Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X Di SMIP USI Pematangsiantar Nova Andriany Sitepu; Ahmad Fakhri Hutauruk; Andres M. Ginting; Satria
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No. 2 Nov 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/wjsb0383

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi penggunaan media sosial dalam pembelajaran sejarah kelas X di SMIP USI Pematangsiantar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi sejarah yang disampaikan melalui media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan guru sejarah di SMIP USI Pematangsiantar. Media sosial ini digunakan di kelas X untuk penyebaran terkait informasi pembelajaran. Jadi seluruh siswa khususnya kelas X sudah bisa menggunakan aplikasi ini dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah. Menggunakan metode observasi dan wawancara sebagai instrument dalam pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kendala dalam menggunakan media sosial sebagai media pembelajara adalah terkait ketersediaan fasilitas pendukung untuk pembelajaran online, kurang pahamnya peserta didik dengan materi yang diberikan guru. (2) Penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran adalah dengan menggunakan fitur-fitur yang terdapat didalam aplikasi seperti fitur pesan teks, dokumen, gambar/foto, video, audio dan video call yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. 
PEMANFAATAN APLIKASI KAHOOT! PADA PEMBELAJARAN KELAS X DI SMA KARTIKA I-4 PEMATANGSIANTAR T.A 2023-2024 Jurnal, Admin; Azura Putri; Corry; Ahmad Fakhri Hutauruk
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): VOL 3 NO. 2 NOVEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6ty9wn84

Abstract

 Metode pengajaran yang monoton cenderung membuat peserta didikmudah bosan. Hal ini disebabkan karena proses belajar mengajar tidak menarik dan pemebelajaran sulit diserap peserta didik. Dengan berkembangnya teknologi, media pembelajaran menjadi semakin beragam. Salah satunya adalah dengan menggunakan kuis kahoot! berbasis online, sebagai media pengajaran pembelajaran sejarah agar pembelajaran menjadi menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagimana pemanfaatan aplikasi kahoot!,pada pembelajaran sejarah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA Swasta Kartika I-4 Pematangsiantar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik menggunakan aplikasi kahoot!, Lebih meningkat daripada yang tidak menggunakan aplikasi kahoot!. Hal ini dapat dilihat dari rata- rata nilai posttest pada kelas kontrol adalah 70,51. Sedangkan rata-rata nilai posttest pada kelas eskperimen adalah 78,85. Kemudian dari uji hipotesis menunjukkan hasil nilai nilai Sig.(2-tailed) adalah 0,00 artinya nilai Sig.(2-tailed) <0,05.Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol.Hal itu menunjukkan bahwa aplikasi kahoot!, memiliki manfaat terhadap hasil belajar siswa dengan hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa, “Penggunaan aplikasi Kahoot! Dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA Swasta Kartika I-4 Pematangsiantar” diterima. 
Menghidupkan Warisan Sejarah Melalui Aksi Bersih dan Pelestarian Lingkungan di Kawasan Candi Muara Takus XIII Koto, Kab. Kampar, Riau Andres M. Ginting; Asnewastri Asnewastri; Ahmad Fakhri Hutauruk; Jalatua H. Hasugian; Satria Chandra; Jonatan Sijabat; Yohannes Setiawan Zega; Dora Ani Putri Damanik
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v3i1.2806

Abstract

Muara Takus Temple is a valuable historical heritage in Riau Province and a testament to the glory of ancient civilization in the Indonesian archipelago. However, the environment around the temple often faces problems such as litter, vegetation damage, and declining public awareness. Clean-up and environmental preservation activities in this area demonstrate the involvement of the younger generation and the community in preserving the historic site. Through a participatory approach, this community service program aims to describe the process, results, and social impact of preservation activities in the Muara Takus Temple area. The results of the community service program demonstrate increased public awareness, the formation of cross-institutional collaboration, and the strengthening of the value of mutual cooperation in preserving cultural heritage and the environment. The results demonstrate that the involvement of the community, students, and site managers has successfully raised collective awareness of the importance of maintaining cleanliness and preserving cultural heritage. Furthermore, this activity strengthened the synergy between historical and environmental preservation through tree planting, waste management, and the provision of educational boards. This activity demonstrates that cultural heritage preservation can be revitalized through active participation and cross-generational collaboration.
EFFORTS TO DEVELOP CHARACTER VALUES THROUGH THE DISCOVERY OF THE BOJONGMENJE TEMPLE SITE Andres M. Ginting; Asnewastri; Ahmad Fakhri Hutauruk; Krissi Wahyuni Saragih; Juliardi Damanik; Yohannes Setiawan Zega
CAKRAWALA: Journal of Citizenship Teaching and Learning Vol 3 No 2 (2025): December
Publisher : Academic Solution Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70489/76vh6f55

Abstract

This article describes a historical discovery of the Bojongmenje Temple Site which should provide a forum for the formation of the character of the local community, considering that a history must have cultural values. The purpose of this article is to examine efforts to build character values around the Bojongmenje temple discovery site. These results indicate that the discovery of the Bojongmenje Temple site does not have a significant impact on the formation of the character values of the local community. The many efforts that have been made by the management have not been able to make everyone care about taking the side of the historical values of the Bojongmenje site. As values in society are starting to fade, it will be interesting to see if a discovery site can change its current character. Overall, this is an interesting point for further research by identifying the causes of deficient character formation.
Nagori Rabuhit Government (1968-2017) Ahmad Fakhri Hutauruk; Andres M Ginting
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v8i2.325

Abstract

Nagori Rabuhit, located in Gunung Maligas Subdistrict, Simalungun Regency, which was formerly inhabited by Simalungun ethnic groups, became a Javanese ethnic settlement.. Therefore it is necessary to examine more deeply how the establishment of the Nagori Rabuhit government. This research uses historical research methods. The data collection techniques are carried out by: (1) observation, (2) interviews, (3) document studies and (4) literature studies. While the technique of data analysis researchers conducted: (1) heuristics, (2) verification, (3) interpretation and (4) historigraphy. The results of the research show that long before the 1960s the Nagori Rabuhit government was established, but it was an obstacle to determine since what year the government must have been established. This is because there is no written evidence found when it stood and who was the founder of the nagori. The results of the interview also did not show significant results because the interviewees also had not seen written evidence since when the Nagori Rabuhit was established. Along with the times, Nagori Rabuhit became an independent and developed village both in terms of ideology, politics, social, economic, cultural, defense and security. This was also encouraged by the existence of trasnmigran from Java which made Nagori Rabuhit rich in cultural values due to the acculturation process in Nagori.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENDIRIKAN MUSEUM TEH DI KECAMATAN SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN SEBAGAI SARANA EDUKASI BAGI MASYARAKAT Ahmad Fakhri Hutauruk; Ummu Harmain; Andres M. Ginting; Syifa Salsabila; Dosni M R Saragih; Lamser Dabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xz4vc030

Abstract

Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik.
IMPLEMENTASI PERTANIAN MODERN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN WISATA PEMANDIAN KARANG ANYER Ahmad Fakhri Hutauruk; Arvita Netti Br Sihaloho; Wahyunita Sitinjak; Hana Pertiwi Damanik; Nur Ainun Purba; Yohannes Setiawan Zega; Anggi Safitri Br Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/w20seb41

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi pertanian modern sebagai strategi pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan wisata Pemandian Karang Anyer, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design dengan tahapan kegiatan meliputi survei awal, pelatihan teori dan praktik, serta pendampingan intensif selama delapan minggu. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada aspek teknis dan strategi pemasaran hasil pertanian, meskipun terdapat penyesuaian persepsi terhadap tantangan teknis setelah praktik lapangan. Output program berupa demplot hidroponik menghasilkan panen sayuran berkualitas yang dimanfaatkan untuk konsumsi dan dijual di pasar lokal. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok tani kecil yang berkomitmen melanjutkan kegiatan secara mandiri. Tantangan yang dihadapi meliputi hambatan teknis, sosial, logistik, dan faktor cuaca, namun dapat diatasi melalui adaptasi teknologi, pendekatan partisipatif, dan dukungan pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pertanian modern mampu meningkatkan keterampilan, pendapatan, dan solidaritas sosial masyarakat sekaligus memperkuat keterkaitan sektor pertanian dengan pariwisata lokal.  
Co-Authors Aditya Darma admin jurnal Ahmad Arif Budiman Andres M Ginting Andres M Ginting Andres M Ginting Andres M Ginting, Andres M Andres M. Ginting Andres M. Ginting Andres M. Ginting Andres M. Ginting Andres M. Ginting Anggi Safitri Br Damanik Anita Purba Arent, Ease Arvita Netti Br Sihaloho Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri Asnewastri, Asnewastri Azura Putri Benny Junior Kaban Chandra, Satria Corry Dabukke, Lamser Damanik, Anggi Safitri Br Damanik, Hana Pertiwi Dora Ani Putri Damanik Dosni M R Saragih Dosni M R Saragih Dumaris, Atri Ernest Grace Ginting, Andres M. Hana Pertiwi Damanik Hasugian, Jalatua H Hasugian, Jalatua H. Herman Herman Hiriani, Tera Jalatua H. Hasugian Jalatua Habungaran Hasugian Jonatan Sijabat Juliardi Damanik Julyanthry Julyanthry Khairunnisa, Elvira Krissi Wahyuni Saragih Lamser Dabukke Lamser Dabukke Monika Sipahutar Nasution, Ahmad Arif Budiman Nova Andriany Sitepu Nur Ainun Purba Purba, Agus Flori Devi Purba, Nur Ainun Puspa Unsya Shaleha Resmi Resmi Resmi Resmi Ridho Gilang Amalsyah Saragih Ridwin Purba Romayani Sinaga Salsabila, Syifa Saragih, Dosni M R Sariaman Gultom SATRIA Satria Chandra Satria Chandra Sembiring, Hebirkanta Sihaloho, Arvita Netti Br Sitinjak, Wahyunita Suci, Helma Lia Syifa Salsa Bila Syifa Salsabila Syifa Salsabila Tiodora Fermiska Silalahi Ummu Harmain, Ummu Wahyunita Sitinjak Yohannes Setiawan Zega Yohannes Setiawan Zega Zega, Yohannes Setiawan