Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Evaluasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Bojonegoro Kasiami, Sri
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v3i2.358

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data lapangan yang dikumpulkan peneliti dalam pra research bahwa di Kabupaten Bojonegoro masih terdapat rumah yang tidak layak huni. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengadakan program rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi fisik rumah-rumah yang tidak layak huni tersebut agar menjadi layak huni. Pada tahun 2017 peneliti menemukan bahwa baru ada 93 rumah yang sudah direhabilitasi sesuai program, sementara ada total 101 rumah tidak layak huni. Artinya masih ada beberapa rumah tidak layak huni yang belum lolos program rehabilitasi ini. Bagaimanakah mekanisme program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi agar hasinya lebih akurat. Teknik analisis data yang digunakan adalah Miles and Huberman.
Hambatan-Hambatan Dalam Penyaluran Pupuk Bersubsidi Melalui Kartu Tani di Kabupaten Bojonegoro Kasiami, Sri
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 4 No. 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v4i1.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hambatan-hambatan yang terjadi dalam penyaluran pupuk bersubsidi melalui kartu tani di Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentas. Penentuan informan menggunakan purposive sampling, adapun informan terinventarisir sejumlah sejumlah 72 orang. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan conclusion drawing/verification, dengan teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Fokus penelitian mengacu pada isi kebijakan, informasi, dukungan, dan pembagian potensi dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Hasil penelitian menunjukkan, isi kebijakan masih menjadi hambatan utama. Ketidakberanian pemerintah kabupaten dalam menginisasi kebijakan yang disesuaikan dengan kebutuhan local.
Implementasi Kebijakan Mitigasi Bencana Di Kabupaten Bojonegoro Kasiami, Sri
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v4i2.366

Abstract

Kejadian bencana setiap tahun terus meningkat, pencegahan dan kesiapsiagaan ditiap daerah yang dekat dengan potensi bencana sangat penting.Kondisi geografis Kabupaten Bojonegoro termasuk daerah rawan bencana, meliputi bencana alam, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, kekeringan kebakaran, bencana non alam, kegagalan industri yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, dan korban jiwa, serta bencana sosial dalam bentuk konflik. Sehingga perlu di lakukan upaya antisipasi dan penanggulangan secara terkoordinir, terpadu, cepat serta tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kebijakan mitigasi bencana di kabupaten bojonegoro. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori George C. Edward III yang meliputi: komunikasi, struktur birokrasi, sumber daya pelaksana atau implementator, disposisi pelaksana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tipe deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pelaksanaan kebijakan mitigasi bencana di Kabupaten Bojonegoro, pelaksana kebijakan mempunyai kesediaan dan komitmen yang sama yaitu akan berusaha untuk menyelamatkan masyarakat terdampak bencana yang terjadi. Pelaksanaan kebijakan mitigasi bencana di Kabupaten Bojonegoro sudah sesuai dengan prinsip penanggulangan bencana yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengenai prinsip prioritas penyelamatan jiwa.
Pelaksanaan Open Government Melalui Website Desa: (Studi Kasus Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro) Nur Afni O, Fifi; Rupiarsieh; Kasiami, Sri
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i2.379

Abstract

Website Desa Prayungan merupakan sebuah inovasi dalam pelaksanaan Open Government dengan memanfaatkan media teknologi informasi sebagai media penyampai informasi dari Pemerintah Desa kepada Masyarakat Desa demi mewujudkan pemerintahan terbuka, serta dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar lebih efektif dan efisien. Namun, masalah yang muncul adalah belum optimalnya keterlibatan penuh publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Open Government melalui Website Desa di Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Jenis riset adalah penelitian Deskriptif dengan Pendekatan Kualitatif. Focus penelitian pada Pelaksanaan Open Government melalui Website Desa yang diukur dalam prinsip Open Government menurut Global Integrity melalui tiga aspek yaitu: Transparansi, Partisipasi, dan Akuntabilitas. Hasil penelitian, Pemerintah Desa Prayungan dalam melaksanakan pemerintahannya terbilang cukup transparan, baik dalam menyampaikan informasi maupun keterbukaan anggarannya, segala proses pembangunan dan pembuatan kebijakan melibatkan masyarakat. Dari aspek partisipasi, masyarakat Desa Prayungan antusias terhadap berbagai kegiatan yang ada di Desa. Kegiatan gotong royong dan pengadaan dana swadaya masyarakat masih berjalan. Dari sisi akuntabilitas, masyarakat memiliki tingkat kepercayaan beragam terhadap Desa, serta memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajibannya sebagai masyarakat Desa.
Evaluasi Kebijakan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Covid-19: (Suatu Studi di Kelurahan Sumbang Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro) Kasiami, Sri
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i1.387

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui evaluasi kebijakan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kelurahan Sumbang. Fokus penelitian ini adalah pada penjelajahan umum peneliti untuk memperoleh gambaran menyeluruh yang masih pada tahap permukaan tentang situasi Covid-19 di Kelurahan Sumbang. Adapun metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Teori yang digunakan untuk mengevaluasi penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 adalah teori tipe-tipe evaluasi menurut Dunn. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kebijakan yang tertera pada Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 belum optimal. Hal ini, dibuktikan dengan adanya korban penyebaran Covid-19 akibat warga Kelurahan Sumbang belum menjalankan dan mentaati peraturan yang telah diturunkan oleh Pemerintah Daerah. Dalam penelitian ini tampak pelaksanaannya masih kurang.
Pendampingan dan Sosiaslisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Desa Mojoagung Kasiami, Sri; Wulandari, Septi; Septiana, Vita Nugrah
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i1.173

Abstract

Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, yang tercantum dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3 tentang "Good Health and Well-Being". Pengabdian ini berfokus pada implementasi PHBS di Desa Mojoagung, yang dikenal dengan rendahnya proporsi rumah tangga yang menerapkan PHBS. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya PHBS melalui sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan dilakukan dengan memberikan materi mengenai PHBS, kualitas kesehatan masyarakat, dan hubungan antara keduanya. Selain itu, diadakan juga diskusi interaktif dan mini games untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran dan pemahaman warga, terutama siswa-siswi SDN Mojoagung Soko, tentang penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, tantangan tetap ada dalam penerapannya, seperti keterbatasan waktu dan konsistensi dalam pelaksanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengabdian masyarakat melalui sosialisasi PHBS dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memberikan dampak positif jika dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga dan sektor lainnya.
Management of The Kayangan Api Tourist Attraction to Create Superior Tourism: Adaptive Governance Analysis Enggarudin, Muhammad Maksum; Wulandari, Septi; Kasiami, Sri
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 14, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.14.1.43-57.2025

Abstract

This study aims to analyze adaptive governance in managing the Kayangan Api tourist attraction to promote superior tourism in Bojonegoro Regency through collaboration, flexibility, and learning processes. Adaptation is necessary to meet the demands of better tourism management. This research uses a qualitative descriptive method. Primary data sources include interviews and observations, while secondary data come from documentation collected at the research site. The informant selection was done through purposive sampling, based on criteria indicating that informants are knowledgeable about the Kayangan Api tourist attraction. The results show that adaptive governance in managing Kayangan Api includes collaboration between the Department of Culture and Tourism and Perhutani through profit-sharing agreements, flexibility in services—particularly for tour guides—and a learning process where managers evaluate criticism and suggestions. The challenges identified include the need for tour guides to be more responsive, innovative, and for tourism promotion to be optimized.
The Effectiveness of the Leadership of the Head of Service in Improving Employee Work Discipline Kasiami, Sri; Wulandari, Septi; Hernanda, Ellena Putri; Saputri, Novita Elisa Rusdiana
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 14, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.14.1.%p.2025

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the leadership of the Head of Service in improving the work discipline of employees at the Bojonegoro Regency Library and Archives Service. The focus of this research is using theory of organizational effectiveness, which measures organizational effectiveness through three main dimensions: goal achievement, integration, and adaptation. The research method used is qualitative descriptive with data collection through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the leadership of the Head of Service has been effective in improving employee work discipline, as evidenced by the high level of employee attendance which is influenced by the fingerprint-based attendance system and reward and punishment mechanisms. Regular meetings between leaders and employees also play an important role in improving communication and cooperation. However, technical challenges, such as disruptions to facilities, as well as limited facilities and infrastructure, remain obstacles. In conclusion, good leadership, integration between teams, and adaptation to technological changes as well as strengthening facilities and infrastructure are the main factors in improving employee work discipline. Further research can explore further solutions to address infrastructure challenges and improve employee motivation..
Analisis Faktor-Faktor Pendukung Peningkatan Pelayanan PSC 119 Di Kabupaten Bojonegoro: bahasa indonesia Hanna Putri Hendani; M. Miftahul Huda; Sri Kasiami
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/e5jat537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dalam pengelolaan layanan Public Safety Center (PSC) 119 serta mengidentifikasi kendala dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan kegawatdaruratan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi yang melibatkan koordinator PSC 119, tenaga medis, serta masyarakat pengguna layanan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi layanan PSC, antara lain sumber daya manusia, infrastruktur, teknologi, serta pengetahuan dan respons masyarakat terhadap layanan kegawatdaruratan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro telah berupaya meningkatkan kualitas layanan PSC melalui pelatihan berkala bagi petugas medis dan penerapan teknologi informasi untuk mempercepat proses koordinasi. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya beberapa kendala, seperti kekurangan tenaga medis terlatih di daerah terpencil, keterbatasan infrastruktur di wilayah pedesaan, serta kurang optimalnya integrasi antara sistem teknologi yang digunakan di lapangan dan rumah sakit. Selain itu, meskipun masyarakat umumnya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, terdapat keluhan terkait waktu tunggu yang cukup lama, terutama di daerah terpencil. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai efektivitas layanan PSC serta tantangan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas dan kecepatan respons terhadap situasi darurat.
Tata Kelola Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 Dalam Memenuhi Hak-Hak Politik Pada Pemilih Disabilitas di Kabupaten Bojonegoro Fahrizal, Moch Agus; Junadi; Taufiq, Ahmad; Kasiami, Sri
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 9 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v9i3.1507

Abstract

Pemilihan kepala daerah merupakan salah satu elemen fundamental dalam sistem demokrasi yang memberikan hak suara kepada setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Namun, seringkali, penyandang disabilitas menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses proses pemilu yang dapat menghambat partisipasi mereka. Oleh karena itu, tata kelola pemilu yang inklusif dan ramah disabilitas sangat penting untuk memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi secara adil dan setara. Tata kelola ini mencakup kebijakan, peraturan, serta penyediaan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung, seperti aksesibilitas fisik di tempat pemungutan suara, alat bantu untuk memilih, serta pelatihan bagi petugas pemilu untuk dapat melayani penyandang disabilitas dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tata kelola pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 dalam memenuhi hak-hak politik pada pemilih disabilitas di Kabupaten Bojonegoro. Metodologi penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Metode analisis data menggunakan Pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Menurut hasil penelitian tata kelola pemilu dalam studi kasus pemilihan kepala daerah sudah baik, namun perlu ditingkatkan lagi terkait fasilitas yang harus disediakan serta petugas yang ada di TPS setempat belum semua memahami isu disabilitas, maka hal itu perlu adanya pelatihan yang maksimal agar terciptanya tata kelola yang inklusif di Kabupaten Bojonegoro.