Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Waspada Obat Kadaluwarsa dan/atau Rusak pada Siswa SMAN 10 Pekanbaru Mora, Enda; Suhery, Wira Noviana; Agustini, Tiara Tri; Fiedya, Yozi; Sari, Annisa Rahmida; Maulani, Annissa; Sinaga, Giacinta Gracesandy; Pratiwi, Indah Denni; Jumiati, Jumiati; Romadhon, Laili; Lismarianti, Lismarianti; Rahmayani, Rahmayani; Lestari, Rahyu; Rahayu, Yaza Sri; Eranisa, Yenni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 5 (2024): JPMI - Oktober 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2981

Abstract

Berkurangnya stabilitas suatu obat dapat menyebabkan efek toksik dan efek yang tidak diinginkan lainnya dan salah satu penyebabnya yaitu obat sudah rusak dan melewati masa kadaluwarsa. Saat ini diharapkan agar semua orang memiliki pengetahuan tentang obat kadaluwarsa dan obat rusak dan juga bagaimana penanganan yang harus dilakukan saat ditemukan adanya obat kadaluwarsa dan obat yang sudah rusak. Tujuan dari kegiatan ini untuk melihat pengaruh pemberian media leaflet tentang waspada obat kadaluwarsa dan/atau rusak serta memberikan pengetahuan seputar obat kadaluwarsa dan/atau rusak di SMAN 10 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan sistem diskusi dan demonstrasi, dimulai dari pengisian lembar Kuisioner (pre-test), pembagian leaflet, edukasi secara lisan dan diakhiri dengan pengisian lembar Kuisioner (post-test) terkait pemahaman siswa terhadap informasi yang telah disampaikan. Hasil akan dievaluasi berdasarkan skala guttman. Hasil pre-test dan post-test dimana jumlah siswa yang termasuk dalam kategori tinggi meningkat dari 37 siswa (52,11%) menjadi 64 siswa (90,14%) pada nilai post-test. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan telah berhasil meningkatkan pemahaman siswa serta memberikan dampak positif bagi siswa dalam menyikapi permasalahan yang ada terkait cara penyimpanan obat yang benar, mengetahui ciri-ciri obat kadaluwarsa dan rusak, serta cara pemusnahannya.
DAGUSIBU education and Beyond Use Date Medicine in the Community at the Rejosari Pekanbaru Community Health Center Agustini, Tiara Tri; Rahmat, Rosita Dewi; Tantrica, Monica Dora; Astari, Natasya; Fajriah, Nurul; Permata Sari, Poppy Wahyu
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol 5, No 2 (2024): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/rehat.v5i2.7575

Abstract

Medicines are substances or combinations of substances, including biological products, which are used to influence or study physiological systems or pathological conditions in connection with the diagnosis, prevention, healing, recovery, improvement and prevention of health in humans. Medicines that can be used are medicines that meet certain quality standards. One of the parameters that influence the quality of medicines is the storage conditions of the medicine, the expiration date when the primary packaging is intact and the Beyond Use Date (BUD) or the deadline for using the medicine after it has been formulated or prepared or after the primary packaging is opened or damaged. The activity was carried out on April 3 2024 at the Rejosari Community Health Center, Pekanbaru city, Riau Province. The targets for this activity are people who come to the Rejosari Community Health Center, Pekanbaru City, Riau Province, totaling 25-30 people. Activities were carried out face to face using media in the form of educational leaflets about Beyond Use Date and DAGUSIBU at the Rejosari Community Health Center. This outreach activity was carried out by PKPA STIFAR Riau students which resulted in patient enthusiasm for following the rules that have been explained regarding Beyond use date and DAGUSIBU so that they do not use medicines carelessly and know what to do with medicines according to their needs.
HEALTH RELATED QUALITY OF LIFE: CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN HEMODIALISA MENGGUNAKAN INSTRUMEN EQ-5D-5L DI PEKANBARU Ferdy Firmansyah; Tiara Tri Agustini; Tri Murti Andayani
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v8i1.487

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a kidney disorder that continues to increase the globally and its also irreversible. Hemodialysis (HD) performed by CKD patients with severe conditions. Quality of life is one indicator of the success therapy patients CKD with HD. In addition to clinical conditions, the characteristics of patients can be affected to the quality of life. The aims of this study is to see the effect of the characteristics of CKD with HD of the Score Index utility. Its were measured using the EuroQuality of 5-dimensional 5 levels (EQ-5D-5L). The study was performed with the observational conversion using a cross sectional design in the CKD population in Pekanbaru hospital. The EQ-5D-5L questionnaire is given to 122 patients to measure the score utility. Different index score utility based on the characteristics of the tested patients using Mann Whitney and Kruskal Wallis. Based on the study, the average value of Pasa Pasa patients with HD patients was 0.24 ± 0.27. Dimensions of anxiety / depression and pain / discomfort of 6.56% with very severe problems and 2.46% could not move. Based on the anysis results, there are differences in utility values based on age characteristics, education levels, and commorbids (p <0.05).
Evaluation of antihypertension using ATC/DDD and DU 90% in outpatient care at Pekanbaru Medical Center (PMC) Hospital Sinata, Novia; Ningsih, Rizsari; Agustini, Tiara Tri
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i1.900

Abstract

Pengaruh Waktu Tunggu Pelayanan Resep Nonracikan terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Octavia, Rickha; Agustini, Tiara Tri; Iskandar, Benni
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Farmasetis: Februari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i1.3431

Abstract

Permasalahan umum dalam praktik perawatan kesehatan adalah lamanya waktu pasien harus menunggu untuk mendapatkan layanan. Ini adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Salah satu faktor utama dalam menilai kualitas layanan pusat kesehatan, khususnya layanan resep, adalah lamanya waktu pasien harus menunggu untuk diperiksa. Adapun tujuan utama studi potong lintang deskriptif kuantitatif ini adalah untuk mengetahui berapa lama seseorang atau pasien harus menunggu untuk mendapatkan layanan resep non-kompleks mereka dan seberapa puas mereka dengan pengalaman rawat jalan mereka di Pusat Kesehatan XYZ di Kota Pekanbaru. Pengambilan sampel secara purposive digunakan. Kuesioner, daftar periksa dan perkiraan waktu yang dihabiskan untuk mengamati semuanya merupakan bagian dari perangkat penelitian. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat, dengan hipotesis penelitian diuji menggunakan tabel silang uji Chi-Square. Menurut penelitian ini, Pusat Kesehatan XYZ di Kota Pekanbaru memiliki waktu tunggu kurang dari 30 menit untuk layanan resep non-kompleks. Sangat puas paling menggambarkan tingkat kepuasan. Di antara lima kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi mutu layanan, kriteria yang berkaitan dengan bukti fisik, daya tanggap, jaminan, dan empati semuanya mendapat skor sangat tinggi. Dengan nilai p sebesar 0,040, terdapat korelasi antara jumlah kepuasan pasien rawat jalan dengan waktu tunggu layanan resep non-kompleks di Puskesmas XYZ Kota Pekanbaru. Pelanggan lebih puas dengan layanan yang diberikan kepada mereka sebagai pasien rawat jalan ketika waktu tunggu layanan resep lebih singkat, dan begitu pula sebaliknya.
Prescription Patterns in the Outpatient Unit of XYZ Hospital, Pekanbaru: A Study from 2022 Iskandar, Benni; Tiara Tri Agustini; Mira Febrina; Rahmadhani; Rickha Octavia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 22 No. 1: March 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v22i1.30388

Abstract

This study aims to assess the rationality of drug prescribing practices in the Outpatient Department of XYZ Hospital Pekanbaru using the World Health Organization (WHO) prescribing indicators. The research is an observational study with a descriptive nature, employing systematic random sampling to analyze data extracted from prescription records in the pharmacy department of XYZ Hospital Pekanbaru. A total of 660 prescription samples were evaluated, revealing an average of 2.91 drugs prescribed per prescription sheet, indicating a lack of adherence to diagnostic considerations. The findings show that the percentage of generic drug prescriptions was 64.04%, while antibiotic prescriptions accounted for 32.57%. Additionally, prescriptions for injectable forms constituted 1.36%, and adherence to the national formulary was at 72.27%. Out of the five prescribing indicators assessed, only the prescribing of injectable forms met the WHO’s prescribing indicators standard. These results highlight the necessity for improved adherence to rational prescribing practices to enhance treatment efficacy, minimize adverse drug reactions, and ensure cost-effectiveness in patient care. Regular monitoring and education of healthcare providers regarding rational drug use principles are essential for improving healthcare service quality.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KEFARMASIAN DI UNIT RAWAT JALAN DAN INAP RUMAH SAKIT X KOTA PEKANBARU Octavia, Rickha; Armal, Khairil; Rahayu, Adnin; Otilia, Alisa; Rahmidasari, Annisa; Putri, Atika; Putra, Fariz; Lestari, Indah; Dwi, Kurnia; Romadhon, Laili; Lismarianti, Lismarianti; Mayang, Rapi; Zahira, Rifka; Aulia, Zulikho; Agustini, Tiara Tri; Iskandar, Benni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43999

Abstract

Sumber daya manusia adalah hal yang terpenting dalam menjalankan dinamika organisasi untuk mencapai visi dan misi. Maka dari itu, perlu ditetapkan SDM yang diatur  optimal untuk dapat menyumbangkan peran yang maksimal. Dengan hal ini, dibutuhkan suatu pengaturan yang terstruktur dan sistematis supaya tujuan yang sudah dibuat dapat diwujudkan di masa yang akan datang dan masa kini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahi kebutuhan SDM di rawat jalan dan rawat inap interne di instalasi farmasi rumah sakit X. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental melalui penghimpunan data dengan retrospektif menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Hasil analisis kebutuhan tenaga kefarmasian dengan metode WISN di rawat inap dibutuhkan 5 orang Apoteker dan 6 orang Tenaga Teknis Kefarmasian sementara yang tersedia di RS X hanya 2 Apoteker dan 7 orang Tenaga Teknis Kefarmasian. Kemudian untuk di rawat jalan dibutuhkan 2 orang Apoteker dan 6 orang Tenaga Teknis Kefarmasian sementara yang tersedia di RS X adalah 1 Apoteker dan 10 orang Tenaga Teknis Kefarmasian. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan tenaga apoteker di rawat inap dan apoteker rawat jalan belum memenuhi kebutuhan RS X. Sedangkan tenaga teknis Kefarmasian yang ada di apotek rawat jalan dan rawat inap sudah memenuhi kebutuhan sesuai dengan hasil perhitungan WISN. Oleh sebab itu, perlu adanya penambahan dan evaluasi secara berkala terkait kebutuhan tenaga kefarmasian karena kebutuhan Apoteker di rawat inap dan apoteker rawat jalan belum memenuhi kebutuhan. Hal ini sesuai dengan Permenkes No 3 Tahun 2020 mengenai kebutuhan apoteker dan tenaga teknis kefrmasian di Rumah sakit.
MEMANFAATAN INFUSED WATER UNTUK MENCEGAH DEHIDRASI DAN DETOKSIFIKASI TUBUH Dewi, Ratna Sari; Nasution, Musyirna Rahmah; Agustini, Tiara Tri; Arundita, Silvy; Anggraini, Annisa Fitri; Febrian, Dyan; Manik, Dhea Putri Bertuah Br; Ramadhani, Elsha Fadhika Dwi; Hanifa, Elvi; Afnita, Fakhiratunnisa; Diwa, Resi Oktamara; Nabilla, Vivi Gita; Amnan, Wekis Raya; Azhari, Weriska Restu
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i5.1263

Abstract

Infused water merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan dengan mudah. Memperbanyak meminum air dan mengonsumsi buah-buahan merupakan salah satu cara menjaga kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat infused water serta mengedukasi masyarakat bagaimana cara pembuatan infused water yang benar sehingga diharapkan program pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada haru minggu, 13 oktober 2024 di Car Free Day, Jalan Sudirman Pekanbaru, dengan tema “Pemanfaatan Infused Water Untuk Mencegah Dehidrasi Dan Detoksifikasi Tubuh” dengan pembagian leaflet, edukasi secara lisan terkait judul diangkat dan diakhiri dengan pembagian infused water. Hasil dari pemberian edukasi yang signifikan mengenai Infused Water kepada Masyarakat. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang melibatkan 55 responden. Dari hasil uji statistic Wilcoxon juga menunjukan perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p-value < 0,05). Secara tidak langsung penyuluhan ini memberikan dampak yang baik untuk Masyarakat agar dapat selalu menerapkan mengkonsumsi infused water setiap hari.
Tinjauan Literatur: Peran Nanopartikel dalam Meningkatkan Stabilitas dan Bioavailabilitas Obat Topikal Iskandar, Benni; Oktavianti, Mimi; Ananta, Levina; Nugraha, Muhammad Fajar; Octavia, Rickha; Agustini, Tiara Tri
Jurnal Farmasetis Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Farmasetis: Mei 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v14i2.3816

Abstract

Penggunaan nanopartikel dalam formulasi topikal seperti gel, emulgel, nanogel dan krim merupakan pendekatan inovatif dalam meningkatkan efektivitas terapi, baik untuk pengobatan lokal maupun sistemik melalui rute transdermal. Ukuran partikelnya yang sangat kecil memungkinkan penetrasi yang lebih efisien melalui lapisan stratum korneum serta mendukung pelepasan zat aktif secara terkendali. Artikel tinjauan ini membahas berbagai studi terkini yang mengembangkan sistem penghantaran nanopartikel dalam sediaan topikal, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap bioavailabilitas dan stabilitas obat. Artikel ini disusun melalui telaah literatur dari jurnal nasional dan internasional selama 10 tahun terakhir, dengan pencarian melalui Science Direct, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “nanoparticle”, “topical formulation”, dan “bioavailability”. Dari 250 artikel yang ditemukan, dilakukan skrining berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, hingga terpilih 15 artikel utama sebagai bahan review. Hasil   kajian menunjukkan bahwa sediaan berbasis nanopartikel secara konsisten meningkatkan kelarutan dan permeasi kulit, sehingga memperbaiki bioavailabilitas senyawa aktif seperti kurkumin, asiklovir, ibuprofen, dan lainnya. Selain itu, stabilitas obat terhadap faktor degradasi seperti oksidasi, perubahan pH, dan suhu juga mengalami peningkatan yang signifikan. Beragam teknik formulasi, termasuk emulsi ionik, high-pressure homogenization, dan nanopresipitasi, telah digunakan untuk menghasilkan sediaan dengan viskositas dan homogenitas yang sesuai untuk aplikasi topikal. Dengan demikian, aplikasi nanopartikel dalam sediaan topikal tidak hanya memperpanjang waktu pelepasan obat, tetapi juga meningkatkan stabilitas fisikokimia serta efektivitas terapeutik. Temuan ini menegaskan potensi besar nanoteknologi dalam pengembangan sediaan farmasi topikal di masa depan.
Evaluasi Perilaku Tenaga Vokasi Farmasi dalam Pemberian Informasi Obat di Apotek Jaringan X Se-Kota Pekanbaru Periode 2023-2024 Aryani, Fina; Vanisa, Septia; Muharni, Septi; Triagustini, Tiara
Sinteza Vol. 5 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v5i2.30967

Abstract

Providing drug information is a crucial component in pharmaceutical services that aim to ensure the safe and rational use of medications. However, the practice of providing information by pharmacy technicians in pharmacies is often not optimal, especially in educational aspects related to patient safety. The purpose of this study was to evaluate the behavior of pharmacy technicians in providing drug information to patients at X Network Pharmacies in Pekanbaru City. This research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. A total of 32 pharmaceutical technicians became respondents, selected through a total sampling method. Data were collected using a structured observation sheet that included 15 indicators of drug information provision. Data were analyzed descriptively and presented in the form of a frequency distribution and a percentage. The results showed that the behavior of providing drug information by pharmaceutical technicians was still relatively low. Most of them only provided basic information, such as the name of the drug (78.12%), the time of consumption (71.87%), and instructions on how to use the drug (65.62%). Meanwhile, important information such as side effects, drug interactions, storage methods, and compliance with the use of drugs is almost not conveyed at all (≤10%). The behavior of pharmaceutical technicians in providing drug information still falls short of ideal pharmaceutical service standards. Continuous training, strict adherence to Standard Operating Procedures (SOPs), and supervision by the pharmacist-in-charge are necessary to enhance service quality and patient protection.