Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS UPAYA PENDIDIK DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER SOPAN SANTUN MELALUI PENGGUNAAN MAGIC WORDS DI KELAS I SDN 2 LINGGAJAYA Dhina Nailah Qatru Nada; Syarip Hidayat; Anggit Merliana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.3819

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi karena adanya kemajuan teknologi canggih yang dihasilkan oleh globalisasi yang semakin cepat yang dapat memengaruhi perkembangan anak. Pergeseran zaman dan kemajuan teknologi telah mengubah semua aspek tingkah laku manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan fenomena yang mengungkap bagaimana upaya guru dalam membantu menanamkan nilai karakter sopan santun kepada peserta didik melalui adanya pembiasaan penggunaan magic words di sekolah dasar sehinggga kebijakan atau visi misi sekolah, tujuan pendidikan, dan pengimplementasian dari dimensi pertama profil pelajar pancasila yaitu “Berakhlak Mulia” dapat tercapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode desriptif. Partisipan dalam penelitian ini yakni pendidik dan peserta didik di kelas I di SDN 2 Linggajaya. Teknik pengumpulan data ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Tahap analisis data ini adalah analisis data kualitatif untuk mendekripsikan upaya perencanaan dan pelaksanaan pendidik, dan evaluasi hasil dari pembiasaan penggunaan magic words. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visi misi di SDN 2 Linggajaya sekolah memiliki program pembiasaan 4 Kata Ajaib (Magic words) dalam membantu meningkatkan sopan santun dalam bertutur kata. Perencanaan dan pelaksanaan pendidik melalui pembelajaran pengenalan dan penggunaan magic words dengan bantuan media visual dan audiovisual serta pembiasaan secara rutin dan spontan. Adapun evaluasi hasil dari penggunaan magic words yaitu adanya perubahan dalam bertutur kata sopan santun hal ini tidak terlepas dari faktor pembiasaan dari keluarga, sekolah (pendidik), lingkungan, dan diri sendiri peserta didik.
Developmental Tasks of University Students: A Scholarly Examination of Evolving Patterns and Implications Rifqy Muhammad Hamzah; Anggit Merliana; Tb Moh Irma Ari Irawan
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.70768

Abstract

Each individual will go through a period of early adult development characterized by various types of life demands that are different from the previous stages. When entering early adulthood, individuals are required to explore careers, start   careers, invest in self-development, start family life and optimize life skills needed to achieve success. This study aims to describe the achievements of student development tasks in early adulthood which include aspects of religious life foundation, ethical behavior foundation, emotional foundation, intellectual foundation, responsibility awareness, social role as a man or woman, self-acceptance and development, economic behavioral independence, career insight and preparation, maturity of relationships with peers, and self-preparation for marriage and family life. The method used in research is quantitative descriptive with survey research design. Data collection is carried out with the Developmental Task Inventory (ITP) instrument which is then analyzed using a Development Task Analysis (ATP) application. The research sample consisted of 68 students. The results showed that the average level of developmental tasks was 6.71, which indicates the developmental level of individuality. From the results obtained, each aspect has a different level of development. However, these different levels do not mean that one level is better than the other. An overview   of the results of all aspects can be taken into consideration in evaluating and designing strategies to optimize student development.
Using Sway App as an Instructional Medium for Social Studies Learning in Elementary School Anggit Merliana; Nuraly Masum Aprily; Ani Agustini
Indonesian Journal of Primary Education Vol 5, No 2 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: December 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v5i1.35381

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan deskripsi analisis mengenai keefektifan penggunaan aplikasi Sway sebagai media pembelajaran IPS SD pada materi kegiatan Ekspor dan Impor. Penelitian ini menggunakan model penelitian bentuk Reserach and development. Pada penelitian ini dilakukananalisis deskriptif data. Tahap deskriptif digunakan untuk mengungkapkan dan menjelaskan temuan awal penelitian yang berada dilapangan dan dinarasikan dalam bentuk catatan, kemudiam digunakan untuk mengukur tingkat keefektifan dan kepuasan produk tersebut. Hasil penelitian mencakup kepuasan siswa dalam menggunakan aplikasi sway pada materi kegiatan ekspor dan impor yang dilakukan dengan menggunakan sebaran  menunjukan 60% efektif dan sangat puas untuk dijadikan sebagai media pembelajaran.  Implikasi hasil penelitian ini adalah pengembangan penggunaan media dalam mencapai keefektifan pembelajaran.
Interactive-Animative Learning Videos as an Instructional Medium for Social Studies Learning for Elementary School During the Covid 19 Pandemic Adi Prehanto; Nuraly Masum Aprily; Anggit Merliana; Manjilati Nurhazah
Indonesian Journal of Primary Education Vol 5, No 1 (2021): Indonesian Journal of Primary Education: June 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v5i1.33696

Abstract

The pandemic of Covid 19 requires teachers to guide their students through distance or online learning. Effective learning should always be explored so that students' learning outcomes does not decrease during this pandemic. It is certainly not easy to carry out effective and fun learning for students. Teachers keep always try the latest ideas every single time. Interactive video is one of the most appropriate strategies to solve learning problems in the classroom. This study aims to find out: 1) the percentage of students who responds positively to animative-interactive learning videos; 2) the percentage of students who does not respond to animative-interactive learning videos; 3) the percentage of students who responds negatively to interactive learning videos. This data was gained from 104 students of elementary school throughout in District of Tasikmalaya and Majalengka who learned Social Studies. Overall results analyzed through percentage form based on the students' response qualifications. The study was conducted by three observers who researched in different primary schools. Through this research, it was obtained that the use of Animative-interactive learning videos was effectively implemented as a learning strategy during this pandemic covid 19. The use of this media was also appropriate to be applied in the subjects of primary school of class of VI, because it was able to increase interest and explore the creativity of students. Through suitable analysis of the characteristics of learners, this type of media would be a reference for teachers to the implementation of learning that should use learning media that was fun and liked by students.
PENERAPAN PERMAINAN TRADISONAL SASALIMPETAN SEBAGAI STIMULASI PERKEMBANGAN SOSIAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR INDONESIA DI RIYADH Merliana, Anggit; Giyartini, Rosarina; Irawan, Tb. Moh. Irma Ari; Respati, Resa; Nuraeni, Neni
Research and Development Journal of Education Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v11i1.27922

Abstract

Perkembangan sosial merupakan salah satu aspek sikap yang perlu dikembangkan pada era digital ini. Fenomena yang terjadi saat ini dengan adanya teknologi setiap individu lebih senang melakukan interaksi melalui media sosial sehingga aspek sikap sosial nampaknya mulai berkurang termasuk pada anak-anak sekolah dasar. Salah satu bentuk perkembangan sosial yaitu kerjasama yang terdapat pada beberapa kegiatan seperti gotong royong atau permainan-permainan tradisional yang pada umumnya dilakukan secara berkelompok. Salah satu permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok yaitu Sasalimpetan. Permainan ini bisa dilakukan dalam kelompok kecil maupun kelompok besar, mulai dari empat orang atau lebih. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan permainan sasalimpetan terhadap aspek perkembangan sosial siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen pada siswa sekolah dasar kelas IV dan kelas V dengan desain One-Shot Case Study. Hasil yang telah diperoleh dari penelitian yaitu tingkat keterampilan sosial siswa sekolah dasar dari hasil observasi yang telah dilakukan menunjukkan tingkat yang tinggi pada empat aspek keterampilan yang dikaji dan tidak ada siswa yang mengalami keterampilan sosial yang rendah pada keempat aspek. Rekomendasi selanjutnya, siswa yang masih mengalami tingkat sedang pada aspek keterampilan sosial perlu untuk ditingkatkan.
Analisis kebutuhan pengembangan e-modul STEM terintegrasi literasi sains pada materi gaya di sekolah dasar Siti Yulianti; Ghullam Hamdu; Anggit Merliana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i2.24088

Abstract

Pembaruan pendidikan melalui pembelajaran berbasis STEM memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan melatih literasi sains peserta didik. Sejalan dengan hal tersebut, perlu dilakukannya perbaikan bahan ajar untuk memfasilitasi membaca siswa. Salah satunya dengan memanfaatkan digital yang mengubah modul menjadi modul elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan e-modul STEM terintegrasi literasi sains pada materi gaya di sekolah dasar, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa wawancara dan studi dokumentasi, dengan analisis data menggunakan teknik Miles-Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran STEM masih belum sepenuhnya diterapkan di semua sekolah dan bahan ajar yang belum sepenuhnya memfasilitasi dengan baik untuk belajar mandiri siswa.Kata Kunci: pembelajaran stem, literasi sains, modul elektronik.
PENGEMBANGAN ALAT PEMBELAJARAN KARTU KUARTET PADA MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Hana Hasna Azizah; Ahmad Mulyadiprana; Anggit Merliana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22336

Abstract

Latar belakang yang mendasari penelitian ini adalah adanya permasalahan yang muncul di dalam kelas. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa media pembelajaran sangat terbatas dalam pembelajaran IPS khususnya pada materi keragaman budaya di Indonesia sehingga peserta didik kurang antusias selama pelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan alat pembelajaran berbasis kartu kuartet pada materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV, 2) Dapat mengetahui kelayakan produk media kartu kuartet pada materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV, 3) Dapat mengetahui respon peserta didik terhadap penggunaan alat pembelajaran kartu kuartet pada materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) tipe 4D dengan 4 tahap penelitian yang dikembangkan oleh S.Thiagarajan, dkk yaitu 1) Define, 2) Desain, 3) Develop, 4) Disseminate. Hasil penelitian pengembangan alat pembelajaran kartu kuartet dengan hasil validasi media sebesar 71,42% dengan kategori “Layak”, validasi materi sebesar 73,33% dengan kategori “Layak”, validasi pedagogik sebesar 95,55% dengan kategori “Sangat Layak”. Sedangkan hasil respon peserta didik terhadap penggunaan kartu kuartet didapatkan skor sebesar 89,73% dengan kategori “Sangat Praktis”. Berdasarkan hasil validasi dan respon peserta didik, disimpulkan alat pembelajaran kartu kuartet layak digunakan dalam proses pembelajaran IPS materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV SD dan mendapatkan respon positif dari peserta didik kelas IV.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TRADISI “MARDEMBAN” RITUAL MAKAN DAUN SIRIH PADA ETNIS BATAK TOBA DI DESA HUTA TINGGI Sofi Mutiara Insani; Rosarina Giyartini; Anggit Merliana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025 in progress
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23464

Abstract

This study aims to describe the process of implementing the mardemban tradition in the Toba Batak ethnicity, describe the function of the mardemban tradition, and describe the community's view of this tradition. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The research location is Huta Tinggi Village, Pangururan District, Samosir Regency. Data collection techniques were carried out through interviews with traditional leaders and local communities, as well as documentation of mardemban tradition activities. The results showed that the mardemban tradition is a ritual of eating betel leaves carried out in various traditional events, such as weddings and religious ceremonies. The function of the mardemban tradition is not only as a symbol of respect for ancestors, but also as a means of strengthening social relations and instilling cultural values to the younger generation. The community believes that the implementation of mardemban helps strengthen the cultural identity of the Toba Batak in the midst of increasingly modern times.
PENERAPAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN NILAI KARAKTER BERSAHABAT DAN KOMUNIKATIF DI SEKOLAH DASAR Dian Pratiwi, Anggit Merliana
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter bersahabat dan komunikatif yang terbentuk dalam diri peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Mancogeh yang berada di Jl. Cigeureung No. 22, Desa Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat dengan subjek penelitian ini, yakni; kepala sekolah, 2 pembina pramuka dan 12 peserta didik dan waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 April 2024 sampai dengan 31 Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif, yakni memaparkan secara lebih mendalam tentang analisis nilai pendidikan karakter bersahabat dan komunikatif melalui kegiatan pramuka di sekolah dasar Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan model analisis interaksi Miles & Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memperoleh hasil bahwasannya permasalahan yang terjadi di sekolah dalam mewujudkan nilai karakter bersahabat dan komunikatif melalui kegiatan pramuka berdasarkan hasil observasi peneliti melihat tingkah laku peserta didik, seperti sikap saling menghargai, tolong-menolong, sikap senang berbicara, senang bergaul dan sikap rasa ingin tahu. Dalam hal ini, kegiatan pramuka sebagai pendorong nilai karakter memungkinkan nilai karakter tersebut tertanam pada diri peserta didik.
RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP SOAL HOTS BERBASIS WORDWALL PADA TOPIK KONDISI PEREKONOMIAN DI DAERAHKU Marsanda Marsanda; Anggit Merliana; Asep Nuryadin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 Nomor2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.27076

Abstract

This study aims to identify and describe students’ responses to Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions developed using the Wordwall platform on the topic “The Economic Conditions in My Region” in fifth-grade elementary school. The research employed a descriptive qualitative approach. The subjects of the study were 47 students from two elementary schools: SDN Sambongpari and SDN 1 Gununglipung. Data were collected through a Likert-scale questionnaire, interviews, and observations. The questionnaire consisted of nine statements reflecting cognitive, affective, and conative aspects related to the use of HOTS-based questions in Wordwall. The results showed that students gave a highly positive response, with an average percentage of 92%. Students reported feeling happy, interested, and more engaged in learning, while also expressing a willingness to use Wordwall in future learning activities. These findings indicate that Wordwall can serve as an innovative alternative for presenting HOTS-based assessments that are effective, engaging, and suitable for elementary school learners. Therefore, Wordwall is recommended as a learning evaluation tool in HOTS-oriented thematic instruction at the elementary level.