Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Orang Tua Dan Anak : Sinergi Dalam Proses Pembelajaran Anak Usia Dini Devi Marganing Tyas; Yulyanti Minarsih; Ananda Saadatul Maulidia; Bramusti Aji Prabowo; Vania Zaimatun Nisa
KOLONI Vol. 3 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v3i4.700

Abstract

: This study aims to explore parental involvement in supporting early childhood learning processes, focusing on forms of involvement, influencing factors, and their impacts on children’s development. The background of this research is based on the importance of education during the golden age (0–6 years) in shaping the foundation of children’s cognitive, socio-emotional, and moral development. The method used is a descriptive qualitative approach with 3 parents of kindergarten students in Klaten as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, analyzed using triangulation techniques to ensure validity. The findings reveal that parental involvement, such as assisting children in learning, providing emotional support, and maintaining consistency in learning methods at home, significantly impacts children’s academic abilities, social-emotional skills, and learning motivation. Major challenges identified include parents' busy schedules, lack of understanding of their roles, and the perception that education is solely the school’s responsibility. The study concludes that synergy between family and school is crucial to optimize early childhood development. This research offers practical recommendations to strengthen parental involvement through parenting training and collaborative programs with schools.
TEKANAN SANDWICH SYNDROME: MENGUNGKAP DUKUNGAN SOSIAL DAN KEBERSYUKURAN TERHADAP KEPUASAN HIDUP GENERASI Z DI KARAWANG Dedi Mulyani; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8517

Abstract

Fenomena sandwich syndrome sudah dialami oleh generasi Z yang harus menyeimbangkan kebutuhan pribadi dan keluarga sekaligus wajib bertanggung jawab terhadap orang tua. Kepuasan hidup individu dapat terpengaruh oleh kondisi ini, terutama karena adanya tekanan finansial, emosional, dan psikologis. Dukungan sosial dan kebersyukuran dipandang sebagai faktor yang dapat meningkatkan kepuasan hidup generasi Z dengan sandwich syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan kebersyukuran terhadap kepuasan hidup generasi Z dengan sandwich syndrome di Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode snowball sampling. Penelitian ini melibatkan 385 sampel yang diperoleh berdasarkan rumus cochran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dukungan sosial dan kebersyukuran memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan hidup generasi Z dengan sandwich syndrome di Karawang. Kebersyukuran memiliki fungsi internal sebesar 2,1% yang membantu individu memaknai kehidupannya secara positif, sedangkan dukungan sosial adalah faktor yang paling dominan sebesar 57% dalam meningkatkan kepuasan hidup.
Pengaruh Dukungan Sosial dan Self-Efficacy Terhadap Resiliensi pada Generasi Z Dewasa Awal di Karawang Putri Faradilla Gustianty; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
Jurnal Diversita Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v12i1.17539

Abstract

Generasi Z dewasa awal dihadapkan pada tekanan sosial, akademik, pekerjaan, dan tuntutan kemandirian yang semakin kompleks di era digital. Paparan media sosial, tuntutan masa depan, serta stigma sebagai “Generasi Strawberry” dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas, dimana pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini yaitu Generasi Z pada fase dewasa awal, dengan rentang usia 20–29 tahun, yang berdomisili di Karawang, dengan jumlah populasi sebanyak 404.600 jiwa. Sampel penelitian berjumlah 348 responden yang ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala CD-RISC untuk mengukur resiliensi, MSPSS untuk dukungan sosial, dan GSES-12 untuk self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan self-efficacy secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap resiliensi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi Generasi Z dewasa awal dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui penguatan self-efficacy dengan dukungan sosial yang memadai.
Pengaruh Kelekatan Orangtua Terhadap Regulasi Emosi Siswa di SMK Binakarya 1 Karawang Luthfah Syamrotul Mufidah; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2651

Abstract

Salah satu masalah yang sering muncul di sekolah adalah siswa yang tidak dapat mengendalikan emosi mereka, seperti perilaku agresif, membolos, dan kesulitan mengendalikan diri. Hubungan antara anak dan orang tua dipengaruhi oleh regulasi emosi, salah satunya oleh ketidakhadiran orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kelekatan orangtua terhadap regulasi emosi siswa SMK Bina Karya 1 Karawang. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas yang digunakan. Penelitian ini melibatkan semua siswa kelas SMK Bina Karya 1 Karawang. Sampel sebanyak 224 siswa dipilih menggunakan metode sampling probabilitas dengan rumus Slovin. Metode penelitian yang digunakan adalah skala regulasi emosi dan skala kelekatan orangtua. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kelekatan orang tua terhadap regulasi emosi siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,484 menunjukkan bahwa kelekatan orang tua memberikan kontribusi sebesar 48,4% terhadap regulasi emosi, sedangkan 51,6% dipengaruhi oleh variabel lain tidak termasuk dalam penelitian ini . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa untuk mengendalikan perasaan mereka lebih baik sehubungan dengan tingkat kedekatan orang tua.
BAHAGIA DI TENGAH KETERBATASAN: PENGALAMAN GURU MENGAJAR DI SMPN SATU ATAP KECAMATAN X KABUPATEN KARAWANG Devi Marganing Tyas; Dedi Mulyani
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megeksplorasi secara mendalam nilai-nilai kebahagiaan yang diwujudkan dalam proses belajar-mengajar pada guru di SMPN Satu Atap Kecamatan X, Kabupaten Karawang. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain fenomenologis dengan analisis tematik. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak dua guru dengan kriteria sebagai guru pegawai negeri sipil dan proses pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan secara terpisah. Keabsahan data yang digunakan yaitu member checking. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebahagiaan guru di Sekolah SMPN 1 Satu Atap Kecamatan X, Kabupaten Karawang bersumber dari rasa syukur, optimisme, interaksi positif dengan rekan sejawat, serta keberhasilan dan perubahan positif siswa yang memberi makna mendalam pada profesi guru.
KETIKA AYAH TAK HADIR: PERAN STRATEGI KOPING BERFOKUS PADA MASALAH DAN DUKUNGAN SOSIAL UNTUK MENUMBUHKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGI GENERASI Z DI KABUPATEN KARAWANG: Psikologi Usyie Roihatul Jannah; Wina Lova Riza; Devi Marganing Tyas
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.11486

Abstract

Father absence may be associated with various psychological challenges among Generation Z, particularly in self-acceptance, social relationships, and the development of life goals. However, studies simultaneously examining the roles of problem-focused coping and social support in predicting psychological well-being among Generation Z individuals experiencing father absence, particularly in Karawang Regency, remain limited. This study aimed to analyze the roles of problem-focused coping and social support in predicting the psychological well-being of Generation Z individuals experiencing father absence in Karawang Regency. A quantitative approach with a predictive correlational design was employed. The sample consisted of 349 Generation Z respondents selected through nonprobability quota sampling. Data were collected using a problem-focused coping scale, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and Ryff’s Psychological Well-Being Scale. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results showed that problem-focused coping and social support jointly played significant roles in predicting psychological well-being. Partially, both problem-focused coping and social support were positive and significant predictors of psychological well-being. Social support demonstrated a stronger predictive role than problem-focused coping. These findings indicate that individuals with a greater ability to address problems actively and higher levels of perceived social support tend to have better psychological well-being. ABSTRAK Ketiadaan peran ayah dapat berkaitan dengan berbagai tantangan psikologis pada Generasi Z, terutama dalam penerimaan diri, hubungan sosial, dan pembentukan tujuan hidup. Namun, penelitian yang secara simultan menguji peran strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial dalam memprediksi kesejahteraan psikologis pada Generasi Z yang mengalami ketiadaan peran ayah, khususnya di Kabupaten Karawang, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial dalam memprediksi kesejahteraan psikologis Generasi Z yang mengalami ketiadaan peran ayah di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Sampel penelitian terdiri atas 349 responden Generasi Z yang dipilih melalui teknik sampling nonprobabilitas dengan metode kuota. Data dikumpulkan menggunakan skala strategi koping berfokus pada masalah, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan signifikan dalam memprediksi kesejahteraan psikologis. Secara parsial, strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial masing-masing menjadi prediktor positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Dukungan sosial menunjukkan peran prediktif yang lebih kuat dibandingkan strategi koping berfokus pada masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan individu dalam menghadapi masalah secara aktif dan semakin besar dukungan sosial yang dipersepsikan, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya.
PERAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP KECEMASAN MASA DEPAN PADA GEN Z DI KARAWANG Stefany Arzeti Tania; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap kecemasan masa depan pada Generasi Z di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi penelitian adalah Generasi Z berusia 18–28 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang, dengan jumlah sampel minimal 204 responden yang diperoleh melalui perhitungan effect size Jacob Cohen dan teknik non-probability sampling jenis kuota. Instrumen yang digunakan meliputi Future Anxiety Scale (FAS) dari Zaleski (1996) dan Perceived Social Support From Family (PSS-FA) dari Procidano dan Heller (1983) yang telah melalui proses translasi, validasi isi, uji keterbacaan, dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, linearitas, kategorisasi, uji beda, dan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif signifikan antara dukungan sosial keluarga dan kecemasan masa depan (p < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,170, yang berarti dukungan sosial keluarga menjelaskan 17% variasi kecemasan masa depan. Mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan masa depan tinggi dan dukungan sosial keluarga rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial keluarga yang memadai berperan penting dalam menurunkan kecemasan masa depan pada Generasi Z di Karawang. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap Generasi Z di Kabupaten Karawang, yang hingga kini belum banyak diteliti secara spesifik dalam konteks hubungan dukungan sosial keluarga dan kecemasan masa depan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan intervensi berbasis keluarga dalam menurunkan kecemasan masa depan pada generasi muda.
PARENTAL EDUCATION AND ITS IMPACT ON SIBLING RIVALRY AMONG TEENAGERS Abdul Rohim; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v3i2.105

Abstract

Adolescence is a pivotal stage of development marked by emotional volatility and intensified sibling rivalry, a phenomenon particularly prevalent in Indonesian families. Prior evidence highlights parenting style as a critical determinant of sibling rivalry, yet research in Indonesian contexts remains limited. This study aims to analyze the influence of parenting styles—authoritative, authoritarian, and permissive—on the prevalence and severity of sibling rivalry among adolescents in Karawang. Utilizing a quantitative, causal-comparative design, 384 adolescents aged 11–17 completed validated scales assessing perceptions of parenting style and sibling rivalry. Multiple regression analysis revealed that authoritative parenting is significantly associated with reduced sibling rivalry, while both authoritarian and permissive parenting styles are linked to increased rivalry, with permissive parenting showing the strongest effect. Collectively, parenting styles accounted for 78.9% of the variance in sibling rivalry, emphasizing their central role in adolescent family dynamics. These findings affirm the universality of classic parenting theories and stress the urgent need for culturally adapted parental guidance programs in Indonesia. The study offers actionable recommendations for parents, educators, and policymakers seeking to foster harmonious sibling relationships and healthy adolescent development. Future research should investigate additional influencing factors, such as birth order, family stress, and socio-economic status, using longitudinal or mixed-method designs for a more comprehensive understanding.
Potret Kontrol Diri Pemain Game Online: Analisis Deskriptif Pada Kehidupan Sehari-hari Delicia Adriana Zahara; Nita Rohayati; Devi Marganing Tyas
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 6, No 4 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i4.838

Abstract

Di era digital, game online menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja dan dewasa muda. Didukung kemajuan teknologi, game menawarkan pengalaman interaktif sekaligus ruang interaksi sosial, tempat pemain berkompetisi maupun berkolaborasi untuk meraih kemenangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kontrol diri pemain game online berdasarkan lima aspek psikologis, yaitu self-discipline, deliberate/non-impulsive, healthy habits, reliability, dan work ethic. Populasi tidak diketahui sehingga penentuannya menggunakan Cochran dan di dapatkan 385 Responden, Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen Brief Self-Control Scale (BSCS). Teknik analisis data menggunakan kuantitatif deskriptif dengan kategorisasi jenis kelamin, generasi, Pendidikan, status pekerjaan, status pekerjaan, jenis game. Penelitian ini menggunakan uji validitas dan normalitas, uji kategorisasi, uji beda. Hasil riset menunjukkan bahwa sebagian besar pemain game online dalam studi ini memiliki tingkat kontrol diri yang tergolong rendah. Jika dilihat dari lima aspek kontrol diri self-discipline, deliberate/non-impulsive, healthy habits, reliability, dan work ethic sebagian besar responden berada pada kategori sedang untuk masing-masing aspek.