Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Penyampaian Materi Pada Mata Kuliah Kajian Puisi Sanjaya Gajah, Ewin; Sanggar Wati, Amilia; Zahra Vadinda, Farell; Rifany, May; Aulia, Putri; Hafiza, Tia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganilisis tentang penyampaian materi pada mata kuliah kajian puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, mengkaji ,dan meneliti bagaimana penyampaian materi pada mata kuliah kajian puisi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif karena penelitian kualitatif merupakan penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna di sejumlah individu atau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial. penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, tingkah laku, konsep, fenomena, dan lain-lain. salah satu alasan menggunakan penelitian kualitatif adalah pengalaman peneliti dimana metode ini dapat menemukan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena yang kadangkala merupakan suatu yang sulit untuk dipahami. dengan dilakukannya penelitian ini penulis dapat mendeskripsikan penyampaian materi pada mata kuliah kajian puisi secara tahapan analisis wacana kritis AWK Norman Fairclough yang meliputi analisis teks, relasional tekstual,dan konteks sosial. sehingga dapat dinyatakan bahwa analisis wacana kritis penyampain materi pada mata kuliah kajian puisi ini merepresentasikan adanya hubungan yang erat antar seorang pengajar dengan peserta didik. Seorang pengajar menjadi agen yang sangat strategis mengingat esensi dari perannya yang begitu krusial. Fitur-fitur lingustik seperti tata bahasa, struktur, konjungsi dan koherensi digunakan untuk membentuk “perbaikan citra” terhadap seorang pengajar. Perbaikan citra ini direpresentasikan dalam pembentukan citra positif pengajar, pembentukan citra pentingnya revolusi mental dan pendidikan nasional, dan pentingnya mempunyai pengajar yang cerdas dan mampu berkarya.
Analisis Metode Team Games Tournament Terhadap Kemampuan Menulis Naskah Berita pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas Xi Mastahfizil Qur’an Siregar, Rodia Tammardia; Gajah, Ewin Sanjaya; Panjaitan, Devi Hertina; Azzahra, Annisa; Maulani, Syafina; Marpaung, Ayu Anggreini
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2488

Abstract

The Team Games Tournament (TGT) learning model is applied in Indonesian language learning to improve the news text writing skills of grade XI students at MASTAHFIZIL QUR’AN. The purpose of this study was to determine and describe the effectiveness of the TGT model application in improving news text writing skills. The data collection techniques used were observation, interviews, and written tests which were then analyzed descriptively. Based on the research conducted, it was found that the TGT application was able to improve students’ abilities in understanding the structure of news texts, and organizing information systematically. This model also creates an interactive learning atmosphere through competition and group cooperation. In addition, TGT has a positive impact on students’ critical thinking skills, collaboration, communication, and creativity. Researchers also found several obstacles, such as the difficulty of students adapting to the group-based learning system. These obstacles can be overcome through intensive guidance from teachers. Researchers concluded that the TGT model not only improves students’ writing skills, but also strengthens social interaction and a sense of responsibility in group-based learning
Identifikasi Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI MAS Al Jam’iyatul Wasliyah 22 Tembung Putri, Amalya; Ilmanun, Lulu; Dalimunthe, Winda Vita Puri; Harahap, Robianna; Gajah, Ewin Sanjaya
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 1 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i1.2520

Abstract

This research aims to identify students' learning difficulties in learning Indonesian in class XI MAS Al Jam'iyatul Wasliyah 22 Tembung. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. The research subjects were class XI students, selected purposively. Data was collected through observation, interviews and documentation studies. The research results show that the learning difficulties experienced by students include four main aspects: (1) listening difficulties (2) speaking difficulties (3) reading difficulties (4) writing difficulties. Factors causing learning difficulties include lack of motivation to learn, minimal mastery of vocabulary, and less varied learning methods. This research recommends using more interactive and contextual learning methods to improve students' understanding of Indonesian language material. In addition, teachers are expected to be able to provide more intensive guidance to overcome students' learning obstacles, so that learning objectives can be achieved optimally.
Strategy to Improve the Digital Reading House Budiman Budiman; Ewin Sanjaya Gajah; Liza Handayani Batu Bara
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7117

Abstract

This research is entitled strategies for increasing digital reading houses. The aim of this research is to look for various strategies that can be used to improve digital reading houses that can be used for the general public and especially for students as an effort to increase student reading literacy. Reading houses will be an alternative for reading digitally. This research uses a qualitative phenomenological method. The phenomena discussed in this research are the obstacles and challenges in improving digital reading houses and effective strategies used to improve digital reading house strategies. The results of this research state that there are six functions that must be carried out simultaneously to improve the digital reading house. The results of this research can then be analyzed to answer research questions, namely the challenges of digital reading houses, how to increase reading interest with digital reading houses, and strategies for improving digital reading houses. The conclusion of this research is that there are various challenges faced in improving digital reading houses. This challenge can be faced with various strategies, namely by offering free access to various types of reading materials that have been adapted to age and interests, activating reading communities, providing rating and review pages.
Understanding The Dynamics And Challenges Of Learning In Groups Of Students In Grade Vii Mts Yapdi On Procedure Text Material Liza Handayani Batu Bara; Ewin Sanjaya Gajah; Nisa Hafzhiyah Hasibuan; Suci Rahmadani; Elfina Wety; Nursamsia Rambe; Mutia Asmi Fadillah
Journal Analytica Islamica Vol 13, No 2 (2024): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v13i2.23045

Abstract

This study aims to identify and analyze the difficulties and obstacles of class VII students of MTs YAPDI in group learning of procedural text material. This qualitative study used observation, interview, and documentation techniques to collect data from 22 students (saturated sample). Data analysis used descriptive analytic with the Huberman and Miles model (collection, reduction, display, and verification of data). The findings of the study showed several difficulties, namely: (1) differences in understanding of the material between members, (2) lack of member participation, (3) communication problems in groups, (4) lack of motivation and responsibility, (5) lack of self-confidence, and (6) conflict between members. It is recommended that further research focus on developing interventions to overcome these difficulties, the role of teachers in facilitating group learning, and the impact of learning methods on group dynamics and learning outcomes of procedural texts.
PERUBAHAN MAKNA KATA DALAM BAHASA INDONESIA DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN SEMANTIK Ewin Sanjaya Gajah; Anugerah Agung Pohan
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran makna dalam bahasa gaul di media sosial serta menjelaskan bagaimana ekspresi identitas pengguna tercermin melalui penggunaan bahasa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik simak dan catat, yang ditandai dengan analisis deskriptif. Metode penyimakan digunakan untuk mengetahui bagaimana makna kata berubah dalam konteks media sosial, dengan menitikberatkan pada bahasa tertulis. Data penelitian berupa kalimat yang menunjukkan pergeseran makna semantik, diperoleh dari berbagai platform media sosial seperti Instagram, X, dan TikTok.Penelitian dilakukan pada unggahan dan komentar publik yang aktif sepanjang tahun 2024. Data dianalisis menggunakan pendekatan semantik untuk mengidentifikasi bentuk dan makna baru dari kata-kata bahasa gaul yang mengalami pergeseran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna dalam bahasa gaul di media sosial terjadi secara meluas dan mulai digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, penggunaan bahasa gaul di media sosial juga merepresentasikan identitas individual dan kreativitas pengguna. Kajian semantik ini memberikan wawasan penting tentang dinamika bahasa dan budaya masyarakat di era digital.
Relevansi Model Pembelajaran RADEC terhadap Kemampuan Membaca dan Menulis Siswa: The Relevance of the RADEC Learning Model to Students’ Reading and Writing Skills Anugerah Agung Pohan; Ewin Sanjaya Gajah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) terhadap kemampuan membaca dan menulis siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh melalui penelitian terdahulu yang berkaitan dengan model pembelajaran RADEC serta kemampuan membaca dan menulis siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan cara mengidentifikasi, membaca, memahami, dan mencatat informasi yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran RADEC memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan membaca pemahaman dan keterampilan menulis siswa pada jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Selain itu, model RADEC juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Model RADEC dinilai relevan digunakan dalam pembelajaran berbasis literasi karena mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.