Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Media Pembelajaran Vidio dalam Pembelajaran Sejarah: Studi Kasus di SMA Sejahtera 1 Depok Yusuf Budi Prasetya Santosa; Hendi Irawan; Fahmi Hidayat
LITERATUS Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v3i2.610

Abstract

Learning media is one of the important components in the learning process. For teachers, the use of learning media can help in delivering the subject matter. As for students, learning media can help understand the learning material. One of the learning media used by teachers is learning video media. Learning video media can provide a concrete picture of the ideas and ideas contained in the subject matter. The subject is one of the subjects that are suitable for using learning videos. This study aims to see how the use of learning media and how to apply instructional video media in learning history. The population and sample of the entire study were students of class XI IPS at SMA Sejahtera 1 Depok. results Based on the research that has been done, video learning media is a good medium to use in history subjects. Learning video media can also increase the effectiveness and enthusiasm of students' learning.
Museum Gedung Pegadaian Sukabumi Sebagai Sarana Wisata Edukasi Sejarah Hendi Irawan; Yusuf Budi Prasetya Santosa; Arief Hidayat
Jurnal Artefak Vol 9, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.877 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i2.8381

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda bukti materil hasil budaya manusia, alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa. Selain sebagai tempat untuk menyimpan berbagai benda bersejarah dan media pembelajaran sejarah, museum juga dapat dijadikan sarana wisata edukasi bagi wisatawan. Museum sebagai wisata edukasi dapat menjadi tujuan alternatif untuk liburan sekaligus dapat memberikan wawasan, gambaran, atau pengetahuan mengenai sebuah peristiwa bersejarah bagi wisatawan. Museum Gedung Pegadaian di Sukabumi Jawa Barat adalah salah satu museum yang terdapat di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Museum Gedung Pegadaian merupakan satu-satunya museum bertema pegadaian di Indonesia. Museum Gedung Pegadaian memiliki koleksi berbagai benda yang berhubungan dengan kegiatan dan aktivitas pegadaian. Museum Gedung Pegadaian dapat menjadi tujuan wisata alternatif yang mengedukasi bagi wisatawan. Para wisatawan yang berkunjung tidak hanya akan disuguhi dengan lingkungan museum yang nyaman untuk berswafoto atau sekedar bersantai, melainkan juga pengetahuan sejarah yang lengkap seputar kegiatan perekonomian di masa lalu, khususnya aktivitas penggadaian.
Penanaman Kesadaran Lingkungan melalui Muatan Sejarah Lingkungan dalam Pembelajaran Sejarah Yusuf Budi Prasetya Santosa; Hendi Irawan
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 5, No 2 (2022): Pengembangan Materi dalam Pembelajaran Sejarah
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/historia.v5i2.36606

Abstract

Abstract            :  The environmental damage that occurs can cause natural disasters that are detrimental to humans. Historically, environmental damage has occurred since humans were transformed from hunters and gatherers to farmers and food gatherers. Since the transformation, humans have been able to manipulate nature, so that it has an impact on environmental changes. Environmental damage in the modern era occurred during the industrial revolution which lasted throughout the 19th and 20th centuries. Environmental damage continues to this day, therefore it is necessary to cultivate environmental awareness. Planting environmental awareness can also be given in schools as formal educational institutions through various existing subjects. One of the subjects that can contribute to instilling environmental awareness is the subject of history, through the content of environmental history. This study aims to look at the cultivation of environmental awareness through the content of environmental history in history learning. This study uses a descriptive qualitative method with a literature study approach by collecting various data that can support the writing process. The results of the study found that planting environmental awareness through environmental history content could be carried out, but not all basic competencies in history subjects could be integrated. In addition, history teachers must have more effort so that the objectives of the integration process, namely the cultivation of environmental awareness, can be achieved properly.Abstrak              :  Kerusakan lingkungan yang terjadi dapat menimbulkan bencana alam yang merugikan bagi manusia. Secara historis kerusakan lingkungan telah terjadi sejak manusia bertransformasi dari para pemburu dan pengumpul makanan, menjadi para petani dan peramu makanan. Sejak transformasi tersebut manusia telah mampu memanipulasi alam, sehingga berdampak pada perubahan lingkungan. Kerusakan lingkungan di era modern terjadi ketika masa revolusi industri yang berlangsung sepanjang abad 19 dan abad 20. Kerusakan lingkungan terus terjadi hingga sekarang, maka dari itu perlu kiranya penanaman kesadaran lingkungan. Penanaman kesadaran lingkungan juga dapat diberikan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal melalui berbagai mata pelajaran yang ada. Salah satu mata pelajaran yang dapat turut menanamkan kesadaran lingkungan adalah mata pelajaran sejarah, melalui muatan sejarah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penanaman kesadaran lingkungan melalui muatan sejarah lingkungan dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai data yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Hasil penelitian menemukan jika penanaman kesadaran lingkungan melalui muatan sejarah lingkungan dapat dilakukan, namun tidak semua kompetensi dasar dalam mata pelajaran sejarah dapat diintegrasikan. Selain itu guru sejarah harus memiliki upaya lebih agar tujuan dari proses integrasi, yaitu penanaman kesadaran lingkungan dapat tercapai dengan baik. 
FORMING NATION CHARACTERS THROUGH HISTORY LEARNING PROCESS Yusuf Budi Prasetya Santosa; Arief Hidayat
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 5 No 1 (2021): Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.902 KB)

Abstract

Learning is not just a process of transfer of knowledge (transfer of knowledge) from teachers to students, but also a process of transfer of values. This means that the learning process, apart from being a process of transmitting knowledge with cognitive goals, also deals with the process of developing and building the character of students. Historical learning has a strategic role in shaping the character of the nation. A good history study does not only emphasize cognitive aspects but also must pay attention to affective and psychomotor aspects. The history learning process must be able to explore noble historical values ​​from each historical event that is learned, from which the students can learn from these values ​​and use them for their future lives. So, later there will be historical awareness in students. The exploration of noble values ​​and the emergence of historical awareness can be obtained by using the appropriate historical learning method. The learning model has a strategic function in the process of learning history. Four learning models can trigger curiosity, creativity, and critical thinking of students, including discovery-based learning, problem-based learning, project-based learning, and the information processing models. Keywords: students, history learning, historical awareness, national character
Pemikiran Tan Malaka Mengenai Partai Politik dalam Teks Pidato Uraian Mendadak Yusuf Budi Prasetya Santosa
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 10, No 2 (2022): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.956 KB) | DOI: 10.24127/hj.v10i2.4543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Tan Malaka mengenai partai politik yang tersirat di dalam teks pidatonya, uraian mendadak, yang dibacakan di kongres peleburan tiga partai, sekaligus pembentukan Partai Murba pada 7 November 1948. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah atau metode historis dengan tahapan antara lain, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian disajikan dengan pendekatan deskrptif-naratif. hasil dari penelitian ini menjelaskan jika partai politik sebaiknya tidak hanya menjadi mesin pengeruk massa, yakni mencari dukungan massa sebanyak-banyaknya, melainkan juga membantu menyadarkan massa atas situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Partai juga harus menghasilkan kader-kader yang disiplin dan memiliki keyakinan akan tujuan dan anggaran dasar partai. Para kader harus mengenal dan menyelami massa, dengan cara berada bersama massa. Partai juga tidak boleh terasing dari massa, dan sebaliknya massa juga tidak boleh terasing dari partai. Partai dan massa secara bersama-sama berjuang untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu kemerdekaan 100%. 
SEJARAH PERKEMBANGAN MAKANAN INDONESIA DARI ABAD KE 10 HINGGA MASA PENDUDUKAN JEPANG Yusuf Budi Prasetya Santosa; Hendi Irawan
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v9i1.364

Abstract

Sejak dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang hebat dalam mengolah makanan. Hal ini dapat dilihat dari keragaman makanan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keragaman makanan Indonesia telah ada sejak abad ke-10. Perkembangan makanan di Indonesia juga dipengaruhi oleh berbagai kebudayaan asing yang datang silih berganti, mulai dari India, Cina dan Eropa (Portugis, Spanyol dan Belanda). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jika keanekaragaman makanan Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Keanekaragaman makanan Indonesia terjadi karena proses akulturasi dengan berbagai budaya asing, seperti India, Cina dan Eropa yang dibawa oleh para pendatang ke Nusantara. Akulturasi yang terjadi disebabkan masyarakat Indonesia memiliki sikap terbuka terhadap hal-hal baru. Namun meski begitu kebudayaan asli Nusantara tidak hilang selama proses interaksi tersebut. Masa penjajahan Jepang, selama periode Perang Asia-Pasifik 1942-1945, sebagai penutup periode imperialisme bangsa asing di Indonesia juga ikut memperkaya perkembangan makanan di Indonesia. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana perkembangan sejarah makanan di Indonesia dari abad ke-5 sampai akhir masa pendudukan Jepang. Dan apakah ada tindakan saling mempengaruhi dalam proses pekembangan makanan di Indonesia selama periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian historis yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.  
PENANAMAN NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH: Indonesia Yusuf Budi Prasetya Santosa; Ponco Setyonugroho; Okta Evitasari
Jurnal EduSosial Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS FKIP UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jeso.v3i2.28617

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research) dimana penulis mendapatkan data dan informasi dari penelusuran sumber literasi, baik di perpustakaan maupun internet. Sumber penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain buku, jurnal, dan peraturan. Nilai nasionalisme saat ini terancam eksistensinya akibat semakin derasnya arus globalisasi dan kemajuan IPTEK. Oleh karena itu guru sejarah berkewajiban untuk menamkan nilai nasionalisme melalui pembelajaran sejarah. Hasil penelitian ini mengemukakan jika penanaman nilai nasionalisme dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, baik secara langsung dengan diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran, maupun tidak langsung dengan cara memberikan tugas, atau berkunjung ke tempat-tempat sejarah bersama peserta didik. Penelitian ini secara langsung ingin menjabarkan bagaimana proses penanaman nilai nasionalisme melalui pembelajaran sejarah.
Sosialisasi Model Blended Learning bagi Guru SMA Islam Terpadu Tunas Bangsa Santosa, Yusuf Budi Prasetya; Noviyanti, Rani; Kosasih, Ahmad
Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 6, No 6 (2023): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v6i6.20797

Abstract

Di masa pandemi Covid-19 penggunaan model pembelajaran oleh guru terbatas. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang biasanya berlangsung secara luring atau tatap muka harus dilaksanakan secara daring atau virtual. Bergantungnya guru pada media pembelajaran digital, seperti LMS atau media telekonferensi lain adalah suatu hal yang keliru. Di dalam pembelajaran, baik secara luring maupun daring, penggunaan model pembelajaran adalah suatu kewajiban. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan pada model pembelajaran daring adalah model blended learning. Model blended learning dapat menjadi solusi bagi guru dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Model blended learning memiliki kelebihan, yaitu mampu mengoptimalkan perkembangan peserta didik dalam belajar. Dengan tidak meninggalkan prinsip pembelajaran luring, peserta didik tetap dapat melakukan interaksi, baik antara peserta didik maupun guru. Sedangkan dengan prinsip pembelajaran daring, peserta didik dapat menambah pengalaman melalui penggunaan multimedia oleh guru. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di SMA Islam Terpadu Tunas Bangsa belum pernah menggunakan model blended learning. Sosialisasi model blended learning yang dilaksanakan di SMA Islam Terpadu Tunas Bangsa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para guru dalam penguasaan variasi model pembelajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan dilaksanakan
Pembuatan Media Pembelajaran Menggunakan Wordwall bagi Para Guru Smait As Shof Kota Depok Rahmadi, Darmawan; Santosa, Yusuf Budi Prasetya; Widyanti, Rahayu Hardita Dwi
Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 6, No 6 (2023): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v6i6.20580

Abstract

Dalam pembelajaran media pembelajaran memiliki peran yang sentral. Media pembelajaran memiliki fungsi sebagai alat bantu guru dalam pembelajaran. Di satu sisi media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran juga akan mempengaruhi peserta didik dalam memahami mater pembelajaran yang disampaikan. Terdapat berbagai jenis media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru. Akan tetapi terjadinya pandemi Covid-19, ikut mempengaruhi penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran. Salah satunya ialah kian umumnya penggunaan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam bentuk media pembelajaran digital. Media pembelajaran berbasis TIK dalam bentuk digital saat ini cukup diminati oleh guru maupun peserta didik. Hal ini dikarenakan media pembelajaran digital memiliki sifat fleksibilitas, yaitu dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Namun permasalahannya tidak semua guru dapat membuat media pembelajaran berbasisi TIK. Hal ini dikarenakan pengetahuan mengenai pembuatan media pembelajaran berbasisi teknologi masih sedikit. Salah satu SMA di Kota Depok yang mengalami kendala tersebut ialah SMAIT As Shof. Dimana para guru di SMAIT As Shof tidak semua mampu membuat media pembelajaran berbasisi teknologi yang kreatif. Padahal pembuatan media pembelajaran berbasisis TIK ternyata banyak jenisnya. Salah satunya dapat menggunakan media pembelajaran Wordwall yang notabene umum digunakan para guru. Dengan demikian PelatihanPembuatan Media Pembelajaran menggunakan Wordwall bagi Para Guru SMIT As Shof sangat perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru saat ini atau di masa depan.
Ragam Metode Pembelajaran Kontekstual untuk Pembelajaran Sejarah Evitasari, Okta; Prasetya Santosa, Yusuf Budi
Estoria: Journal of Social Science and Humanities Vol 3, No 1 (2022): Estoria: Journal of Social Sciences & Humanities
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/je.v3i1.1309

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menjelaskan beberapa metode pembelajaran kontekstual yang dapat diterapkan pada pembelajaran sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah studi kepustakaan, dimana sumber yang digunakan adalah buku dan jurnal penelitian. Hasil penelitian ini ialah metode penelitian kontekstual yang dimaksud ialah secara operasional, dimana indikatornya ialah dalam proses pembelajaran peserta didik diberikan ruang yang cukup sehingga dapat terlibat secara aktif. Terdapat beberapa metode pembelajaran kontekstual, seperti metode pembelajaran tanya jawab, metode pembelajaran inkuiri dan metode pembelajaran diskusi. Keberhasilan metode pembelajaran kontekstual sangat bergantung kepada kemampuan guru sejarah dalam menerapkannya dalam pembelajaran.