Djoko Santoso
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengelolaan Usaha Tempe dan Tahu di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus pada Industri Rumah Tangga Tempe dan Tahu Bapak Sarduki) Mahmudah Mahmudah; Masyhudah Rosni; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7803

Abstract

Di Kabupaten Tanah Laut terdapat 37 unit industri yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku utamanya. Salah satunya ialah industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki. Industri tersebut adalah juara pertama dari lomba rumah dan home industri terbersih dan sehat se Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta menganalisis kinerja usaha pada industri rumah tangga tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki di Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, pada bulan Oktober-Desember 2020. Responden penelitian ini adalah Bapak Sarduki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa industri rumah tangga tempe dan tahu Bapak Sarduki memiliki tingkat pengelolaan sebesar 75%, nilai sehat organisasi sebesar 61%, nilai sehat administrasi sebesar 0%, dan nilai sehat usaha 0%. Artinya usaha tersebut mempunyai pengelolaan yang baik dan organisasi yang sehat, tetapi administrasi dan usaha belum sehat.
Analisis Efisiensi Alokatif Usahatani Jagung di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Annisa Rahmawati; Yusuf Azis; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7859

Abstract

Jagung merupakan komoditas pangan yang penting kedua setelah padi, karena berfungsi sebagai makanan pokok dan pakan ternak serta bahan baku industri. Tujuan penelitian ini adalah i) Menganalisis jumlah penggunaan faktor produksi (lahan,benih, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk organik, pestisida cair, tenaga kerja) pada usahatani jagung di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut; ii) Menganalisis pengaruh produksi jagung terhadap penggunaan faktor produksi (lahan,benih, pupuk urea, pupuk phonska, pupuk organik, pestisida cair, tenaga kerja) pada usahatani jagung di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut; iii) Menganalisis kondisi efisiensi alokatif (efisiensi harga) faktor produksi yang digunakan petani pada usahatani jagung di Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Jenis data dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data dianalisis dengan fungsi produksi Cobb Dauglass analisis regresi linier berganda melalui Program Statgraphics. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana sebanyak 30 sampel.Rata- rata jumlah penggunaan faktor produksi luas lahan 5,616 ha, benih yaitu 118,4 kg/usahatani atau 21,08 kg/ha, pupuk urea yaitu 1.315 kg/usahatani atau 234,12 kg/ha, faktor produksi pupuk phonska yaitu 1.438,3 kg/usahatani atau 256,08 kg/ha, pupuk organik yaitu 35.886,67 kg/usahatani atau 6.389,3 kg/ha, pestisida cair yaitu 22,01 liter/usahatani atau 3,91 liter/ha dan faktor produksi tenaga kerja yaitu 133,7 HOK/usahatani atau 23,80 HOK/ha. Sehingga rata-rata dari produksi usahatani jagung di Kecamatan Bajuin adalah 43.766 kg/usahatani (7.792 kg/ha). Hasil Penelitian menunjukkan persamaan Ln Y = 6,47968 + 0,297619 X1 + 0,550726 X2 + 0,216659 X3+ e. Model ini memiliki R2 sebesar 98,8052%. Efisiensi alokatif (harga) pada usahatani jagung, penggunaan faktor produksi luas lahan tidak efisien secara harga, sedangkan benih dan tenaga kerja di Kecamatan Bajuin belum mencapai efisien secara harga.
Identifikasi Kearifan Budaya Lokal Pada Usahatani Padi Ladang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Surya Darma; Luthfi Fatah; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.597

Abstract

Identifikasi terhadap sistem pengetahuan dan teknologi lokal dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kearifan budaya dalam mendayagunakan sumberdaya alam, ekonomi dan sosial secara bijaksana dengan tetap mengacu pada pemeliharaan keseimbangan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kearifan budaya lokal yang ada pada masyarakat adat Dayak Meratus yang mempunyai keterkaitan terhadap usahatani padi ladang di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan. Data terpusat pada kearifan budaya lokal yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan nilai, pengetahuan, teknologi, aturan, kepercayaan, tabu (larangan), sangsi-sangsi dan upacara tertentu dalam pelaksanaan usahatani padi. Hasil penelitian ini menunjukkan Kearifan budaya lokal pada usahatani padi dilahan tugalan/ladang dayak meratus dicirikan dengan adanya pola perladangan gilir balik yang didalam pola tesebut meliputi beberapa tahapan yaitu, penentuan lahan, penyiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan panen. Serta peran penyuluh sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian terlebih lagi dalam keadaan masyarakat tani yang pola pertaniannya masih tradisional, peran penyuluh untuk meningkatkan kemampuan masyarakat tani baik dalam bentuk pola pikir dan mampu mempengaruhi petani sasaran untuk mengadopsi teknologi baru dan akhirnya meningkatkan kemampuan masyarakat petani yang ada dipedesaan untuk meningkatkan hasil produksi usahataninya dengan tetap memperhatikan kebudayaan lokal yang ada. Kata kunci: kearifan budaya lokal, identifikasi budaya lokal, padi ladang.
Dasar Pertimbangan Mahasiswa Program Studi Agribisnis untuk Memilih Berbelanja Online Ulfa Rismania Putri; Djoko Santoso; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7852

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa program studi Agribisnis dalam memilih berbelanja online. Penelitian ini dilakukan pada situs berbelanja online yang paling banyak diminati. Ditunjukkan pada Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat sebagai subjek penelitian. Populasi pada penelitian ini berjumlah 335 orang Mahasiswa Agribisnis angkatan 2017 - 2020 yang masih aktif. Dari jumlah tersebut yang mendapatkan respon sebanyak 126 orang dan yang tidak merespon sebanyak 209 orang. Dari 126 orang yang merespon hanya dapat diambil 122 orang, dikarenakan 4 orang tidak memenuhi syarat sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi mahasiswa program studi Agribisnis dalam memilih belanja online dari hasil perhitungan variabel maka dapat dilihat pada kategori ST (Sangat Tidak Penting) dengan nilai 0% - 20% terdapat pada variabel kebijakan, TP (Tidak Penting) dengan nilai 21% - 40% terdapat pada variabel pengalaman, kepuasan, insentif, dan kemudahan pembayaran. CP (Cukup Penting) dengan nilai 41% - 60% terdapat pada variabel citra situs, kualitas informasi, kualitas pelayanan, kemudahan akses, dan estetika. Kemudian P (Penting) dengan nilai 61% - 80% terdapat pada variabel kepercayaan, lalu tidak terdapat variabel yang tergolong kategori SP (Sangat Penting) 81% - 100%
Analisis Usahatani Sayuran di Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hutu Sungai Selatan Mawaddatina Mawaddatina; Artahnan Aid; Djoko Santoso
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v3i1.21601

Abstract

From economic point of view, vegetable is a significant source of income for community since it is high value product. Moreover, vegetables cen generate addition income for the country through international trade. The purposes of the study are to explore: (1) cost, revenue, and profit of vegetables cultivation; (2) the break-even point of multi-product; and (3) the farmer decision to diversify the vegetables at the study site. The implicit cost of the cultivation is IDR 57. 94 million per hectare, while the explicit cost is !DR 36. 98 million per hectare. The revenue and profit generated are as much as IDR 711.07 million and IDR 43.27 million per hectare, separately. The break-even point is reached at the production level of 1.759.73 kg. The motives to diversify are because of vegetables price, cut pest and disease cycle cut, the ease of cultivation, the use of fallowed land, and small capital required.
Kajian Sistem Pengembangan Balai Benih Tanaman Kota Banjarbaru Mariani Mariani; Djoko Santoso
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i2.20358

Abstract

The availability of appropriate production facilities, both on time, right quantity, right quality and right price is a major prerequisite in order to increase productivity. Seed quality is one factor for the weakness of production facilities. The existence of Agricultural Seed Center in certain areas is an effort to get high quality seeds. The purpose of this study is to analyze the capability of Agricultural Seed Center in an effort to produce quality seed, seen from the opportunities, challenges and also strategies to develop Agricultural Seed Center become more advanced. Review of the internal capabilities of Agricultural Seed Center in Banjarbaru covers the physical aspects; aspects of human resources, financial resources and management aspects of Agricultural Seed Center in Banjarbaru. The research of Agricultural Seed Center is anticipatory action in serving the needs of seed food agricultural commodities. But the fundamental weaknesses such as limited water resources, facilities and electrical energy are the bottleneck of this program so it must be revamped thoroughly.
Persepsi Ibu Rumah Tangga terhadap Pembelian Kerupuk di Kota Banjarbaru Reny Wijayanti; Nina Budiwati; Djoko Santoso
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i2.20593

Abstract

The study is aimed to know the consumer decision choice on cracker related to price, income level, occupation and ethnicity; to know the most favorite cracker; and to know housewives perception on cracker quality in Banjarbaru Municipality. Primary and secondary data were used in the study. Respondents were selected through multistage random sampling.In Banjarbaru, there are 7 types of crackers available based on its specific ingredient, i.e.: shrimp, fish, rambak (cowhide), wheat, onion, terasi (fermented shrimp), and sweet potato. The level of preference from the highest are shrimp cracker, followed by fish, rambak, onion, and wheat cracker. Terasi and sweat potato are the less favorite cracker.Coefficient correlation of Spearman’s rank was used to know housewives perception on cracker quality. The coefficient is 8.99 and significant, which mean that there is a positive correlation between the housewives perception and cracker quality.
Analisis Faktor yang Berperan dalam Keputusan Konsumen Memilih Varietas Beras di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Kiptiah Kiptiah; Djoko Santoso; Rifiana Rifiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i2.21948

Abstract

Banjarbaru is a city with themulti-ethnic population from various ethnic groups of Banjar, Java, and others. As a result, they have different consumption pattern and preference of rice. The study identifies the effect of the consumer's socio-economic characteristic in determining their choices on particular rice variety consumed. The study reveals that the internal factor in the family (the housewife) has a significant role in deciding the chosen rice. The particular rice is chosen mainly because of taste, while economic factors are not the decisive factor. This finding makes sense since rice is the staple food. The consumershave good perception on rice trader performance, but they dissatisfy vatn the taste, shape, and hygiene of traded rice in the local market.