Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisa Faktor Eksternal dan Perencanaan Operasional Pemanfaatan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan Reski, Reski; Hamdi, Edi; Negoro, Dimas; Sunaryanto, Ketut
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif terbarukan memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan energi sekaligus mengurangi limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor eksternal yang memengaruhi pengembangan pemanfaatan tempurung kelapa dan merancang perencanaan operasional yang efektif. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis PESTEL (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Legal) untuk mengevaluasi faktor eksternal, serta pendekatan SWOT untuk menentukan strategi pengembangan. Dukungan kebijakan pemerintah terhadap energi terbarukan, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, serta ketersediaan bahan baku menjadi faktor pendukung utama. Namun, tantangan seperti teknologi yang belum sepenuhnya berkembang dan persaingan dengan sumber energi lain perlu ditangani. Berdasarkan hasil analisis, perencanaan operasional yang dirancang mencakup pengembangan teknologi karbonisasi, peningkatan efisiensi produksi, serta strategi pemasaran yang berfokus pada edukasi publik. Pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif terbarukan memiliki prospek yang cerah jika didukung oleh perencanaan operasional yang terarah dan kolaborasi multisektor. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.  
Pengaruh Substitusi Pakan Konsentrat dengan Tepung Azolla terhadap Kualitas Semen Ayam Kampung Reski, Reski; Awaluddin, Awaluddin; Khaeruddin, Khaeruddin; Syamsuryadi, Bahri; Hermawansyah, Hermawansyah
Anoa: Journal of Animal Husbandry Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/anoa.v5i1.64967

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of substituting concentrate using azolla flour (Azolla microphylla) in rations on the quality of native chicken semen. 10 adult male native chickens were used in this study as replications. Chickens were kept in individual cages with feed containing concentrate (P0) for 2 weeks then the semen was evaluated. Furthermore, they were kept for 2 weeks given a ration with azolla flour (P1) as a substitute for concentrate. Semen was collected by massage method and evaluated macroscopically and microscopically. Macroscopic research parameters were volume, color, pH, and consistency of semen, while microscopic parameters were motility, viability, abnormality and concentration of spermatozoa. This study used a paired T test with 2 levels of treatment, namely before azolla flour substitution (P0) and after azolla flour substitution (P1). The results showed that azolla flour substitution in rations was able to increase spermatozoa motility significantly (P <0.05) up to 88%. While other parameters showed that there was no difference in semen quality (semen volume, semen color, semen consistency, semen pH, spermatozoa viability, spermatozoa abnormalities and spermatozoa concentration) after administration of azolla compared to before administration of azolla (P>0.05). The semen quality obtained was semen volume 0.18-0.23 ml, milky white semen color, thick semen consistency, semen pH 7.47-7.58, spermatozoa viability 91.5-93%, abnormalities 10.2-19.7% and spermatozoa concentration 2.47-2.9 billion/ml.
Pengolahan Jantung Pisang Menjadi Abon Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian di Desa Bebanga Kabupaten Mamuju Nurhawa, Sri; Tussadia, Halimah; Rahma, Dewi; Wahyunisa, Wahyunisa; Reski, Reski
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21610

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan jantung pisang menjadi produk abon di Desa Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan jantung pisang dan mengajarkannya kepada kelompok tani sebagai alternatif peningkatan perekonomian daerah. Jantung pisang yang umumnya hanya diolah menjadi sayur atau bahkan terbuang, memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi jika diolah menjadi produk abon. Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 8 Juni – 3 Agustus 2024 dengan melibatkan kelompok tani Simbar Allo yang beranggotakan 15 orang. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif melalui kuesioner dan wawancara langsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan pengolahan abon jantung pisang, pelatihan pengemasan, dan pelatihan pemasaran. Analisis data menggunakan teknik SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari program ini. Hasil pengabdian menunjukkan respon positif dari masyarakat. Pada pelatihan pengolahan abon, 47% peserta telah mengetahui cara pengolahan, 33% masih dalam tahap belajar, dan 20% belum mengetahui karena kendala waktu dan kesibukan. Untuk pelatihan pengemasan, 53% peserta memahami teknik pengemasan, 20% masih belajar, dan 27% belum mengetahui. Sementara pada pelatihan pemasaran, 34% peserta menguasai teknik pemasaran online, 13% masih belajar, dan 53% belum mengetahui karena kendala fasilitas seperti handphone dan kuota internet. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama program ini adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah dan pasar yang masih terbuka luas. Kelemahannya terletak pada kurang familiaritas masyarakat dengan produk abon jantung pisang. Peluang yang dapat dimanfaatkan adalah meningkatnya kesadaran konsumen akan makanan sehat dan dukungan pemerintah untuk produk lokal. Ancaman utama adalah keengganan masyarakat untuk mencoba produk baru dan kemandirian pada hasil pertanian lokal yang dapat mempengaruhi perubahan iklim. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi intensifikasi edukasi kepada masyarakat, inovasi produk, pemasaran berbasis nilai tambah kesehatan, dan pembangunan sistem pasokan bahan baku yang lebih terdiversifikasi.
Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan dan Penurunan Prevalensi Stunting: Empowerment Strategy for Women Farmers' Groups in Utilizing Yards for Food Security and Reducing Stunting Prevalence Musdalipa, Musdalipa; Sulfiana, Sulfiana; Zaenal , Zaenal; Sessu, Andi Aso; Ariyani, Rini; Reski, Reski
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1067

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai strategi ganda dalam peningkatan ekonomi keluarga dan pencegahan stunting di Desa Pallantikang, Kabupaten Jeneponto. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada budidaya tanaman menggunakan metode tanaman dengan metode hybrid yaitu kombinasi metode tanam sederhana dan sistem hidroponik serta edukasi gizi keluarga terintegrasi dengan kegiatan posyandu. Penerapan teknologi tepat guna berupa sistem irigasi otomatis 360° mendukung efisiensi penggunaan air dan keberlanjutan budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang dari 50% menjadi 90%, frekuensi konsumsi sayur meningkat dari 1–2 kali menjadi 5–6 kali per minggu, serta peningkatan keterampilan budidaya sebesar 25%. Selain itu, proporsi anak dengan status gizi baik meningkat dari 10% menjadi 60% pada sepuluh balita yang dipantau selama program berlangsung. Program ini berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, kemandirian ekonomi keluarga, serta mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).