Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pineapple Peel and Cassava Leaf Silage Added Various Variations of Molasses Based on in vitro Digestibility Assessment: Silase Kulit Buah Nanas dan Daun Singkong yang Ditambahkan Berbagai Variasi Molase Berdasarkan Penilaian Kecernaan in vitro Juliantoni, Jepri; Rodiallah, Muhamad; Harahap, Anwar Efendi; Ernawan, Wahyu
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i1.2025.22-29

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti kulit buah nanas dan daun singkong dapat menjadi alternatif pengganti rumput lapang karena kandungan nutrisinya yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pH rumen serta kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) silase kulit nanas dan daun singkong secara in vitro. Bahan yang digunakan meliputi kulit nanas, daun singkong, dan molases dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 5×2 dan dua ulangan. Faktor X terdiri atas proporsi bahan silase: X1 = 100% kulit nanas, X2 = 75% kulit nanas + 25% daun singkong, X3 = 50% kulit nanas + 50% daun singkong, X4 = 25% kulit nanas + 75% daun singkong, dan X5 = 100% daun singkong. Faktor Y berupa level molases: Y0 = 5% dan Y1 = 10%. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata (P<0,01) antara komposisi bahan silase dan level molases terhadap peningkatan nilai KcBK (41,87–75,25%), KcBO (39,39–74,33%), serta kestabilan pH rumen. Silase dengan komposisi 100% kulit nanas dan penambahan 10% molases memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan nilai kecernaan dan mempertahankan pH rumen. Penelitian lanjutan secara in vivo diperlukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap performa ternak ruminansia.
Evaluasi Kandungan Nutrien dan Fraksi Serat Pakan Fermentasi Berbahan Dasar Kulit Nanas dan Daun Singkong sebagai Pakan Ruminansia Jepri Juliantoni; Anwar Efendi Harahap; Arsyadi Ali; Triani Adelina; Dewi Ananda Mucra; Bakhendri Solfan; Restu Misrianti; Muhamad Rodiallah; Evi Irawati; Eniza Saleh
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.639

Abstract

Kombinasi limbah kulit nanas dan daun singkong berbentuk silase berpotensi sebagai alternatif penyediaan sumber pakan hijauan pengganti rumput lapang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi nilai nutrien dan kualitas serat silase kulit nanas dan daun singkong dengan penambahan berbagai level molases sebagai pakan ruminansia. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (4x2) dengan 2 ulangan. Faktor A adalah perbandingan komposisi antara kulit nanas dan daun singkong terdiri dari : A1 = 100 % kulit nanas ; A2 = 75% kulit nanas + 25% daun singkong; A3 = 50% kulit nanas + 50% daun singkong ; A4 = 25% kulit nanas + 75% daun singkong dam A5 = 100% daun singkong. Selanjutnya faktor B adalah level pemberian molases terdiri dari : B0 = 5% molases ; B1 = 10% molases. Parameter yang diukur meliputi bahan kering, protein kasar, lemak kasar, dan TDN serta komposisi fraksi serat meliputi NDF dan ADF. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat interaksi (P<0.05) antara proporsi kulit nanas + daun singkong dengan penambahan molases terhadap parameter protein kasar, lemak kasar, serat kasar, TDN, NDF, dan ADF (%). Selanjutnya faktor proporsi kulit nanas + daun singkong berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bahan kering. Kombinasi bahan 100% daun singkong dengan penambahan 5 % maupun 10% molases menghasilkan nilai protein kasar dan TDN tertinggi serta nilai serat kasar terendah dibandingkan perlakuan kombinasi lainnya. Penambahan kulit nanas hingga 75% mampu secara optimal menurunkan kandungan NDF dan ADF silase.
Pemanfaatan Silase Ransum Komplit Berbasis Ampas Tebu (Bagasse), Indigofera dan Molases sebagai Pakan Alternatif Arbiansyah, Arbiansyah; Jati, Putri; Juliantoni, Jepri; Rodiallah, Muhamad; Ramdani, Dedi; Habiyah, Umul
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17088

Abstract

Bagasse has not been utilized optimally because it has low nutrient content, it was necessary to add feed ingredients such as indigofera which has high nutrition and molasses was needed for further processing utilizing anaerobic fermentation or silage. This study aims to determine the nutritional quality of complete ration silage based on bagasse, indigofera and molasses with different compositions. Silage was carried out at the Laboratory of Nutrition and Feed Technology, Faculty of Agriculture and Animal Sciences, State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau. The proximate test was carried out at the Laboratory of the Center for Biological Resources and Biotechnology Research, Agricultural University of Bogor. This study used a completely randomized design with a factorial pattern consisting of 2 factors, each treatment unit was repeated 3 times. Factor A was the level of bagasse + indigofera, namely A1 = 100% bagasse + 0% indigofera; A2 = 50% bagasse + 50% indigofera; A3 = 75% bagasse + 25% indigofera and factor B was the level of molasses, namely B0 = 5% molasses and B1 = 10% molasses. The variables measured were crude fat, ash content and BETN. The data obtained were analyzed based on analysis of variance by using Duncan's test at 5% and 1%. The results of this study indicated that there was an interaction between factor A and factor B (P<0.01) on crude fat content, ash content, and BETN. Factor A had a very significant effect (P<0.01) on the crude fat content, ash content, and BETN. Factor B had a very significant effect (P<0.01) on crude fat and BETN, but did not affect the ash content. It was concluded that treatment A2, namely the composition of bagasse 50% + 50% indigofera and treatment B0, namely molasses 5%, obtained the best results.