Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

MOTIVASI BERPRESTASI AKADEMIK DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PEKERJA Yulyanti Minarsih; Devi Marganing Tyas; Nur Ainy Sadijah
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i1.8007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang bekerja di daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Bali sebanyak 98 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur motivasi berprestasi akademik merupakan adaptasi dari kuesioner milik Anisyah (2013) yang terdiri dari 36 item dengan reliabilitas sebesar 0,935. Sedangkan untuk mengukur prokrastinasi akademik, kuesioner yang digunakan merupakan adaptasi dari kuesioner milik Arianti (2014) yang terdiri dari 29 item dengan reliabilitas sebesar 0,932. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja. dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0,462 pada tingkat signifikansi 0,01. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat hubungan motivasi berprestasi akademik dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang bekerja termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi Akademik, Prokrastinasi Akademik, Mahasiswa, Bekerja. The purpose of this study is to understand the relationship between academic achievement motivation and academic procrastination for working students. The samples in this study consist of 98 undergraduate students who work in West Java, DKI Jakarta, and Bali. The data were taken by using two questionnaires. Academic achievement motivation variable measured by using the adaptation of the questionnaire that belongs to Anisyah (2013), which is involving 36 items with 0,935 points of reliability. Academic procrastination variable measured by using the adaptation of the questionnaire that belongs to Arianti (2014), which is involving 29 items with 0,932 points of reliability. This study was using The Spearman’s Rank correlations analysis path. The result of this study shows that, there’s negative relation between academic achievement motivation and academic procrastination for working students with -0,462 points of correlation coefficients. The result of this study also shows that the relation between academic achievement motivation and academic procrastination for working students is rated moderate.
SOSIALISASI: PENGUATAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Devi Marganing Tyas; Yulyanti Minarsih; Anggun Pertiwi; Vania Zaimatun Nisa; Bramusti Aji Prabowo
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v7i1.9930

Abstract

Kesuksesan anak dalam pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab para pendidik, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua. Harmoni antara apa yang dipelajari anak di sekolah dan di rumah sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak di rumah, sementara pendidik bertugas dalam proses pendidikan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, keduanya harus saling berkoordinasi agar dapat menghadirkan perlakuan yang konsisten dan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam pengasuhan anak sehari-hari. Namun, pada kenyataannya salah satu masalah yang ditemukan adalah bahwa masih ada orang tua yang percaya bahwa tanggung jawab utama atas keberhasilan pendidikan anak mereka terletak pada guru, padahal seharusnya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak prasekolah. Berdasarkan hal tersebut pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan urgensi keterlibatan orangtua dalam mendampingi pembelajaran anak. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TK KB Terpadu AL-Fajar, Juwiring, Klaten. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi yang melibatkan orangtua sisswa. Dengan adanya sosialisasi penguatan keterlibatan orangtua dalam proses Pendidikan anak, harapannya dapat meningkatkan dan membentuk kesadaran orang tua sebagai guru pertama terkhusus di lingkungan rumah dalam mendukung capaian pembelajaran anak. Serta, terciptanya suasana lingkungan yang kondusif bagi para anak usia dini dalam mencapai tahap perkembangannya.
Tren Konsumtif di Kalangan Pekerja: Analisis Pengaruh Gaya Hidup Hedonis dan Fear of Missing Out di Kabupaten Karawang Pebriana, Dandi; Mora, Linda; Tyas, Devi Marganing
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1543

Abstract

Pendapatan yang tergolong besar mendorong para pekerja untuk berperilaku konsumtif dengan berpenampilan mewah serta selalu mengikuti tren yang sedang terjadi. Perilaku konsumtif tersebut dapat menyebabkan terjadinya pemborosan dengan tidak mempertimbangkan apa yang sebenarnya diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya hidup hedonis dan fear of missing out terhadap perilaku konsumtif pada pekerja di Kabupaten Karawang dengan jumlah sebanyak 112 orang. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan menggunakan teknik sampel convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga jenis skala, diantaranya: skala gaya hidup hedonis, skala FoMO, dan skala perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh gaya hidup hedonis dan fear of missing out terhadap perilaku konsumtif. Nilai koefisien determinasi (R Square) menunjukkan hasil sebesar 0,896 atau 89,6% dimana gaya hidup hedonis berkontribusi sebesar 77,4% dan fear of missing out sebesar 12,2%. Dengan kata lain gaya hidup hedonis memiliki nilai sumbangan efektif lebih besar terhadap perilaku konsumtif pada pekerja di Kabupaten Karawang.
Organizational Commitment in View of Job Satisfaction in Production Employees at PT.X Ramadan, Salma Fairus; Mora, Linda; Tyas, Devi Marganing
International Journal of Economics and Management Research Vol. 3 No. 3 (2024): December : International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v3i3.414

Abstract

An organization is a system consisting of individuals who influence each other and work together to achieve certain goals. Organizational goals can be achieved if human resource management is done well, which in turn will increase organizational commitment and generate job satisfaction. This study aims to determine the effect of job satisfaction on organizational commitment in production employees at PT.X. This research method uses quantitative research methods with the research design used is associative causality. The population in this study consisted of 121 production employees in the Aluminum department. The sampling technique used was non-probability sampling with the total sampling method, so that the entire population consisting of 121 production employees was sampled in this study. The scale used to measure job satisfaction is the Job Satisfaction Survey (JSS). While the scale used to measure organizational commitment is the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ). Data analysis techniques in this study include classical assumption tests, (normality test, and linearity test), simple linear regression analysis, and the coefficient of determination. The results showed that there is an effect of job satisfaction on organizational commitment in production employees at PT X. Job satisfaction contributes 64.5% to organizational commitment and 35.5% is influenced by other factors
DISEMINASI METODE PEMBELAJARAN UNTUK GURU DI SEKOLAH DENGAN AKSES TERBATAS: UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Anggun Pertiwi; Devi Marganing Tyas; Tia Latifatu Sadiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.35019

Abstract

The quality of learning in schools with limited access still faces challenges of inadequate facilities and monotonous teaching methods. This community service disseminated interactive and contextual teaching methods to 10 teachers in Tirtajaya District using the Asset Based Community Development (ABCD) approach. Implementation consisted of seminars, discussions, and practical simulations. Evaluation through questionnaires and reflections indicated improved pedagogical competence, a shift in teaching paradigms, and commitment to apply methods such as Video Learning, Based on Picture, True or False, Modelling, and Project-Based Learning. This activity contributed to enriching teaching strategies in schools with limited resources.
PENGARUH HARGA DIRI TERHADAP KECERDASAN MORAL PADA SISWA SMP DI KARAWANG Citra Cartika; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1585

Abstract

Moral intelligence is the ability that helps adolescents distinguish right from wrong and act according to moral values ​​amidst the rampant moral degradation. This study aims to determine the effect of self-esteem on moral intelligence in junior high school students in Karawang. The method used is a quantitative approach with a causal design. The sample of 205 junior high school students in Karawang was obtained using the Cohen formula with an effect size of 0.1 and an error rate (α) of 1%, through an incidental sampling technique. The research instrument was a self-esteem scale constructed based on the theory of Heatherton and Polivy, and a moral intelligence scale using the Moral Competency Inventory (MCI) from Lennick and Kiel. Data analysis shows that self-esteem has a significant value of 0.000 <0.05, so Ha is accepted and H0 is rejected. This means that there is an effect of self-esteem on the moral intelligence of junior high school students in Karawang. The results of the determination test showed an R square value of 0.193, so that self-esteem has a 19.3% effect on moral intelligence, while the remaining 80.7% is influenced by other factors not examined. Kecerdasan moral adalah kemampuan yang membantu remaja membedakan benar dan salah serta bertindak sesuai nilai moral di tengah maraknya degradasi moral. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh harga diri terhadap kecerdasan moral pada siswa SMP di Karawang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Sampel berjumlah 205 siswa SMP di Karawang yang diperoleh menggunakan rumus Cohen dengan effect size 0,1 dan tingkat kesalahan (α) 1%, melalui teknik incidental sampling. Instrumen penelitian berupa skala harga diri yang dikonstruksikan berdasarkan teori Heatherton dan Polivy, serta skala kecerdasan moral menggunakan Moral Competency Inventory (MCI) dari Lennick dan Kiel. Analisis data menunjukkan harga diri memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh harga diri terhadap kecerdasan moral siswa SMP di Karawang. Hasil uji determinasi menunjukkan nilai R square sebesar 0,193, sehingga harga diri berpengaruh 19,3% terhadap kecerdasan moral, sedangkan 80,7% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti.
Stres Akademik Ditinjau dari Prokrastinasi Akademik dan Dukungan Sosial Pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang sedang Mengerjakan Tugas Akhir di Universitas X Karawang Mahardika Mulyadin; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i01.2588

Abstract

Stres akademik merupakan fenomena psikologis yang kerap dialami mahasiswa tingkat akhir, terutama saat menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Tekanan akademik, keterbatasan waktu, serta hambatan dalam pengelolaan aktivitas sering kali menjadi faktor yang meningkatkan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prokrastinasi akademik dan dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa Universitas X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah probability sampling. Jumlah responden sebanyak 347 mahasiswa. Instrumen penelitian meliputi Perception of Academic Stress Scale (PAS), Tuckman Procrastination Scale (TPS), dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap stres akademik, sedangkan dukungan sosial berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut menjelaskan 73,49% mempengaruhi stres akademik, sementara 26,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi intervensi yang berfokus pada upaya mengurangi perilaku prokrastinasi serta memperkuat dukungan sosial, sehingga dapat meminimalisasi risiko terjadinya stres akademik yang berkelanjutan pada mahasiswa tingkat akhir.
Kesepian sebagai prediktor agresi verbal di media sosial pada dewasa awal Putri Amaliah Putri Amaliah; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036123000

Abstract

Kasus agresi verbal di media sosial semakin, ditunjukkan oleh berbagai komentar bernada kasar, hinaan, serta ujaran kebencian yang ditujukan kepada figur publik maupun pengguna lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesepian terhadap perilaku agresi verbal di media sosial pada dewasa awal di wilayah Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas dengan sampel 385 dewasa awal yang aktif menggunakan media sosial di Kabupaten Karawang. Metode pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan teknik snowball sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala psikologi jenis likert yaitu skala Verbal Aggressiveness Scale (VAS) dari Infante & Wigley dan skala UCLA Loneliness Scale (versi 3 ) dari Russell. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya ada pengaruh antara kesepian terhadap agresi verbal pada dewasa awal di Kabupaten Karawang. Kesepian memengaruhi agresi verbal sebesar 54,2%.
Resiliensi Remaja di Karawang dengan Orang Tua Bercerai: Ditinjau dari Self-Esteem dan Religiusitas Hanan Triatusholihah; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 12 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i12.9989

Abstract

The high divorce rate in Karawang has a significant impact on the psychological condition of adolescents, particularly in relation to their ability to adapt positively, or what is known as resilience. This study aims to determine the influence of self-esteem and religiosity on resilience in adolescents with divorced parents. Using a quantitative approach with a causal associative design, this study involved 395 respondents aged 10–21 years in Karawang with divorced family backgrounds. This study used the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) to measure self-esteem, the Centrality of Religiosity Scale (CRS) to measure religiosity, and the Resilience Quotient Scale (RQ) to measure resilience. Simultaneously, self-esteem and religiosity contributed 12.4% to resilience, with religiosity playing a more dominant role than self-esteem. The results of this study also showed that self-esteem had a positive and significant effect on adolescent resilience (t = 2.257; p = 0.025). Religiosity also has a positive and significant effect on adolescent resilience (t = 6.020; p = 0.000). The findings of this study confirm that higher levels of self-esteem and religiosity contribute to increased resilience in adolescents in coping with the impact of parental divorce.
DIGITAL WELL-BEING REMAJA: PSIKOEDUKASI UNTUK MENJAGA KESEIMBANGAN ANTARA DUNIA NYATA DAN DUNIA MAYA Ananda Saadatul Maulidia; Devi Marganing Tyas; Juan Berlianto Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5671

Abstract

ABSTRACTThe Digital Well-Being Psychoeducation Program was implemented at SMKN 2 Cikarang Barat to enhance students’ understanding and awareness of healthy, balanced, and responsible technology use. The program involved 40 students from grades X and XI, aged 15 to 18 years old. The learning materials covered key topics including the digital world and its psychological impacts, strategies for managing screen time, digital literacy, and the development of essential psychological skills such as self-esteem and assertive communication. The sessions were designed to be interactive and reflective, integrating discussions, educational games, and contextual activities that resonated with students’ everyday digital experiences. Results from the pre-test and post-test demonstrated a notable increase in comprehension, with the proportion of students classified as having “good knowledge” rising from 27.5% to 62.5%. Beyond cognitive improvement, students’ reflective feedback indicated positive growth in digital awareness and self-regulation, such as better time management, more critical evaluation of online information, and improved balance between online and offline activities. As part of the program’s sustainability efforts, a follow-up initiative was developed through the creation of a Digital Well-Being school wall magazine and the use of the school’s official social media platforms to showcase student-produced educational content. These initiatives aim to nurture a lasting culture of digital wellness and literacy within the school community. Overall, the findings suggest that psychoeducation serves not only to strengthen digital literacy but also to foster a reflective, empathetic, and sustainable approach to digital well-being among adolescents.Keywords: Psychoeducation, Digital Well-Being, Digital Literacy, Adolescents ABSTRAKProgram Psikoedukasi Digital Well-Being dilaksanakan di SMKN 2 Cikarang Barat untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai penggunaan teknologi yang sehat, seimbang, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa kelas X dan XI berusia 15–18 tahun, dengan materi meliputi dampak psikologis kehidupan digital, pengelolaan waktu layar, literasi digital, serta keterampilan pribadi seperti harga diri dan komunikasi asertif. Kegiatan dirancang secara interaktif dan reflektif melalui diskusi, permainan, dan aktivitas yang relevan dengan kehidupan digital siswa sehari-hari. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan kategori “pengetahuan baik” meningkat dari 27,5% menjadi 62,5%. Siswa juga melaporkan peningkatan kemampuan dalam mengatur waktu, berpikir kritis terhadap informasi daring, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan offline. Sebagai upaya keberlanjutan, siswa membuat mading Digital Well-Being dan membagikan konten edukatif melalui mediaKata Kunci: Psikoedukasi, Kesejahteraan Digital, Literasi Digital, Remaja