Claim Missing Document
Check
Articles

Startup strategies in building brand awareness: (Roland Barthes' semiotic analysis of Korean drama Start-Up) Bella Amalia; Anggun Nadia Fatimah; Menati Fajar Rizki; Wina Puspita Sari; Qoryna Noer Seyma El Farabi
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 5 (2025): May 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i5.379

Abstract

Digital technology development has driven the rapid growth of startups in Indonesia. In increasingly fierce competition, brand awareness strategies are key to strengthening identity and attracting the attention of the public and investors. One way to understand and inspire this strategy is through the analysis of representations in popular media, such as Korean dramas, which have broad appeal and influence. This study aims to analyze Samsan Tech's brand awareness strategy in Start-Up dramas using the Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) model, as well as examine its symbolic meaning through Roland Barthes' semiotics. This study uses a qualitative approach with content analysis and semiotics methods to explore the meaning of denotative, connotative, and mythical. Data were collected through observation and scene documentation featuring brand awareness strategies, and supported by literature reviews related to AIDA models and startup communication strategies. The results show that Samsan Tech applied the AIDA model by attracting attention through competition, building interest through product presentations, creating desires through relationships with public figures and business projections, and encouraging action through cooperation with large investors. Barthes' analysis reveals symbolic meanings, such as entrepreneurial spirit, team collaboration, and the struggle to face business challenges. This study shows that popular dramas can represent an inspiring business strategy and shape the public perception of startups.
Pengaruh Konten Soft Selling Instagram @gramediadigital terhadap Minat Beli Produk Gramedia Digital Phoebe Valencia; Asep Soegiarto; Wina Puspita Sari; Anggun Nadia Fatimah; Menati Fajar Rizki
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2499

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam kebiasaan membaca masyarakat, yang kini semakin beralih ke platform digital seperti Gramedia Digital. Dalam menghadapi tantangan pemasaran produk digital, strategi konten soft selling melalui media sosial menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten soft selling di Instagram @gramediadigital terhadap minat beli produk Gramedia Digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei daring dan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 397 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @gramediadigital dan telah melihat konten soft selling pada periode Januari-April 2025. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi Pearson setelah melalui asumsi uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,884 dan angka signifikansi 0,000 (< 0,05). Sehingga, dapat dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti terbukti, yaitu adanya pengaruh signifikan dari konten soft selling Instagram @gramediadigital terhadap minat beli produk Gramedia Digital. Dapat disimpulkan bahwa temuan ini membuktikan bahwa strategi konten soft selling yang bersifat halus, informatif, dan menarik secara visual dapat mendorong ketertarikan dan minat beli konsumen terhadap produk secara efektif, serta dapat dijadikan dasar untuk strategi Public Relations, pemasaran digital, dan pengembangan komunikasi yang lebih kreatif dan berkelanjutan
Analisis Standarisasi Cover Konten Video Instagram @suaradotcom dalam Meningkatkan Konsistensi dan Brand Awareness Suara.com Anastasia Liana Triastuti; Menati Fajar Rizki; Asep Soegiarto; Anggun Nadia Fatimah; Abdul Kholik
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi standarisasi cover konten video Instagram @suaradotcom dalam meningkatkan konsistensi tampilan visual serta membangun brand awareness Suara.com sebagai salah satu portal media berita digital di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya media sosial Instagram, sebagai salah satu sarana penyebaran informasi dan pembentukan identitas merek di era digital. Suara.com sebelumnya belum memiliki kebijakan standarisasi konten visual yang baku, khususnya pada tampilan cover konten video Instagram @suaradotcom, sehingga membuat tampilan pada feeds Instagram terlihat tidak konsisten yang berpotensi mengurangi kekuatan citra merek di mata audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tim internal Suara.com dan beberapa followers akun Instagram @suaradotcom. Penelitian ini menggunakan teori identitas merek oleh Aditya Wardhana serta teori brand awareness dari David A. Aaker sebagai landasan dalam menganalisis masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkannya standarisasi visual sejak Januari 2025—dengan elemen khas seperti overlay warna merah dan ungu, tipografi kapital tebal, dan pencantuman logo Suara.com—terjadi peningkatan dalam konsistensi tampilan feeds dan daya tarik visual. Hal ini berdampak positif terhadap brand awareness, terbukti dari meningkatnya jumlah pengikut serta respons positif dari audiens yang merasa tampilan konten menjadi lebih rapi, menarik, dan mudah dikenali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standarisasi visual yang terencana dan konsisten mampu memperkuat identitas merek dan meningkatkan kesadaran audiens terhadap Suara.com. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi media digital lain dalam merancang strategi komunikasi visual di media sosial.
Strategi Social Media Marketing Penerbit Grasindo dalam Meningkatkan Brand Equity Melalui Key Opinion Leader (KOL) di Instagram Anita Firdaus; Menati Fajar Rizki; Asep Soegiarto; Anggun Nadia Fatimah; Muria Putriana
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi social media marketing yang dijalankan oleh Penerbit Grasindo dalam meningkatkan brand equity melalui kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) di platform Instagram. Seiring meningkatnya peran media sosial dalam pemasaran digital, Grasindo memanfaatkan Instagram sebagai media utama promosi dan komunikasi dengan audiens, khususnya melalui konten yang melibatkan Key Opinion Leader (KOL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi konten Instagram, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grasindo menerapkan strategi social media marketing berdasarkan empat elemen dari Gunelius (2011), yaitu content creation, content sharing, connecting, dan community building. KOL dipilih berdasarkan model VisCAP (Visibility, Credibility, Attraction, Power) untuk memastikan kesesuaian karakter dengan citra merek. Strategi ini berkontribusi terhadap peningkatan brand equity, seperti brand awareness, membentuk asosiasi merek yang positif (brand association), memperkuat persepsi kualitas (perceived quality), serta mendorong loyalitas pembaca terhadap produk Grasindo (brand loyalty). Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dengan KOL melalui media sosial berperan dalam mendukung upaya meningkatkan dan mempertahankan brand equity,, khususnya di industri penerbitan yang semakin kompetitif dan digital
Strategi Kampanye Humas Kementerian Perhubungan dalam Menyosialisasikan Program Mudik Gratis pada Angkutan Lebaran Tahun 2025 Arum Amanda Indrayati; Menati Fajar Rizki; Wina Puspita Sari; Anggun Nadia Fatimah; Muria Putriana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses prakampanye, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye oleh Kementerian Perhubungan. Penelitian ini menggunakan konsep Strategi kampanye Public Relations berdasarkan Model Kampanye Ostergaard. Pendekatan yang digunakan mengacu pada model strategi kampanye Public Relations menurut Ostergaard, dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sementara validitas data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye ini disusun secara bertahap dan terencana. Tahap prakampanye berangkat dari urgensi ketidakseimbangan antara lonjakan kebutuhan transportasi saat lebaran dengan ketersediaan sarana angkutan umum. Pada tahap pengelolaan, Kemenhub melakukan perancangan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Evaluasi kampanye keseluruhan dilakukan secara teknis dan komunikatif. Secara keseluruhan, strategi kampanye ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya transportasi massal yang aman, tetapi juga memperkuat citra positif pemerintah. Penelitian ini menyarankan agar Humas Kemenhub lebih maksimal dalam memanfaatkan media digital interaktif yang bervariasi serta memperkaya isi pesan dengan pendekatan emosional dan edukatif, seperti narasi pengalaman pemudik atau cerita keselamatan, guna menjangkau audiens yang lebih luas dan memperdalam dampak pesan yang disampaikan
Communication Pattern Typologies in Human-AI Interaction: A Qualitative Thematic Analysis of Chatbot Conversational Dynamics Asep Soegiarto; Mentari Anugrah Imsa; Anggun Nadia Fatimah; Eko Harisaksono; Aditya Gilang Rumpaka
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.6499

Abstract

Artificial intelligence (AI)-powered chatbots have substantially reshaped the landscape of human-AI interaction, yet questions remain about the communicative behaviors users deploy in these exchanges and how they are shaped by AI system characteristics. This study investigates communication pattern typologies in human-chatbot interactions through qualitative thematic analysis of 150 conversation transcripts across customer service, mental health, and educational contexts. Grounded in social presence theory and affordance theory, and employing reflexive thematic analysis (Braun & Clarke, 2022) with an interpretivist-constructivist epistemological stance, this study identified five typologies of communication patterns: adaptive mirroring (prevalent across the majority of transcripts, 78.7%), emotional scaffolding (frequently manifested, 65.3%), contextual anchoring (emergent in a substantial portion of conversations, 58.0%), conversational repair mechanisms (present in a considerable minority, 42.7%), and trust-building narratives (identified in over one-third of transcripts, 37.3%). These figures reflect descriptive frequency counts indicating the proportion of transcripts in which each pattern was observed; they serve as organizational summaries, not statistical evidence, and patterns are not mutually exclusive. The distribution of these patterns varied across demographic groups and interaction contexts, with younger participants showing comparatively greater communicative flexibility. Results suggest that users deploy socially patterned communicative behaviors in AI-mediated contexts that extend beyond purely task-oriented exchanges. These findings carry implications for designing AI systems that are attentive to the relational and contextual dimensions of user communication in healthcare, education, and customer service.
Komunikasi Persuasif Trailer Serial Drama dalam Menarik Minat Audiens Allaysha Murtiawani; Anggun Nadia Fatimah; Menati Fajar Rizki; Wina Puspita Sari; Qoryna Noer Seyma
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.363

Abstract

Penayangan trailer pada sebuah serial drama memiliki peran penting dalam menarik minat audiens terhadap suatu tayangan. Seiring berkembangnya platform streaming digital, trailer mulai digunakan sebagai media komunikasi awal untuk membangun ketertarikan audiens terhadap serial yang akan dirilis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi persuasif dalam trailer dari serial Squid Game 2 melalui akun @netflixid, serta membahas makna simbolik yang terdapat dalam trailer. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi persuasif dan analisis semiotika Ferdinand de Sauusure dengan pendekatan penanda (signifer) dan petanda (signifed). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi beberapa scene dalam trailer yang berdurasi 1 menit 48 detik. Dari hasil observasi tersebut, telah ditemukan 12 scene yang merepresentasikan bentuk komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Netflix untuk menarik minat audiens. Hasil penelitian menunjukkan, komunikasi persuasif yang digunakan oleh Netflix berupa teknik ganjaran, teknik tataan, teknik asosiasi, dan teknik integrasi. Sementara itu, analisis semiotika Ferdinand de Saussure menunjukkan simbol-simbol yang terdapat dalam trailer, membangun ekspektasi dan menciptakan keterikatan emosional audiens. Dengan demikian, hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah penelitian ini memberikan pemahaman komunikasi persuasif dengan pendekatan semiotik pada trailer dapat menjadi sarana efektif menarik minat audiens terhadap serial drama.
The Implementation of the Roles and Functions of Public Relations in Government Organizations Anggun Nadia Fatimah; Safiat Amaylia Putri; Deby Puspitaningrum
Fenomena Vol 23 No 1 (2024): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v23i1.169

Abstract

This This study investigates the roles, organizational positioning, and media utilization of government public relations (PR) divisions in six Indonesian institutions within the context of digital public communication. Employing a qualitative design with in-depth interviews and thematic analysis, the study reveals that PR practitioners primarily perform communication facilitator and communication technician roles, focusing on information dissemination, media liaison, and operational communication tasks. The adoption of social media platforms such as Instagram, X, and YouTube has created opportunities for two-way interaction between government and citizens. However, findings indicate that such interactions remain largely transactional and rarely influence decision-making or policy formulation processes. Conceptually, this study enriches the literature on PR roles and functions, strategic communication, and public sector communication in the digital era. Practically, it recommends institutional reforms, professional capacity-building, and the integration of digital feedback into public communication planning to foster more participatory, transparent, and accountable government communication practices. Penelitian ini menganalisis peran, posisi organisasi, dan pemanfaatan media oleh humas pemerintah di enam institusi pemerintahan Indonesia dalam konteks digitalisasi komunikasi publik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis tematik, studi ini mengungkap bahwa peran humas didominasi oleh communication facilitator dan communication technician, berfokus pada diseminasi informasi, hubungan media, serta aktivitas komunikasi teknis. Adopsi media sosial seperti Instagram, X, dan YouTube membuka ruang interaksi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, namun temuan menunjukkan bahwa keterlibatan ini masih bersifat transaksional dan jarang memengaruhi proses pengambilan keputusan atau perumusan kebijakan. Secara konseptual, studi ini memperkaya literatur tentang peran dan fungsi humas, komunikasi strategis, dan komunikasi pemerintahan di era digital. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan reformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas profesional, dan integrasi umpan balik digital ke dalam perencanaan komunikasi publik untuk mewujudkan komunikasi pemerintah yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Pelatihan Konten Marketing dan Live Tiktok Untuk Pendidikan Kewirausahaan Berkualitas SMK Al Wathoniyah Menati Fajar Rizki; Indah Fajar Rosalina; Anggun Nadia Fatimah
Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bumi.v4i3.1741

Abstract

This community service activity was conducted in response to challenges faced by the business incubator of Al Wathoniyah Klender Foundation, where participants had already produced a laundry perfume product under the brand Mitra Hasanah but had not yet utilized digital platforms for marketing due to limited knowledge and skills. The program aimed to equip 15 participants, consisting of students and teachers of SMK Al Wathoniyah Klender, with content marketing competencies and live selling skills on TikTok through a sequential approach: introducing the product through content, building a digital presence, and ultimately selling the product through TikTok live streaming. The implementation method comprised four stages: partner needs analysis, content marketing training and TikTok account creation, content production practice and live selling simulation, and program evaluation using a Likert-scale pre-test and post-test. Evaluation results showed an average score increase from 1.46 in the pre-test to 4.47 in the post-test, reflecting a significant improvement in participants' understanding and readiness. This program contributes to strengthening quality entrepreneurship education in alignment with SDGs Goal 4.
Penguatan Skill Editing Video Siswa Pondok Pesantren Al-Watoniyah Pusat Putri sebagai Upaya Pengembangan Diri di Era Digital Mentari Anugrah Imsa; Qoryna Noer Seyma El Farabi; Asep Soegiarto; Anggun Nadia Fatimah
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Agustus: NUSANTARA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v6i3.10152

Abstract

This community service program aimed to equip students at Al-Watoniyah Central Girls’ Islamic Boarding School with video editing skills as an effort to address the rapid development of digital technology and promote digital competency improvement among young generations. The training activities were conducted through a combination of seminars, workshops, hands-on practices, and intensive mentoring provided by the community service team. The program was implemented on June 10, 2026, involving 15 participants consisting of students and teachers. Throughout the program, participants demonstrated high enthusiasm in participating in each training stage, including understanding basic video concepts, learning video editing software, and practicing the creation and editing of digital content. Active participation was also reflected through discussions, independent practices, and positive responses delivered by two participant representatives during the testimonial session. Evaluation results based on comparisons between pre-test and post-test scores indicated an improvement in participants’ knowledge and understanding of video editing techniques. This activity contributed positively to enhancing participants’ creativity, productivity, and readiness to utilize digital technology for learning purposes and skill development in the era of digital transformation.
Co-Authors Abdul Kholik Abdul Kholik Aditya Gilang Rumpaka Afina Damayanti Alfat, Raisa Rahmi Alfina Rahmah Dewi Allaysha Murtiawani Amalia, Bella Amalina, Atika Nur Anastasia Liana Triastuti Anggono, Sekar Kinanti Anita Firdaus Anugrah Imsa, Mentari Arum Amanda Indrayati Asep Soegiarto Asep Soegiarto Audya Wulan Maharani Ayuningtias, Putri Indana Bella Amalia Darmawan, Reno Mu'min Deby Puspitaningrum Deby Puspitaningrum Decency Ananda Sylphania Dewi, Alfina Rahmah Dyaneira Ramadanila Eko Harisaksono Eko Nugroho El Farabi, Qoryna Noer Seyma Erawaty, Dyah Permana Fadia Ramadania Fajar Saputra, Ghifari Aryapratama Fathihah, Erlianur Putri Carlina Hadinayu, Atmaradhifa Imsa, Mentari Anugrah Indah Fajar Rosalina Khotimah, Melani Dwi Lumeta, Putri Neva Lydia Prifta Siagian Menati Fajar Rizki Mentari Anugrah Imsa Muria Putriana Muria Putriana Murtiawani, Allaysha Najah, Shafa Safira Nirmalasari, Andi Noer Seyma, Qoryna nur hafizah Phoebe Valencia Puspita Sari, Wina Putri Yohana Sitorus Putri, Iasha Aulia Putri, Safiat Amaylia Putriana, Muria Qoryna Noer Seyma Qoryna Noer Seyma El Farabi Queendira Zedi Paradila Rahmat Gymnastiar, Faisal Raisa Rahmi Alfat Reno, Reno Mu'min Darmawan Rizki, Meinati Fajar Rosalina , Indah Fajar Safiat Amaylia Putri Sagita, Selvi sari, wina puspita Seyma, Qoryna Noer Shafa Safira Najah Shinta Aprillia Kusuma Wardhani Siti Lintang Oktiara Soegiarto, Asep Sugiarto, Asep Sulthan Arrafi Fadhila Sylphania, Decency Ananda Tazkia Nursina Ulima Larisa Valent Sausan Hadipura Hardian Wina Puspita Sari Wina Puspitasari, Wina