Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemberdayaan Komunitas Tuli Gresik (Kotugres) Melalui Pelatihan Bisnis Digital Supriyanto, Supriyanto; Hadi, Hafid Kholidi; Beny, Acep Ovel Novari; Muhimmah, Hitta Alfi; Wiryanto, Wiryanto
Abimanyu : Jornal of Community Engagement Vol 5 No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abi.v5n1.p55-61

Abstract

The Gresik Deaf Community (Kotugres) is a community of young and productive deaf people who need to receive digital business training to support their economic independence. This training can also be used as a strategy to empower Kotugres from unfavorable conditions such as negative stigma from society, discrimination, neglect and economic and social marginalization. Kotugres' products need to be marketed digitally after manual/offline business processes have stagnated due to changes in people's mindsets which are starting to abandon offline shopping habits and tend to increase interest in online shopping, especially the Covid-19 pandemic situation which has not yet 100% subsided to create a digital business platform increasingly needed and popular with society. The PKM implementation went well, smoothly, participants were enthusiastic in taking part in the activities and were guided in using the market place. The next stage is preparing PKM outputs in the form of scientific publications in national journals or proceedings, publications in online mass media, and videos of activities uploaded on YouTube.
Pembuatan Soal Mandiri dan Diskusi Tertulis Sebagai Pendekatan Inklusif untuk Mahasiswa Generasi Z Putri, Arizkylia Yoka; Usman, Aulia; Muhimmah, Hitta Alfi; Hendratno, Hendratno
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.776

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi idealnya melibatkan mahasiswa secara aktif, menjadikan mereka bukan hanya penerima materi, tetapi juga partisipan dalam pengembangan pemahaman dan analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi efektivitas pembuatan soal mandiri dan diskusi tertulis dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan instrumen berupa kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Kuesioner dirancang untuk mengukur persepsi mahasiswa terhadap kedua pendekatan tersebut, serta bagaimana penerapannya mempengaruhi pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana hasil kuesioner dianalisis dengan mengelompokkan respons berdasarkan tema-tema yang muncul, seperti kenyamanan, keterlibatan, dan peningkatan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang dilibatkan dalam pembuatan soal mandiri memiliki pemahaman materi yang lebih mendalam, karena mereka dilatih untuk menyusun pertanyaan yang relevan dan menantang. Diskusi tertulis, terutama melalui platform digital, juga terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa yang cenderung pasif dalam diskusi lisan, sehingga memungkinkan terciptanya pembelajaran yang lebih inklusif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya diversifikasi pendekatan pembelajaran di era digital untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa generasi Z, yang cenderung lebih nyaman dengan pendekatan interaktif berbasis teknologi.
Eksplorasi Kemampuan Numerasi pada Anak Lamban Belajar di Kelas Awal: Studi Kasus di Sekolah Dasar Putri, Arizkylia Yoka; Mariana, Neni; Muhimmah, Hitta Alfi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.851

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan fondasi penting dalam pendidikan dasar yang mendukung anak berpikir logis, memecahkan masalah, serta mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi siswa lamban belajar (slow learner). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan numerasi anak lamban belajar dalam mengenal angka dan bilangan 1-10. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tujuh siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data terkait kemampuan numerasi siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung saat pembelajaran berlangsung, wawancara dengan siswa dan guru, serta dokumentasi hasil kerja siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait pemahaman numerasi. Media konkret berupa kancing dan kelereng digunakan sebagai alat bantu visual guna memfasilitasi pemahaman konsep numerasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dari tujuh siswa mampu mengenali angka 1-10 dengan baik setelah menggunakan media konkret, serta mengalami peningkatan motivasi dan keterlibatan dalam pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya penggunaan alat peraga konkret dan bimbingan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan individu siswa. Temuan ini memberikan implikasi bagi praktik pendidikan dalam merancang strategi pengajaran yang lebih inklusif dan adaptif untuk anak lamban belajar.
Comparative Study of Leadership Styles in Public and Private Elementary Schools Djumiastin, Parlin; Muhimmah, Hitta Alfi; Subrata, Heru
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 6 : Al Qalam (In Progress November 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i6.5691

Abstract

Effective leadership has emerged as a crucial focus within the framework of Merdeka Belajar, a policy that enhances the capacity of educational institutions to innovate and respond to the specific needs of their local communities. The influence of leadership on educational outcomes is profound, affecting both educator performance and the institution's overall effectiveness. A principal who exemplifies strong leadership can significantly enhance teacher effectiveness and improve student achievement. This research seeks to analyze the differing leadership styles of principals in public versus private elementary schools during the Merdeka Belajar initiative. Employing a comparative methodology, the study gathers data through interviews, questionnaires, and observations involving principals, teachers, and staff from both sectors. Findings indicate that public schools generally adopt a transactional leadership approach, whereas private schools are more inclined towards transformational leadership. The study aims to offer valuable insights, suggesting that both public and private institutions should embrace a more adaptable leadership style. In public schools, it is recommended that principals foster a culture of innovation and actively seek input from diverse stakeholders, thereby creating a more collaborative environment for teachers and students alike.
EKSPLORASI KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR PADA KURIKULUM MERDEKA Harini, Rochmimah; Subrata, Heru; Muhimmah, Hitta Alfi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09 No. 04, Desember 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i04.20811

Abstract

Abstract The purpose of this research is to explain the beginning reading problems faced by students in grade 1 elementary school and identify the factors that contribute to these problems. This research is qualitative and uses descriptive methods. This research uses observation, interviews and documentation to collect data. The research subjects were teachers and first grade students. Data was collected through observation and interviews. Thematic analysis utilizes triangulation. The results showed that students in grade 1 of elementary school initially experienced reading difficulties because they had difficulty reading consonant combinations, distinguishing almost identical letters, and reading fluently. Difficulty starting early reading is caused by a number of factors. These include poor initial cognitive abilities, students' decreased interest in starting to read, students' lack of motivation to do so, and lack of parental attention. So it can be said that class I students at SDN Bringinbendo 2 still have difficulty starting to read. It is anticipated that this research will have implications for increasing students' early reading challenges.