Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Kajian Pragmatik Dalam Pertunjukan Tari Bubu di Desa Sandai Kiri Kabupaten Ketapang Putri Aditya, Mega Cantik; Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky; Widyatama Putra, Zakarias Aria; Sagala, Mastri Dihita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8238

Abstract

Tari Bubu merupakan salah satu kesenian tradisional asal Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Tarian ini memiliki keunikan dari sebuah bubu atau alat penangkap ikan tradisional yang dapat bergerak sendiri ketika dibacakan lantunan syair mantra oleh pawang bubu. Pertunjukan Tari Bubu tidak bisa lepas dari syair mantra yang digunakan sebagai media pemanggil roh bubu agar bisa bergerak sekaligus sebagai pengiring tarian ini. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah lebih lanjut isi dan makna yang terdapat dalam lantunan syair mantra bubu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk kualitatif, sehingga mampu menjabarkan hasil menelitian ini secara lengkap dan jelas. Analisis pragmatik digunakan sebagai dasar pembahasan komponen verbal dalam tarian ini, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil dari penelian ini dapat disimpulkan bahwa syair mantra dalam Tari Bubu menceritakan tentang sejarah asal mula terciptanya tarian ini, kisah tokoh Lokan yang memiliki penyakit akhirnya sembuh karena masuk kedalam bubu sambil mengarang dan menciptakan sebuah syair tentang ayah dan ibunya. Selain itu juga terdapat bacaan ayat suci Al-Quran di dalam mantra yang dilantunkan oleh pawang bubu. Berdasarkan hasil analisa nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Bubu adalah nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai moral.
Pelatihan Teknik Vokal Pada Paduan Suara Campuran di SMA Negeri 1 Pontianak Zakarias Aria Widyatama Putra; Dihita Sagala, Mastri; Oscar Olendo, Yudhistira; Ghozali, Imam; Rizky Oktaviari Satriyaningsih, Aline; Cantrik Putri Aditya, Mega
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.155

Abstract

Pondasi paduan suara yang baik juga didukung sepenuhnya oleh teknik vokal dan pengemasan penampilan secara audio maupun visual. Berdasarkan permasalahan tim paduan suara SMA N 1 Pontianak, terdapat beberapa titik lemah tim pada beberapa segmen teknik vokal. Selain itu, balancing vokal dan performance perlu ditingkatkan. Maka daripada itu, tim pelaksana PKM bersama mitra membuat kerjasama berupa pelatihan teknik vokal dengan materi resonansi, artikulasi, frasering, balancing, dan peformance. Metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut menggunakan: 1) ceramah dengan penjelasan materi teknik vokal; 2) demonstrasi dengan memberikan contoh aplikatif pada lagu Bagimu Negeri; dan 3) drill dalam pengembangan materi balancing dan performance. Hasil yang didapatkan peserta pelatihan merasa tertarik akan mendalami teknik vokal serta dilakukan langkah implementasi materi di ketugasan paduan suara upacara bendera. Menjadi benang merah dari kegiatan PKM ini adalah menjadi langkah kerjasama yang baik antara pelaksana dan mitra terlebih nantinya diadakan pelatihan dengan materi teknik vokal yang lebih mendalam.
Pelatihan Penciptaan Tari Kreasi bagi Peserta Didik SMA Sederajat di Kota Pontianak dan Sekitarnya Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky; Tindarika, Regaria; Putri Aditya, Mega Cantik; Ismunandar, Ismunandar; Oktariani, Dwi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7660

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan menciptakan karya tari berbasis budaya lokal oleh peserta didik SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kurangnya kesempatan siswa mengembangkan potensi seni tari secara kreatif di sekolah, serta terbatasnya sumber belajar berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan partisipatif dan metode eksplorasi–improvisasi–komposisi, kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap: persiapan dan koordinasi, pelatihan dan eksplorasi kreatif, penciptaan karya, serta pementasan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada aspek eksplorasi gerak sebanyak 85%, keberanian tampil 100%, dan pemahaman terhadap budaya lokal 90%. Lima karya tari kreasi tematik berhasil diciptakan yang masing-masing berasal dari mengangkat isu ekologis dan sosial sebagai refleksi kehidupan masyarakat di Kota Pontianak dan sekitarnya. Luaran kegiatan meliputi karya tari, catatan pembelajaran, serta dokumentasi audiovisual yang digunakan guru sebagai bahan ajar dalam pembelajaran seni tari. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap penguatan kapasitas keterampilan kreatif siswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam upaya pelestarian seni budaya lokal. Hasil PKM ini berpotensi untuk dapat dikembangkan menjadi pembelajaran seni berbasis budaya lokal dan wadah regenerasi seniman muda di Kalimantan Barat.
VIDEO PEMBELAJARAN TARI JEPIN KEMBANG MANGGAR UNTUK SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Mega Cantik Putri Aditya; Dwi Oktariani; Patriantoro Patriantoro
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2023): Volume 19, Nomor 2, November 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v19i2.4855

Abstract

The Jepin Kembang Manggar Dance learning video is an alternative traditional dance learning media that is based on Malay culture in West Kalimantan. This learning media was developed using the Research and Development research method. The Jepin Kembang Manggar dance originates from Batu Layang, West Kalimantan, which was created with the aim of remembering that life must have a sense of togetherness, mutual cooperation and joy, because in society you cannot live without other people. The material for this dance is divided into 7 learning videos consisting of movement videos for ragam 1, ragam 2, ragam 3, ragam 4, ragam 5, ragam 6, a video of the posture of holding a manggar, and a performance video of the Jepin Kembang Manggar Dance. This learning video was developed to meet the needs of high school students in the city of Pontianak in studying traditional Malay dance as a medium for instilling and stimulating noble character values. Apart from that, through this video students of senior high schools can improve their skills independently or in groups.
PELATIHAN KETERAMPILAN PENCIPTAAN TARI KREASI UNTUK SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK Aline rizky Satrianingsih; Regaria Tindarika; Mega cantik Putri Aditya; Ismunandar; Dwi Oktariani; Imma Fretisari; Nurmila Sari Djau; Imam Ghozali; Zakarias Aria Widyatama Putra; Mastri Dihita Sagala; Egi Putri Grandena; Asfar Muniir; Chiristianly Yerry Silaban; Yudhistira Oscar Olendo
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pelatihan penciptaan tari ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan kreatif peserta didik SMA di Kota Pontianak dalam mencipta karya tari kreasi yang berakar pada budaya lokal. Kegiatan dirancang dengan pendekatan partisipatif berbasis praktik kreatif, yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan program dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan dan koordinasi dengan sekolah mitra, pelatihan dan eksplorasi gerak, penggarapan karya secara kolaboratif, serta pementasan dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan kurang lebih 30 siswa dan 2 guru serta mahasiswa sebagai pendamping proses penciptaan para peserta didik dari SMA di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan eksplorasi gerak siswa, dari kondisi awal sekitar 30% menjadi 85% setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, seluruh peserta menunjukkan peningkatan keberanian tampil yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam pementasan akhir, serta 90% peserta menyatakan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber inspirasi penciptaan tari. Luaran kegiatan berupa lima karya tari kreasi tematik, modul pelatihan singkat, dan dokumentasi audiovisual dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran seni tari. Program ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah serta berpotensi dikembangkan sebagai model pembelajaran seni berbasis budaya lokal di tingkat sekolah menengah.
FUNGSI TARI BUNGA SILAT DALAM UPACARA ADAT NAIK PANAMUNGK SUKU DAYAK KANAYATN KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Melania Melania; Mega Cantik Putri Aditya; Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih
Joged Vol 25, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v25i1.19862

Abstract

ABSTRAKUpacara adat Naik Panamungk pada masyarakat suku Dayak Kanayatn di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, merupakan tradisi sakral yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Jubata (Tuhan) dan penghormatan kepada Enek Arek (nenek moyang) atas hasil panen padi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan upacara adat Naik Panamungk serta menganalisis fungsi Tari Bunga Silat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan antropologi dan koreografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat dan pelaku seni, serta studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, upacara adat Naik Panamungk terdiri atas empat tahapan utama, yaitu Nyangahatn Manta, Nyangahatn Masak, makan bersama, dan penutupan dengan Tari Bunga Silat. Setiap tahapan memiliki makna simbolik yang mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dengan Jubata, leluhur, serta sesama anggota masyarakat. Tari Bunga Silat berfungsi sebagai sarana hiburan, ungkapan rasa syukur, dan media mempererat solidaritas sosial setelah seluruh prosesi ritual selesai. Tarian ini dibawakan secara individu maupun berpasangan laki-laki maupun perempuan dengan rentang usia 15 hingga 60 tahun, menggunakan properti rotan atau kayu, dengan iringan musik tradisional seperti Agung’k, Dau, dan Gadobong yang dimainkan secara langsung. Walaupun tidak termasuk dalam prosesi inti, Tari Bunga Silat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta menegaskan identitas budaya suku Dayak Kanayatn. ABSTRACTThe Naik Panamungk traditional ceremony of the Dayak Kanayatn community in Ngabang District, Landak Regency, is a sacred tradition held every three years as an expression of gratitude to Jubata (God) and respect to Enek Arek (ancestors) for the rice harvest. This study aims to describe the process of the Naik Panamungk ceremony and analyze the function of the Bunga Silat Dance within its implementation. The research method used is qualitative with anthropological and choreographic approaches. Data were collected through observation, interviews with traditional leaders and artists, and documentation studies. Based on the findings, the Naik Panamungk ceremony consists of four main stages: Nyangahatn Manta, Nyangahatn Masak, communal feasting, and closure with the performance of the Bunga Silat Dance. Each stage carries symbolic meanings that reflect the spiritual relationship between humans, Jubata, ancestors, and fellow community members. The Bunga Silat Dance functions as a form of entertainment, an expression of gratitude, and a medium to strengthen social solidarity after the entire ritual process is completed. The dance is performed individually or in pairs by both men and women aged between 15 and 60 years, using rattan or wooden props, accompanied by traditional musical instruments such as Agung’k, Dau, and Gadobong, which are played live. Although not part of the main ritual process, the Bunga Silat Dance holds significant cultural value as it helps preserve tradition, strengthen community bonds, and affirm the cultural identity of the Dayak Kanayatn people.