data in this study is tested using data triangulation techniques, then the collected data is analyzed data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal, so that the modules are made effective then the teacher must refer to the theory put forward by Everett M. Rogers in which the module has excellence, consistency, complexity, can be tested and can be observed. From the results of the research it can be concluded that modules made by teachers of history subjects are effective.
Peran HKBP Sihorbo Tanjung dalam Penyebaran Agama Kristen Protestan di Desa Rura Tanjung Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan, 1956-2018 Monika Sipahutar; Ahmad Fakhri Hutauruk; Asnewastri Asnewastri
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.459 KB) | DOI: 10.30743/mkd.v3i2.1687

Abstract

Setelah dilakukannya zending RMG ke wilayah Nusantara, maka tak luput pula RMG masuk ke Tanah Batak. Diawali dengan berdirinya gereja di Tarutung hingga meluas ke seluruh wilayah Tanah Batak. Zendeling Pekabaran Injil Zending Batak yang pertama sekali diutus oleh Zending HKBP ke Desa Rura Tanjung adalah Gr Ogus Hutagalung sejak tahun 1920. Gr Ogus Hutagalung berhasil menyebarkan agama Kristen Protestan terutama kepada penduduk yang belum menganut agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa berdirinya HKBP Sihorbo Tanjung tidak terlepas dari pengaruh pengembangan Zending atau Pekabaran Injil ke berbagai daerah sebagi indikator panggilan gereja yang hidup seperti Zending Batak yang datang ke Rura Tanjung. Peranan HKBP Sihorbo Tanjung dalam menyebarkan agama Kristen Protestan di Rura Tanjung semakin berkembang hingga sampai sekarang (2018) terlihat dari berbagai bidang misalnya: bidang pendidikan, bidang Diakoni (pelayanan sosial), bidang kesehatan, bidang ekonomi.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 3 Pematang Siantar Ahmad Fakhri Hutauruk
Keguruan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In class X students at SMA Negeri 3 Pematang Siantar, this study attempts to ascertain if the Cooperative Script learning methodology can achieve student learning outcomes in history topics. The Nonequivalent Control Group Design is the type of research design utilized in this study, which employs a quasi-experimental methodology. Tests, observation, and documentation were employed in data gathering procedures, while dependent and independent sample t-tests were utilized in data analysis approaches. 22 students from Class X Science served as the experimental class in this study, and 22 students from Class X Social Studies served as the control class. Based on the study's findings, it was discovered that the learning outcomes of the experimental class's students, who used the Cooperative Script learning model, were better than those of the control class's students, who used the traditional learning model. Thus, it can be said that class X students at SMA Negeri 3 Pematang Siantar may learn history substantially better using the Cooperative Script learning paradigm. This can be taken into account so that the school can use this learning model to enhance student learning outcomes. The approach the school can adopt is to organize routine teacher training sessions on innovative learning.
Analisis Pemanfaatan Penilaian Otentik Berbasis Kemandirian Siswa dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Ahmad Fakhri Hutauruk
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.9 KB) | DOI: 10.57251/ped.v2i1.397

Abstract

Independent learning is a type of learning in which students must complete authentic assessments based on their own initiative. As a result, various approaches to developing quality history learning steps and a Pancasila profile in relation to independent schools with student autonomy are required. The development of history learning can be accomplished through three methods of implementing the social profile: teaching resources, learning methods, and authentic assessment. The use of authentic assessment will encompass the selection of instructional materials and learning models, making it a significant channel. Authentic assessment guides learning by allowing students to create various learning activities that contain the Pancasila Profile's contents during the learning process. Authentic assessment provides a true picture of students' reading abilities as well as a measure of their progress toward independence. As a result of this fact, authentic assessment can aid in the improvement of history learning as well as the development of student independence.
Peran Guru dan Gerakan Literasi Sekolah dalam Meningkatkan Literasi Sejarah Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Pematangsiantar Asnewastri Asnewastri; Andres M. Ginting; Ahmad Fakhri Hutauruk; Resmi Resmi; Ahmad Arif Budiman Nasution
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v7i1.6729

Abstract

Teachers play a crucial role as stakeholders in ensuring the continuity of literacy movements in schools. They undertake various efforts to sustain and develop school-based literacy programs, particularly in history. To this end, teachers can take several steps to promote and maintain the school's history literacy movement, such as planning and implementing the school's literacy history movement process. The research aims to determine the literacy skills of class XI students in lesson planning at SMAN 3 Pematangsiantar and to comprehend the role of teachers in fostering student literacy history in the learning process. A descriptive qualitative method was used to analyze descriptive data by describing the research results. The study utilized observation, interviews, and documentation to collect data from the principal, homeroom teacher, and class XI students. The study's findings suggest that teachers at SMAN 3 Pematangsiantar foster literacy movements through planning and processes implemented in the stages of habituation, development, and learning. Teachers can encourage students to participate in literacy programs by incorporating reading programs into the curriculum, such as a one-hour reading program or a reading lesson before class, and using various media, such as bulletin boards, to promote literacy movements. In addition, teachers and parents play essential roles in managing and supervising students since students learn not only at school but also actively learn at home.
Analisis Proses Pelaksanaan Pembelajaran Sejarah dengan Pemanfaatan Media Film sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Negeri 11 Medan Puspa Unsya Shaleha; Pulung Sumantri; Ahmad Fakhri Hutauruk; Satria Chandra; Ridho Gilang Amalsyah Saragih
Education & Learning Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/el.v3i2.1034

Abstract

Film adalah serangkaian gambar diam, yang ketika ditampilkan pada layar akan menciptakan ilusi gambar bergerak. Ilusi optik ini memaksa penonton untuk melihat gerakan berkelanjutan antar objek yang berbeda secara cepat dan berturut-turut. Film merupakan bagian dari media komunikasi massa yang sering kali digunakan sebagai media yang menggambarkan kehidupan sosial dalam masyarakat. Film sebagai salah satu atribut media massa menjadi sarana komunikasi yang paling efektif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pada saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung dalam menyampaikan materi ajar masih terkesan monoton. Hal ini dikarenakan kurangnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi bosan, kurang aktif dan akhirnya tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar di kelas, akibatnya akan berdampak pada nilai mereka rendah. Untuk mengatasi permasalahan ini maka guru harus menggunakan media pembelajaran yang tepat. Media yang dapat digunakan yaitu media film. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media film terhadap hasil belajar siswa. Selain itu untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi siswa melalui penerapan media film dalam pembelajaran sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penerapan media film untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi siswa merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah di sekolah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan saran atau rekomendasi serta bahan pertimbangan untuk guru agar siswa memiliki kemampuan dalam mengolah informasi sehingga pembelajaran sejarah dapat berjalan dengan lancar.
Sosialisasi Pentingnya Mendirikan Museum Teh Di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sebagai Sarana Eukasi Bagi Masyarakat Ahmad Fakhri Hutauruk; Ummu Harmain; Andres M Ginting; Syifa Salsabila; Dosni M R Saragih; Lamser Dabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jpmsm.v3i2.847

Abstract

Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik
Analisis Peran Perdagangan Maritim Terhadap Sejarah Perekonomian ASEAN Aditya Darma; Ahmad Fakhri Hutauruk; Benny Junior Kaban
Polyscopia Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/polyscopia.v1i2.1308

Abstract

Maritime trade is an economic activity carried out through sea routes such as exports and imports, the main function of maritime trade is to improve the economy of a country and the welfare between entrepreneurs, this maritime trade is not only carried out by two countries but can even be between one country and one organization that has members with several countries in it such as ASEAN. The purpose of this study is to provide knowledge about the role of maritime trade in the history of the economy in ASEAN. The results of this study explain the influence of maritime trade on the economic development of ASEAN and ASEAN member states. ASEAN is an organization formed with the aim of improving the economies of the countries in Southeast Asia consisting of Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, Brunei Darussalam, Cambodia, Philippines, Myanmar, Laos. This study uses qualitative research with a library study approach to research accurate and relevant data so that readers can easily understand the range of knowledge from this research.