Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : International Journal of Demos

Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kalimantan Timur Lung, Natalia Kahat; Sya’baniyah, Siti; B, Jauchar
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.501

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di daerah Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan bagian integral dari upaya pemerintah Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi dampak negatif dari eksploitasi sumber daya alam yang intensif. Metode penelitiannya yang pakai ialah studi literatur, seperti melakukan pengumpulan datanya yang berasal dari macam-macam sumber literatur yang relevan, contohnya seperti jurnal ilmiah, artikel, laporan pemerintah, dan dokumen resmi terkait. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan disintesis untuk mengidentifikasi temuan-temuan kunci mengenai pengelolaan sumber daya alam Kalimantan Timur (Kaltim). Hasil analisis literatur berdasarkan kajian dan data yang didapat menunjukkan bahwa Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai provinsi dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan sumber daya alamnya yang melimpah, menghadapi tantangan serius akibat deforestasi, degradasi lahan, dan risiko bencana alam yang meningkat. Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk mengelola DAS secara berkelanjutan, memulihkan ekosistem yang terganggu, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Kebijakan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga lingkungan, dari sektor swasta, dan masyarakatnya yang adat, didalam upaya kolaboratif untuk tercapainya apa yang ingin dituju dalam pembangunan yang berkelanjutan. Program-program seperti konservasi hutan, pengembangan agroforestri, dan pemberdayaan masyarakat telah menjadi fokus utama dalam upaya mencapai keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kaltim. Dengan demikian, pengelolaan DAS dan rehabilitasi hutan dan lahan di Kaltim tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.Kata kunci: : Sumber Daya Alam, Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi Hutan Dan Lahan AbstractThe aim of this research is to examine the management of Watersheds (DAS) and the Rehabilitation of Forests and Lands (RHL) in East Kalimantan (Kaltim), which are integral to the Indonesian government's efforts to preserve environmental sustainability and address the negative impacts of intensive natural resource exploitation. The research methodology employed is literature review, involving the collection of data from various relevant sources such as scientific journals, articles, government reports, and official documents. The collected data are then analyzed and synthesized to identify key findings regarding the management of natural resources in East Kalimantan. The literature analysis based on the reviewed data reveals that East Kalimantan, as a province with rich biodiversity and abundant natural resources, faces serious challenges due to deforestation, land degradation, and increased risk of natural disasters. In addressing these challenges, the government has implemented various policies and programs aimed at managing watersheds sustainably, restoring disturbed ecosystems, and improving the welfare of local communities. These policies involve multiple stakeholders, including local government, environmental agencies, the private sector, and indigenous communities, in a collaborative effort to achieve sustainable development goals. Programs such as forest conservation, agroforestry development, and community empowerment have become central to balancing environmental protection with sustainable economic development in East Kalimantan. Thus, the management of watersheds and the rehabilitation of forests and lands in East Kalimantan not only reflect a commitment to environmental sustainability but also represent strategic steps toward maintaining economic and social sustainability in the region.Keywords:  Natural Resources, Watershed, Forest and Land Rehabilitation.
Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu Laing, Piter; Gunawan, Andri; B, Jauchar
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 3 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mahakam Ulu Regency possesses abundant water resources, particularly from the Mahakam River, which is vital to the lives of local communities. However, pressures from population growth, natural resource exploitation, and industrial activities have led to pollution, deforestation, and a decline in water quality. This study employs a descriptive qualitative method. The findings highlight the importance of a holistic and sustainable approach to water resource management, involving active community participation, strengthening government capacity, and fostering collaboration among stakeholders. Policies that are responsive to changing environmental conditions and community needs will be more effective in ensuring the sustainability of water resources. With appropriate measures, Mahakam Ulu Regency is expected to manage its water resources more effectively for community welfare and environmental preservation. Furthermore, institutional strengthening, policy integration across sectors, and increased public awareness are necessary to maintain the sustainability of the Mahakam River. Adaptive and ecosystem-based management policies emerge as strategic solutions to ensure the continued ecological and social functions of the river in the future. Keyword: regulation, management, water resources Abstrak Kabupaten Mahakam Ulu memiliki sumber daya air melimpah, terutama dari sungai mahakam, yang vital bagi kehidupan masyarakat. Namun, tekanan dari pertumbuhan populasi, eksploitasi sumber daya alam, dan aktivitas industri menyebabkan pencemaran, deforestasi, dan penurunan kualitas air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan pentingnya pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, peningkatan kapasitas pemerintah, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kebijakan yang responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat akan lebih efektif dalam memastikan keberlanjutan sumber daya air. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Kabupaten Mahakam Ulu dapat mengelola sumber daya airnya secara lebih efektif untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan selain itu diperlukan penguatan kelembagaan, integrasi kebijakan antar sektor, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Sungai Mahakam. Kebijakan pengelolaan yang adaptif dan berbasis ekosistem menjadi solusi strategis untuk menjamin keberlangsungan fungsi ekologis dan sosial sungai di masa mendatang. Kata Kunci: kebijakan, pengelolaan, sumber daya air
Model Tata Kelola CSR Berbasis Collaborative Governance dan Kearifan Lokal Higau, Emanuel; B, Jauchar; Nurmiyati, Niken
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 3 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze a CSR governance model based on local wisdom through a collaborative approach between mining companies and indigenous communities in Kampung Tukul, West Kutai. The approach used is descriptive qualitative, with data obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The analysis was conducted using the Collaborative Governance theory. The results show that CSR practices in Kampung Tukul have transformed from symbolic to participatory. Cross-actor collaboration has formed deliberative forums, mapped indigenous territories, and developed CSR programs tailored to local cultural values. This process has enhanced social legitimacy, strengthened community institutions, and minimized conflicts. The implication is that a collaborative CSR model based on local wisdom can serve as a sustainable development strategy in indigenous territories, while also being replicated in similar communities with contextual adaptations. Keywords: Corporate Social Responsibility Governance, Indigenous Communities, Collaboration, Participation Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis model tata kelola CSR berbasis kearifan lokal melalui pendekatan kolaboratif antara perusahaan tambang dan masyarakat adat di Kampung Tukul, Kutai Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori Collaborative Governance (Emerson et al., 2012). Hasil menunjukkan bahwa praktik CSR di Kampung Tukul telah bertransformasi dari simbolik menjadi partisipatif. Kolaborasi lintas aktor membentuk forum deliberatif, pemetaan wilayah adat, dan program CSR yang disesuaikan dengan nilai budaya lokal. Proses ini meningkatkan legitimasi sosial, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta meminimalkan konflik. Implikasinya, model CSR kolaboratif berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi pembangunan berkelanjutan di wilayah adat, sekaligus direplikasi di komunitas serupa dengan adaptasi kontekstual. Kata Kunci: Tata Kelola Corporate Social Responsibility, Masyarakat Adat, Kolaborasi, Partisipasi
CSR Program PT. Pertamina Hulu Mahakam Towards the Empowerment of Farmer Women Groups in Muara Sembilang Village, Kutai Kartanegara Regency Wahid, Jumiati; Malik, Dhea Ananda; B, Jauchar; Nurmiyati, Niken
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 2 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i2.487

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to describe the Implementation of PT's CSR Program. Pertamina Hulu Mahakam towards the Empowerment of Women Farmer Groups in Muara Sembilang Village, Kutai Kartanegara Regency. This research uses qualitative research techniques, which is a research method to obtain descriptive data results in the form of describing observation results through words and verbally from objects and subjects. The research results show that PT Pertamina Hulu Mahakam cares in providing assistance and assistance to the Women's Farmer Group (KWT) in Muara Sembilang Village. Empowerment is carried out as a proof of social responsibility carried out by PHM to create citizens who are empowered and utilize family medicinal plants (toga) for their daily living needs. Apart from that, PHM is also committed to providing assistance and monitoring of the program, at least once every 3 months PHM always comes to supervise by collaborating with LPM.Keywords: CSR, Pertamina Hulu Mahakam, Women Farmers GroupÂ