Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sistem pendidikan di pondok pesantren RU Sakatiga dalam perspektif nilai-nilai pendidikan multikultural Mulyani, Sri; Afriantoni; Afgani, Muhammad Win
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16947

Abstract

Indonesian society is a society with a very complex level of diversity, a society with this diversity is known as a multicultural society. In the diversity of Indonesian society, education regarding multicultural education is very necessary. The content of multicultural educational values at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School includes the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School having the principle of "Standing above for all groups and not taking sides with certain groups". This principle is intended not to discriminate against the background of students who wish to study at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School. The research objective in this study is to analyze the description of the vision, mission and educational goals as well as the curriculum and learning methods at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School from the perspective of multicultural educational values. The research results show that the multicultural education values contained in the vision, mission and objectives of the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School are human values, equality values, justice values, the value of recognizing, accepting and appreciating diversity and the value of peace. The values of multicultural education contained in the curriculum and learning methods within the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School are the value of democracy, the value of equality, the value of justice, the value of recognizing, accepting and appreciating diversity and the value of peace. Abstrak Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks, masyarakat dengan keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah masyarakat multikultural. Dalam keberagaman masyarakat Indonesia ini, maka sangatlah diperlukannya pendidikan mengenai pendidikan multikultural. Adapun muatan nilai-nilai pendidikan multikultural pada Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di antaranya yaitu Pondok Pesantren Raudhatul Ulum ini memiliki prinsip “Berdiri di atas untuk semua golongan dan tidak memihak kepada golongan tertentu”. Prinsip ini dimaksudkan untuk tidak membeda-bedakan terhadap latar belakang santri yang ingin menimba ilmu di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum tersebut. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis deskripsi visi, misi dan tujuan pendidikan serta kurikulum dan metode pembelajaran di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dalam perspektif nilai-nilai pendidikan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung di dalam visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum adalah nilai kemanusiaan, nilai kesetaraan, nilai keadilan, nilai mengakui, menerima dan menghargai keragaman serta nilai kedamaian. Nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung di dalam kurikulum dan metode pembelajaran di dalam lingkungan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum adalah nilai demokrasi, nilai kesetaraan, nilai keadilan, nilai mengakui, menerima dan menghargai keragaman serta nilai kedamaian.
Media sosial sebagai alat promosi terhadap minat peserta didik Novriyansah, M. Anasrul Dwi; Afgani, Muhammad Win; Afriantoni
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v5i4.16950

Abstract

In the development of information and communication technology, various visual media have been used as educational media, including social media. The point of using social media networks for teaching and learning purposes is that not many people practice it. Social media has now become a lifestyle, especially for the millennial generation, who use social media not only to build friendships between people, but also in the field of marketing and institutional or corporate organizations. Everyone now uses social media to convey information to the public. Even in a business, social media is a product promotion tool, but now it is not only business institutions but also educational institutions or schools. Therefore, this research discusses the influence of social media as a promotional tool on student interest. Keywords: Learner Interest; Promotion Tools; Social Media Abstrak Dalam perkembangan teknologi Informatika dan komunikasi berbagai media visual dijadikan sebagai media pendidikan termasuk media sosial titik pemanfaatan jejaring media sosial untuk kepentingan belajar mengajar memang belum banyak yang mempraktikkannya. Media sosial saat ini sudah menjadi gaya hidup khususnya para generasi milenial penggunaan media sosial tidak hanya untuk menjalin pertemanan antar manusia, tapi juga dalam bidang marketing dan organisasi lembaga atau perusahaan. Semuanya kini menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahkan dalam sebuah bisnis media sosial menjadi alat promosi produk namun sekarang tidak hanya lembaga bisnis saja tetapi juga lembaga pendidikan atau sekolah. Oleh karena itu penelitian ini membahas pengaruh media sosial sebagai alat promosi terhadap minat peserta didik.
Managerial Strategy Facing the Challenges of Globalisation and the Digital Era Afriantoni
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2024): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v8i3.578

Abstract

This study aims to analyse the various challenges faced by Islamic Religious Education (PAI) teachers at Junior High School (SMPN) 3 Palembang in the era of globalisation and to identify managerial innovations that can be applied to improve the quality of Islamic religious education. This study uses a qualitative approach with a case study type at SMP Negeri 3 Palembang. Data was collected by interviewing teachers and principals, observing how schools implement managerial strategies, and documenting the Lesson Plan, training reports, policies, and student learning outcome data. Data validity testing with triangulation of sources and methods. Qualitative data analysis using Miles and Huberman. The results of the study show that the challenges faced by SMP Negeri 3 Palembang include challenges in the use of technology, challenges in teacher competence, and challenges in diversity. Managerial strategies begin with planning with technology training, developing teacher intrapersonal skills, and developing a progressive curriculum. Organisation with collaboration between the treasurer, school committee, and parents of students for technology development, curriculum deputy for development of teacher intrapersonal competence, and curriculum team with Islamic Religious Education teachers for integration of multicultural values. Implementing technology integration in learning, training for teacher competency development, and integrating multicultural values in learning. Control with evaluation of the effectiveness of the use of learning media, evaluation of the application of learning models for teacher competency and evaluation of multicultural values in teaching. Further research is recommended to explore the long-term impact of technology training and multicultural values on student development and evaluate the effectiveness of new teaching methods in the context of cultural diversity in other schools.
COMPARATIVE STUDY OF CURRICULUM 2013 AND THE MERDEKA CURRICULUM IMPLEMENTATION IN INDONESIAN ELEMENTARY SCHOOLS: INSIGHTS FROM DESCRIPTIVE-ANALYTICAL RESEARCH Parade, Sindi Aulia Balqis; Amelia, Silvia; Fitriani; Oktavia, Sevti; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1134

Abstract

This study compares the implementation of the 2013 Curriculum (K13) and the Merdeka Curriculum in Indonesian elementary schools, focusing on structure, pedagogy, assessment, and teacher roles. Using a descriptive-qualitative approach, data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis involving two teachers. Findings reveal that K13 is rigid and content-based with a mechanistic 5M scientific method, whereas the Merdeka Curriculum is flexible, competency-based, and emphasizes project learning and formative assessment. Teacher roles in Merdeka shift toward active facilitation. The Merdeka Curriculum proves more effective in fostering student independence and critical thinking. The novelty lies in its contextual classroom-based analysis, offering strategic insights for policy and teacher development. Penelitian ini membandingkan implementasi Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar Indonesia, dengan fokus pada struktur, pendekatan pembelajaran, sistem penilaian, dan peran guru. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap dua guru dari sekolah yang menerapkan masing-masing kurikulum. Hasil menunjukkan bahwa K13 bersifat kaku dan berorientasi konten dengan pendekatan saintifik 5M yang mekanis, sementara Kurikulum Merdeka lebih fleksibel, berbasis kompetensi, dan mendorong pembelajaran proyek serta penilaian formatif. Peran guru dalam Kurikulum Merdeka lebih sebagai fasilitator aktif. Temuan menunjukkan Kurikulum Merdeka lebih efektif dalam membangun kemandirian dan berpikir kritis siswa. Kebaruan studi ini terletak pada analisis kontekstual praktik kurikulum di kelas nyata, memberikan masukan strategis bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan guru.
AN ANALYSIS OF TEACHERS’ CHALLENGES IN IMPLEMENTING THE MERDEKA CURRICULUM POLICY IN THE TEACHING PROCESS AT SDN 158 PALEMBANG Mahesa, Khovipa; Azzahra, Luthfiah; Azzahra, Fatimah; Sari, Yunita; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1155

Abstract

This study aims to analyze the challenges faced by teachers in implementing the Merdeka Curriculum policy in the teaching process at SDN 158 Palembang. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that teachers encounter various obstacles, including differences in understanding of the Merdeka Curriculum concepts, limited learning resources and technological facilities, increased workload, and the need for ongoing training and mentoring. Additionally, students’ adaptation to the new learning approach and the lack of collaboration among teachers are also significant challenges. Support from the school administration is considered essential in ensuring the successful implementation of this curriculum. The study recommends enhancing practical training, providing adequate learning materials, strengthening digital literacy, and establishing a consistent mentoring system to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary school level. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan kebijakan Kurikulum Merdeka pada proses pembelajaran di SDN 158 Palembang. Dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru menghadapi sejumlah kendala, antara lain perbedaan pemahaman terhadap konsep Kurikulum Merdeka, keterbatasan sumber belajar dan sarana teknologi, peningkatan beban kerja, serta kebutuhan akan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, adaptasi siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang baru dan kurangnya kolaborasi antarguru juga menjadi tantangan yang signifikan. Dukungan dari pihak sekolah dinilai sangat krusial dalam menunjang keberhasilan implementasi kurikulum ini. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan praktis, penyediaan sumber belajar yang memadai, penguatan literasi digital, serta sistem pendampingan yang konsisten untuk memastikan efektivitas Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. 
AN ANALYSIS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS’ COMPETENCE IN THE IMPLEMENTATION OF THE MERDEKA CURRICULUM IN PRIMARY SCHOOLS Fadli, Ihsan Nur; Rahmawati, Ervina; Azzahra, Nasywa; Aisyah, Siti; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1156

Abstract

This study aims to analyze the competence of Islamic Religious Education (IRE) teachers in implementing the Merdeka Curriculum in primary schools, with a specific focus on SD IT Nurul Iman Palembang. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that IRE teachers possess a good conceptual understanding of the Merdeka Curriculum. However, they encounter several challenges, including difficulties in integrating religious content with interdisciplinary themes, the complexity of curriculum textbooks, and the practical application of teaching modules and scientific approaches. To address these issues, teachers employ collaborative strategies, adapt instructional methods, and engage in continuous reflection. These efforts are essential to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum and to foster students' competence in facing 21st-century challenges. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dengan fokus pada SD IT Nurul Iman Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki pemahaman konseptual yang baik terhadap Kurikulum Merdeka. Namun, mereka menghadapi beberapa tantangan, seperti kesulitan dalam mengintegrasikan konten keagamaan dengan tema-tema lintas disiplin, kompleksitas buku ajar kurikulum, serta penerapan modul ajar dan pendekatan saintifik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan strategi kolaboratif, menyesuaikan metode pembelajaran, dan melakukan refleksi secara berkala. Upaya ini penting dalam memastikan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif dan mampu membentuk siswa yang kompeten dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
CURRICULUM REFORM AND LEARNING NEEDS IN ISLAMIC EDUCATION: AN ANALYSIS OF THE MERDEKA CURRICULUM IMPLEMENTATION AT MI AL-AWWAL PALEMBANG Mizan, Muhammad; Putri, Inka Rizka Amalia; Dewi, Nurmala; Lestari, Nastiti Puji; Afriantoni
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 3 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i3.1157

Abstract

This study analyzes the implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) at MI Al-Awwal Palembang, with a particular focus on how the curriculum reform addresses the actual learning needs of students in the context of Islamic education. Employing a qualitative case study approach, data were collected through classroom observations, teacher and student interviews, and analysis of instructional documents. The findings reveal that the curriculum implementation has generally been effective, supported by well-developed instructional tools, diverse teaching methods, and conducive classroom environments. Nonetheless, several challenges persist, including the limited integration of digital learning media, inconsistent student engagement, and a lack of authentic assessment that reflects the spiritual and moral dimensions of Islamic education. This study contributes to the ongoing discourse on curriculum reform in Islamic elementary education and offers practical recommendations for aligning the Merdeka Curriculum more effectively with the religious and academic learning needs of students. Penelitian ini menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Al-Awwal Palembang, dengan fokus pada bagaimana reformasi kurikulum tersebut menjawab kebutuhan belajar peserta didik dalam konteks pendidikan Islam. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum secara umum telah berjalan efektif, ditunjang oleh perangkat ajar yang terstruktur, metode pengajaran yang bervariasi, dan suasana kelas yang mendukung pembelajaran. Namun, masih terdapat tantangan, antara lain keterbatasan pemanfaatan media pembelajaran digital, keterlibatan siswa yang belum konsisten, serta kurang optimalnya penerapan penilaian autentik yang mencerminkan dimensi spiritual dan moral dalam pendidikan Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap diskursus reformasi kurikulum pada pendidikan dasar Islam serta menawarkan rekomendasi praktis untuk menyelaraskan Kurikulum Merdeka dengan kebutuhan belajar religius dan akademik peserta didik. 
Peran Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Hijriyah II Palembang Karmila, Eka; Afgani, Muhammad Win; Afriantoni
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 23 No. 2 (2025): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v23i2.18612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hijriyah 2. Kepala madrasah memiliki posisi strategis sebagai pemimpin, manajer, dan inovator dalam mengelola sumber daya pendidikan guna mencapai tujuan institusi. Dalam konteks MI Hijriyah 2, peran kepala madrasah tidak hanya terbatas pada aspek administratif, namun juga mencakup pembinaan guru, pengembangan kurikulum, serta penciptaan iklim pembelajaran yang kondusif dan religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah MI Hijriyah 2 berperan aktif dalam membangun budaya mutu melalui supervisi akademik, pelatihan guru berkelanjutan, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan. Selain itu, kepala madrasah juga mendorong penggunaan teknologi pembelajaran dan evaluasi berkala sebagai upaya peningkatan mutu. Kesimpulannya, keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di MI Hijriyah 2 sangat ditentukan oleh kompetensi kepemimpinan, visi, dan komitmen kepala madrasah dalam memajukan madrasah secara holistik.
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN BERBASIS MILITER: ANALISIS DAN TANTANGANNYA Novriyansah, M. Anasrul Dwi; Yuniar; Afriantoni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 t
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27277

Abstract

Military-based education has long been implemented in certain institutions as a model that emphasizes discipline, responsibility, and leadership. However, the integration of military approaches into general education curriculum management remains a controversial discourse. This study aims to analyze the curriculum management model of military-based education and to identify the challenges faced in its implementation. This research employs a qualitative-descriptive approach through literature analysis and case studies of semi-military educational institutions. The findings indicate that the military approach can enhance discipline and the efficiency of curriculum implementation, but it also generates resistance concerning learning flexibility, students' rights, and pedagogical dynamics. Therefore, the implementation of this model requires adaptive strategies to align with the national education context.
Implementasi Program Integrasi Pendidikan Pra-Nikah, Multikultural, dan Kesehatan oleh Penghulu di Kantor Urusan Agama Mujahid, Ahmad Zarkasyi; Yuniar; Afriantoni; Saipul Annur; Indah Wigati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2150

Abstract

Pernikahan merupakan institusi yang memiliki dimensi sosial, budaya, dan kesehatan yang kompleks. Dalam menghadapi tantangan pernikahan di era modern, bimbingan pra-nikah menjadi instrumen penting dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program integrasi bimbingan pra-nikah di KUA Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, khususnya dalam penyampaian materi pendidikan pra-nikah, pendidikan multikultural, dan pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan penghulu, penyuluh agama, serta calon pengantin, observasi langsung dalam sesi bimbingan, dan analisis dokumen yang relevan. Analisis dilakukan melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyampaian materi pendidikan pra-nikah masih didominasi oleh metode ceramah satu arah, yang menyebabkan rendahnya partisipasi aktif peserta. Keterbatasan durasi bimbingan juga menjadi kendala utama, sehingga materi yang disampaikan tidak dapat dieksplorasi secara mendalam. Sementara itu, pendidikan multikultural belum mendapatkan porsi yang cukup dalam bimbingan pra-nikah, meskipun perbedaan budaya menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga. Penyampaian materi kesehatan juga masih terbatas, terutama karena kurangnya keterlibatan tenaga medis dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Penelitian ini merekomendasikan perpanjangan durasi bimbingan, penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta peningkatan kerja sama dengan tenaga ahli di bidang kesehatan dan multikulturalisme. Selain itu, program bimbingan pasca-nikah juga disarankan sebagai langkah lanjutan untuk mendukung keberlangsungan rumah tangga yang harmonis. Dengan perbaikan dalam penyampaian materi dan pendekatan yang lebih komprehensif, program bimbingan pra-nikah di KUA Talang Ubi diharapkan dapat menjadi model bagi peningkatan kualitas bimbingan perkawinan di Indonesia.