Articles
PKM di Kabupaten Karawang: Pendampingan Penggunaan Aplikasi Pendekatan SKD Berbasis CAT
Dessy Agustina Sari;
Sukanta Sukanta;
Azafilmi Hakiim
Buletin Udayana Mengabdi Vol 19 No 3 (2020): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.812 KB)
Kampus negeri di kabupaten Karawang turut memeriahkan tes CPNS per tahun 2018 untuk skema dosen dan tenaga kependidikan. Kesibukan para pengajar di Unsika mengakibatkan pelatihan yang diadakan LP3M (khususnya TIU) terabaikan karena jam kegiatan tersebut kerap bertabrakan agenda masing-masing personal di jam kerja. Sedangkan, hari libur tidak dapat dijalankan karena bukanlah jam operasional instansi pemerintahan. Bersama dukungan Sekai Elite Galuhmas Karawang dan Vision Center Bandung, pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengadakan workshop terkait kebutuhan pengenalan dan simulasi tes CPNS berbasiskan CAT. Pencarian masa peserta diraih melalui penyebaran leaflet melalui grup Whatsapp, pemasangan spanduk dan iklan di koran Karawang. Hal ini memberikan pencapaian 60 orang peserta. Dari pemaparan pemateri dapat diambil garis besar bahwa peserta mengalami kekurangan dari segi Tes Intelegensi Umum dibandingkan Wawasan Kebangsaan dan Karakteristik Pribadi. Peserta juga sebaiknya mengutamakan nilai tertinggi pada TKP, disusul oleh TIU, dan terakhir TWK. Hal ini tentunya telah melampaui passing grade yang ditetapkan per tahun oleh Menpan
Enhancing Quality of Drying Mixed Shrimp Paste from Karawang with Red Pigment by Angkak
Dessy Agustina Sari;
Muhamad Djaeni;
Azafilmi Hakiim;
Sukanta Sukanta;
Nurul Asiah;
Didik Supriyadi
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 29, No 3 (2018)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j20882033.v29i2.3575
existence of shrimp paste farmer is supported by activities of auction fish place one of which located Ciparage beach, Karawang – West Java. Perpetrators produced 2 products such as shrimp paste and mixed shrimp paste. Utilization of Rebon shrimp by totality does not need other additives because drying process brings out the color that had itself so final product becomes redness. Involvement of Petek fish almost partially could reduce the color quality so the society used Rhodamine-B dye. This is widely spreading in the area because this matter is distributed by seller directly – door to door and the price is affordable – cheaper. Novelty this research is application of tray dryer with operating temperature variables – 40, 50, 60oC for 7 hours and the presence of Angkak as natural the red pigment that it is safe for human health. The results showed that the optimum condition of drying mixed shrimp paste was achieved by temperature 40oC. This is not about how much and quickly the moisture that evaporating into the air. Paradigm to chemical composition – organoleptic and antioxidant activity – DPPH method also was be consideration for that matter. Physically, this dried product had normal smell, salty taste, brown color, soft texture, solid shape, and normal appearance.
Kajian Ulang Pemahaman Konsep Integral-Turunan Pasca Ujian Akhir Semester
Dessy Agustina Sari;
Azafilmi Hakiim;
Vita Efelina
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v10i1.2050
Matematika I dan II merupakan mata kuliah dasar di semester satu dan dua yang menjadi tumpuan Matematika Lanjutan (Probabilitas dan Statistik, Matematika Teknik I, dan Matematika Teknik II). Salah satu kompetensi akhir mahasiswa tingkat satu adalah pemahaman konsep Turunan dan Integral. Kesulitan pemahaman pada ilmu dasar menjadi titik kebingungan mahasiswa di semester selanjutnya. Selain itu, variasi lulusan peserta didik menjadi beban bagi dosen dalam menyampaikan materi karena beberapa hal dasar harus disampaikan kembali di kelas seperti aturan cosinus, integral-turunannya, dan bentuk lainnya. Kajian ulang integral-turunan bagi mahasiswa program studi Teknik Elektro Angkatan 2016 bertujuan menanamkan ulang prinsip dasar dari konsep integral-turunan terhadap soal-soal Ujian Akhir Semester melalui pemaparan secara bertahap. Metode yang digunakan tim pengabdian adalah workshop (pendidikan berkelanjutan) yang melibatkan 3 orang dosen (pengajaran dan diskusi). Persoalan yang belum sempat diselesaikan menjadi tugas selama liburan. Pengajar memberikan jawaban akhir dari setiap persoalan sehingga mahasiswa menjadi termotivasi untuk mengerjakan kembali. Trik yang diberikan para pengajar adalah apabila soal sebelumnya telah selesai, silakan dikerjakan kembali dengan menutup jawaban yang kami berikan. Kegiatan mandiri dapat dilakukan di rumah dengan bantuan internet, buku bacaan sebelum perkuliahan baru dimulai
EDUKASI PENDETEKSIAN BAKSO BERBORAKS DAN pH AIR KONSUMSI BAGI WARGA KARAWANG
Dessy Agustina Sari;
Azafilmi Hakiim;
Muhammad Fahmi Hakim;
Rahmat Hidayat;
Reza Setiawan;
Sukanta Sukanta;
Kamilah Pathun Ni'mah;
Iyan Iyan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 6 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.094 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v4i6.3077
Abstrak: Area sekitar kawasan industri kabupaten Karawang dipenuhi oleh masyarakat lokal dan berdekatan kampus negeri Universitas Singaperbangsa Karawang. Kedua hal ini menarik perhatian sejumlah penjualan bahan makanan dan minuman. Usia pembeli yang disoroti dimulai anak kecil hingga orang tua dengan permasalahan meningkatnya produk olahan daging sapi dan air minum. Hal ini terlihat oleh melimpahnya penjual air minum dan bakso. Harga jual kedua item tersebut bervariasi dan memberikan ruang besar daya tarik pembeli. Namun, dari segi perhitungan bahan baku menjadi produk ditemui adanya gap dari harga yang dicantumkan penjual. Selain itu, penduduk sekitar memiliki kegelisahan tentang air sumur yang digunakan sehari-hari seperti menimbulkan bau, berwarna kuning, dan berminyak. Rendahnya pengetahuan masyarakat sekitar atas dari dua bahasan ini membutuhkan edukasi sebagai langkah awal pendampingan kebutuhan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Wadas berupa demonstrasi untuk makanan bakso dan sampel sejumlah air konsumsi dengan lokasi peragaan di sekitar pekarangan warga. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa pengggunaan kunyit mampu menunjukkan adanya bakso berboraks (tidak aman dikonsumsi). Kemudian, air konsumsi saat ini dapat dialihkan ke penggunaan air mineral telah mencantumkan SNI dan kondisi penyimpanan sesuai aturan yang diberikan. Masyarakat menjadi lebih peka dan mewaspadai kembali atas perilaku konsumtif untuk menjaga kesehatan tubuh. Abstract: The around the industrial area of Karawang was filled with local people and is adjacent to the Universitas Singaperbangsa Karawang (state campus). These two things attracted the attention of some food and beverage sales. The age of buyers who highlighted was from small children to the elderly with increasing processed beef products and drinking water. The abundance of drinking water and meatball sellers could show that. The selling price of these two items varied and provided a large space for buyer appeal. However, for calculating raw materials into products, there was a gap in the seller's price. Besides, residents had anxiety about the well water used daily, such as odor, yellow color, and oily. The community's shared knowledge of these two topics required education as the first step in assisting community needs. Community service activities in the village of Wadas were demonstrations for meatball food and samples of some water consumption at the demonstration's location around the residents' yards. The field results showed that turmeric could indicate the presence of borax meatballs (unsafe for consumption). According to the given rules, the current consumption water could then be diverted to mineral water, having included SNI and storage conditions. People were becoming more sensitive and wary of consumptive behavior to maintain a healthy body
PENINGKATAN PRODUKSI BUBUK JAHE MERAH MELALUI INTRODUKSI SISTEM PENGHALUSAN
Dessy Agustina Sari;
Sukanta Sukanta;
Wagiono Wagiono;
Azafilmi Hakiim;
Adetiya Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.249 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4104
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di desa Karyabakti kecamatan Batujaya kabupaten Karawang bersama mitra UPPKS Jahe Merah. Fokus aktivitas yang diselenggarakan dari Oktober 2020 hingga Maret 2021 adalah peralihan peralatan produksi bubuk jahe merah sebagai hasil peninjauan lokasi usaha mitra bersama aparatur desa. Hasil diskusinya adalah memprioritasikan terlebih dahulu perubahan perlengkapan penghalusan (pelumatan) bahan baku jahe merah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan blender yang memiliki tantangan atas beban yang diberikan (jahe merah dan air). Dampaknya adalah alat hanya mampu mengolah 3 kg jahe merah selama 1 jam dan juga ditambahkan permasalahan kinerja lainnya (yang memberikan waktu proses lebih panjang. Tujuan transformasi peralatan produksi ini adalah menghemat waktu penghalusan bahan baku dan selanjutnya mengarahkan ke peningkatan kapasitas produksi dan manajemen produksi. Solusi ini memberikan ruang bagi mitra untuk menerapkan purwarupa dan tim pelaksana menjelaskan tata cara pembersihan pasca digunakan (sisi umur alat) dan juga K3 bagi konsumen (dibantu oleh PT TEiN Karawang). Hasil kegiatan pengabdian di desa Karyabakti mampu menurunkan waktu proses penghalusan menjadi 30 menit untuk 3 kg jahe merah segar dibandingkan peralatan semula. Keberhasilan ini menjadi peluang dan kesempatan bagi UPPKS setempat atas transformasi tersebut ke depannya yaitu semula 40-50 kg per bulan menjadi per hari. Abstract: Karyabakti village, Batujaya sub-district, Karawang district was the location for community service activities and UPPKS Jahe Merah (MSME red ginger) acted as a partner. The focus of activities held from October 2020 to March 2021 was the transfer of red ginger powder production equipment. This was the result of a survey of partner business locations with village officials. The result of the discussion was to prioritize changes in the refining equipment (mashing, pulverize, or milling) of the red ginger raw material. Previously, the use of a blender had challenges over the weight given (red ginger and water). The impact was that the equipment was only able to process 3 kg of red ginger for 1 hour and also added other performance problems (which give longer processing time. The purpose of this production equipment transformation was to save time for refining raw materials and then lead to increased production capacity and production management. This provided space for partners to implement prototypes and the implementation team explained the procedures for post-use cleaning (tool life side) as well as K3 for consumers (assisted by PT TEiN Karawang). The results of community service activities in Karyabakti village were able to reduce the refining process time to 30 minutes for 3 kg of fresh red ginger compared to the original equipment. This success was an opportunity and opportunity for the local UPPKS for this transformation in the future, from 40-50 kg per month to per day.
Karakterisasi Metode Panas-Dingin Zat Warna Alam Bakau Dan Konsentrasi Merang Dengan Variasi Perlakuan Fiksator Pada Aplikasi Kain
Azafilmi Hakiim;
Dessy Agustina Sari;
Cintiya Septa Hasannah
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.2 KB)
|
DOI: 10.31479/jtek.v7i1.36
Bakau merupakan sumber potensi lokal pesisir Kabupaten Karawang, yang diolah menjadi serbuk warna pada implementasi kain tekstil. Pada penelitian ini menyajikan kajian terbaharukan dari pengolahan zat warna alam (ZWA) dari serbuk dengan perlakuan panas dingin dengan variasi komposisi merang dan diuji terhadap pengaruh jenis fiksator terhadap variasi jenis kain (kain katun polos, sutera polos dan katun batik). Metode panas dingin dilakukan dengan merendam serbuk bakau dengan komposisi 100gr/1liter air, ditambahkan dengan variabel komposisi merang yang dibakar (metode panas) 100gr/1liter dan 200 gr/1liter air selama 48 jam. Zat warna alam yang dihasilkan, kemudian diujikan ke variasi jenis kain, dengan perlakuan non fiksator (sebagai pembanding dan kenampakan originalitas warna) dan variasi fiksator (tawas, kapur, dan tunjung). Parameter hasil uji dilakukan terhadapa skala penilaian kualitatif berdasarkan staining scale pada uji pencucian, uji kelunturan dan terik matahari. Pengolahan data kualitatif tersebut menggunakan ANOVA dua arah dengan beda nyata pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan, pada pengolahan ANOVA dua arah dihasilkan perbedaan yang signifikan antara beda perlakuan komposisi A dan B terhadap ragam penilaian persepsi keberadaan fiksator. Berdasarkan hal tersebut diperoleh kondisi terbaik pada perlakuan komposisi A. Sedangkan pengaruh ragam penilaian terhadap jenis kain, tidak ditemukan perbedaan yang nyata.
PENGEMBANGAN POTENSI INDIGOFERA DENGAN PROSES KOMBINASI FERMENTASI AEROB-ANAEROB SEBAGAI ZAT WARNA ALAMI BATIK
Azafilmi Hakiim;
Dessy Agustina Sari;
Vita Efelina
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.37 KB)
|
DOI: 10.33536/jcpe.v3i2.255
Teknik pewarnaan kain batik dapat dilakukan dengan zat warna sintetik atau zat warna alam (ZWA). Keberadaan banyaknya permintaan konsumen, mampu menggerser keberadaan zat warna alam. Keunggulan zat warna sintetik antara lain memberikan keuntungan ekonomi, efisiensi waktu dan warna yang dihasilkan beragam. Kelemahan penggunaan zat warna sintetik adalah dampak lingkungan yang dihasilkan. Kandungan bahan sintetik sukar diuraikan sehingga perlu diupayakan kembali penggunaan ZWA . Salah satunya berasal dari tanaman perdu yaitu indigofera tinctoria. Tujuan penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh konsentrasi daun indigofera pada beda perlakuan proses fermentasi (aerob dan anaerob) dan perlakuan penggunaan fiksasi terhadap daya tahan pencucian, daya tawahan luntur dan daya tahan sinar matahari.Bahan baku sampel yaitu kain katun dan sutera yang dicelup dengan ZWA fermentasi indigofera pada konsentrasi daun indigo 1kg/5L dan 1kg/10L, kemudian dilanjutkan dengan pencelupan fiksasi/non fiksasi sebagai variable bebas dan variable terikat adalah uji daya tahan. Hasil uji ketahanan daya tahan pencucian, daya tahan luntur dan daya tahan sinar mtahari menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi memiliki kategori nilai yang tidak jauh berbeda. Sedangkan pada variable perlakuan fiksasi/non fiksasi diperoleh kategori nilai terbaik rata-rata pada perlakuan fermetasi aerob
KAJIAN KUALITAS LIMBAH CAIR SECARA ANAEROBIK MELALUI COD, BOD5, DAN TDS : STUDI KASUS PADA PT JKLMN
Dessy Agustina Sari;
Sukanta Sukanta
Journal of Chemical Process Engineering Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.51 KB)
|
DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.167
Limbah yang dihasilkan perusahaan JKLMN berupa limbah padat dan cair. Penanganan limbah cair diserahkan kepada Unit Pengolahan Limbah Air dan pihak ketiga membantu pemrosesan limbah padat. Fokus penelitian ini adalah pengolahan limbah secara anaerobik dengan menggunakan 3 (tiga) uji berupa BOD5, COD, dan TDS. Penerapan metode tersebut ditujukan untuk mengetahui potensi teknologi terhadap limbah cair yang dihasilkan perusahaan. Data pengamatan menunjukkan bahwa nilai parameter TDS mendekati nilai standar baku mutu pada hasil ulangan ketiga selama 6 (enam) hari. Peningkatan waktu tinggal limbah bukan merupakan solusi. Beban proses disebabkan limbah cair (segi jenis dan jumlah) yang menghasilkan ketidakseragaman produk dalam setiap waktu proses.
Case Study: Maintenance Proposal of Press Parts Production for Minimize Waste by Lean Manufacturing – Value Stream Mapping (VSM)
Dessy Agustina Sari;
Sukanta Sukanta
INSIST Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (71.685 KB)
|
DOI: 10.23960/ins.v2i1.24
Abstract—Higher competition in businesslike field demanded each company acted as a value creator with progressive fixing performance. One of effort in increasing productivity was reducing waste. Enterprise T have seven type of extravagance were over production, transportation, inventory, over processing, motion waiting and defect. Minimize waste have bond with production time which could increase efficiency on using electricity and decreased lead time. Production process in this company showed non-value added time such as excessively material transportation in picking area and so the workers too much waited for the next schedule activity. This condition caused higher product lead time. Lean manufacturing idea necessary was implemented with using tool Value Stream Mapping – VSM. This strategy would resumed for the company maintenance and the result showed that lacking as much 26,45% of lead time could be a problem solution. Reducing lead time could be higher if the company have applied and played continue improvement.Keywords—lead time, lean manufacturing, value stream mapping.
Anaerobic Wastewater Treatments: Prediction of Retention Time on RT/RW Plant
Dessy Agustina Sari;
Sukanta Sukanta;
Azafilmi Hakiim
INSIST Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (443.472 KB)
|
DOI: 10.23960/ins.v3i1.134
Wastewater treatment gave major problem in higher of chemical oxygen demand that backgrounded by amount and type of PT RT/RW products. The waste was polymer, mixture of nitrogen, mixture of phosphate, and oil. This factory used active sludge and microorganism (anaerobic condition). Research result showed that pH ranged 4,94 until 8,02. This data gave a decreasing sharply in acidic condition. The thing could be caused acetogenic phase in area pond anaerobic. The phenomenon might be recited because possibility of biologist living this waste did not take place as well and or could give deathly affect to the anaerobic bacteria. Customary pH for the bacteria was 6,8 – 7,4. Temperature data reached 28-33oC so their activities were good. Then, efficiency of anaerobic wastewater treatment was 62,95 to 66,06%. The data indicated that the research was not accordance with SOP companies. Inlet concentration of chemical oxygen demand had variation and gave unbalancing affect to digestive bacteria load. Estimation to get valid COD was 11-14 days. The duration was required by the microorganism to digest the matter organic perfectly to be methane and carbon dioxide gas.