Djoko Santoso
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Produk Minyak Goreng oleh Konsumen di Kota Banjarbaru Rusdi Saputra; Djoko Santoso; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5923

Abstract

Untuk menciptakan produk yang sesuai atas keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dapat meningkat nilai keuntungan, lalu produsen harus wajib mengetahui Faktor apa saja berperan didalam keputusan saat melakukan pembelian produk minyak goreng di Kota Banjarbaru. Dengan melihat variabel yang dibutuhkan oleh konsumen maka produsen dapat melakukan kombinasi terhadap atribut. Sasaran dari penelitian ini yakni pertimbangan konsumen rumah tangga didalam memilih minyak goreng di kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen rumah tangga dalam memilih minyak goreng di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan di bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Mei 2020. Metode penarikan contoh yang digunakan yakni Multistage Random Sampling dimana pengambilan contoh diambil secara bertingkat dan menggunakan metode kuesioner dalam pengambilan sebuah data. Sampel yang diambil sebanyak 80 orang dari dua Kelurahan terpilih, yaitu Kecamatan Banjarbaru Utara Kelurahan Sungai Ulin dan Komet serta Kecamatan Cempaka Kelurahan Sungai Tiung dan Palam. Analisis data yang digunakan adalah analisis Faktor. Analisis Faktor yaitu tehnik untuk mempermudah dalam menyederhanakan variabel menjadi Faktor baru yang makin sedikit dari pada sebelumnya tanpa mengurangi informasi yang ada. Hasil analisis Faktor menghasilkan 6 Faktor yang mempengaruhi dalam keputusan pembelian minyak goreng di Kota Banjarbaru oleh konsumen, ialah Faktor 1, Faktor 2, Faktor 3, Faktor 4, Faktor 5 dan Faktor 6.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Proses Budidaya Tanaman Timun Suri di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong Paulina Sakdah; Djoko Santoso; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.686

Abstract

 Timun suri atau buah belungka batu biasanya banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia salah satunya di Kalimantan Selatan. Khususnya masyarakat di daerah Kecamatan Banua Lawas biasa menyebutnya dengan buah belungka banar. Buah timun suri merupakan buah non climatoric atau bukan buah musiman, artinya buah timun suri bisa dinikmati kapan saja dan ditanam kapan saja, tidak tergantung musim asalkan pada saat penanaman sesuai dengan syarat tumbuhnya. Namun pada kenyataannya kebanyakan petani hanya menanam timun suri pada saat menjelang bulan suci ramadhan. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan petani menanam timun suri, mengetahui mengapa petani menanam timun suri menjelang bulan ramadhan serta mengetahui proses pengambilan keputusan petani dalam budidaya timun suri. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2017 sampai bulan Agustus 2018 di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja. Sampel sebanyak 20 orang petani dengan menggunakan metode Multistage random sampling (pengambilan sampel secara bertahap). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan alat statistika sederhana yaitu tabulasi silang, uji chi kuadrat dan modus. Berdasarkan hasil uji chi kuadrat diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dengan keputusan petani menanam timun suri pada saat menjelang bulan ramadhan.Kata kunci: timun suri, tingkat permintaan, religi, analisis deskriptif, chi kuadrat
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT ANTANG GUNUNG MERATUS, DI DESA IDA MANGGALA, KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Fitriany Situmorang; Abdussamad Abdussamad; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2649

Abstract

Perusahaan pertambangan merupakan sektor usaha yang memiliki dampak positif bagi pendapatan negara bukan pajak yang mencapai 30 triliun pada tahun 2018. Namun disisi lain pertambangan memiliki dampak negatif bagi lingkungan seperti pencemaran air, pencemaran udara, mengubah bentuk alam yang sebelumnya perbukitan menjadi lubang dalam yang besar, dan limbah yang beracun akibat aktivitas industri pertambangan. Eksploitasi sumberdaya alam dan rusaknya lingkungan akibat operasional perusahaan menyebabkan masyarakat menuntut perusahaan agar bertanggung jawab secara sosial meskipun banyak pandangan dari pelaku industri bahwa kontribusi terhadap masyarakat, hanya cukup dengan penyediaan lapangan kerja dan pembayaran pajak kepada negara namun itu semua tidak cukup. Sehingga CSR menjadi suatu usaha untuk menjawab permasalahan yang sudah ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan. Program CSR sebagai stimulan sehingga secara sadar atau tidak sadar masyarakat akan menunjukan pembentukan sikap terhadap rangsangan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis sikap masyarakat terhadap program CSR, untuk menggambarkan komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif dan untuk membandingkan sikap masyarakat penerima program dengan masyarakat bukan penerima program CSR. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t. Sedangkan untuk menentukan jumlah responden menggunakan simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian sikap masyarakat terhadap program CSR dari aspek kognitif, afektif, dan konatif memiliki hasil yang tidak berbeda dengan 0 kecuali pada program bantuaan Studi Banding Tanaman Herbal Kepala Desa dan Camat dengan skor -2,22 dan -2.4 pada aspek kognitif serta bantuan program Studi Tiru Perkebunan dan Pengolahan Susu Di Malang Jawa Timur. Dengan skor 2,6 pada aspek kognitif, dan hasil skor.  Namun setelah dilihat perbandingan antara masyarakat penerima dan bukan penerima, hasilnya berbeda nyata sehingga bagi masyarakat penerima lebih merasakan manfaatnya dibandingkan masyarakat bukan penerima.Kata kunci: sikap masyarakat, CSR, kognitif, afektif, konatif
Pengaruh Irigasi terhadap Produksi dan Produktivitas Padi Provinsi Kalimantan Selatan Mentari Dwi Lestari; Djoko Santoso; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.5980

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian sebagai pembangunan dan realisasi pertanian hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan ekstensifikasi dan intensifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan produksi dan produktivitas padi disebabkan oleh ekstensifikasi ataukah intensifikasi atau bahkan keduanya dan untuk mengetahui pengaruh irigasi dalam peningkatan produksi dan produktivitas padi. Penelitian ini menggunakan data time series selama 38 tahun (periode tahun 1980-2017). Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu Metode Dokumentasi. Alat yang digunakan untuk menganalisis pengaruh irigasi terhadap produksi dan produktivitas padi Provinsi Kalimantan Selatan adalah dengan menggunakan regresi berganda semi-log dan double-log. Berdasarkan hasil penelitian, ekstensifikasi jika dilihat dari laju pertumbuhan memiliki nilai yang sangat rendah yaitu hanya 0,00031124%% untuk pertahunnya. Akan tetapi, jika dilihat dari elastisitasnya mempunyai perbandingan presentasi yang lebih tinggi yaitu sebesar 1,38336%. Sementara itu proporsi areal irigasi teknis Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai kontribusi yang tidak nyata terhadap peningkatan produksi dan produktivitas padi yang diilihat pada laju pertumbuhan dan elastisitasnya.
Analisis Pendapatan dari Usaha Budidaya Sarang Burung Walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah Gemilang Gemilang; Hamdani Hamdani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan per tahun dan payback period dari usaha budidaya sarang burung walet pada usaha rumah tangga di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian menunjukan pendapatan usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah dalam kurun waktu 10 tahun sebesar Rp4.202.376.999,00. Pendapatan dari usaha ini akan semakin meningkat semakin lama hal ini dibuktikan oleh hasil dari pengolahan data primer yang menyatakan bahwa rata-rata pendapatan pertahun dari usah pembudidayaan sarang burung wallet selalu meningkat. Jangka waktu pengembalian modal atau payback period dari usaha pembudidayaan sarang burung walet di Desa Tanjung Jariangau Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah memerlukan waktu ± 3 tahun.
Analisis Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Sambal di Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin (Studi Kasus Usaha Sambal Acan Raja Banjar) Ariyati Ariyati; Rifiana Rifiana; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan umum, menganalisa biaya, penerimaan, keuntungan, dan mengetahui permasalahan dari usaha pengolahan sambal acan raja banjar milik ibu Gina. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan tabulasi dengan teknik wawancara dan pengamatan langsung dengan pihak perusahaan. Batasan masalah dalam penelitian ini dispesifikasikan pada usaha pengolahan sambal acan raja banjar milik ibu Gina. Periode penelitian yang digunakan adalah periode satu bulan produksi pada tanggal 1-31 Mei 2017, karena pencatatan keuangannya direkap dalam satu bulan sekali, dan analisis usaha yang dilakukan difokuskan untuk biaya, penerimaan, dan keuntungan. Analisis data yang digunakan adalah biaya tetap dan biaya variabel. Hasil dari penelitian ini yaitu perhitungan biaya-biaya selama 1 bulan adalah biaya tetap sebesar Rp 10.142.621, biaya variabel sebesar Rp 135.765.500 dan biaya total sebesar Rp 145.908.121. Penerimaan yang diperoleh selama 1 bulan adalah sebesar Rp 173.295.000. Keuntungan yang diperoleh selama 1 bulan sebesar Rp. 27.386.829. Permasalahan yang di hadapi usaha ini adalah pada ketersediaan bahan baku cabai rawit, buah ramania dan buah binjai tidak selalu tersedia selama produksi.Kata kunci: biaya tetap, biaya variabel, industri rumah tangga
Persepsi Konsumen terhadap Atribut Buah Segar di Outlet Kebun Mas Untung Banjarbaru Mahfus Mahfus; Mira Yulianti; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5919

Abstract

Sikap konsumen beserta atribut atribut yang mendasarinya merupakan faktor penting dalam proses keputusan konsumen memilih suatu produk. Tujuan penelitian mengetahui atribut yang diinginkan konsumen dalam pemutusan pemilihan buah segar di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berbelanja buah segar di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi konsumendan sikap konsumen terhadap atribut yang dimiliki buah segar di Outlet Kebonan Mas Untung Banjarbaru, atribut kesegaran dari buah segar merupakan atribut yang diinginkan konsumen dalam pemutusan pemilihan buah segar dengan memiliki nilai skor tertinggi sebesar 46 dari penilaian konsumen, sedangkan nilai total skor terendah adalah atribut aroma dengan skor 27. Hal ini disebabkan oleh tanggapan konsumen terhadap aroma buah segar yang akan dibeli, yakni 64% konsumen menyatakan relatif harum terhadap aroma, 13% konsumen menyatakan sangat harum, khas buah matang dan 23% konsumen menyatakan cukup haurm
Faktor – Faktor yang Dipertimbangkan Mahasiswa Memilih Tempat Kuliner (Studi Kasus Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Rania Winalda; Djoko Santoso; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam memilih tempat kuliner. Penelitian dilakukan di Universitas Lambung Mangkurat, pada bulan Maret hingga Juli 2023, mulai dari persiapan, pengumpulan data, pengolahan data hingga penyusunan laporan akhir. Metode pengambilan data dilakukan secara sensus pada seluruh populasi mahasiswa prodi Agribisnis yang termasuk dalam kriteria penelitian, yaitu remaja usia 18 sampai 25 tahun, yang terdapat pada angkatan 2018-2022. Adapun alat analisis yang digunakan adalah analisis faktor untuk mengurangi (reduction) dan meringkas (Summarization) semua variabel tergantung dan saling bergantung. Hubungan ketergantungan antara satu variabel dengan variabel lainnya akan diuji untuk menentukan dimensi atau faktor . Hasil penelitian, dari hasil proses analisis faktor dari 26 variabel kemudian menjadi 6 faktor baru, yaitu faktor 1, faktor 2, factor 3, faktor 4, faktor 5 dan faktor 6 yang mewakili sebesar 69,615% dari keseluruhan variable. Keenam faktor ini menjadi faktor pertimbangan mahasiswa memilih tempat kuliner. Sehingga bagi produsen, enam faktor inilah yang menjadi dasar dalam merancang suatu tempat kuliner agar tercapai tujuan penjualan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa mahasiswa Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memilih tempat kuliner.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN MAKANAN TRADISIONAL KUE APAM DI KECAMATAN BARABAI Hatmiyani Hatmiyani; Djoko Santoso; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2908

Abstract

Dalam menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen sehingga dapat meningkatkan nilai keuntungan, maka pelaku usaha perlu mengetahui faktor apa saja yang berperan dalam keputusan konsumen melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dengan menganalisis variabel dalam pemilihan produk kue apam di segmen remaja diharapkan mampu mendapatkan kombinasi atribut yang sesuai dengan harapan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian terhadap kue apam di Kecamatan Barabai. Dan apabila sudah diketahui faktor yang berpengaruh maka akan terlihat kontribusi masing-masing faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan September 2019. Metode dalam menentukan banyaknya sampel digunakan metode Multi-stage Cluster Random Sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan area dengan kriteria contoh adalah remaja yang terdiri dari 3 kelas (Perguruan Tinggi, SMA dan SMP). Dari 3 kelas tersebut masing-masing dipilih satu cluster secara acak. Kemudian pada sekolah terpilih, secara acak dipilih satu kelas/angkatan sebagai sampel dan dari daftar anggota kelas/angkatan yang terpilih secara acak dipilih lagi 20 responden sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis faktor. Analisis faktor merupakan teknik untuk menyederhanakan variabel menjadi faktor baru yang jumlahnya lebih sedikit tanpa mengurangi informasi yang terkandung. Hasil analisis faktor menghasilkan 7 faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen remaja terhadap makanan tradisional kue apam di Kecamatan Barabai, masing masing yaitu faktor manfaat, faktor kesesuaian fisik produk, faktor pemasaran produk, faktor harga, faktor model produk, faktor jarak dan faktor aroma. Berdasarkan hasil penelitian yang lebih menyukai kue apam adalah konsumen perempuan yang merupakan remaja akhir.
Analisis Preferensi Konsumen Remaja Terhadap Keputusan Pembelian Makanan Seblak di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Prodi Agribisnis Faperta Ulm Banjarbaru) Nur Maulida Yanti; Djoko Santoso; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10347

Abstract

Pengembangan kuliner makanan seblak dapat dilakukan dengan mencaritahu preferensi atau kesukaan konsumen terhadap makanan seblak. Preferensi konsumen dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kegunaan dan nilai relatif penting pada setiap atribut dalam suatu produk. Konsumen memiliki sikap yang berbeda−beda dalam mempertimbangkan atribut yang dianggap penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis varian produk dan varian menu makanan seblak yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembellian makanan seblak di Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner pada Mahsaiswa aktif Agribisnis yang berusia 18−23 tahun dan di peroleh 106 orang yang memenuhi syarat sebagai responden. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif statistik. Dalam analisis preferensi konsumen terhadap varian produk dan varian menu makanan seblak di kota Banjarbaru didapatkan bahwa dari 2 varian produk makanan seblak yaitu seblak basah dan seblak kering serta 3 varian menu seblak biasa (kerupuk), seblak ceker (sedang) dan seblak komplit yang menjadi preferensi konsumen remaja adalah varian produk seblak basah dengan varian menu seblak komplit yang di dapat dari persentase sebesar sebesar 31% atau total skor yaitu 450. Atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian makanan seblak di Kota Banjarbaru didapatkan hasil bahwa secara berurutan atribut yang di pertimbangkan adalah rasa, aroma, tingkat kepedasan, porsi dan harga.