Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Review Efektivitas Hipnoterapi Dalam Menurunkan Kualitas Dan Kuantitas Gejala Irritable Bowel Syndrome (Ibs) Syahrun El Mubaraq; Erna Herawati; Devi Usdiana Rosyidah; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.654 KB)

Abstract

Irritable bowel syndrome merupakan salah satu penyakitpsikosomatik yang paling sering dijumpai. Irritable bowelsyndrome mengenai mengenai sistem saluran cerna bagianbawah. Mekanisme pasti sampai saat ini masih belum diketahuisecara pasti namun salah satu bukti yang kuat menyatakanadanya kaitan masalah signaling sistem saraf enterik dengan otak(brain-gut-axis) yang ada kaitannya dengan gangguan jiwaberupa depresi dan kecemasan yang meningkat 3 kali lipat selamaera pandemi COVID 19. Hipnoterapi bekerja pada sistem sarafpusat dan dapat memodifikasi fungsi dari brain-gut-axis yangsecara teori dapat menjadi terapi untuk perbaikan gejala IBS.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitashipnoterapi dalam menurunkan gejala IBS. Metode penelitian iniberupa review literatur secara naratif dengan melakukanpencarian secara daring dengan menggunakan database yangmeliputi PubMed, Science Direct, dan Cochrane Library denganmenggunakan kata kunci “Hypnosis” dan “Irritable BowelSyndrome” baik dalam bentuk MeSH termnya maupun dalambentuk free termsnya. Hasil yang ditemukan adalah 5 artikel yangsesuai dengan tahun pencarian. Terdapat 4 artikel yangmembahas terkait penurunan gejala IBS dan 3 artikel yangmembahas terkait peraikan kualitas hidup penderita IBS. Hasilyang didapatkan adalah hipnosis secara efektif dapat menurunkangejala IBS. Hipnoterapi juga secara efektif dapat meningkatkankualitas hidup penderita IBS. Hasil post test dan follow up tetapmemberikan hasil yang konsisten. Tidak ada laporan efeksampaing terkait penggunaan hipnoterapi, namun efikasinyasangat bergantung pada kemampuan terapis dan tingkatsugestibilitas pasien.
Hubungan Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Tenaga Kesehatan Di RS Qolbu Insan Mulia Batang Putri Nabilla Mitha Talita; Tri Agustina; Budi Hernawan; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.487 KB)

Abstract

Menstruasi merupakan suatu proses alamiah yang dialamiperempuan dan akan menjadi masalah jika terjadi ketidakteraturandalam siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhiketidakteraturan siklus menstruasi diantaranya stres dan indeksmassa tubuh. Stres mempengaruhi produksi hormon prolaktin yangberhubungan dengan aktivitas elevasi kortisol basal sehingga terjadipenurunan hormon LH. Sedangkan indeks massa tubuh padaresponden dengan indeks massa tubuh normal memiliki lama siklusmenstruasi yang normal. Tujuannya untuk menganalisis adanyahubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh terhadapketeraturan siklus menstruasi pada tenaga kesehatan di RS QolbuInsan Mulia Batang. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik dengan metode cross sectional dilaksanakandi Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia Batang pada bulan Desember2020. sebanyak 149 responden dari tenaga kesehatan yang mengikutipenelitian ini. Pengambilan data skor stres, indeks massa tubuh, danketeraturan siklus menstruasi dilakukan menggunakan kuesionerPSS-10 (Perceived Stres Scale 10) dan mengisi google form. Datadianalisis menggunakan Chi Square dan regresi logistik. Hasilanalisis multivariat regresi logistik untuk stres mempunyai nilai p =0,000 dan OR = 0,077, indeks massa tubuh didapatkan nilai p =0313, dan OR = 0,675. Dengan demikian, terdapat hubungan antarastres terhadap keteraturan siklus menstruasi.
Obesitas Sebagai Faktor Risiko Keparahan Pada COVID-19 Nadia Wdihi Aqmarina; Erika Diana Risanti; Iin Novita Nurhidayati Mahmudah; Safari Wahyu Jatmiko
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.939 KB)

Abstract

Obesitas diketahui sebagai peradangan kronis derajat rendah. Hal ini menjadi faktor yang dapat menyebabkan keparahan pada gejala COVID-19. Gejala COVID-19 dinyatakan dalam asimptomatis hingga kritis dan obesitas dicurigai memiliki peran dalam tingkat keparahan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan tingkat keparahan COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada 13 Desember 2020 pada mesin pencarian Pubmed, Science Direct dan Google Scholar dengan memasukkan kata kunci (obesity OR overweight) AND risk factor AND (severe OR severity) AND fatality rate AND (COVID-19 OR SARS-CoV-2 OR Novel coronavirus). Selanjutnya dilakukan skrining sesuai dengan kriteria restriksi yang telah ditetapkan dan mengelompokkan artikel penelitian dalam tabel lalu diurutkan sesuai alphabet nama peneliti. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan, sehingga didapatkan sampel sebanyak 11 artikel berasal dari Negara Italia, China, New York, USA dan Prancis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara BMI dan nilai risiko yang menyebabkan keparahan pada COVID-19. Semakin tinggi kenaikan angka BMI akan memberikan nilai risiko yang lebih tinggi pula. Keparahan penyakit ditandai dengan penggunaan alat bantu pernafasan (IMV, NIV, oksigenasi dan ECMO), penggunaan ruang ICU, penurunan PaO2 dan SaO2 serta hipoksemia.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DAN PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Ratnasari Bondan Wijayanti; Iin Novita; Riandini Aisyah; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.708 KB)

Abstract

Diabetes melitus atau disebut Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan secara efektif insulin yang diproduksi. Kelebihan sekresi glukagon oleh sel alfa dan insulin yang tidak dapat diproduksi atau tidak berperan secara efektif oleh sel beta menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Pemberian vitamin D meningkatkan transkripsi gen reseptor insulin untuk mengurangi kenaikan hiperglikemik dengan menginduksi sel β pankreas. Tujuan: Menganalisis peran vitamin D dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan menggunakan sumber artikel terbitan dari tahun 2015 sampai November 2020 pada database PubMed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci "vitamin d" OR "ergocalciferols" OR vitamin D AND "glucose" AND "Diabetes mellitus". Analisis data berupa kalimat naratif yang dimulai dengan pemilihan artikel yang sesuai kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan relevansi penelitian, yang selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil: Artikel yang direview sebanyak 7 artikel yang berasal dari negara-negara seperti Mesir, Pakistan, Arab Saudi, Iran dan Taiwan. Uji klinis pada beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa vitamin D berperan dalam menurunkan glukosa darah pada pasien dengan penyakit diabetes yang secara signifikan menurunkan HbA1c. Kesimpulan: Vitamin D berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus.
Review Efektivitas Hipnoterapi Dalam Menurunkan Kualitas Dan Kuantitas Gejala Irritable Bowel Syndrome (Ibs) El Mubaraq, Syahrun; Herawati, Erna; Rosyidah, Devi Usdiana; Risanti, Erika Diana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irritable bowel syndrome merupakan salah satu penyakitpsikosomatik yang paling sering dijumpai. Irritable bowelsyndrome mengenai mengenai sistem saluran cerna bagianbawah. Mekanisme pasti sampai saat ini masih belum diketahuisecara pasti namun salah satu bukti yang kuat menyatakanadanya kaitan masalah signaling sistem saraf enterik dengan otak(brain-gut-axis) yang ada kaitannya dengan gangguan jiwaberupa depresi dan kecemasan yang meningkat 3 kali lipat selamaera pandemi COVID 19. Hipnoterapi bekerja pada sistem sarafpusat dan dapat memodifikasi fungsi dari brain-gut-axis yangsecara teori dapat menjadi terapi untuk perbaikan gejala IBS.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitashipnoterapi dalam menurunkan gejala IBS. Metode penelitian iniberupa review literatur secara naratif dengan melakukanpencarian secara daring dengan menggunakan database yangmeliputi PubMed, Science Direct, dan Cochrane Library denganmenggunakan kata kunci “Hypnosis” dan “Irritable BowelSyndrome” baik dalam bentuk MeSH termnya maupun dalambentuk free termsnya. Hasil yang ditemukan adalah 5 artikel yangsesuai dengan tahun pencarian. Terdapat 4 artikel yangmembahas terkait penurunan gejala IBS dan 3 artikel yangmembahas terkait peraikan kualitas hidup penderita IBS. Hasilyang didapatkan adalah hipnosis secara efektif dapat menurunkangejala IBS. Hipnoterapi juga secara efektif dapat meningkatkankualitas hidup penderita IBS. Hasil post test dan follow up tetapmemberikan hasil yang konsisten. Tidak ada laporan efeksampaing terkait penggunaan hipnoterapi, namun efikasinyasangat bergantung pada kemampuan terapis dan tingkatsugestibilitas pasien.
Hubungan Tingkat Stres dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Keteraturan Siklus Menstruasi Pada Tenaga Kesehatan Di RS Qolbu Insan Mulia Batang Talita, Putri Nabilla Mitha; Agustina, Tri; Hernawan, Budi; Risanti, Erika Diana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi merupakan suatu proses alamiah yang dialamiperempuan dan akan menjadi masalah jika terjadi ketidakteraturandalam siklus menstruasi. Faktor yang mempengaruhiketidakteraturan siklus menstruasi diantaranya stres dan indeksmassa tubuh. Stres mempengaruhi produksi hormon prolaktin yangberhubungan dengan aktivitas elevasi kortisol basal sehingga terjadipenurunan hormon LH. Sedangkan indeks massa tubuh padaresponden dengan indeks massa tubuh normal memiliki lama siklusmenstruasi yang normal. Tujuannya untuk menganalisis adanyahubungan antara tingkat stres dan indeks massa tubuh terhadapketeraturan siklus menstruasi pada tenaga kesehatan di RS QolbuInsan Mulia Batang. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik dengan metode cross sectional dilaksanakandi Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia Batang pada bulan Desember2020. sebanyak 149 responden dari tenaga kesehatan yang mengikutipenelitian ini. Pengambilan data skor stres, indeks massa tubuh, danketeraturan siklus menstruasi dilakukan menggunakan kuesionerPSS-10 (Perceived Stres Scale 10) dan mengisi google form. Datadianalisis menggunakan Chi Square dan regresi logistik. Hasilanalisis multivariat regresi logistik untuk stres mempunyai nilai p =0,000 dan OR = 0,077, indeks massa tubuh didapatkan nilai p =0313, dan OR = 0,675. Dengan demikian, terdapat hubungan antarastres terhadap keteraturan siklus menstruasi.
Obesitas Sebagai Faktor Risiko Keparahan Pada COVID-19 Aqmarina, Nadia Wdihi; Risanti, Erika Diana; Mahmudah, Iin Novita Nurhidayati; Jatmiko, Safari Wahyu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas diketahui sebagai peradangan kronis derajat rendah. Hal ini menjadi faktor yang dapat menyebabkan keparahan pada gejala COVID-19. Gejala COVID-19 dinyatakan dalam asimptomatis hingga kritis dan obesitas dicurigai memiliki peran dalam tingkat keparahan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan tingkat keparahan COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada 13 Desember 2020 pada mesin pencarian Pubmed, Science Direct dan Google Scholar dengan memasukkan kata kunci (obesity OR overweight) AND risk factor AND (severe OR severity) AND fatality rate AND (COVID-19 OR SARS-CoV-2 OR Novel coronavirus). Selanjutnya dilakukan skrining sesuai dengan kriteria restriksi yang telah ditetapkan dan mengelompokkan artikel penelitian dalam tabel lalu diurutkan sesuai alphabet nama peneliti. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan, sehingga didapatkan sampel sebanyak 11 artikel berasal dari Negara Italia, China, New York, USA dan Prancis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara BMI dan nilai risiko yang menyebabkan keparahan pada COVID-19. Semakin tinggi kenaikan angka BMI akan memberikan nilai risiko yang lebih tinggi pula. Keparahan penyakit ditandai dengan penggunaan alat bantu pernafasan (IMV, NIV, oksigenasi dan ECMO), penggunaan ruang ICU, penurunan PaO2 dan SaO2 serta hipoksemia.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DAN PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Wijayanti, Ratnasari Bondan; Novita, Iin; Aisyah, Riandini; Risanti, Erika Diana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus atau disebut Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan secara efektif insulin yang diproduksi. Kelebihan sekresi glukagon oleh sel alfa dan insulin yang tidak dapat diproduksi atau tidak berperan secara efektif oleh sel beta menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Pemberian vitamin D meningkatkan transkripsi gen reseptor insulin untuk mengurangi kenaikan hiperglikemik dengan menginduksi sel ? pankreas. Tujuan: Menganalisis peran vitamin D dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan menggunakan sumber artikel terbitan dari tahun 2015 sampai November 2020 pada database PubMed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci "vitamin d" OR "ergocalciferols" OR vitamin D AND "glucose" AND "Diabetes mellitus". Analisis data berupa kalimat naratif yang dimulai dengan pemilihan artikel yang sesuai kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan relevansi penelitian, yang selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil: Artikel yang direview sebanyak 7 artikel yang berasal dari negara-negara seperti Mesir, Pakistan, Arab Saudi, Iran dan Taiwan. Uji klinis pada beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa vitamin D berperan dalam menurunkan glukosa darah pada pasien dengan penyakit diabetes yang secara signifikan menurunkan HbA1c. Kesimpulan: Vitamin D berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus.