Djoko Santoso
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Respon Penawaran Karet Rakyat di Kalimantan Selatan Feri Vega Pratama; Djoko Santoso; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6035

Abstract

Dominasi perkebunan karet rakyat memberikan kontribusi besar dalam perekonomian di Indonesia. Karet merupakan komoditas perkebunan unggulan kedua setelah kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Selatan. Perubahan harga dan luas areal berpengaruh terhadap besaran ouput produksi yang akan mempengaruhi pasokan karet rakyat di Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon penawaran karet rakyat dan elastisitas penawaran karet rakyat melalui prediktor luas areal dan harga. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data time series selama 31 tahun dari tahun 1988 s.d. 2019. Analisis penawaran karet rakyat diketahui dengan variabel luas areal dan harga melalui pendekatan model Nerlove. Hasil analisis menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0,991523, atau sebesar 99,15% penawaran karet rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan dapat dijelaskan oleh variabel harga karet satu tahun sebelumnya, harga karet dua tahun sebelumnya, harga karet empat tahun sebelumnya, dan luas areal satu tahun sebelumnnya. Bedasarkan uji F semua variabel yang digunakan dalam model secara simultan signifikan. Uji parsial menunjukkan bahwa variabel bebas harga karet satu tahun sebelumnya dan luas wilayah tahun sebelumnya signifikan terhadap penawaran karet rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan. Nilai elastisitas penawaran karet rakyat terhadap harga dari model luas areal yang digunakan menggambarkan karet rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan bersifat inelastis pada jangka pendek dan jangka panjang. Hal ini menggambarkan bahwa perkebunan karet rakyat kurang responsif dalam menanggapi perubahan harga yang terjadi karena lahan yang dimiliki perkebunan karet rakyat sebagai modal tetap, sehingga tidak mudah bagi perkebunan rakyat untuk merubah lahan yang mereka miliki ketika terjadi kenaikan harga karet.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Teh Siap Minum di Kota Banjarbaru Fuja Lesnani; Yusuf Azis; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10329

Abstract

Teh telah menjadi minuman yang tak tergantikan dalam kehidupan berbagai budaya, termasuk Indonesia sebagai negara penghasil teh terbesar kedelapan dunia. Teh telah menjadi minuman yang diminati dari segala usia, termasuk di Kota Banjarbaru, karena penerimaan yang luas oleh berbagai lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis subatribut yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen terhadap teh siap minum dalam keputusan pembelian di Kota Banjarbaru. Metode penarikan contoh yang diterapkan yakni Multistage Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden. Dari 60 orang didapat 49 orang yang layak dijadikan responden dikarenakan 11 orang tidak memenuhi syarat sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa subatribut teh siap minum yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarbaru ialah rasa original, ukuran 300 ml – 500 ml, harga Rp4.000 – Rp7.800, kemasan botol plastik,dan merek Teh Pucuk Harum. Sedangkan atribut yang paling dipertimbangkan dalam keputusan pembelian teh siap minum di Kota Banjarbaru disusun berdasarkan tingkat prioritas dari yang paling tinggi hingga yang terendah adalah merek sebesar 15,88, harga sebesar 15,82, rasa sebesar 15,77, kemasan sebesar 14,62, dan ukuran sebesar 13,60. Sehingga atribut yang paling dipertimbangkan konsumen adalah atribut merek teh siap minum.
Pemberdayaan Perempuan Pesisir dalam Pengolahan Ikan Laut Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan Devi Permata Ijswari; Djoko Santoso; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.679

Abstract

Sebagian besar dari perempuan di Indonesia berupaya menutupi kekurangan kebutuhan keluarga karena penghasilan suami kecil dan tidak menentu. Oleh karena itu untuk menambah pendapatan maka perempuan pesisir melakukan kegiatan produktif diluar pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga seperti bekerja sebagai buruh upah atau sebagai pemilik usaha di sektor pengolahan hasil ikan. Akan tetapi, pengolahan hasil ikan laut yang dilakukan masih dikelola secara tradisional dan kurangnya pengetahuan perempuan pesisir dalam mengolah hasil laut tersebut membuat usaha yang dilakukan tidak berkembang. Sehingga, perlu adanya pemberdayaan dari pemerintah bagi perempuan pesisir. Pemberdayaan yang dilakukan pemerintah terkadang adanya yang tepat sasaran dan tidak tepat sasaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan peran pemberdayaan perempuan pesisir dalam pengolahan ikan laut untuk meningkatkan ekonomi keluarga di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu mulai bulan Agustus 2018 sampai bulan Oktober 2018. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kemudian dikaitkan dengan teori yang ada, selain itu penelitian ini juga menggunakan penilaian kriteria sehat usaha. Berdasarkan hasil penelitian bentuk pemberdayaan yang diberikan terdiri dari pelatihan pengolahan hasil perikanan, bantuan permodalan, peralatan produksi, pemasaran/promosi, bimbingan kegiatan administrasi dan pembangunan sentra pengolahan hasil perikanan. Pemberdayaan yang di berikan pemerintah sudah menunjang untuk memberikan perubahan bagi anggota kelompok kearah yang lebih baik agar dapat meningkatkan ekonomi keluarga, akan tetapi pemberdayaan yang dilakukan masih kurang optimal.Kata kunci: pemberdayaan, perempuan pesisir, sehat usaha, ekonomi keluarga.
Preferensi Konsumen Remaja pada Kafe Kopi di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Aulia Savira Puteri; Djoko Santoso; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.6015

Abstract

Modernisasi mengakibatkan  adanya pergeseran perilaku konsumsi. Dengan meningkatnya taraf  hidup dan  pergeseran gaya hidup masyarakat perkotaan di Indonesia telah  mendorong terjadinya pergeseran dalam  pola konsumsi kopi. Salah satu kota yang mengalami perkembangan kafe kopi yang cukup pesat adalah Kota Banjarbaru. Hal ini dapat membuat konsumen memiliki alternatif pilihan dan membuat pengusaha kopi harus mengenali perilaku konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi konsumen remaja pada kafe kopi di Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data pada penelitian  ini adalah  menggunakan kuesioner dan  metode penarikan contoh yaitu menentukan kafe kopi melalui penelitian pendahuluan untuk mereduksi 40 kafe kopi menjadi 8 kafe kopi dan memberi penilaian 8 kafe kopi terpilih menggunakan metode angket diperoleh 100 responden sesuai syarat sebagai responden yaitu mahasiswa  aktif Agribisnis yang bersedia mengisi kuesioner dan berusia 17-22 tahun serta belum menikah. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis konjoin. Analisis konjoin akan menghasilkan preferensi konsumen pada kafe kopi yang terpilih. Kafe kopi yang terpilih diantaranya Janji Jiwa, U Need, Sabar Menanti, Kedai Kopi Kulo, Kupi Datu, Kopi Pasar, Syihab Corner dan Excelso. Diantara 8 kafe kopi yang terpilih ada 1 kafe kopi  yang tidak beroperasi lagi karena adanya pandemi Covid-19. Berdasarkan  hasil analisis konjoin menunjukkan bahwa D10= minuman dan cemilan merupakan level yang paling berpengaruh nyata terhadap preferensi konsumen  remaja karena nilai koefisien regresi menunjukkan angka negatif paling besar yaitu sebesar (-2.68) dan sementara itu, kafe kopi yang paling disukai oleh konsumen yaitu Kafe Kopi Janji Jiwa. Saran untuk penelitian selanjutnya  jika keadaan kembali normal adalah agar juga memperhatikan outdoor kafe kopi.
Persepsi Konsumen Usia Muda terhadap Buah Timun Suri di Kota Banjarbaru Rizki Laurinayudis Pratama; Djoko Santoso; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.762

Abstract

Di kota Banjarbaru Buah timun suri banyak terdapat di bulan ramadhan, padahal buah timun suri merupakan buah yang non climatoric artinya dapat tumbuh kapan saja tidak tergantung oleh musim, berbanding terbalik dengan bulan ramadhan akan sangat sulit sekali menemui keberadaan buah timun suri di luar bulan ramadhan, padahal tidak menutup kemungkinan konsumen membeli dan mencari buah timun suri diluar bulan ramadhan, terdapat persepsi  yang mempengaruhi dalam keputusan pembelian oleh konsumen, dengan mengetahui pesrepsi  konsumen usia muda di harapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan buah timun suri di luar bulan ramadhan agar , oleh karena itu  tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi konsumen khususnya konsumen usia muda terhadap buah timun suri. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2017. Metode pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan menggunakan teknik Convience Group Sampling (pengambilan sampel secara kebetulan). Convience Group Sampling adalah ini memilih sampel berdasarkan kebetulan saja, yang mana bersedia dan mau menjadi responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan alat statistik sederhana yaitu tabulasi silang, uji chi kuadrat dan modus. Dari hasil uji chi kuadrat diketahui tidak terdapat hubungan yang signifikan antara musim (Bulan ramadhan dan selain bulan ramadhan) dengan keputusan pembelian buah timun suri oleh konsumen.Kata kunci:Buah timun suri, usia muda, analisis deskriptif, persepsi
Analisis Pertimbangan Konsumen dalam Keputusan Pembelian Sate Taichan Nyt-Nyt di Kota Banjarbaru Rudiansyah Rudiansyah; Muzdalifah Muzdalifah; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7802

Abstract

Rumah makan Sate Taichan Nyt-Nyt adalah salah satu usaha kuliner yang ada di kota Banjarbaru. Sate Taichan cukup banyak diminati oleh konsumen khususnya wilayah Banjarbaru. Dalam Pengambilan keputusan pembelian Sate Taichan Nyt-Nyt, tentunya banyak faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian terhadap Sate Taichan Nyt-Nyt di kota Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 hingga selesai. Metode penelitian ini menggunakan model survei. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa Karakterisitik konsumen terdiri dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendapat konsumen. Selanjutnya yang melatarbelakangi pengambilan keputasan dalam pembelian Sate Taichan Nyt-nyt di kota Banjarbaru dikarenakan konsumen sudah terbiasa mengkonsumsi, harga yang terjangkau dan rasanya yang enak serta bisa dijadikan sebagai makan malam. Terakhir, Adapun faktor-faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pembelian Sate Taichan Nyt-Nyt ada lima yaitu harga, promosi, kebersihan tempat, rasa dan evaluasi harga, promosi, kebersihan tempat, rasa dan evaluasi produk.
Analisis Kinerja Usaha Bebek Potong Peking di Desa Mamar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Usaha Bebek Peking Bapak Haris dan Bapak Anwar) Muhammad Zakki Yamani; Djoko Santoso; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2114

Abstract

Abstrak. Di Kecamatan Amuntai Selatan tepatnya di Desa Mamar merupakan lokasi terbesar usaha peternakan bebek. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, usaha tersebut memiliki struktur organisasi yang begitu sederhana dan tenaga kerja yang tidak begitu banyak sehingga mengakibatkan pembagian kerja menjadi terbatas serta strukturnya yang belum jelas, Selain itu terdapat kekurangan dalam kesehatan administrasi sehingga dalam usaha ini pengelolaan keuangan tidak terlihat secara jelas. Hal ini menyebabkan pemilik usaha tidak mengetahui total biaya yang dikeluarkan dan pendapatan bersih yang mereka peroleh. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja usaha bebek potong peking di Desa Mamar dengan skala usaha yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juli sampai dengan November 2019 di Desa Mamar Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini dilakukan secara observasi partisipatif dan wawancara mendalam (in-depth Interview). Dalam observasi partisipatif, peneliti terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati sehingga dapat menggali informasi yang lengkap dan kompleks. Responden yang dipilih adalah pemilik usaha bebek potong peking yaitu Bapak Haris dan Bapak Anwar. Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan Usaha milik Bapak Haris dan Bapak Anwar dapat dinyatakan menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan total pendapatan dengan total biaya, yaitu pada usaha Bapak Haris diperoleh angka 1,09. Sedangkan dalam usaha milik Bapak Anwar diperoleh angka 1,18. Akan tetapi usaha milik Bapak Haris dan Bapak Anwar diperlukan pelebaran pasar agar omzet yang diperoleh lebih besar dari sebelumnya. Namun, dari hasil analisis ketiga kriteria sehat usaha maka didapat persentase untuk kesehatan kinerja usaha Bapak Haris sebesar 28,43% sedangkan untuk usaha bapak Anwar sebesar 22,54% dari total skor maksimum 102. Hal ini menunjukan bahwa pada kedua usaha ini secara keseluruhan masuk kedalam ketegori tidak sehat.Kata kunci: anilisis kinerja usaha, bebek peking
PERILAKU PETANI PADA USAHATANI LANGSAT (Lansium domesticum) DI KECAMATAN TANTA KABUPATEN TABALONG Ica Katisa Maharani; Djoko Santoso; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2932

Abstract

Buah langsat adalah buah musiman yang merupakan buah endemik dan salah satu ikon daerah Kabupaten Tabalong. Komoditas langsat diusahakan sebagai usahatani penunjang, sehingga tidak ada rumah tangga petani yang menggantungkan hidupnya hanya pada berusahatani langsat sebagai komoditas utama. Hal ini dikarenakan komoditas langsat yang masih diusahakan adalah pohon-pohon warisan sehingga produktivitas yang tidak sama setiap tahun tidak dapat dihindari. Di Kabupaten Tabalong sistem usahatani pada komoditas langsat tidak ditanam pada satu hamparan lahan yang sama (monokultur). Upaya pengembangan dengan tujuan pelestarian terhadap komoditas langsat harus dilakukan melalui upaya perbaikan teknologi maupun sumberdaya manusia dan modal usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani langsat pada pengelolaan usahatani langsat dalam upaya peremajaan dan pengembangan usahatani langsat baik secara in-situ atau monokultur, sebagai acuan perbaikan kualitas sumberdaya manusia untuk menunjang pengembangan komoditas langsat di Kabupaten Tabalong. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan metode penarikan contoh menggunakan multistage random sampling dan diperoleh 60 petani langsat sebagai responden penelitian. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis faktor. Analisis faktor akan mereduksi 12 faktor yang menjadi pertimbangan petani pada pengelolaan usahatani langsat menjadi faktor yang lebih sedikit jumlahnya. Berdasarkan hasil analisis faktor didapatkan 5 faktor yang menjadi pertimbangan untuk melakukan pengembangan usahatani langsat baik secara ­in-situ atau monokultur yakni, faktor 1 (produktivitas, pengalaman berusahatani, ketersediaan lahan, pihak yang mendukung usahatani langsat dan kegiatan informasi penyuluhan), faktor 2 (teknik budidaya langsat, sarana produksi dan biaya total usahatani), faktor 3 (pendapatan usahatani), faktor 4 (permintaan terhadap buah langsat dan kemitraan pemasaran langsat) dan faktor 5 (keragaman usahatani yang dimiliki).
Persepsi Petani terhadap Usahatani Cabai Hiyung di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Alifah Nor’ain; Mariani Mariani; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5997

Abstract

Cabai hiyung merupakan cabai rawit lokal yang mempunyai agroekosistem rawa lebak. Pada tahun 2020 produksi cabai hiyung mengalami penurunan produksi hanya memproduksi 1210 ton. Hal ini disebabkan, kebanyakan lahan petani terserang antraks dan musim hujan ekstrem yang merendam lahan petani. Sedangkan luas areal tanam mengalami perluasan menjadi 184 ha. Keinginan petani untuk terus menanam ataupun berhenti menanam cabai hiyung dipengaruhi oleh persepsi petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat persepsi petani cabai hiyung di Desa Hiyung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hiyung yang merupakan daerah asal mula cabai hiyung pertama kali dikembangkan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode sempel random sampling sehingga didapatkan sempel sebanyak 29 orang petani yang di ambil dari 289 petani cabai hiyung. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis indeks dan teknik skoring dengan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap usahatani cabai hiyung pada aspek ekonomi, sosial, teknis dan kebijakan masuk ke dalam kategori baik, sedangan fisik wilayah dalam kategori netral. Pada aspek ekonomi memperoleh skor 3,59. Aspek sosial memperoleh skor 3,78. Aspek teknis memperoleh skor 3,65. Aspek fisik wilayah memperoleh skor 3,38 dan aspek kebijakan memperoleh skor 3,48. Sehingga secara keseluruhan persepsi petani masuk ke dalam kategori baik (3,57).
Studi Kinerja Usaha Industri Rumah Tangga Berbasis Bahan Baku Ikan (Studi Kasus P-IRT Bakti Food di Banjarbaru) Beny Budianto; Kamiliah Wilda; Djoko Santoso
Frontier Agribisnis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i1.761

Abstract

Sistem pengukuran kinerja perusahaan yang hanya menekankan pada aspek finansial tidak dapat mengetahui aspek-aspek lain (non-finansial) didalam perusahaan yang juga mempengaruhi performansi perusahaan. Oleh sebab itu diperlukan juga diukur aspek-aspek non-finansial perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan industri rumah tangga tersebut dengan melihat organisasi dan membuat laporan keuangan serta menghitung rasio-rasio keuangan. Metode penelitian dengan metode deskriptif untuk organisasi, administrasi menggunakan laporan keuangan dan operasional menggunakan rasio Likuiditas dan rasio Rentabilitas. Analisis data dengan membagi struktur organisasi dalam 5 jabatan, serta administrasi membuat neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan modal, kemudian menghitung rasio solvabilitas (Current ratio dan Quick ratio) dan rentabilitas (ROI dan ROE). Hasil dari penelitian organisasi Bakti Food sehat karena memiliki mendapatkan skor 80%, tetapi masih ada jabatan-jabatan yang merangkap dalm tugasnya, laporan keuangan pada Bakti Food mengalami kenaikan setiap bulannya. Berdasarkan laporan keuangan maka rasio solvabilitas dikatakan tidak baik secara Current ratio dan baik sekali secara Quick ratio, sedangkan pada rasio rentabilitas mengalami kenaikan keuntungan setiap bulannya.Kata kunci: kinerja usaha, industri rumah tangga, kesehatan usaha