Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI KAKAO SAMBUNG PUCUK DI DESA MALAHA KECAMATAN SAMATURU KABUPATEN KOLAKA Yifan Saputra; Abdul Gafaruddin; Agustono Slamet
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v1i3.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui besar produksi tanaman kakao yang dihasilkan dalam satu kali musim tanam sebelum dan sesudah menggunakan metode sambung pucuk di Desa Malaha Kecamatan Samaturu Kabupten Kolaka dan (2) Mengetahui besar perbedaan pendapatan petani kakao sebelum dan sesudah menggunakan metode sambung pucuk yang dihasilkan di Desa Malaha Kecamatan Samaturu Kabupten Kolaka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani kakao sambung pucuk yang berada di Desa Malaha Kecamatan Samatru Kabupaten Kolaka sebanyak 120 orang yang tergabung dalam 1 kelompok tani Sejahtera Malaha. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Simple Cluster Random Sampling. Apabila subjek atau populasi lebih besar atau sama dengan 100, maka dapat diambil sampel sebesar 10%-15% atau 20%-25%. Penelitian ini mengambil sampel responden sebesar 30% sehingga dari 36 orang petani sebagai responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan yaitu : (1) Rata-rata produksi yang digunakan kakao sebelum menggunakan metode sambung pucuk sebesar 171 Kg/Musim dan rata-rata produksi kakao setelah menggunakan metode sambung pucuk sebesar 318 Kg/Musim dan (2) Pendapatan rata-rata yang didapatkan petani kakao sebelum menggunakan metode sambung pucuk sebesar Rp3.969.009/Musim dan pendapatan rata-rata petani kakao setelah menggunakan metode sambung pucuk sebesar Rp13.065.111/Musim.
KAJIAN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) DI KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH Abdul Syukur; Ine Fausayana; Abdul Gafaruddin
GABBAH : Jurnal Pertanian Dan Perternakan Vol. 1 No. 3 (2024): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/gabbah.v1i3.1149

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh wilayah Kecamatan Mawasangka yang berada di daerah pesisir dan merupakan Kawasan potensial aktifitas budidaya laut salah satunya adalah budidaya rumput laut. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sistem agribisnis rumput laut di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan analisis pendapatan. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan proportional random sampling. Jumlah responden petani rumput laut sebanyak 44 petani dan 3 pedagang antara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran sistem agribisnis rumput laut yang diterapkan oleh petani rumput di Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah terdiri dari subsistem hilir dalam hal ini penyediaan sarana produksi, subsistem usahatani, subsistem hulu yakni pengolahan dan penyimpanan, subsistem pemasaran dan subsistem penunjang. Dalam subsistem input, petani pengadaan sarana produksi yakni bibit dan peralatan berasal dari dua sumber yakni berasal dari petani sendiri dan berasal dari pemerintah. Pada subsistem budidaya petani melakukan budidaya rumput laut dengan beberapa tahapan yakni pemilihan lokasi, penyediaan bibit, persiapan konstruksi/wadah budidaya, tempat penyimpanan hasil panen/penjemuran, pemeliharaan hingga pemanenan. Produksi rata-rata petani rumput laut sebesar 629,55 kg dengan penerimaan rata-rata Rp.8.400.586,00 dan pendapatan sebesar Rp6.002.678,96. Pada subsistem agroindustri petani mengolah hasil panennya dari rumput laut basah ke rumput laut kering dengan waktu penjemuran ± 3 hari. Subsistem pemasaran terjadi saluran distribusi tak langsung (Indirect Channel of Distribution), dengan margin rata-rata Rp500,00,-. Sedangkan pada subsistem penunjang, pemerintah membantu petani rumput laut dalam menjalankan usahataninya melalui bantuan sarana produksi. Terdapat beberapa kendala dan permasalahan pada beberapa subsektor yakni penyaluran sarana produksi yang tidak merata oleh pemerintah setempat, keterbatasan petani dalam mengadakan sarana produksi yang disebabkan oleh keterbatasan modal, adanya hama dan kotoran yang mengganggu pertumbuhan rumput laut, faktor iklim yang mengganggu proses penjemuran serta harga yang tidak menentu yang didapatkan oleh para petani.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI CENGKEH DI DESA WAODE BURI KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Indra Indra; R. Marsuki Iswandi; Abdul Gafaruddin
JURNAL ILMIAH PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Extension, Faculty of Agriculture, Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56189/jippm.v4i4.61

Abstract

The objective of this study is to ascertain the factors that influence clove production in Waode Buri Village, North Kulisusu District, North Buton Regency.The population of this study consists of all clove farmers in Waode Buri Village, North Kulisusu District, North Buton Regency, which amounts to 460 individuals. The number of research respondents was determined using the Slovin formula with an error rate of 15%, yielding a final sample of 41 respondents.Data collection involved the use of observation, interview, and documentation methods, with the aid of questionnaires.The study's independent variables are factors affecting clove production, including land area, labor, number of productive trees, and plant age.Data analysis was conducted quantitatively using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS software. The findings indicated that the factors influencing clove production in Waode Buri Village, North Kulisusu Subdistrict, were land area (X1), while factors such as labor (X2), number of productive trees (X3), and plant age (X4) exhibited no significant impact on clove production. However, the factors that exerted no influence demonstrated a positive value on clove production.
Co-Authors Aan Setiadi Abdi Abdi Abdi Abdi, Abdi Abdul Syukur Abdullah, Bahari Agustono Slamet Agustono Slamet Ahmad Aldin Bariuddin Alfina Alfina Aprialti, Anastasya Riska Asriani Asriani, Asriani Awaluddin Hamzah Bana, Sahindomi Boer, Nilam Permatasari Budi, Slamet Setya Budiyanto Damin, Desri Asfrianti Dedu, La Ode Arfan Dhian Herdhiansyah Dzulmawan, Muhammad Fahria Nadiryati Sadimantara Fahria Nadiryati Sadimantara Gandri, La Hadi Sudarmo Hartina Batoa Hidrawati Hidrawati Ido, Irfan Ilma Sarimustaqiyma Rianse Indra Indra Ine Fausayana Irfan Ido Isma, Isma Iswandi, R. Marsuki Jati, Kirana Citra Juniardin, Juniardin Kambuno, Grace Onela Karim, La Ode Mekar Kimon, La Ode La Nalefo La Nalefo La Ode Alwi La Ode Geo La Ode Jabuddin La Ode Kasno Arif La Ode Kasno Arif, La Ode Kasno La Ode Nurlan Lies Indriyani Lorensa, Tisa Lukman Yunus, Lukman Martin Prayoga Muhammad Arief Dirgantoro Muhammad Aswar Limi Muhammad Faisal Mukhtar Mukhtar Munirwan Zani Munirwan Zani, Munirwan Mutma Inna Nikoyan, Anas Nikoyan, Anas Nur Anisha Nur, Hartatia Padangaran, Normal Bivariant Punde, Marvani Purnamasari, Nita R Marsuki Iswandi, R Marsuki R. Marsuki Iswandi R. Marsuki Iswandi Rahmat Agus Santoso RANI RANI, RANI Resman, Resman Risma, Wa Ode Rosmawaty Harahap Salsabilla, Alifah Risky Samsul Alam Fyka Satrah, Vit Neru Sitti Aida Adha Taridala Sulfila Sumono, Hadi Surni, Surni Surni, Surni Syarwal, Syarwal Syukri, Muh. Vivi Fitriani WA KUASA Widia Wati, Widia Windy Febrianto Yifan Saputra Yudiastini, Kadek Yuliantari, Putu Mega YUNI KARTIKA SARI Yuniar, Anna Yusran Yusran Yusran Zefy Mardianti Zulfiana Fitri