Articles
Pengenalan Bahan Kimia Sederhana Melalui Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga
Muhammad Arif Firdaus;
Mohammad Ilham Fardiansyah;
Vina Syofiyatul Ulfa;
Farhan Abdurahman;
Ananda Rizky Utami;
Margaretha Desy Gabriela;
Dessy Agustina Sari
Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 3 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.812 KB)
|
DOI: 10.47065/jrespro.v3i2.2758
The community service program complements the tri dharma of higher education. Initiated Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia - BKKMTKI region 2 in collaboration with Himatemia (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia) Universitas Singaperbangsa Karawang together with the Pendekar Mengajar and the Nusantara Terdidik Foundation. Projects include: introducing simple chemicals, using used materials to make soap, and teaching Madrasah Ibtidaiyyah students equivalent to Elementary Schools. The community service location is in Cibuyutan Village, Bogor Regency. The method used is a straightforward approach following the focus of the community; the teaching part is carried out by the Pendekar Mengajar community and the Nusantara Terdidik Foundation, while the introduction of chemicals by BKKMTKI and Himatemia Unsika. The parameters of success are reviewed from the functionality and the active participation of children; therefore, the activity was successful. The only impediment to the activity lies in access to the village, which hinders mobility.
PROSES KONVERSI METANOL MENJADI SENYAWA AROMATIK
Angelita Sendy Sinaga;
Alifa Rahma Zuhri;
Natasya Shafira Putri Rahmat;
Muhammad Lord Yoshikawa;
Muhammad Aria Jatnika;
Dessy Agustina Sari
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 15 No 2 Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34151/technoscientia.v15i2.4159
Karya ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan metanol menjadi senyawa aromatik melalui penggunaan dua jenis katalis. Pertama, keterlibatan zeolite HZSM-5 meliputi proses metanol pada kondisi reaksi yang relatif ringan dan rasio molar berada dalam kondisi reaksi yang disukai untuk proses metanol hingga aromatik (MTA). Kedua, penggunaan co-feeding metanol-pentana mencapai aromatisasi dengan mengadopsi model reaktor konversi yang berdasarkan konversi bahan baku dan distribusi produk. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan katalitik zeolite HZSM-5 memiliki kinerja katalitik yang lebih unggul daripada katalis konvensional karena efek sinergis dari struktur hierarkis dan keasaman yang tinggi. Penggunaan co-feeding metanol-pentana menunjukkan bahwa kasus berbasis metanol. Lalu, kasus berbasis pentana menyebabkan konsumsi energi total terendah dan tertinggi, secara berturut-turut. Namun, analisis tekno-ekonomi memberikan bahwa kasus berbasis metanol menghasilkan NPV terendah $133,93 MM. Dampak ini dapat meningkatkan kinerja ekonomi secara signifikan.
PROSES KONVERSI METANOL MENJADI SENYAWA AROMATIK
Angelita Sendy Sinaga;
Alifa Rahma Zuhri;
Natasya Shafira Putri Rahmat;
Muhammad Lord Yoshikawa;
Muhammad Aria Jatnika;
Dessy Agustina Sari
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 15 No 2 Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34151/technoscientia.v15i2.4159
Karya ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan metanol menjadi senyawa aromatik melalui penggunaan dua jenis katalis. Pertama, keterlibatan zeolite HZSM-5 meliputi proses metanol pada kondisi reaksi yang relatif ringan dan rasio molar berada dalam kondisi reaksi yang disukai untuk proses metanol hingga aromatik (MTA). Kedua, penggunaan co-feeding metanol-pentana mencapai aromatisasi dengan mengadopsi model reaktor konversi yang berdasarkan konversi bahan baku dan distribusi produk. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan katalitik zeolite HZSM-5 memiliki kinerja katalitik yang lebih unggul daripada katalis konvensional karena efek sinergis dari struktur hierarkis dan keasaman yang tinggi. Penggunaan co-feeding metanol-pentana menunjukkan bahwa kasus berbasis metanol. Lalu, kasus berbasis pentana menyebabkan konsumsi energi total terendah dan tertinggi, secara berturut-turut. Namun, analisis tekno-ekonomi memberikan bahwa kasus berbasis metanol menghasilkan NPV terendah $133,93 MM. Dampak ini dapat meningkatkan kinerja ekonomi secara signifikan.
Shell and Tube Heat Exchanger Fouling Factor via Heat Transfer Research Inc (HTRI) Software
Ismi Ari Fitria;
Dessy Agustina Sari;
Vera Pangni Fahriani;
Mohammad Djaeni
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 7, No 2 (2022): EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/rekabuana.v7i2.4030
One of the factories for manufacturing Carboxymethyl Cellulose (CMC) uses a shell and tube-type heat exchanger as a condenser. The shell and tube (HE) heat exchanger consists of small diameter tubes arranged in a cylindrical shell. In the tube and shell sections, hot (ethanol) and cold (water) fluids will flow so that heat transfer occurs directly. The use of heat exchangers regularly will reduce the performance of the tool. Due to the increasing fouling layer inside the HE, the device will work harder, and the heat process could be more optimal. It is necessary to analyze the performance of the heat exchanger using the parameter value of the fouling factor (Rd). The fouling factor can be calculated using the manual calculation method (via the Kern method) and the HTRI program. The involvement of the mathematical equation in the first method will be configured for the calculation results through process simulation in the HTRI software. Both ways are used for calibration between manual calculations and the HTRI software for the Rd values obtained. The fouling factor can be calculated using the manual method and HTRI software. The two methods used for calibration are manual calculations with HTRI software. The results from this analysis give a decrease in tool performance with a fouling factor of 0,01 Btu/(h.ft2.℉). ABSTRAKSalah satu pabrik pembuatan Carboxymethyl Cellulose (CMC) menggunakan heat exchanger tipe shell and tube sebagai kondensor. Heat exchanger (HE) shell and tube terdiri dari sekumpulan tube berdiameter kecil yang disusun di dalam shell berbentuk silindris. Pada bagian tube dan shell akan dialirkan fluida panas (etanol) dan dingin (air) agar terjadi proses perpindahan panas secara tidak langsung. Penggunaan heat exchanger secara berkala akan mengurangi kinerja alat. Hal tersebut disebabkan oleh adanya lapisan fouling yang terus meningkat di bagian dalam HE sehingga alat akan bekerja lebih berat dan proses perpindahan panas tidak maksimal. Untuk mengatasi fenomena tersebut maka perlu dilakukan analisis kinerja heat exchanger menggunakan parameter nilai fouling factor (Rd). Fouling factor dapat dihitung menggunakan metode perhitungan manual (melalui metode Kern) dan penggunaan program HTRI. Keterlibatan persamaan matematis pada metode pertama akan dikonfigurasi hasil perhitungannya melalui simulasi proses pada software HTRI Kedua metode digunakan untuk kalibrasi antara perhitungan manual dengan software HTRI atas nilai Rd yang didapatkan. Hasil analisis perhitungan dengan kedua metode tersebut menghasilkan penurunan kinerja alat dengan nilai fouling factor sebesar 0,011 Btu/(jam.ft2.℉).
Produksi Biodiesel Yang Berbahan Baku Kelapa Sawit Dengan Melibatkan Katalis Homogen Dan Heterogen
Ghina Nurul Fadhillah;
Dessy Agustina Sari
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 37, No 2 (2023): PENA SEPTEMBER 2023 (ARTICLE IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31941/jurnalpena.v37i2.2484
Saat ini kebutuhan bahan bakar minyak terus menjadi besar bersamaan dengan meningkatnya populasi dan berkembangnya Teknologi. Namun cadangan sumber energi minyak bumi yang berasal dari fosil terus menjadi menipis karena sifatnya yang tidak dapat diperbaharui. oleh karena itu, perjuangan buat mencari asal tenaga alternatif yang dapat diperbaharui (renewable) butuh ditingkatkan. Salah satu sumber tenaga alternatif yang kala ini banyak dibesarkan ialah Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang umum diketahui dengan nama Biodiesel. Biodiesel ialah bahan bakar alternatif yang menjanjikan serta dapat terbuat dari minyak goreng sisa, lemak hewani ataupun minyak nabati yang dikonversikan ke dalam metil ester lewat proses transesterifikasi memakai alkohol. Reaksi transesterifikasi ini membutuhkan katalis dalam penggunaanya. Setelah di amati, katalis heterogen menjadi katalis yang paling efektif dalam pembuatan biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.
PRODUKSI MINYAK ATSIRI MELALUI RAGAM METODE EKSTRAKSI DENGAN BERBAHAN BAKU JAHE
Firgi Siswantito;
Adelia Natasya Regita Nugroho;
Riska Listiarini Iskandar;
Christin Octaviani Sitanggang;
Zulaikha Al-Qordhiyah;
Cicih Rosidah;
Siti Nurhayati;
Dessy Agustina Sari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31942/inteka.v8i3.8072
Minyak atsiri adalah ekstrak cairan yang didapatkan dari tanaman aromatik. Berbagai industri saat ini membutuhkan minyak atsiri untuk ragam produk kebutuhan manusia yang ditujukan bagi farmasi, parfum, kosmetik, minuman serta makanan. Sejumlah peneliti melanjutkan pencarian kebaharuan dalam memodifikasi metode ekstraksi sebelumnya yang tentunya menghemat waktu dan biaya proses. Selain itu, tuntutan lainnya terhadap temuan produk minyak atsiri meminta adanya implementasi aspek ramah lingkungan. Penggunaan bahan baku yang telah diketahui sebagai produk minyak atsiri adalah jahe, serai wangi, tanaman bawang, daun salam, dan tanaman aromatik lainnya. Beberapa metode ekstraksi (seperti: hidrodistilasi, ekstraksi solvent-free microwave, distilasi uap, gelombang mikro hidrodifusi dan gravitasi, serta hidrodistilasi dengan bantuan enzim) digunakan untuk mengoptimalkan yield minyak atsiri. Pihak industri dan farmasi menjadi jembatan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat produk minyak atsiri. Kajian ini memberikan beberapa gambaran dari temuan penelitian mengenai pemanfaatan jahe melalui metode ekstraksi minyak atsiri dan penerapannya dalam industri komestik serta farmasi.
PENGEMBANGAN LABEL KEMASAN BOTOL PADA PRODUK BUBUK JAHE MERAH
Mohammad Ilham Fardiansyah;
Dessy Agustina Sari;
Muhammad Arif Firdaus;
Vina Syofiyatul Ulfa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3033-3038
Wadah botol merupakan langkah praktis bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan umur simpan produk. UPPKS Bakti Lestari atau dikenal juga dengan nama UMKM Jahe Merah di Karawang – Jawa Barat meneruskan ekonomi mandiri melalui jahe merah baik (budidaya hingga produk jual bubuk). Keterlibatan peran akademis, dan industri memberikan penanganan transformasi label kemasan botol. Aspek kajian berupa desain dan kelengkapan informasi dari produk Jamer. Hasil perubahan label tersebut memberikan warna cerah dan pencantuman informasi gizi, komposisi, berat bersih, khasiat dan lainnya. Data tersebut mampu meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan minat beli konsumen. Stiker berbahan kertas yang telah diterapkan mampu membenahi kekurangan sebelumnya seperti label parsial di sisi tertentu kemasan botol. Peningkatan permintaan konsumen hingga 1 ton per bulan akan mendesak penggunaan label kemasan plastik untuk menekan biaya produksi, waktu dan keakuratan pemasangan label dibandingkan aktivitas secara manual
EKSTENSIFIKASI TAHAP AKHIR BAGI UMKM JAHE MERAH (SIZE REDUCTION PASCA PROSES KRISTALISASI)
Dessy Agustina Sari;
Sukanta Sukanta;
Nurcahyo Widyodaru Saputro;
Muhammad Hasyim;
Fitriah Fitriah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3139-3144
Problems after the crystallization process make powder products require further handling. Household-scale equipment makes the processing time longer, and the performance load is excessive for the material being fed. One of these processes makes it difficult to improve the production capacity of red ginger powder. The challenge of appropriate technology is one solution for MSMEs in Karawang. Success is achieved through batch or semi-continuous feeding of red ginger powder. The processing time for the uniformity process stage of red ginger powder size is shorter. About 10% of the time of the previous simple equipment. Past equipment takes up to 2 hours with the lowest production capacity of 3 kg. The prototype implementation can save up to 90% processing time in the size reduction stage with a capacity performance test of up to 7x semi-continuous. Occupational Health and Safety Assessment Series – OHSAS and maintenance related to appropriate technology to support post-community service activities are established through industrial cooperation in Karawang, namely PT Temaru Engineering Indonesia. Collaboration between the community, academics, and industry practitioners has been fostered sustainably over the past three years. This achievement impacts progress for other improvements for MSME Karawang towards the production of 1 ton per month. Permasalahan pasca proses kristalisasi menjadikan produk bubuk membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pemanfaatan peralatan skala rumah tangga menjadikan waktu proses lebih lama dan beban kinerja berlebih terhadap material yang diumpankan. Salah satu proses ini mengakibatkan kesulitannya perbaikan di kapasitas produksi bubuk Jamer Karawang. Tantangan dari segi teknologi tepat guna menjadi salah satu solusi bagi mitra UPPKS Bakti Lestari desa Karyabakti kecamatan Batujaya kabupaten Karawang provinsi Jawa Barat. Keberhasilan dicapai melalui pengumpanan bubuk jahe merah secara batch maupun semi-kontinyu. Waktu proses untuk tahap proses penyeragaman ukuran bubuk Jamer menjadi lebih singkat. Sekitar 10% dari waktu peralatan sederhana sebelumnya. Peralatan lampau membutuhkan hingga 2 jam lamanya dengan 3 kg kapasitas produksi terendah. Implementasi prototipe mampu menghemat waktu proses hingga 90% pada tahap size reduction dengan uji kinerja kapasitas hingga 7x secara semi-kontinyu. Sisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja – K3 serta perawatan terkait penggunaan teknologi tepat guna untuk mendukung pasca kegiatan pengabdian kepada masyarakat terjalin melalui kerjasama industri di Karawang, yaitu PT Temaru Engineering Indonesia (TEiN). Kolaborasi dan sinergitas antara masyarakat, akademisi, dan praktisi industri telah terbina secara berkelanjutan selama tiga tahun ke belakang. Capaian ini memberikan dampak kemajuan bagi pembenahan lainnya pada mitra UMKM Jamer Karawang untuk menuju produksi 1 ton per bulan. Peningkatan kapasitas produksi, manajemen produksi, perubahan yang lebih pesat dari sisi pengetahuan dan perilaku penggiat usaha bubuk jahe merah akan menggiring ekonomi mandiri dan pemberdayaan masyarakat menuju persiapan jual beli produk Jamer ke negara luar Indonesia.
Strategi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kuliner Lokal Dalam Menghadapi Kompetisi Global
Farah Fauzia;
Muhammad Ikhsan Kamil;
Melisa Dwi Savitri;
Suci Dhiya Mayra Suherman;
Yuki Ratnasari;
Lupi Abdul Malik;
Al Ghifary Marendra Fadzrin;
Lisna Krisan Wibowo;
Kristin Valentina Sinabutar;
Muhammad Iqbal;
Dessy Agustina Sari;
Muhammad Hasyim;
Sukanta Sukanta
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2977-2985
Senopati Kuliner Stasyen (SKS) berada di wilayah Karawang Jawa Barat yang strategis dengan fasilitas-fasilitas umum di sekitarnya dan masyarakat mudah menjangkaunya. Potensi lainnya berupa ketersediaan ragam tema kuliner lokal yang unik di kedai SKS bagi para konsumen. Hal ini menjadikan tujuan kegiatan bagi SKS adalah peningkatan daya tarik, pengoptimalan potensi yang dimiliki SKS, dan mendorong kemandirian pertumbuhan ekonomi kreatif bagi pelaku kuliner lokal. Tim pelaksana merancang beberapa tahapan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu perencanaan (melalui observasi), desain solusi, pelaksanaan atau implementasi penyelesaian, dan tahap lanjutan (evaluasi dan pengawasan). Rincian penyelesaian berdasarkan identifikasi permasalahan, memperluas pemasaran dan target pasar melalui pemasaran digital, dan memperkuat personal branding serta visual yang dimiliki SKS. Hasil dari penerapan atas solusi tersebut yaitu memperbarui visual buku menu dan logo kedai. Aktivitas lainnya adalah mendaftarkan seluruh menu kuliner di SKS pada platform e-commerce, dan meningkatkan konten media sosial untuk menerapkan pemasaran secara digital melalui penggunaan tagar (hashtag) yang terkait.
PENATAAN MANAJEMEN PRODUKSI DAN PROSES PEMANGGANGAN BAGI UMKM OPAK KETAN
Fadia Nulfaidah;
Dessy Agustina Sari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v7i1.54-62
Opak ketan merupakan salah satu kuliner khas provinsi Jawa Barat. Produksinya masih melestarikan cara tradisional secara turun – temurun yang salah satu segmen proses pembakaran. Minimnya media pembakaran yang digunakan memberikan ruang penataan bagi proses pemanggangan opak ketan dengan mempertahankan bahan bakar arang. Kebutuhan dalam mereduksi waktu produksi per sekali proses menjadi target kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Pajaten kecamatan Cibuaya kabupaten Karawang. Forum diskusi antara pemangku desa, mitra opak ketan, dan tim pelaksana memprioritaskan penataan manajemen produksi pada bagian pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan penerapan alat pembakar opak. Hasil uji coba peralatan menunjukkan bahwa kapasitas dalam satu kali proses pembakaran mampu memproses 50 buah opak ketan dan produk memiliki tingkat kematangan secara merata. Peralatan ini lebih cenderung cocok bagi opak ketan jenis kriket dengan memperhatikan tekstur dan tingkat kelengketan bahan. Selain itu, implementasi alat pembakar tersebut turut memberikan edukasi bagi mitra atas pentingnya pengetahuan keamanan pangan dan tingkat kelayakan produk opak ketan. Keberadaan NIB bagi pihak UMKM seirama mampu mendongkrak kuantitas penjualan dan area pemasaran pasca produk memiliki izin usaha yang resmi dari Dinas Koperasi wilayah setempat. Awalan untuk kedua perbaikan bagi mitra opak ketan di desa Pajaten akan berlangsung secara estafet bagi perbaikan manajemen produksi pada proses lainnya dan manajemen produk untuk sisi kelayakan izin edar produk yang lebih luas.