Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Melalui Model Problem Based Learning  Kelas V SDN 08/II Rantau Duku Ullia, Raudatul; Aprizan, Aprizan; Hidayat, Puput Wahyu
Master of Pedagogy and Elementary School Learning Vol. 1 No. 3 (2025): November
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v13.140

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Problem-Based Learning model in improving learning motivation, learning process, and learning outcomes of 20 fifth-grade students at SDN 08/II Rantau Duku. This type of research is Classroom Action Research (PTK) conducted in two cycles. The research instruments included questionnaires, teacher and student observation sheets, and learning outcome tests. Data analysis used a descriptive approach with qualitative and quantitative methods. The research success indicators were determined as follows: (1) at least 8% of students achieving a "good" level of learning motivation; (2) at least 75% of students actively participating in the learning process; and (3) measurable improvement in learning outcomes. These indicators referred to the Minimum Mastery Criteria (KKTP) of 70, which must be achieved by at least 80% of students. The results showed that: (1) learning motivation increased from 5 students (23,81%) who were highly motivated in the pre-cycle, to 11 students (52,38%) in cycle I, and 19 students (90,47%) in cycle II; (2) the learning process also improved, with 4 students (19,04%) actively participating in cycle I and 16 students (76%) in cycle II in the “good” category; (3) learning outcomes showed significant improvement, from 12 students (60%) achieving mastery in cycle I to 18 students (86%) in cycle II. It can be concluded that the implementation of the PBL model was effective in improving the motivation, engagement, and academic achievement of fifth-grade students at SDN 08/II Rantau Duku as a whole.
Penerapan Metode Global Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II MIS Assu’udiyah Yanti, Murni; Aprizan, Aprizan; Abdulah, Abdulah
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.169

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan keterampilan membaca permulaan melalui penerapan metode global pada siswa kelas II MIS Assu’udiyah. Pendekatan ini menitikberatkan pada pengenalan kata secara utuh dan bermakna, bukan melalui proses mengeja huruf per huruf. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart, yang dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, observasi, serta dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan baik pada aspek proses maupun hasil belajar. Pada siklus I, keterlaksanaan pembelajaran mencapai 66,67% (kategori cukup), kemudian meningkat pada siklus II menjadi 95,24% (kategori sangat baik). Hasil observasi juga memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas serta partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dari sisi hasil belajar, persentase ketuntasan meningkat dari 62,5% pada siklus I menjadi 81,25% pada siklus II. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode global terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II MIS Assu’udiyah.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Menggunakan Model Direct Instruction Berbantuan Media Kartu Huruf Dikelas II SDN 071/II Sungai Gambir Putri, Reski Tiara; Aprizan, Aprizan; Hidayat, Puput Wahyu
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v21.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Direct Instruction  berbantuan media kartu huruf dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SDN 071/II Sungai Gambir. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes membaca, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan membaca permulaan siswa. Yaitu pada peningkatan observasi guru dari 72% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II yang dikategorikan sangat baik. Selain itu, hasil belajar siswa meningkat dari 65% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II, yang dianggap baik. Hasil tes membaca permulaan siswa menunjukkan peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II, yang dianggap sangat lancar
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPAS Menggunakan Model Learning Cycle 5E Di Kelas IV SD Negeri 112/II Purwo Bakti Arisetya, Mutia; Subhanadri, Subhanadri; Aprizan, Aprizan
Master of Pedagogy and Elementary School Learning OnlineFirst
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/mapels.v22.180

Abstract

Tingkat aktivitas dan hasil belajar siswa yang rendah dalam pembelajaran IPAS, di mana interaksi dan partisipasi siswa selama proses belajar sangat minim, menjadi pendorong utama penelitian ini. Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran IPAS bagi siswa kelas empat di SD Negeri 112/II Purwo Bakti. Proyek penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus pembelajaran, masing-masing siklus mencakup dua sesi dengan fase persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sebanyak 20 siswa kelas empat menjadi subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data meliputi penilaian hasil belajar, pencatatan, dan observasi. Analisis data menggunakan lembar observasi siswa dan soal ujian untuk mengukur kemajuan siswa, serta lembar observasi guru sebagai acuan untuk memantau proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPAS dapat ditingkatkan dengan menerapkan paradigma pembelajaran Siklus 5E. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan 72,2% dalam “observasi guru pada siklus I dengan kategori cukup baik dan peningkatan 94,44% dengan kategori sangat baik. Selain itu, lembar observasi siswa pada siklus I memiliki penilaian 57,5% kategori cukup baik, sedangkan lembar observasi siswa pada siklus II memiliki penilaian 85% kategori baik. Hasil tes menunjukkan bahwa skor siswa meningkat pada siklus I, dengan 65% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori memuaskan, dan pada siklus II, 90% di antaranya menyelesaikan tes dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPAS untuk siswa kelas IV di SD Negeri 112/II Purwo Bakti dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Siklus Pembelajaran 5E”.