Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN MODAL SOSIAL BAGI UMKM SUKU ANAK RAWA KAMPUNG PENYENGAT KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK Rd. Siti Sofro Sidiq; Indrawati Indrawati; T. Romi Marnelly; Mita Rosaliza; Muhammad Ihsan; Mochammad Lathif Amin; Seger Sugiyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 2 (2025): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i2.5685

Abstract

Strengthening social capital is key in improving the economic and social welfare of communities, especially for marginalized groups, such as MSMEs among indigenous peoples. This service aims to strengthen social capital for MSMEs of the Anak Rawa Tribe in Penyengat Village, Sungai Apit District, Siak Regency, with a focus on increasing the capacity of social networks, trust between members, and access to resources that support the sustainability of their business. The number of participants in the service was 20 people consisting of representatives of the village government, traditional leaders, women leaders, business actors, and community leaders. The approach used in the service is Participatory Rural Appraisal, an approach that directly involves community members in the process of problem identification, activity implementation to evaluation. In terms of measuring the success of activities, the direct impact of changes in behavior, perspective, and other positive things cannot be seen. However, the service team distributed questionnaires to the participants to review their opinions on the material provided. First, regarding the principle of benefits. Based on the data collected, it can be concluded that all respondents said the material was useful for them. Second, related to the clarity of material delivery. It can be concluded that the delivery of the service material was very clear. Third, regarding how important social capital is for the sustainability of MSMEs. It can be concluded that the service participants consider that social capital is important for the sustainability of MSMEs. Finally, about the elements that are most beneficial for MSME business development. A total of 9 service participants answered that social networks were important, the rest were trust and norms. With the service activities, participants became more aware of the benefits of social capital for business sustainability in terms of trust, norms to networks.
KONTROL SOSIAL KOPERASI BINA TANI DALAM MENANGGULANGI PENCURIAN KELAPA SAWIT DI DESA BERINGIN JAYA KECAMATAN SINGINGI HILIR Rizky Andy Wirawan; T. Romi Marnelly
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.227-230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kontrol sosial yang diterapkan koperasi Bina Tani dalam menanggulangi pencurian kelapa sawit dan mengetahui apa saja hambatan yang ditemui oleh Koperasi Bina Tani dalam menanggulangi pencurian kelapa sawit di Desa Beringin Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari ketua, sekretaris dan petugas keamanan koperasi Bina Tani. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa ada empat jenis kontrol sosial yang berkaitan dan sistematis yaitu kontrol sosial preventif yang merupakan langkah awal yang dilakukan oleh koperasi untuk menjaga kebun sawit dengan melakukan patroli rutin yang terjadwal oleh petugas keamana (PK), jika ada yang mencuri akan diterapkan kontrol sosial persuasif yaitu dengan teguran lisan dan himbauan, lalu jika tidak mempan akan dilanjutkan dengaan kontrol sosial koersif yaitu di berikan sanksi dan denda kepada pelaku, namun jika pelaku belum jera juga akan diterapkan kontrol sosial represif yaitu dengan penangkapan langsung beserta barang bukti, lalu diberi surat panggilann dengan adanya bukti dokumentasi dari petugas keamanan untuk mengambil keputusan apakah akan diselesaikan dengan cara damai atau dibawa ke ranah hukum. Hambatan yang ditemui oleh koperasi Bina Tani di lapangan adalah kondisi jalan dan cuaca yang kurang mendukung untuk kegiatan patroli, serta kecuarang pemanen dan pencuri yang bekerja sama dan hubungan sosial antara warga dan pelaku pencurian yang dapat memengaruhi ketegasan petugas keamanan dalam proses penindakan.
KOREAN WAVE SEBAGAI FENOMENA BUDAYA POPULER DI KALANGAN MAHASISWI FISIP UNIVERSITAS RIAU Devanya Aureli; T. Romi Marnelly
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 4 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i4.2026.864-870

Abstract

Korean Wave merupakan istilah fenomena globalisasi budaya yang menjelaskan penyebaran budaya Korea dalam berbagai bidang kebudayaan, salah satu produknya adalah drama Korea. Popularitas drama Korea dapat menarik perhatian banyak kalangan, termasuk mahasiswi. Theodor Adorno dalam konsep culture industry menjelaskan bahwa industri budaya merupakan produksi budaya secara massal yang dikemas layaknya komoditas. Budaya tidak lagi lahir dari masyarakat secara alami, melainkan diproduksi dan didistribusikan demi kepentingan industri hiburan. Penelitian ini menganalisis perilaku konsumsi mahasiswi FISIP Universitas Riau dalam menonton drama Korea sebagai bagian dari fenomena Korean Wave berdasarkan teori popular culture Theodor Adorno serta alasan mereka menonton drama Korea. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian melibatkan tujuh mahasiswi FISIP Universitas Riau penonton drama Korea yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi FISIP Universitas Riau menjadikan menonton drama Korea sebagai bagian dari budaya populer yang dikonsumsi rutin sebagai hiburan, pengisi waktu luang, dan pelepas stres. Daya tarik aktor, aktris, budaya Korea, serta fungsi sebagai bentuk self-reward turut mendorong konsumsi ini. Dalam perspektif industri budaya Theodor Adorno, konsumsi drama Korea menunjukkan standarisasi cerita yang disadari namun tetap diterima penonton, diperkuat oleh pseudo-individualisasi melalui perbedaan aktor, visual, dan kemasan cerita. Drama Korea juga berfungsi sebagai media komodifikasi budaya yang mendorong konsumsi produk dan gaya hidup Korea, sehingga pilihan menonton yang tampak personal sesungguhnya dibentuk oleh mekanisme sitem pasar dalam industri budaya.
Dakwah Kultural di Bumi Melayu: Modal Sosial Gerakan Pemuda Ansor Riau dalam Melestarikan Tradisi Shalawatan: Cultural Da’wah in Malay Land: Social Capital of the Gerakan Pemuda Ansor Riau in Preserving the Shalawatan Tradition Adrian Firman Rokandi; Yusmar Yusuf; Tengku Romi Marnelly
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i1.11423

Abstract

The shalawatan tradition represents a vital form of religious expression and cultural identity within Nahdlatul Ulama that continues to thrive amid modern social change. This study explores how social capital sustains the shalawatan tradition organized by the Gerakan Pemuda Ansor (Ansor Youth Movement) in Riau Province. It focuses on three main dimensions of social capital. Trust, social networks, and social norms. Along with strategies to strengthen them. Using a qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation from 20 informants: the regional GP Ansor leader, kyai figures, pesantren networks, regular congregants, and local branch heads in Siak and Pelalawan. The analysis employed the social capital frameworks of Putnam, Coleman, and Fukuyama. The findings show that trust is the most dominant form of social capital, reflected in the integrity of leaders, financial transparency, and consistent spiritual service free of political interests. Strengthening social capital is achieved through maintaining trustworthy leadership, expanding inclusive networks, integrating Islamic education into activities, and promoting collective participation through mutual assistance. The continuity of shalawatan is also supported by charismatic kyais and institutional backing from Nahdlatul Ulama, though challenges persist in community resistance and limited managerial capacity. This study highlights that the interplay among trust, networks, and norms generates effective collective action, ensuring the resilience of religious traditions amid modernization.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) Berbasis Aquaponik untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Desa Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan T. Romi Marnelly; Gilang Ryanda Syahbani; Nur Rahma Aina; Alya Sahira; Jalianti Rizkina Santoso; Nurul Syafika; Dwi Safitri; Devi Vera Wati; Chera Meyliana Rashya; Riska Amanda Pratami; Muhamad Fikri Bayu Finanda; Seger Sugianto
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/b4y4hv30

Abstract

Keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan menjadi kendala utama dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga di Desa Sialang Godang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan. Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) berbasis aquaponik merupakan inovasi yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman pada lahan terbatas sehingga berpotensi menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan melalui penerapan Budikdamber berbasis aquaponik, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknik budidaya mandiri yang sederhana dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi observasi, sosialisasi, demonstrasi pembuatan 3 media Budikdamber, penyemaian tanaman, inkubasi air, penebaran benih ikan, penanaman sayuran, pendampingan 3 minggu, monitoring, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah kelompok PKK, ibu-ibu perwiritan, dan masyarakat dengan jumlah peserta 20 orang di Desa Sialang Godang. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu menerapkan dan memanfaatkan lahan pekarangan secara lebih optimal melalui sistem Budikdamber berbasis aquaponik sehingga dapat mendukung ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan
Co-Authors ", Regina Achmad Hidir Adrian Firman Rokandi Afri Lizarni Ahmad Rifandi Aliza, Nur Alya Sahira Andra Eldino Andrea Sitanggang, Pasko Ashaluddin Jalil Asmarita, Asmarita Azimulya Akbar Azwar Efendi Azzah, Siti Fathin Bedy Kurnia Brian Brian Brian, Brian Chera Meyliana Rashya Debora Yanti Hutajulu Devanya Aureli Devi Vera Wati Devindo, Lucky Dewi Niswatul Chairiyah Dinda Utami Dwi Safitri Eka Rini Setiawati Erik Rachman Evawani Elysa Lubis Evsya, Salza Jazila Fajriani Ananda Fajrin, Fajar Farin Fitri Syahdila Febriani, Norlaila Febry, Lismaharia Fera, Ulfa Masta Fitra Nurmizian Fitri Yeni, Fitri Fitria Yohana Restika FITRIANI " Forseta, Olivia Gapuzan Zultra Virego Gilang Ryanda Syahbani Gusmelia Sari Handayani, Suci Tri Hesti Asriwandari Ifni, Ditha Yulia Imardayeti " Indrawati Indrawati Indrawati Indrawati Jalianti Rizkina Santoso Johannes Hasibuan Kemala Putri, Nurul Kuramin, Siti Lestari, Ister Lindra Suhada Lista Yarnis Malau, Jens Cinta G Ma’ruf Riduan Melani, Anggi Melda Sari Melly Astari Melya Irawati Mhd. Ishaq Abdush Shabur Mita Rosaliza Mita Rosaliza, Mita Mochammad Lathif Amin Muhamad Fikri Bayu Finanda Muhammad Badrun Muhammad Ihsan Muhammad Ulul Azmi Nabila Aulia Siregar Nadiya Elfira Nana Hardiana Nela Mita Ningsih, Auliya Dira Ningsih, Penti Rahayu Ningsih, Rindiani Ningsih, Widiya Nissa, Hidayatun Nora Permaisari Novi Zuriati Nur Cahaya Agustina Nur Rahma Aina Nurul Kemala Putri Nurul Syafika Oktizalvi, Wahyuni Pangaribuan, Rina Marta Uly Peronika Purba, Hanna Pertiwi, Heni Dwi Pinasthika, Saskia Pohan, Sawiyah Purba, Ranada Rachman, Erik Radianti, Dira Rahmat Hidayat Ranti Yulias Fitri Rd.Siti Sofro Sidiq Resdati Reski, Putri REZA FAHLEVI Rina Susanti Rini Mardiyarni Risdayati, Risdayati Riska Amanda Pratami Rizky Andy Wirawan Romartu Situngkir Romona, Dea Ovariza Rona Desmara Putra Ropikotul Husna Rossi Susilawati, Rossi Sabri Rahmatdi Safitri, Armi Liana Eka Sari, Indah Muspira Sari, Rani Gustika Saripah Aini Seger Sugianto Seger Sugiyanto Sintia Kurnia Siti Fathin Azzah Siti Sofro Sidiq Sonang, Raja Sri Delvi, Annisa Sri Erlinda Sri Handayani Sri Rahayu Ningsih Sugiyanto, Seger Sumarni " Susanti Br Siregar Susmita Yulia Putri Syafrizal Syafrizal Tiara Tiara Tika Fardila Try Sugiyatmi Utari, Ledina Vica Atmanita Virego, Gapuzan Zultra Windy Claudia Yesi Yesi Yesi, Yesi Yona Kurnia Yuli Asmarita Yuli Septiani Yupit Yuliyanti Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Zico Pratama