Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Representasi Fase Five Stages of Grief dalam Lirik Lagu “Gala Bunga Matahari” Karya Sal Priadi (Analisis Semiotika Roland Barthes) Aji Santoso; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20720

Abstract

Pengaplikasian dalam berkomunikasi dapat ditemukan dalam bidang budaya melalui lirik lagu pada musik. Salah satu musisi terkenal di Indonesia Bernama Sal Priadi, merilis lagu "Gala Bunga Matahari" yang menggambarkan proses berduka seseorang akibat kematian. Seorang psikiater asal Swiss Bernama Elisabeth Kubler-Ross menjabarkan konsep tahapan atau fase yang dilalui seseorang ketika berduka, sehingga kesinambungan antara makna pada lirik lagu dengan konsep tersebut menjadi alasan penelitian untuk dikaji dalam ilmu semiotika. Adapun tujuan penelitian untuk mendefinisikan bentuk fase five stages of grief yang terdapat dalam lirik lagu dan menjabarkan representasinya melalui analisis semiotika Roland Barthes pada tingkat pemaknaan denotasi dan konotasi. Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan observasi pasif dan wawancara dengan pihak relevan sebagai metode penelitian, teknik analisis pada data menggunakan teknik spiral analisis, sedangkan keabsahan data akan diuji pada triangulasi sumber. Hasil pada penelitian menyatakan bahwa kelima fase five stages of grief dapat dijelaskan melalui model semiotika Roland Barthes pada tingkatan denotasi dan konotasi beserta mitos sebagai sub-pembahasan, sedangkan representasi kelima fase dapat dijelaskan berdasarkan hasil argumentasi informan dan hasil analisis serta temuan penulis selama penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, kelima fase five stages of grief memiliki peningkatan makna yang berbeda secara denotasi dan konotasi, representasi kelima fase dapat dijelaskan lebih mendalam dan detail pada tingkat pemaknaan konotasi.
Tingkat Minat Baca Masyarakat dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Desti Aryani; Fakhirah Rizqy Anwar; Intan Anjar Sari; Muhammad Ridwan; Ryan Muttaqien; Siti Alianti Oktapiandi; Sulistia Fitrianni; Shofie Nurul Lailie; Yudistira Pratama Aristiawan; Ali Alamsyah Kusumadinata; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat baca masyarakat di daerah Ciawi dan sekitarnya, menentukan faktor-faktor yang berperan dalam hal ini, serta menyusun langkah-langkah yang tepat untuk memperkuat budaya membaca di masyarakat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kebiasaan membaca di kalangan masyarakat, yang berdampak pada rendahnya wawasan, daya kritis, dan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden yang terdiri atas pelajar, pekerja, dan masyarakat umum. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menemukan pola dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca masyarakat masih berada pada tingkat rendah hingga sedang, faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap rendahnya minat membaca antara lain adalah kurangnya fasilitas membaca yang memadai, rendahnya dukungan keluarga dan lingkungan, tingkat kesibukan masyarakat, serta pengaruh teknologi digital yang menyebabkan masyarakat lebih banyak mengonsumsi konten visual dibandingkan teks bacaan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi literasi masyarakat di wilayah Ciawi dan menjadi acuan bagi pihak terkait dalam merancang kebijakan dan program peningkatan minat.
Literasi Media Generasi Z terhadap Konten Judi Online di Media Sosial Edwards Ayubi Nudiawan; Ruhimat; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25872

Abstract

Generasi Z menghadapi maraknya konten judi online di media sosial yang dikemas sebagai hiburan dengan narasi keuntungan instan, namun literasi media mereka dalam menyikapi fenomena ini belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengetahui literasi media Generasi Z terhadap konten judi online di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang terdiri atas mahasiswa Generasi Z, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan literasi media Generasi Z terhadap konten judi online berada pada kategori cukup baik. Seluruh informan telah menerapkan verifikasi informasi sebelum mempercayainya. Informan mampu mengenali konten judi online sebagai pesan persuasif yang mengeksploitasi keinginan keuntungan instan, serta mengidentifikasi peran figur publik dan strategi pemasaran terselubung. Informan menilai konten judi online berdampak negatif secara ekonomi, psikologis, dan sosial, serta memahami bahwa paparan berulang berpotensi menormalisasi perjudian. Namun, terdapat variasi kedalaman pemahaman, dengan informan berlatar belakang Sains Komunikasi menunjukkan analisis lebih sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi media dan digital tetap diperlukan mengingat variasi pemahaman dan potensi normalisasi judi online di ruang digital.
Communication network patterns among hexahelix actors in creative economy development in Bogor Regency Muhammad Fazrah; Robby Firliandoko; Maria Fitriah
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 8 (2026): August 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i8.2070

Abstract

The creative economy sector has mutated into a strategic pillar for boosting macro and micro economic growth at the regional level. This study aims to analyze in depth the communication network patterns among actors in the hexahelix model collaboration through the Creative Economy Committee or Komite Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (Kabekraf) in Bogor Regency, with an exclusive focus on mapping the flow of message exchange in the field. Utilizing a descriptive qualitative method, the unit of analysis focuses on the communication relationship patterns established between Kabekraf management representatives and other hexahelix actors, including government, academia, business actors, and communities. Data collection techniques were realized through in-depth interviews and a comprehensive documentation study. Data analysis in this study applies the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Research results indicate that the communication network structure positions Kabekraf as a central hub (node) that bridges cross-sectoral relational dynamics. Communication network patterns in the field materialize in three main operational forms: an adaptive vertical flow based on digital platforms, a horizontal flow among parallel elements showing a well-established level of organic independence, and a cross-functional diagonal flow capable of dismantling conventional bureaucratic barriers while stimulating strategic program innovations Keywords: communication network patterns, creative economy, hexahelix collaboration, organizational communication, stakeholder communication
Pengaruh Antusiasme Fanbase terhadap Intensitas Penayangan Kanal YouTube: Studi Kasus Indonesian Idol Season XIII Ryan Rustandi; Ruhimat; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antusiasme fanbase Indonesian Idol terhadap intensitas penayangan kanal Youtube Indonesian Idol RCTI season XIII. Penelitian ini diangkat karena tingginya fenomena antusiasme penggemar terlihat dari aktivitas fanbase melalui media sosial yang secara aktif memberikan dukungan kepada peserta Indonesian Idol melalui berbagai bentuk interaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data tersebut dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada anggota fanbase Indonesian Idol. Analisis tersebut dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antusiasme fanbase Indonesian Idol memiliki pengaruh terhadap intensitas penayangan kanal Youtube Indonesian Idol RCTI Season XIII. Semakin tinggi antusiasme fanbase, semakin tinggi juga intensitas penayangan Youtube sehingga mendapatkan posisi trending yang dilakukan oleh penggemarnya.
Komunikasi Internasional Pengasuh dengan Santri Aldair Adam's Adzie; Koesworo Setiawan; Robby Firliandoko
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25916

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan aspek penting dalam pembinaan santri di lingkungan pesantren karena berperan dalam membentuk motivasi belajar, kedisiplinan, dan karakter. Intensitas interaksi antara pengasuh dan santri menjadikan kualitas komunikasi sebagai faktor yang menentukan keberhasilan proses pembinaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal pengasuh, menganalisis efektivitas komunikasi interpersonal, serta menjelaskan proses pertukaran sosial dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Alwa Al-Basit Cijayanti Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan satu pengasuh dan lima santri yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang didasarkan pada keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, kesetaraan, serta penerapan reward dan punishment secara edukatif mampu meningkatkan motivasi dan kedisiplinan santri. Penelitian ini terbatas pada satu lokasi dan jumlah informan yang terbatas, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak pesantren dan informan agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Pengaruh Frekuensi Komunikasi Interpersonal Orang Tua terhadap Aspek Body pada Keterbukaan Diri Remaja Generasi Z di Griya Soka Agustini Agustini; Rieke Aura Azhari; Robby Firliandoko
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1427

Abstract

Komunikasi interpersonal antara orang tua dan remaja memiliki peran penting dalam membentuk hubungan yang harmonis serta meningkatkan keterbukaan diri remaja. Namun, perkembangan teknologi digital dan karakteristik Generasi Z telah mengubah pola komunikasi dalam keluarga yang berpotensi memengaruhi tingkat keterbukaan remaja kepada orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas komunikasi interpersonal orang tua terhadap keterbukaan diri remaja Generasi Z di Perumahan Griya Soka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 100 remaja Generasi Z berusia 15–20 tahun, dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Weighted Mean Score (WMS), uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas komunikasi interpersonal orang tua berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,10, sedangkan tingkat keterbukaan diri remaja juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,02. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa intensitas komunikasi interpersonal orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterbukaan diri remaja Generasi Z di Perumahan Griya Soka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang intens antara orang tua dan remaja dapat meningkatkan keterbukaan diri remaja. Oleh karena itu, orang tua perlu menjaga komunikasi yang rutin, terbuka, dan penuh empati guna mendukung terciptanya hubungan yang lebih baik dengan remaja
Pengaruh Kemampuan Gaya Komunikasi Persuasif Nadia Omara Bercerita dalam Konten Youtube terhadap Frekuensi Menonton Siswa SMA Amaliah Diaz Sya’bania Salim; Agustini Agustini; Robby Firliandoko
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan gaya komunikasi persuasif Nadia Omara dalam konten YouTube terhadap frekuensi menonton siswa SMA Amaliah Ciawi Kemampuan gaya komunikasi persuasif dipahami sebagai kemampuan komunikator dalam memengaruhi audiens melalui penerimaan pesan perubahan sikap dan dorongan untuk melakukan tindakan tertentu Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei Populasi penelitian adalah siswa SMA Amaliah Ciawi yang mengetahui dan pernah menonton konten YouTube Nadia Omara Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling dan diperoleh sebanyak 104 responden Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics 23 Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan gaya komunikasi persuasif Nadia Omara berada pada kategori tinggi Frekuensi menonton siswa juga berada pada kategori tinggi yang ditunjukkan oleh konsistensi siswa dalam mengikuti konten Nadia Omara Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kemampuan gaya komunikasi persuasif berpengaruh positif dan signifikan terhadap frekuensi menonton siswa dengan nilai t hitung sebesar 17 577 dan nilai signifikansi 0 001 Selain itu hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0 754 yang berarti kemampuan gaya komunikasi persuasif memberikan kontribusi sebesar 75 4 Persen terhadap frekuensi menonton siswa sedangkan sisanya sebesar 24 6 Persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian Dengan demikian kemampuan gaya komunikasi persuasif Nadia Omara terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan frekuensi menonton siswa SMA Amaliah Ciawi terhadap konten YouTube yang disajikan
POTRET KAJIAN KOMUNIKASI BUDAYA KOMUNITAS DI BERBAGAI NEGARA Robby Firliandoko; Hairunnisa Hairunnisa; Lalita Hanief; Yulia Rahmawati; Sukarelawati Sukarelawati
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v9i2.6498

Abstract

Komunitas menjadi salah satu kelompok yang bisa melakukan pelestarian budaya. Komunitas merupakan kumpulan individu yang berinisiatif memulai suatu proses kegiatan yang dapat memperbaiki keadaan dan mengkondisikan diri untuk melakukan tindakan-tindakan positif guna memecahkan permasalahan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan melestarikan warisan budaya menggunakan aktivitas komunikasi. Komunitas budaya melakukan proses perencanaan hingga pelaksanaan program pemeliharaan dan pelestarian benda cagar budaya masyarakat dapat terlibat secara aktif melalui berbagai kanal komunikasi. Komunikasi, komunitas dan budaya menjadi tiga unsur yan saling terkait dan membangun. Tidak hanya di Indoesia, ternyata praktik baik ini dilakukan di berbagai negara. Naskah ini ingin menggambarkan bagaimana ketiga unsur tersebut bergerak dan saling mengisi dalam perkembangan komunikasi budaya komunitas di berbagai belahan dunia. Melalui studi literatur dengan membaca dan mendedah berbagai jurnal yang mengkaji komunikasi komunitas dan budaya, naskah ini menjelaskan bahwa Komunikasi memiliki peran dalam pembangunan budaya di berbagai komunitas, dan komunitas melalui berbagai kegiatan komunikasinya juga bisa menjadi pelestari budaya. Komunikasi, komunitas dan budaya menjadi tiga unsur yang saling mengisi dan berperan dalam setiap perkembangan kehidupan manusia di berbagai negara. Tulisan ini juga mengungkapkan bahwa komunikasi bisa menjadi pembentuk budaya yang baik dan juga dapat menjadi perusak budaya di tengah komunitas atau masyarakat.
Pemahaman Realistik dalam Penerimaan Diri pada Lirik Lagu “Apa yang Tak Bisa” Karya Band Rumahsakit : Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Anggie Septia Lestari; Agustini Agustini; Robby Firliandoko
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juitik.v6i2.2229

Abstract

This study examines the supportive conditions and meaning of self-acceptance in the lyrics of the song "Apa Yang Tak Bisa" by the band Rumahsakit. The method used in this study is qualitative with a semiotic analysis approach by Charles Sanders Peirce. The data object for this study is the lyrics of the song "Apa Yang Tak Bisa." Data collection techniques were conducted through observation, documentation studies, and literature reviews, obtaining data from various sources relevant to the research. The results show four indicators of conditions supporting self-acceptance: realistic expectations, a stable self-concept, self-understanding, and a broad self-perspective. The conditions supporting self-acceptance dominant in the song lyrics are realistic expectations. Self-acceptance in the song lyrics is interpreted as a process of life experience formed through failure and limitations leading to positive reflection and understanding of life, accompanied by several conditions supporting self-acceptance: realistic understanding, a stable self-concept, self-understanding, and a broad self perspective. Realistic understanding is the dominant condition supporting the formation of the self-acceptance process.
Co-Authors Agustina Multi Purnomo Agustini Ahmad Taopik Aida Fitriana Awaliah Aji Santoso Aldair Adam's Adzie Alfin Zulfa, Agra Ali Alamsyah Kusumadinata Amalia, Nadia Amiruddin Saleh Anggie Septia Lestari Apriansyah Apriansyah Apriansyah Apriansyah Arivianti, Anisyah Asti Ribi Maulianti Azhara, Sarah Bilqis, Tri Dewi Daffa Aulia Hasan Desti Aryani Dewi Rahayu Islamiati Diaz Sya’bania Salim Edwards Ayubi Nudiawan Eneng Agustina Fadilah, Ibnu Fadilah, Jawi Fakhirah Rizqy Anwar Feni Trihidayani Fitri Rahmawati Fitria, Maria Gayatri, Futry Ayu Ginung Pratidina Ginung Pratidina Hairunnisa Hairunnisa Hairunnisa Hairunnisa Hastuti, Arti Intan Anjar Sari Iskandar, Abu Bakar Jawi Fadilah Koesworo Setiawan Lalita Hanief Lalita Hanief, Lalita Lisda Lyndon, Novel Anak Maria Fitriah Maria Fitriah Maulana Hasyim Purnama Maulana, Nanda Akmal Muhamad Azhari Muhammad Badri Muhammad Fazrah Muhammad Nafis Judatama Muhammad Ridwan Nadya Oktaviani Nenden Fitriah Neng Virly Apriliyani Nurlela, Raden Siti Nursafa, Alsya Qori Aliffiani Qori Radja Salafy, Radja Raja Aybeun Daffa Sayanda Rieke Aura Azhari Rita Rahmawati Ruhimat Ruhimat Ruhimat Ryan Muttaqien Ryan Rustandi Sastrawan, Berry Setiawan, Koesworo Shofie Nurul Lailie Siti Alianti Oktapiandi Siti Nurul Hikmah Siti Salwa Maulidina Sukarelawati Sukarelawati . Sukarelawati, Sukarelawati Sulistia Fitrianni Suryatana, Undang Tazkia Riska Alviana Azhari Undang Suryatna Wahyudin, Cecep Wahyuningrum, Marliana Wardana, Muhamad Nuril Yudistira Pratama Aristiawan Yulia Rahmawati Yulia Rahmawati, Yulia Yuniar, Putri Gina