Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Peranan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Dalam Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an Pada Tpa Asri Bungo Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo Zulpaerah; Khamim, Siti; Wandari, Ayu; Mawaddah, Mawaddah
MUTAADDIB : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2024): (October 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/mutaaddib.v2i2.828

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang Peranan Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Dalam Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an Pada TPA Asri Bungo Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, artinya yaitu penulis akan mendeskripsikan metode pengumpulan data berasal observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data primer dalam penelitian ini langsung dari sumber datanya yaitu Majelis Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan santri yang belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini yaitu dokumen dan arsip Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Asri Bungo Desa Tanah Periuk Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo. Teknik analisis yang di gunakan yaitu teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan tentang Upaya Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dalam Memberantas Buta Aksara Al-Qur’an dengan cara yang pertama Mengadakan pelatihan, Kedua Bekerja sama dengan kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Ketiga Menambahkan waktu atau jam pelajaran.
Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai Agama Islam Pada Anak Tunagrahita ( Sudi Pada Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri Muara Bungo) Rahmawati, Rana; Khamim, Siti; Saputra, Yahya
MUTAADDIB : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 1 (2025): (April 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/mutaaddib.v3i1.861

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai agama Islam pada anak tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri Muara Bungo. (2) Menyebutkan kendala guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai agama Islam Pada anak tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri Muara Bungo. (3) Menyebutkan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai Agama Islam Pada anak tunagrahita di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Negeri Muara Bungo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu berupa paparan data secara tertulis mengenai data- data terkait, dengan beberapa langkah yaitu: reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam sudah memahami namun belum maksimal, guru mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan. (2) Kendala Guru Pendidikan Agama Islam kurang memahami karakter anak tunagrahita yang erat kaitannya dengan tingkat pelayanan, kurangnya kerja sama dengan wali murid, kurangnya kerja sama antar guru di sekolah, serta kurangnya sarana dan prasarana. (3) Upaya guru Pendidikan Agama Islam meningkatkan pemahaman guru terhadap karakter anak tunagrahita dalam tingkat pelayanan melalui pelatihan yang lebih baik, msembangun kolaborasi yang lebih kuat antar guru, meningkatkan sarana dan prasarana khususnya buku dan air bersih.
Peranan Guru Akidah Akhlak dalam Membentuk Kesadaran Beragama Siswa di Mtsn 7 Bungo Kecamatan Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo Sinta Nara, Yuyun; Khamim, Siti
MUTAADDIB : Islamic Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/mutaaddib.v3i2.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan guru akidah akhlak dalam mebentuk kesadaran beraga siswa Mtsn 7 Bungo Kecamatan tanah tumbuh kabupaten bungo. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data melalui analisis reduksi data, penajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan guru akidah akhlak cukup baik, guru memberikan pembelajaran dengan terstruktur setelah itu tidak menyinggung perihal sholat setelah mengajar lalu keluar. Berdasarkan hasil penelitian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa peranan guru akidah akhlak dalam membentuk kesadaran beragama siswa baru 20% belum membentuk kesadaran beragama siswa secara maksimal sebagaimana yang telah di arahkan oleh kepala madrasah. Kata kunci: Peranan Guru, Akidah Akhlak, Kesadaran Beragama.
Enhancing Interpersonal Intelligence through the Implementation of a Discussion-Based Learning Model in the Aqidah Akhlak for Grade IX Students at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Jambi Juliana, Rina; Yuisman, Dedi; Yansah, Alrudi; Khamim, Siti; Mawaddah, Mawaddah; Cahyani, Chairunnisa
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 4 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i4.9408

Abstract

This study investigates the implementation of the Discussion-Based Learning (DBL) model to enhance students’ interpersonal intelligence in the Aqidah Akhlak subject at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Jambi City. The research was motivated by the low level of engagement and cooperation among Grade IX E students, which highlighted the need for a learning strategy that could optimize social interaction in the classroom. Employing Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, the study involved three cycles, each consisting of two meetings. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation, and analyzed using both qualitative and quantitative approaches. The results revealed a steady improvement across the three cycles. Teacher activities increased from 73.43% in Cycle I to 87.5% in Cycle II, and 92.96% in Cycle III, while student activities rose from 72.65% to 85.15% and 92.18% respectively. Student test scores also improved, with averages of 73% in Cycle I, 77% in Cycle II, and 86% in Cycle III, meeting the expected success indicators. These findings suggest that the DBL model effectively enhances interpersonal intelligence, with students achieving a “good” category of 86%. In conclusion, the DBL model offers a practical and effective learning strategy to foster interpersonal intelligence, character development, and social skills among Madrasah Tsanawiyah students.
Sumber-Sumber Pengetahuan dalam Filsafat Ilmu Khamim, Siti; Ahida, Ridha; Muslimah, Muslimah; Muyassaroh, Iffah Khoiriyatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13151

Abstract

Artikel ini menganalisis konsep sumber pengetahuan dalam konteks Filsafat Ilmu melalui pendekatan studi kepustakaan. Metodologi penelitian menggunakan kajian mendalam terhadap karya-karya klasik dan kontemporer dalam bidang filsafat ilmu, serta menelusuri pemikiran para filosof dan pemikir ilmiah. Pendekatan studi kepustakaan ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi beragam perspektif tentang sumber-sumber pengetahuan yang mendasari ilmu pengetahuan. Dalam analisisnya, artikel ini mempertimbangkan peran pengalaman empiris, rasionalitas, deduksi, induksi, serta paradigma ilmiah dalam membentuk sumber-sumber pengetahuan. Dengan memeriksa perdebatan historis dan kontemporer seputar sumber pengetahuan, artikel ini menyoroti kompleksitas konsep sumber-sumber pengetahuan serta dinamika hubungannya dengan evolusi ilmu pengetahuan. Melalui pendekatan studi kepustakaan yang cermat, artikel ini berupaya untuk memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana sumber-sumber pengetahuan telah dipahami, diperdebatkan, dan berkembang dalam kerangka Filsafat Ilmu. Implikasi teoritis dari berbagai perspektif tentang sumber-sumber pengetahuan juga disoroti, memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam tentang asal-usul, validitas, dan batasan pengetahuan ilmiah.
PERGURUAN ISLAM BAGINDA MANGARAJA MUDA NURUL ‘ILMI SEBAGAI ICONIC SEKOLAH ISLAM TERPADU DI KOTA PADANGSIDIMPUAN ; TINJAUAN HISTORIS Siregar, Nuryanti Siregar; M, Iswantir; Rostiana Dasopang, Helmi; Khamim, Siti; Lindra, Afni
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 8, No 2 (2023): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v8i2.313-324

Abstract

Munculnya sekolah Islam terpadu dengan integrasi kurikulum merupakan gaya baru pendidikan Islam di Indonesia. Sekolah Islam terpadu merupaka sebuah solusi alternatif  untuk keluar dari praktik pendidikan dikotomik yang banyak di bahas oleh para pemikir Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perguruan Islam BM Muda Nurul Ilmi merupakan sekolah  pertama  atau iconic Sekolah Islam Terpadu  di kota Padangsidimpuan dalam tinjauan historis. Sekolah ini menjadi sekolah yang banyak diminati oleh masyarakat dari sejak berdiri sampai sekarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis data dengan cara mengumpulkan, mengklasifikasikan dan menganalisis data dari berbagai sumber yang relevan melalui observasi atau pengamatan dan wawancara kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah Sekolah ini menjadi iconic lahirnya sekolah-sekolah Islam terpadu di kota padangsidimpuan. Dilihat dari perkembanganya sekolah ini tidak hanya diminati oleh masyarakat kota  padangsidimpuan tetapi juga luar kota karena kurikulum dan pengembangan budaya mutu yang baik Sekolah ini menerapkan system fullday dan boarding school.
Pendidikan Agama Islam Di Sekolah (Problem, Solusi dan Pengembangannya) Khamim, Siti; Aprison, Wedra; Dasopang, Helmi Rostiana; Siregar, Nuryanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7631

Abstract

Pendidikan agama Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pribadi muslim yang seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang berbentuk jasmani maupun rohani, menumbuh suburkan kehidupan harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam semesta. Namun dewasa ini problematika pendidikan agama Islam, ketika ditilik dari operasionalisasi proses pembelajarannya terjadinya kegagalan di lembaga pendidikan Islam disebabkan oleh praktek pendidikannya hanya memperhatikan praktek aspek kognitif semata dari pertumbuhan kesadaran nilai-nilai agama, mengabaikan aspek afektif dan konatif-volutif, yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Pendidikan agama lebih beriorentasi pada belajar tentang agama dan kurang beriorentasi pada belajar bagaimana cara beragama dengan baik dan benar. menyatakan bahwa pendidikan agama Islam banyak dipengaruhi oleh trend Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif.Kata kunci : pendidikan Agama Islam; Sekolah; Problem; Solusi Pengembangannya
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Filsafat Siregar, Nuryanti; Ahida, Ridha; Khamim, Siti; Dasopang, Helmi Rostiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7901

Abstract

lamisasi muncul karena kekhawatiran intelektual Muslim yang melihat umat Islam berada dalam krisis akibat penerapan ilmu pengetahuan Barat yang berbasis sekuler. Konsep sekuler dalam ilmu pengetahuan tidak sesuai dengan umat Islam karena memisahkan agama dari ilmu. Tulisan ini mengkaji tentang islamisasi ilmu dalam perspektif filsafat. Meteode penelitian yang digunakan adalah library research atau study kepustakaan. Hasil dalam tulisan ini adalah bahwa gagasan islamisasi ilmu pengetahuan muncul karena sebagai suatu respon terhadap krisis masyarakat modern yang disebabkan oleh pendidikan Barat yang bertumpu pada suatu pandangan dunia yang bersifat materialistis dan sekularistik. Terjadi berbagai perbedaan pendapat dari beberapa tokoh terkait islamisasi ilmu ini yakni setuju islamisasi ilmu, tidak setuju dan sebagain menerima dengan istilah yang berbeda yaitu integrasi ilmu. Disinilah letak fungsi filsafat yang dapat dijadikan sebagai sarana berfikir atau sudut pandang, tolok ukur, atau posisi berdiri kita untuk menganalisis dan menyusun rangkaian premis-premis yang sangat memungkinkan dalam membangun suatu kerangka kesimpulan-kesimpulan tertentu bagi pengembangan keilmuan
Eksistensi Madrasah di Indonesia Pasca Keluarnya Undang Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) Dasopang, Helmi Rostiana; Iswantir, Iswantir; Khamim, Siti; Siregar, Nuryanti; Lindra, Afni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8081

Abstract

Madrasah mempunyai peranan penting dalam perkembangan pendidikan sejak zaman klasik sampai saat ini, baik di Jazirah Arab maupun di seluruh dunia Islam. Madrasah di Indonesia punya keunikan tersendiri dari Arab klasik sebagai negara pertama yang mengenal madrasah. Madrasah di Arab periode klasik merupakan lembaga pendidikan ketiga setelah kuttab dan masjid, maka di Indonesia madrasah sebagi lembaga pendidikan terakhir muncul setelah masjid, rumah guru, pesantren dan sekolah. Jika madrasah pada masa Khulafaurrasyidin dan Bani Umayyah ditujukan pada semua sekolah yang dikhususkan untuk belajar dengan sistem yang sama yaitu halaqoh, maka madrasah di Indonesia hanya ditujukan pada sekolah yang terintegrasi dari mata pelajaran dan sistem pesantren dengan sekolah, namun condong kepada sekolah agama. Jika kemunculan madrasah di Arab klasik merupakan kebutuhan mendesak dari pelaksanaan pendidikan, maka madrasah di Indonesia muncul karena pembaharuan dan kesadaran umat muslim. Sebagai perpaduan pesantren dan sekolah madrasah telah mengalami pasang surut, Ketika muncul SKB 3 menteri madrasah mendapat hak yang sama dengan sekolah, akan tetapi muatan kurikulumnya masih tidak seimbang. Setelah sistem pendidikan nasional (SISDIKNAS) keluar, kedudukan madrasah menjadi lebih baik. Madrasah disejajarkan dengan sekolah, bahkan hak madrasah disamakan dengan hak sekolah. Pengakuan pemerintah akan keberadaan pendidikan Islam sangat jelas tertuang dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasiona tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kualitataif dengan metode pengumpul datanya studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data yang dipakai adalah conten analisis
Pengaruh Dan Tantangan Pendidikan Agama Islam Dalam Dinamika Politik Di Indonesia Khamim, Siti; Iswantir, Iswantir; Siregar, Nuryanti; Yaldi, Yusri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9669

Abstract

Artikel ini menganalisis peran pendidikan agama Islam dalam konteks politik Indonesia. Pendidikan agama Islam telah memainkan peran signifikan dalam membentuk pandangan politik dan sosial masyarakat Indonesia. Dalam kerangka ini, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pendidikan agama Islam terhadap dinamika politik di Indonesia serta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan ajaran agama dengan kebutuhan sebuah negara pluralistik. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif dan analisis mendalam, artikel ini mengidentifikasi beberapa aspek penting dari pengaruh pendidikan agama Islam terhadap proses politik di Indonesia. Hal ini meliputi pengaruh terhadap pemahaman nilai-nilai demokrasi, partisipasi politik, pembentukan kebijakan, serta dinamika sosial masyarakat. Selain itu, artikel ini juga menyoroti tantangan-tantangan yang timbul seiring dengan pengaruh pendidikan agama Islam dalam dinamika politik. Diantaranya adalah upaya untuk menjaga kesetaraan dan keadilan di tengah keragaman masyarakat, menghadapi polarisasi politik yang berpotensi merusak stabilitas sosial, serta menanggapi dinamika global yang dapat memengaruhi paradigma pendidikan agama Islam di Indonesia. Dengan demikian, artikel ini tidak hanya menggambarkan peran penting pendidikan agama Islam dalam politik Indonesia, tetapi juga mengidentifikasi tantangan-tantangan yang harus diatasi untuk memastikan bahwa pendidikan agama Islam berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang inklusif dan demokratis di Indonesia.