Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Sistem Penilaian Kinerja Berbasis Key Performance Indicators (KPI) Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada BPR Syariah HIK Parahyangan KCP Sumedang Ai Sumiati; Apiatno, Apiatno; Ading Rahman Sukmara; Iwan Hermawan; Sukmayadi, Sukmayadi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem penilaian kinerja berbasis key performance indicators (KPI), manajemen kinerja, serta internalisasi prinsip syariah dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan pada BPR Syariah HIK Parahyangan KCP Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem penilaian kinerja berbasis KPI mampu memberikan kejelasan target kerja dan standar penilaian yang terukur, sehingga meningkatkan fokus dan tanggung jawab karyawan. Manajemen kinerja yang diterapkan secara efektif juga terbukti mampu menciptakan keselarasan antara tujuan individu dan organisasi. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam penerapan KPI, seperti potensi subjektivitas penilaian, keterbatasan pemahaman karyawan, serta belum optimalnya sistem pendukung. Selain itu, internalisasi prinsip syariah terbukti berperan dalam membentuk perilaku kerja yang etis, disiplin, dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, produktivitas karyawan meningkat melalui sinergi antara penerapan KPI, manajemen kinerja, dan nilai-nilai syariah yang diterapkan dalam organisasi. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keberhasilan peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan tidak hanya ditentukan oleh sistem penilaian yang terukur, tetapi juga oleh efektivitas manajemen kinerja serta penguatan nilai-nilai organisasi yang berbasis prinsip syariah.
PENGARUH MOTIVASI, KOMPETENSI, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM ERA PENYEDERHANAAN BIROKRASI (Studi pada Pemerintah Kabupaten Cilacap) Permana, Angga; Nurjaman, Danil; Pratama, M Nizar Putra; Rusnanto, Rusnanto; Gandara, Aa Karna; Sukmara, Ading Rahman; Darna, Nana
Journal of Management Review Vol 10, No 1 (2026): Journal of Management Review
Publisher : Magister Manajement Studies Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, kompetensi, dan disiplin kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam era penyederhanaan birokrasi pada Pemerintah Kabupaten Cilacap. Penyederhanaan birokrasi sebagai bagian dari reformasi administrasi publik menuntut ASN memiliki kinerja yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, kompetensi, dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN. Secara parsial, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, serta disiplin kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN. Variabel kompetensi menjadi faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kinerja ASN. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja ASN dalam era penyederhanaan birokrasi dapat dilakukan melalui peningkatan motivasi kerja, pengembangan kompetensi, serta penegakan disiplin kerja yang konsisten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia aparatur.