Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Educatio FKIP UNMA

Sistematic Literatur Review: Media Komik dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Wina Dwi Puspitasari; Erik Santoso; Roni Rodiyana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1202

Abstract

Komik merupakan media alternatif yang dapat diguanakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah dasar. Komik pembelajaran merupakan cerita yang di buat oleh guru dengan karakter tertentu dengan tujuan memudahkan siswa dalam memahami materi. Penelitian dengan menggunakan konsep tinjauan pustaka ini menggunakan teknik Systematic Literature Review (SLR). Teknik Systematic Literature Review dilakukan dengan cara melakukan review terhadap artikel-artikel yang sesuai dengan topik pertanyaan penelitian kemudian membuat kajian yang mendalam terhadap artikel yang sudah di riview tersebut. Hasil dari analsis data yang telah dilakukan bahwa penggunaan komik dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang berakibat pada peningkatan hasil belajar siswa di sekolah dasar. Selain itu penanaman nilai karakter yang baik dapat dilakukan melalui penggunaan komik. Hasil lain adalah budaya lokal daerah setempai di sekolah dasar tersebut dapat dijadikan alternatif yang baik dalam melakukan seting untuk cerita komik. Perlu pemilihan topik yang baik agar komik yang digunakan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi.
Karakteristik dan Perbedaan Individu dalam Efektivitas Pendidikan Roni Rodiyana; Wina Dwi Puspitasari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1227

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami karakteristik dan perbedaan individu karena ini adalah salah satu faktor yang harus dipelajari dalam pembelajaran perkembangan peserta didik karena menyangkut persiapan anak untuk menerima pembelajaran dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. Pada setiap individu mempunyai karateristik dan perbedaan. Penelitian dengan menggunakan konsep tinjauan pustaka ini menggunakan teknik Systematic Literature Review (SLR). Teknik SLR dilakukan dengan cara melakukan review terhadap artikel-artikel yang sesuai dengan topik pertanyaan penelitian kemudian membuat kajian yang mendalam terhadap artikel yang sudah di riview tersebut. Hasil dari analisis data yang telah dilakukan bahwa dalam perbedaan individu selalu mengkaji perbedaan dan persamaan individu secara psikologis dalam lingkungan pembelajaran. Sedangkan karakteristik individu adalah minat, sikap terhadap diri sendiri, dan perilaku baik yang bersifat positif maupun negatif. Individu adalah makhluk yang dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Simpulannya diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang karakteristik dan perbedaan individu oleh karena itu sebagai pendidik harus betul-betul paham.
Toleransi dalam Perbedaan Pendapat melalui Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Nilai Roni Rodiyana; Bunyamin Maftuh; Sapriya Sapriya; Ernawulan Syaodih; Ari Yanto; Davi Sofyan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.4945

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan kurangnya sikap toleransi di kelas IVB SDN Tonjong I Majalengka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan sikap toleransi dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri nilai. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas Kemmis & Taggart. Instrumen yang digunakan meliputi penilaian LKPD, penilaian kegiatan presentasi dan observasi, serta penilaian penanda pencapaian peningkatan sikap toleransi. Berdasarkan hasil temuan, telah terjadi peningkatan sikap toleransi siswa yang terlihat dengan tumbuhnya kemampuan explainable, interpretable, mampu memberikan contoh (examples), mampu mengklasifikasikan, mampu membandingkan, dan mampu berempati. Dari siklus I yang memperoleh predikat “memadai”, siklus II memperoleh predikat “baik”, dan siklus III yang memperoleh predikat “baik”. Tantangan terbesar dalam penelitian ini adalah mengatur alokasi waktu dengan berbagai langkah pembelajaran dan mengatur perilaku siswa selama kegiatan observasi lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa menggunakan paradigma pembelajaran inkuiri nilai dapat memberikan peningkatan kapasitas sikap toleransi mereka.